Posted in Uncategorized

Legalisir ijazah & transkip nilai di UI

Buat alumni angkatan tua kayak saya, keperluan melegalisir tentu kayak “hadeuh pe er banget”. Masalah utama tentu waktu, tapiii dengan kecanggihan teknologi juga sistem yang lebih teratur dan efisien. Legalisir jadi lebih mudah. Yeay! Langkah awal, bisa klak klik di HP dulu nih. Masuk ke website: yandok.ui.ac.id merupakan website layanan dokumen akademiknya UI. Login pemesanan dulu yaa. Pake Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) yang ada di Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Tapi lupa euy nyimpen KTM-nya di mana. Jadi liat NPM di ijazah ajah. Trusss, klik registrasi pemesanan. Klik pilihan sesuai kebutuhan kita. Sampai situ cukup sih. Namun kalau perlu info tentang pembayaran dan lainnya. Bisa dibaca lebih lanjut biar lebih paham alurnya.

Pusat Pelayanan Mahasiswa Terpadu (PPMT)
Sentra Informasi & Pelayanan Publik

Langkah kedua, verifikasi dokumen (tidak bisa diwakilkan) tentu datang langsung ke UI Depok *yaiyalah. Bisa pake commuterline, transjakarta, ojol. Bebaslah. Tiba di Pusat Pelayanan Mahasiswa Terpadu (PPMT) yang berlokasi di belakang Rektorat. Bisa datang di hari kerja dan jam kerja. Iyaah, mesti cutiii. Sistemnya kayak layanan di bank, ambil nomor antrian, trus nunggu dipanggil. Udah verifikasi dokumen nih, lanjut fotokopi dokumen yang berada di lokasi yang sama trus gratis! Setelahnya kita dapat slip berupa tanda terima verifikasi dokumen. Bisa langsung bayar di ATM, kebetulan di tempat yang sama pun tersedia ATM. Simpan bukti bayar beserta slip tadi. Udah deh pulang. Gak sampai 15 menit prosesnya, 10 menitan gitu deh. Lama di perjalanan pergi pulang. Haha.

Ruang tunggu PPMT
Tanda terima verifikasi dokumen

Prosesnya 7 hari kerja, bisa diwakilkan. Jadi bisa nitip buat ambil legalisirannya yang penting bawa slip dan bukti bayar. Tarif legalisir masih sama dari dulu sampai sekarang. Untuk yang lupa (lebih ke short tine memories sih) kayak saya, PPMT tuh dulu pas kita baru masuk ukur jaket kuning (jakun), ambil KTM, dll. Trus pas lulus, kita ambil toga pun di situ. Buat alumni jaman purba pun sistemnya sama ya, pas bokap perlu juga bisa tuh dengan cara yang sama meskipun berbeda fakultas. Senangnyaaa. Gak perlu repot bolak-balik. Bisa ngejar waktu kalau ada keperluan lain, karena cepat gak pake lama. Kenapa pake dibuat postingan? Kali aja ada yang gak tau sebelumnya kayak saya. Bahkan clueless, gimana sih cara legalisir jaman sa’iki? Semoga bermanfaat yaa 🤗

Posted in Uncategorized

End of 2019

Alhamdulillah akhir tahun sudah menjelang. Namun justru perjuangan baru saja dimulai. Banyak agenda yang harus dikerjakan, butuh otak, hati nurani, dan jiwa yang waras. Tentu harus menghilangkan segala yang membawa pengaruh negatif, manusia-manusia munafik berkedok baik soleh/solehah. Menjaga kalau bisa buat jarak yang teramaattt jauh sama orang-orang yang membuat jadi sengsara. Tidak segan memutus hubungan berkedok silaturahmi tali darah. Bila memang ujungnya membawa bencana. Pun berdoa dengan selektif hanya pada manusia yang berhak menerima doa baik. Tidak akan berusaha memaafkan ataupun mengikhlaskan. Pendendam? Yesss. Kemana aja situ baru tau. Bangga akan itu? Tidak. Tapi tidak juga ingin segera berubah. Saya tidak akan membakar / membacok kalau tidak disenggol duluan. Intinya jangan membangunkan macan tidur 😇

Bismillahirrahmanirrahim. Menutup 2019 & memulai 2020 dalam lindungan Allah swt.

Seperti apa tahun 2020 akan dijelang? Pastinya akan jauh lebih berat tapi Allah pasti bantu karena segalanya milik Allah. Kalau dikehendaki saya jadi manusia lebih baik, mudah-mudahan segera dapat hidayah. Gak mau sok bijak, karena emang gue bukan orang bijak. Dewasa tidak sama dengan bijak. Karena usia tidak menjamin kedewasaan seseorang. Tua itu pasti, bijak belum tentu. Jadi diri sendiri aja. Tidak punya resolusi karena semacam udah tau bobot yang akan ditanggung selanjutnya. Jalani, ikhtiar, doa, dan pasrahkan semua ke Allah. Kalau diinjek ya lawan. Gak bisa dilawan ya terpaksa pasrah mungkin udah begitu jalannya. Kalah bukan berarti bodoh. Dibodohin juga bukan berarti pecundang. Udah bisa jaga omongan dan jaga diri biar gak jadi munafik aja udah bagus.

Semua ada konsekuensi, tapi jadi manusia berakhlak itu pilihan. Sampai kapanpun saya tidak akan pernah mau mengalah. Meskipun diklaim jadi pihak yang kalah. Bukan tidak terima kenyataan. Tapi lebih karena saya bukan manusia busuk sampah. Justru yang membuat orang lain jadi sengsara itulah sebusuk-busuknya manusia sampah. Buat saya tahun 2020 adalah tahun perjuangan yang mudah-mudahan bisa dijalani dengan ikhlas dan tawadhu. Bisa dijauhkan sejauh-jauhnya dari manusia munafik dan manusia sampah. Bersyukur kalau dibinasakan sehingga menjalani hidup bisa lebih lapang. Karena saya bukan belum memiliki hati seluas samudera. Gimana rencana akhir tahun dan awal tahun 2020 kamu?

Posted in Uncategorized

Jagoan di jalanan

Jalanan di Jakarta itu ribetnya ngalahin problematika kehidupan kita ya kan. Kalo gak sabar, bisa jadi bar-bar kayak dua video yang beredar luas di medsos dan wagrup. Kalo biasanya liat atau nonton. Kali ini saya mengalami sendiri. Kami keluarga besar dalam perjalanan melewati Jl. MT. Haryono, mobil yang saya tumpangi: Om yang menyetir, Tante duduk di sebelah Om. Di tengah: saya, Teona, dan sepupu (anak Om dan Tante). Tiba-tiba ada motor sport merah dengan pengemudi anak muda paling juga anak kuliahan yang menderu-deru, awalnya Kami gak sadar dia ‘menyasar’ mobil Kami. Dia mepet baik dari sisi kiri maupun sisi kanan. Kami 4 orang dewasa bingung, ini orang kenapa?? Bahkan saat mepet di sisi kanan, dia memukul kaca persis di tempat saya duduk. Saya buka jendela dan teriak “APA SIH?!” Dia kode untuk suruh minggir. HAH??? ELO SIAPAAAHHH? Polisi juga bukan. Teona pun ketakutan jadinya. Sial banget tu orang, saya bener-bener emosi.


Kalau menuruti amarah dan ego. Saya pasti sudah dengan sangat senang hati. Jorokin orang itu sampe jatuh. Secara jalanan rame, bisa saya pastikan orang itu akan mati kalau gak kena separator tol dalam kota bahkan bisa terlempar ke jalan tol. Atau minimal terlempar di jalan biasa dan dilindas mobil, mengingat kondisi jalanan ramai. Demi Allah, gue pengeeennnn banget lakuin ituuu. Tapi gue inget Teona, meskipun gampang lakuin itu tapi gue bakal jadi pelaku pembunuhan dong. Baiklah, diurungkan niatnya. Dari sebelum orang itu mukul jendela di sisi saya duduk. Karena Kami gak ngerti salah kami apa. Kami sepakat untuk mengabaikan tapi gak bisa ngebut juga, jadi tetap diincar sama orang itu. Diskusi cepat kami, “kenapa ya itu orang? Apa merasa gak dikasih jalan? Tapi jalanan kan memang ramai.” Karena Kami tidak juga mau minggir, si motor sport dengan sengaja menabrak mobil Om saya dari sisi saya. Saya merasakan banget itu motor nabrak. Niat mencelakai orang itu pun semakin membuncah. Kalau tidak dicegah tante dan lihat muka Teona. Saya jamin, pasti sudah saya lakukan.

Saya gak ngerti lagi, selanjutnya motor itu kabur! Ya Allah, akhirnya si jagoan jalanan pergi dan menyisakan pedih untuk kami semobil. May you burn in hell!!! Selesai acara, sudah pasti saya langsung ngadu panjang lebar cerita ke bapak saya tentang motor sport merah. Motor mahal tidak menjamin pengemudinya punya otak dan bermoral. Semoga Allah mengazab dengan sangat pedih. Aamiin. Buat kalian yang punya mobil mahal, motor mahal, sepeda mahal, pesawat mahal, dan kendaraan mahal lainnya. Tetap rendah hati ya, kendaraan itu titipan, bukan buat jadi jagoan. Kamu punya pengalaman lebih parah dari saya?

Posted in Uncategorized

eljibiti

Bukan hanya tampak tak pernah bosan membahas ini. Bukan juga efek negatifnya sangat dirasa baik agama, kesehatan, dan sosial. Bukan juga karena pengalaman pribadi. Lebih ke rasa sedih, prihatin, dan menyayangkan. Udahlah jelas contohnya yaitu kaum Nabi Luth dan ada di kitab suci. Udah terpampang nyata juga korban berjatuhan akibat HIV atau penyakit seksual menular. Kok ya diagungkan? Bahkan yang tidak toleransi dengan kaum tsb dibilang ndeso. Cangkemmu somplak opo piye?! Entah sudah ke berapa kali bahas ini, ini, ini. Empat kaliii, luarrr biasa. Kalah deh promo. Bukan hanya sekedar nyampah, menyuarakan kegelisahan kalau tidak pantas dikategorikan bentuk syiar. Kaum itu tidak pernah ‘menyentuh’ saya, tapii efek negatif yang memprihatinkan. Berikut sekilas ulasan:

Seriously parents???

Mau berdalih apalagi??? Saya tidak membenci tapi ayolah realistis dengan pilihan buruk, efek buruk, hingga apa sih yang kamu cari??!! Selayaknya penjahat / orang dzalim / pembual / manusia munafik aja bisa tobat. Kamu juga pasti bisa. Tapi bila tidak ada keinginan, niat, dan perwujudan untuk itu. Yah gak heran, kaum inilah yang kelak menjadi pasukan dajjal. Wallahuallam.