Seminggu ini

Berakhir juga minggu iniii. Selain hujan angin yang makin rajin, kerjaan lumayann. Tapi yang cukup menyedot energi, deg – deg mantep itu, ketika si anak mau field trip tanpa ditemani saya. Saat masih kelompok kecil dan kelompok bermain (Kalo di sekolah internesyenel istilahnya infant dan toddler). Setiap ada field trip selalu ditemani ibunya. Nah saat TK A (nol kecil) di sekolah baru ini, gak boleh ditemani. Saya siapin semuanya, apa-apa yang mau dibawa, didrop di sekolah (baju salin), hingga menjaga kondisi Teona agar tidak drop. 
Setelah mempertimbangkan satu dan lain hal. Saya atur ‘strategi’ yang anti bikin Teona drama dan anti bikin mood saya rusak. Memang butuh pengorbanan lebih, tapi saya lakuin demi ketentraman bersama. Alhamdulillah tercapai! Saat jemput saya tanya, “gimana seneng gak tadi?”. Dijawab, “supeerr seneng”. Yah, walaupun jadi gak ada dokumentasi pribadi. Mengandalkan dokumentasi pihak sekolah. Tapi gak masalah, yang penting si anak happy! 
Selamat maulid Nabi Muhammad SAW (tanggal merah) besok, selamat menikmati long weekend, dan selamat quality time bersama keluarga tercinta ❤

Advertisements

Turut memboikot? 

Bukan ingin turut menghujat apalagi mendukung trik marketing. Murni pendapat seorang penonton. 


Jadi saya menuliskan komentar hasil nonton Film di sosmed sutradara, kebetulan bertemen di sosmed. Wuih, langsung kena ‘serang’ haters dong 🙈 Saya bukan likers, hanya seorang penonton. Entah apakah orang – orang tersebut sudah nonton Film tersebut atau belum? Mungkin jawabnya : gak sudi. Jadi hanya puas lihat cuplikan yang banyak beredar. Misal trik marketing, apa tidak ada strategi jualan yang lebih cerdas tanpa membawa SARA. Dari pihak film belum ada pers release atau konfirmasi lebih lanjut. 
Saya yang sudah nonton menilai : memang penjahat yang mengucapkan kalimat thoyibah ganggu, hotpant yang dikenakan Naura (ke Gunung masa iya pake celana pendek banget), sponsorship (pesan sponsornya banyak ya), dan high class lifestyle pun gak luput dari perhatian saya. Hal positif lainnya seperti solidaritas, mengatur strategi menggunakan teknologi, semangat tidak pantang menyerah, kasih sayang keluarga dan teman, sayang hewan, dan menjaga lingkungan. Jadi saya menunggu pernyataan lebih lanjut, baru bisa men-judge kalau sudah tahu motivasi sesungguhnya. 
Bentuk bercanda atau lucu-lucuan sebaiknya gak SARA dan fisik. Mending hal lain lah, daripada jadi lebih banyak kontra. Saya mendukung karya anak negeri, namun mungkin perlu lebih banyak sumber dan persiapan yang lebih matang. Jangan sampai karena ada ‘pesan sponsor, Film yang mestinya bisa bagus malah jadi menuai hujatan. Selamat menyambut akhir pekan. Stay positive.

Film Naura & Genk Juara

Pic pinjam dari google

Akhirrnyaaa, menginjakkan kaki di bioskop lagi. Setelah ratusan purnama *Rangga mode on. Serius lho ini, kayaknya bioskop identik waktu penjajakan sama bapaknya Teona dulu aja. Tiap weekend gantian yang tentuin film yang mau ditonton di bioskop. Tapi saya emang bukan movie freak juga. Nonton di movie channels juga asal ceritanya cocok, bisa bikin saya khusyuk kok. Sabtu kemaren karena saya berdua Teona aja, karena bapaknya pergi dinas. Trus saya lihat, kayaknya nih film oke buat ditonton. Jadi saya dan Teona nonton di CGV deket sini. Saking luamanya gak nonton bioskop, baru tau kalo blitz sekarang namanya CGV! Katro abisss. 
Ini pun pertama kali Teona nonton bioskop. Kalo orang nonton identik sama popcorn, Teona pilih ditemani french fries 🍟  Selama nonton gimana? Aman kok. Karena ini film drama musical, jadi pas part nyanyi dan nari. Teona berdiri dari kursi trus ikutin koreo-nya. Haha. Sak’karepmu – lah. Udah ngerti jalan ceritanya? Teona belum pernah berkemah, jadi tenda yang Teona punya ya gak segede tenda untuk kemah beneran. Trus saat Naura dan genk juara atur strategi. Saya perhatiin, ini anak nonton tak berkedip. Soal ngerti atau enggak, saya tanya belakangan, yang penting anteng. Haha. Selesai nonton, saya tanya, suka gak?  Ngerti gak ceritanya? Anaknya ngangguk-ngangguk macem betul ngerti aja. 
Menurut saya pribadi, film ini generasi kemudian dari film drama musikal 17 tahun yang lalu *uhuk* yaitu Petualangan Sherina tahun 2000 silam. Saat itu saya SMP, sekeluarga antri panjang nonton di PIM. Nah film Naura dan Genk Juara ini setipe deh, versi masa kini. Edukatif sekaligus menghibur. Catatan : lagunya bagus – bagus. Saya sukaa ❤  Setelah ini, produksi lagi dong film anak – anak yang bermutu. Film anak terakhir yang berkesan buat saya hanya laskar pelangi. Lainnya kayaknya ada tapi biasa aja, gak booming. Ya orang sekarang pada pinter-pinter, mending nonton yang berkualitas. Yang ecek – ecek mah tungguin aja nontonnya ntar pas tayang di TV.  LOL. 

