Sendu seru akhir pekan

Seperti biasa, akhir pekan Kami setiap awal bulan sudah terjadwal. Kami sudah berbagi tugas untuk Sabtu kemarin : saya rapat orang tua di sekolah sementara Suami dan Teona service mobil. Namun ba’da subuh, Ayah saya telfon menginfokan kalau jamaah subuh di komplek sudah takziah Ayah sahabat perempuan saya R. Walaupun saya tau Ayah R sakit diabetes berat, namun tentu ajal di luar kuasa manusia. Bergegas packing dan siapin kebutuhan Kami. Lalu saya didrop di sekolah Teona, Suami tetap service mobil dan memberi saya kebebasan untuk takziah sekaligus menghibur R. Alhamdulillah. Saya sampai di rumah duka hampir zuhur, sudah ada sahabat laki-laki, yang juga berteman sejak TK, si I. Tak lama datang sahabat perempuan lainnya B. Sahabat lain sudah duluan takziah sebelum Kami.

Akhirnya ba’da Zuhur berjalan menuju pemakaman. Rombongan sempat kocar-kacir karena akses menuju makam lewat jalan kecil dan macettt. Saat prosesi pemakaman saya, I, dan B mendampingi R. Ini kejadian pertama ada orang tua yang berpulang di genk Kami. Saat selesai, Kami bertiga masuk mobil, dan berjalan pulang. Sempat hening beberapa saat dan saya memecah keheningan dengan menarik nafas dan bilang “rasanya beneran sedih banget ya.” Kemudian diamini kedua sahabat saya. Sendu. Karena Kami melewatkan makan siang, maka saat melewati junk food favorite Kami sejak jaman SMP, Kami memutuskan untuk mampir makan di situ. Sembari saya ‘ngomel’: “dari SMP gak berubah ya kita. Belajar naik mikrolet dari sekolah ke situ trus nongkrong gak penting.” Trus pada ketawa dan sepakat “iya ya.” Kalau saja orang tua Kami tau, sudah disediakan fasilitas jemputan tapi kami pilih naik mikrolet pasti habis dimarahi. Aah memory ~

Ada beberapa yang menjadi catatan saya bahwa : hari gini TPU pada penuh! 😱 Sudah jadi konsumsi publik ya soal semakin terbatasnya lahan di jabodetabek. Lalu ini pun tak kalah penting, lokasi TPU sesuai KTP 😦 Kekhawatiran saya yang berKTP Jakarta, memang masih ada lahan di TPU Jakarta?? Pasti menumpuk makam lama atau entahlah saya gak ngerti. Hanya saja yang mudah-mudahan memang menjadi KEMUDAHAN adalah, tata cara sesuai keyakinan. Muslim, Nasrani, hingga keyakinan untuk dikremasi. Semua tersedia. Terkait dengan kematian adalah kiamat kecil maka poin pentingnya : bekal di akhirat.

Seharian saya bebas dari apapun, bisa turut menguatkan dan menghibur sahabat. Suatu berkah yang amat saya syukuri. Dapat bertemu dan bercerita banyak dengan sahabat lainnya pun, menjadi bonus manis. Seru. Hingga sore saat kembali ke rumah orang tua dan cerita semuanya. Menjadi refleksi diri kalau ya yang utama itu akhirat, dunia hanya sarana. Kematian sungguh dekat dan akan selalu ada di kehidupan kita. Selamat mempersiapkan bekal untuk masa depan yang sesungguhnya.

Published by Frany

Jakarta - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

5 thoughts on “Sendu seru akhir pekan

  1. aku, kemarin sempet ngobrol sama suami : kalau meninggal nanti kita akan dimakamkan dimana ya?
    trus aku jadi sedih, keinget bekalnya belum cukup. trus aku jadi sedih lagi, kira kira siapa yang bakal pergi duluan. ah sedih ah

    Like

    1. Aku dan suami pun jadi bahas itu, mengingat lahan yang semakin sempit di jabodetabek, mengingat perjuangan temenku kemarin cari TPU. Bekal insha Allah berusaha nabung terus. Siapapun dari kita yang pergi duluan wajib diterima *ngomong gampang, lakuinnya gak rela. Huhu.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: