YearEnd Bazaar Gramedia Matraman, Jakarta Timur.

Bukan post berbayar! Murni pengalaman pribadi. 



Teona libur sekolah 2 minggu. Udah nyolong start liburan duluan di long weekend pertama, lalu long weekend kedua kami habiskan di rumah ortu saya. Tapiii, karena Teona lagi suka menghubungkan garis putus2, belajar menulis kalimat & angka, serta mewarnai. Jadi selain mainan2, saya terpikir beliin buku2 yang menunjang hal2 yang lagi Teona suka kerjain. 

Karena ada tugas keluar kantor di pagi hari. Jadi saya mampir ke toko buku Gramedia di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Ini pas karena ngelewatin sih kalo enggak mesti diniatin. Karena gak tiap hari saya lewatin. Mungkin Saya pengunjung pertama hari itu. Saat masuk, belum masuk ke dalam area indoor. Saya lihat di outdoor nya banyak bazaar. Mulai dari tas2, powerbank kabel2 dan sejenisnya, hingga buku! Nah ini diaaa. Lumayan luas yang area buku, untungnya gak perlu ngubek yang gimana juga sih. Karena pihak Gramedia udah mengkelompokkan berdasarkan jenis bukunya. Jadi tinggal pilih buku sesuai kebutuhan aja. 


Tanpa perlu waktu banyak, saya sudah memilih banyak buku untuk Teona. Saat bayar, betapa girangnya saya karena untuk selusin buku tak lebih dari Rp. 300.000,-. Asyiikkk  😝 Kalo harga normal, mungkin udah setengah juta ke atas. Oh ya, sebelum nya saya gak tau loh soal bazaar ini. Gak nyangka bisa dapet buku murah. Buku import pun tersedia juga. Kalo saya gak mikir tempat untuk nyimpennya pasti bisa lebih kalap. Hehe. 

Kenapa sepi amat bazaar nya? Ya iyalah! Saya dateng jam 9 pagi. Mas kasirnya aja baru nyalain mesin kasir. Puas rasanya belanja terjangkau dan sesuai kebutuhan gini. Sering2 aja ada bazaar Gramedia gini. Oh ya, saya gak tau apakah Gramedia lain juga ada bazaar gini atau enggak. Silakan cek socmed Gramedia aja ya. Saya mah kan cuma berbagi pengalaman saja. Happy third long weekend in this month! Sampai ketemu tahun depan! :mrgreen:

Gramedia Matraman

Jl. Matraman Raya No. 46-48

Jakarta Timur

No telp. 021-8581763

Advertisements

Day 5: enjoy Bali

Hari terakhir sebenernya gak kemana – mana juga. Secara cuaca mendung kayak kemarin 😐 Tapi semangat tetap membara, jadi saya memutuskan jogging sendiri pagi itu. Saya jogging di jalur jogging track lain di sisi pantai. Saat itu lumayan banyak orang juga, baik yang sedang mantai atau jalan dan lari santai kayak saya. Mendadak hujan dan langsung deras. Duhh, padahal lagi hot2nya. Terpaksa neduh deh. Para tamu yang lagi pada mantai pun turut berteduh di gazebo spa nya Ramada Hotel. Ada satu cewek bule yang lagi jogging kayak Saya dan langsung disamperin mbak2 orang kita, trus foto bareng. Si Mbak bule awalnya bingung tapi doi keliatan pasrah aja. Sempet tabrakan mata sama Saya, saya cuma senyum aja. Abis gimana dong, kelakuan orang kita kan gitu. Huhu.

Ramada hotel’s gym

Whirpool nya di atas situ 👆

Enjoy whirpool. Hangaattt.

Beruntung saat jogging saya bawa HP, trus WA bapaknya Teona minta dijemput. Di tiap kamar memang disediakan 2 payung, kepake deh. Seumur – umur gak pernah payungan berdua, baru kali itu. Berasa jadi model video klip  😎  Tapi saya ngotot mau lanjut jogging, akhirnya suami suruh saya ke gym nya Ramada aja. Gym nya baguusss! 👍 Lengkap, bersih, plus dilengkapi dengan sauna. Lumayan lah, selesai gym. Mandi dan sarapan. Eehh, tupainya muncul  😍
Selesai sarapan, kami cobain fasilitas lainnya, yaitu whirpool air hangat. Duhh, enaknyaaa. Sambil ngobrol2 santai. Dibanding kelompok rombongan lainnya, rombongan kami termasuk selalu jadi yang paling sopan dalam hal baju renang. Padahal di antara kami ada yang non muslim dan ada 2 ABG. Tapi dasar emang gak ada yang berjiwa  HOT. Gak ada yang berbaju seksi atau berbikini. Padahal baju seksi dan bikini icon pantai banget. Mungkin foto2 di post  sejak day 1 sampe yang terakhir ini terkesan membosankan, tapi ada tuh pas Teona lagi aku foto trus background  nya mbak2 berbikini. Hihi. Tak terasa waktu menunjukkan jam 11 siang, sejam lagi check out time. Jadi kami balik ke kamar untuk mandi (lagi) dan packing. Tentu aja bawaannya beranak pinak, sudah biasa itu dan sudah diantisipasi juga. Selesaiii cerita liburan nya. 5 hari 4 malam yang tak terlupakan. Semoga lain waktu bisa familydate lagi 💕

Day 4: Nasi pecel Bu Tinuk, Joger-Serimpi-Krisna (oleh2), Discovery mall, Bakso Pandawa.

Hari keempat, gloomy cloudy 😰 Kami memulai hari dengan sarapan, masih basian kemarin nih. Saking gloomy  nya, tupai2 yang memang sengaja dipelihara Ramada Hotel. Yang asyik kami ‘tontonin’ aksi nya di hari2 kemarin pada gak keluar. Tupai2 itu lucu dan sangat bersahabat. Ini pertama kali Teona lihat dan berinteraksi dengan Tupai. 


Selesai sarapan, kami mengagendakan renang dan aqua aerobic. Selesai renang, mandi, tapi masih mendung juga. Rencana ke pantai Seminyak pun batal 😥 Akhirnya ke rencana lainnya, yaitu : berburu oleh-oleh! Kalo buat saya pribadi sih, beberapa yang favorite: pia legong, pie susu, kacang  Bali, baju barong, dan daster Bali. Tujuan pertama, beli oleh-oleh di joger, Kuta dan sekitarnya seperti serimpi dan larisa. Belum puas, kami lanjut ke krisna, Kuta. 


Selesai belanja pun, yang ada hujan makin deras. Yowis lah, neduh di Discovery Mall. Anak-anak bisa main di Amazone, ibu2nya bisa cuci mata. Ibu2nya pada nunggu di semacam foodcourt di seberang amazone. Tapi tidak saya rekomendasikan. Selama kami ngemall ternyata hujan derasss. Rombongan memutuskan nge-bakso di Bakso Pandawa, Kuta. Selesai makan, perut kenyang dan hati senang. Alhamdulillah. Hari ini cuaca kurang bersahabat jadi ya belanja2 ajalah. 

Day 3: Watersport Tanjung Benoa; Ayam Taliwang; Beachwalk mall.

Hari ketiga agendanya, WATER SPORT!!! WOOHOOO! 🙌 Mulai dari yang ABG sampe yang tua kayak saya, happy banget mau water sports. Saya memulai hari dengan jogging keliling jogging track nya Ramada hotel. Pemanasan sebelum water sport. Lanjut sarapan di hotel. Daannn.. goes to Tanjung Benoa via tol. Iihhh, aku baru pertama kali ini lewat tol di Bali lohh. Keren ya, mirip sama tol suramadu. Ada jalur motornya juga. 

Tanpa berlama – lama, sampailah kami yang adrenalinnya sudah terpacu di Bali Dolphin. Hoho. Kami langsung didampingi guide, Mbak guide ini jago bahasa mandarin. Ternyata ex TKI, no wonder ya, cas cis cus ngomongnya. Pertama kami naik banana boat. Aaahhh! Superlove! Teona pun ikutan dan merasakan kehebohan yang sama dengan kami lainnya. 


Kedua, saya dan bapaknya Teona beda pilihan. Bapaknya Teona dan  Teona naik jetski dan saya memilih parasailing. Saya naik kapal menuju kapal lain di tengah laut, persiapan untuk parasailing. It was amazing!!! Saya bisa terbang! Melihat pemandangan luas tanpa perlu lihat dari layar TV, sensasinya luarrr biasa. Aku mau lagi! Sulit dijelaskan panjang lebar keseruannya. Silakan Anda coba langsung naik parasailing, dijamin gak akan nyesel. 


Ketiga dan terakhir. Kami lanjut sea walker! Pengalaman 2011 lalu pernah scuba diving di Sabang, Aceh. Saya ada berpikiran kalau sea walker gak semenantang scuba diving. Ternyata saya salah! Tantangannya beda! Kami naik kapal (lagi) ke spot yang sama dengan diving. Bedanya, spot sea walker ada jalurnya dan pegangan untuk tangan kita. Kita dibekali roti tawar dalam plastik, setelah kita dalam kondisi baik di kedalaman 3-5 meter di bawah laut. Instruktur membuka roti dalam plastik dan dimulailah feeding fish. Saya merasa bagai ibu ikan, karena ikan2 mengelilingi saya. Dari semua ikan, paling berkesan ketika little nemo turut datengin roti yang saya pegang. So cuteee! Selesai sea walker, roti Saya masih bersisa, jadi Saya buang sisa roti di tempat sampah atas kapal. Kok yang sea walker gak ada fotonya? Salah satu saudara bawa iPhone ke dasar laut tapi mendadak gak berfungsi padahal casingnya katanya bisa dipakai hingga kedalaman 15 meter di bawah laut. Saya berbeda ‘kloter’ dengan bapaknya Teona dengan pertimbangan bisa gantian pegang dan jaga Teona. Di kloter bapaknya Teona ada orang India minta divideokan dengan handycam pun gak bisa nyala. Saya dan bapaknya Teona pun gak ada yang bawa HP, foto2 yang kami punya hasil dokumentasi rombongan yang gak ikutan water sports. Mungkin belum hoki bisa dokumentasi di bawah laut. Hihi. Di atas kapal disediakan air mineral kemasan gelas. Karena selama di dasar laut lebih sering nelan ludah, jadi saat naik ke kapan terasa haus. Kekurangan sea walker, menurut saya karena air laut yang kurang jernih. Sampai saat ini karena baru ‘nyelam’ di dua tempat : Sabang, Aceh dan Tanjung Benoa, Bali. Sabang masih menjadi juara. Bapaknya Teona bilang Pulau Lombok lautnya masih jernih. Ajakin kali ke Lombok! *nodong.

Puas ber- water sports, kami menuju ayam taliwang resto. Dengan menu ayam taliwang, plecing kangkung, tempe tahu, ati ayam goreng, dan ikan goreng. Alhamdulillah kenyang! Kami lanjut ke pantai Kuta, tapi kotorrr! Banyak sampah di bibir pantai. Penjual sekitar bilang karena musim hujan jadi air laut membawa sampah hingga ke pantai. Ah, Saya rasa emang aja pada gak bisa jaga kebersihan, buang sampah sembarangan. Gak puas dengan pantai Kuta yang tidak bisa kami dan rombongan nikmati. Kami memutuskan ke Beachwalk mall aja. Para bocah main di Minniapolis, para ABG dan ibu2 bisa shopping, dan para bapak2 bisa duduk ngopi santai. Semua senang! Saya menemani Teona di Minniapolis. Para bocah kenapa energinya gak abis2 ya. Huff 😰 Kami pun sekalian dinner di eat, jajan cantik minuman khas mall masa kini, baru balik hotel. That day was awesome!!! 💕

Day 2: Nasi pecel Bu Tinuk, Pandawa beach; Klapa, Pecatu; Resto Aroma, Jimbaran.

Kami memulai hari kedua di Bali dengan sarapan di hotel lalu lanjut berenang! Di Ramada Bintang Bali Resort, memiliki fasilitas2 yang akan saya ceritakan seiring day to day kami selama di Bali. Hari kedua ini, saya baru tau tentang lifestyle activities dan kids activities. Sambil menunggu rombongan, Teona mencoba kids activities yang bernama Kids Panda. Baik sendiri ataupun beramai-ramai tetap dilayani dengan baik. Kegiatan tinggal disesuaikan saja dengan jumlah anak.


Persis bersebelahan dengan ruangan kids activities, saya iseng lihat jadwal lifestyle activities yang sekaligus peminjaman pool towel. Di hari Senin ada jadwal aqua aerobic pukul 11.30 WITA. Kami mulai renang jam 10-an, jadi mesti nunggu sekalian ngumpulin orang. Walopun pihak lifestyle activities juga woro-woro kalo akan diadakan aqua aerobic. Jadi aerobic-nya dilakukan di dalam kolam renang! Setelah kami coba, setelah dicoba ternyata SERU!!! Tantangannya beda dengan aerobic biasa, gerakannya pun variasi antara di dalam air, dan di bibir kolam renang *gak ada dokumentasi karena semua sibuk. Kira2 begitulah gambarannya. Oh ya, instruktur memberikan komando dengan bahasa Inggris, agar lebih general. Gak masalah, yang penting kami semua menikmati kegiatan aqua  aerobic dengan semangat. 

Makan siang hari ini kami menuju Nasi Pecel Bu Tinuk. Kita antri untuk memilih menu tambahan di luar nasi pecel rempeyek kacang seperti: ayam goreng, empal, mie goreng, sup sayuran, tempe, tahu, balado terong, dan lainnya. Kemudian pilih minuman yang diinginkan, lalu bayar di kasir. Oh ya, tempatnya sedang ada perluasan dan renovasi. Jadi kedepannya bakal lebih luas lagi. Kenyang makan siang, tujuan berikutnya adalah Pantai Pandawa. Retribusi Pemprov Bali sebesar Rp. 20.000,-/orang. Masuk ke kawasan Pantai Pandawa, terlihat pembangunan masih dilakukan, mulai dari fasilitas pantai-nya hingga condotel (condominium hotel). Kalo kelak sudah jadi, bakal keren banget nih Pantai Pandawa. 


Tujuan berikutnya, Klapa, Pecatu. Ini kali kedua saya kesini. Sebelumnya, tahun 2011. Klapa salah satu pioneer beach club di Bali. Hingga sekarang banyak bermunculan beach club lainnya. Konsepnya, pengunjung membayar masuk, bisa duduk menikmati pantai sambil memesan makanan dan minuman. Atau renang di kolam renang, kalo mau lebih seru bisa renang di pantai Klapa. Rombongan kami memilih pilihan pertama plus main2 aja di pantai. Nunggu sunset sambil ngemil2 kece dan foto2 eksis  😎


Kami melanjutkan makan malam di Restoran Aroma, Jimbaran, Bali. Cuaca mulai mendung gerimis. Pilihan seafood emang gak pernah salah kalo di Jimbaran. Makan malam sambil menikmati para penari Bali. Selesai sudah acara jalan2 kami di hari kedua, hari  berikutnya lebih hitss! Haha.

Day 1: Bali Familydate Holiday

Hallooo! Kami baru selesai liburan akhir tahun nihh. Sejak sebulan yang lalu, bapaknya Teona udah kasitau kalo Desember kita bakal familydate ke Bali sama keluarga sobat kental bapaknya Teona. Secara pas banget nemu long weekend, masa’ mecucu di rumah. Persiapannya lumayan, mulai dari oleh2 sampe printilan Teona. Oleh2? Iyaa, keluarga tante saya ada yang domisili di Bali. Hukumnya wajib ketemu, melepas rindu. 
Kami total 15 orang, incl. 2 bocah dan 2 ABG. Jadi kami rent car, hi ace. Trus untuk koper2 kami pake jasa lugage van, yang langsung menuju hotel. Berhubung kami sampai di Bali udah jam 3-an dan langsung menuju Warung Laota, Kuta. Andalannya bubur (kayak di resto Ta Wan & Kwang Tung gitu deh). Andalan lainnya seafood yang seger2 banget *pukpuk kolesterol. Semua2 yang dipesan di warung Laota ini enakkk banget. Doyan sama maruk emang beda tipis. Hihi. Setelah puas makan dan kenyang kami menuju hotel. Kami menginap di Ramada Bintang Bali Resort, Kuta, Bali. Langsung ganti baju dan mantaiii. How I need vitamin sea 🏄


Malamnya kami bertiga misah dari rombongan, karena keluarga tante mengunjungi kami di hotel. Aahh, sedih kali ini gak bisa nginep di rumah tante. Rasanya gak afdol ke Bali tanpa nginep walopun hanya semalam di rumah tante. Tapi yang penting ketemu dan melepas rinduuu. Kami dinner di mall sebelah hotel Ramada yaitu Lippo Mall Kuta. Mall nya masih baru jadi belum terlalu rame. Karena udah makin larut jadi keluarga tante saya mesti beranjak pulang. Duhh, masih kangen dan masih pengen ngobrol2. Mengingat kami rame2 bareng rombongan, gak apa deh kali ini gak nginep dulu. Hiks. Terima kasih untuk bulikku & keluarga sudah menemui kami di Hotel 😘

Teona was so happy met up with her family 😙

Pelita Village, Ciseeng, Bogor (Fieldtrip 2016)

Tahun lalu fieldtrip kesini, tahun ini kesini lagi. Gak kreatif? Entahlah. Sebenarnya karena tujuan fieldtrip nya sama dengan tahun lalu, yang sekarang mau bapaknya Teona aja yang nemenin. Tapi setelah mempertimbangkan satu dan lain hal. Akhirnya diputuskan saya aja lagi yang nemenin. Karena udah ada pengalaman jadi lebih prepared. Sampe ke hal2 kecil, seperti: 

  1. Bawa tempat makan kosong karena makan siang ibu dan anak dalam bentuk nasi kotak. Jadi saya pikir akan lebih baik dipindahkan ke tempat makan. 
  2. Bawa balmut (bantal selimut). Pengalaman tahun lalu saat pulang, Teona lelap karena kecapekan. Jadi perlu banget balmut, pas lagi jalan ke tanah abang dan nemu, langsung beli.
  3. Koran bekas. Karena saat aktivitas, semua orang hanya pake kaos kaki aja. Jadi koran bekas buat alas (keset-an).
  4. Handuk kecil dan handuk sedang. Mengingat aktivitasnya berenergi.
  5. Peralatan mandi/bersih2 yang ringkas. Kamar mandi ada beberapa tapi tetep antri jadi mesti sigap biar antrian gak panjang.

 

Hari yang ditunggu tiba, kami sampai di pelita village, Ciseeng tetap disambut dengan ‘welcome snack’: jagung rebus dan teh anget. Nyam! Anak2 disuruh kumpul lalu pemanasan lanjut berkegiatan. Sebenernya pihak pelita village bilang: ini acara kemandirian, serahkan anak2 pada bunda guru & petugas. Ibu2 bisa ikut acara khusus ibu2. Kalo saya menanggapinya tentu sinis: “kalo anak gue sampe benjol, siapa yang mau tanggung jawab?! Yang ada juga gue langsung dapet siraman rohani dari bapaknya Teona.” Otak waras saya bicara: “maksudnya tentu baik, tapiii anak saya belum genap 4 tahun, belum jejeg. Jadi mending saya jagain dulu deh, ntar kalo udah TK mudah2an bisa dilepas pelan2″ *bisawarasjuga,bu?! 😛
Kegiatan tahun ini ada perbedaan dengan tahun lalu, baguslah! Jadi gak bosenin. Kegiatan anak2 kelompok bermain dan TK dipisah. Kelompok bermain aktivitasnya antara lain (semoga gak ada yang skip) : memaksimalkan hoolahoop, tarik tambang, main tanah liat, masuk gua (Teona gak mau!) lanjut break. Disuguh bakso dan es kelapa muda langsung dari buahnya. Teona habis ludes baksonya, sruput kelapa muda. Mantap  👍  Berjalan di tali macem tentara. Kemudian ada beberapa tantangan berjalan di tengah sungai, seingat saya 4 tantangan secara marathon. Membajak sawah (Teona naik sampe 2x! Seneng bener doi). Menanam padi, menumbuk padi, padi ditaruh di tampah lalu digoyangkan (duh! Lupa istilahnya), memerah susu (ini juga Teona gak mau! :evil:). Jangan tanya nasib padi2 itu ya, gak jelas! Haha. Naik sampan ke tempat aktivitas flying fox, flying fox, terakhir anak2 nyemplung ke kolam dan nangkap ikan2 pake tangan. Keringetan, lepek, lanjut kuyup! Seru luarr biasa. Langsung buru2 saya mandiin Teona dan suapin jatah makan siang yang telah disiapkan. Biar gak masuk angin nih anak. Udah beres, baru deh saya ganti baju dan beres2in tas. Jam 3 sore balik dari Ciseeng, Bogor menuju Jakarta Pusat. 

Mukeeee  😮

Tarik tambang

Membentuk tanah liat

Menumbuk padi dan tampi (beras di tampah). Apakah jadi beras? Wallahuallam.

Sendiri aja, neng?

Ready for flying fox

Menangkap ikan langsung di kolam.

Ada sedikit perbedaan aktivitas tahun ini dengan tahun lalu. Tapi tetep seru. Petugasnya care, santun dan, sigap. Beda banget pokonya sama yang di sini. Hoho. Kemarin juga banyak dari sekolah lain yang baru pada survey. Oh ya, kenapa saya gak maksa Teona buat ikut aktivitas yang dia gak mau. Misal, masuk ke goa. Lha wong saya aja gak suka dan gak nyaman kalo masuk ke goa (kecuali goa hira mungkin ya). Apalagi Teona yang masih bocah. Saya gak akan larang tapi kalo dia gak mau ya gak akan saya paksa. Selama hukumnya fardhu a’in. Hoho. Pelita Village very highly recommended.