Lah, galakan dia?! 

1. Seorang wanita akhir 20-an sedang menempuh Pendidikan S2, single, sedang tidak bekerja (jadi gak ada penghasilan, biaya hidup dari orang tua). Memiliki tagihan CC yang nunggak beberapa bulan, yang punya hutang siapa yang dikejar siapa. Akhirnya keluarga inti, gotong royong membantu agar lunas. Eehhh, udah dibantu malah marah, left group, dll dsb. Lha gendeng opo piye?! 


2. Seorang mahasiswa tingkat akhir, karena terkendala nilai yang buruk jadi tidak bisa melanjutkan kuliah. Cuti kuliah = sedang bayaran semester dong. Trus gak kuliah nih, belum ada pekerjaan juga. Akhirnya disuruh ngegym, dibayarin pula sama orang tuanya. Eehhh, malah gak berangkat gym, padahal udah dibayar setahun full sesuai permintaan anak. Diingetin dong, “berangkat gym lah sayang loh udah bayar setahun.” Si mahasiswa jawab, “tenang aja uangnya gak akan hilang.” Cari uang gak gampang cuy, situ anak konglomerat?! 


3. Seorang pegawai senior dengan kemampuan pas-pas an, kerja pun macam itu kantor punya nenek moyang. Dibelain, diperingatkan, dan segala upaya agar bisa memperbaiki diri. Malah marah, ini yang sinting siapa ya?! Untuk dipertahankan, kelebihan lo apa? Kalo gak ada kelebihan, untuk apa lo dipertahankan?!  


4. Saat kepepet butuh uang, seseorang meminta belas kasihan untuk dipinjami sahabatnya sejumlah uang, saat jatuh tempo pengembalian bilang kalo gak ada uang. Tapi sosmed dia isinya lagi liburan. Mungkin orang itu bakal mati kali ya kalo gak liburan, jadi lebih pilih muka tebal gak bayar hutang. 


5. Seorang pegawai mengadukan kinerja pegawai lain *what?! Aneh tapi nyata. Yang mengadukan kinerjanya lebih cemerlang? NO. Mungkin yang mengadu ada wewenang menilai pegawai lain, atau mungkin ada kepentingan tertentu, atau mungkin diam2 si pengadu anggota BIN?! Wallahuallam. 


Cerita – cerita di atas dirangkum dari berbagai sumber dan kejadian nyata! Kenapa jadi galakan dia?! Entahlah. Mungkin dia lelah, stress, depresi?! Atau lupa minum obat yang menjaga dirinya tetap waras. Brb, p*p dulu ~

Pic pinjam dari sosmed teman

Peringatan Hari Ayah 

Bulan November ini, sekolah Teona memperingati hari Ayah. Jadi Teona dan teman-temannya membuat undangan handmade untuk Ayah masing-masing. Seperti acara minggu lalu, bedanya kali ini acara melibatkan Ayah dan anak. Oh ya, ada tugas yang sebelumnya mesti disiapkan untuk selanjutnya dikerjakan sendiri oleh anak. Menarik! Teona bikin undangan dan diinfo langsung ke bapaknya dan tentu saja disanggupi. 

Undangan handmade by Teona
Undangan Peringatan Hari Ayah
Salah satu dari sekian banyak kerjasama Ayah dan anak

Ayah menjepit bola dengan sumpit, anak menerima dengan sendok

Kerjasama anak melewati pipa dibantu para Ayah

Hari H tiba di mana Kami ada acara dulu jadi datang sedikit terlambat, namun tepat saat permainan kerjasama Ayah dan anak dimulai. Yeayy. Ayah dan anak langsung ambil bagian. Sementara ibunya nunggu di luar area, hiks. Hehe, sirik aja ya. Jadi saya ambil foto sedikit yang pas kelihatan aja. 
Selesai bermain, saatnya performance. Bapak-bapak diminta masuk terlebih dulu, snack time sambil diskusi performance sesuai kelompok kelas yang sudah ditentukan pihak sekolah. Anak – anak snack time di area luar. Selesai snack time, baru ibu – ibu diizinkan bergabung di acara. Ibu – ibu di area penonton samping, anak – anak area penonton utama. Tibalah saat performance bapak – bapak. Berikut beberapa penampilan para Ayah :

Let’s rock, Dad!

Dapet peran jadi host, performance fashion show.

Fashion Show Profesi

Baby shark dance

Bernyanyi lagu burung kakak tua

Bernyanyi dan bermain musik mars 212

Performance bapak guru lypsinc & medley lagu – lagu bertema Ayah

TK A menyanyi lagu : Ayahku Gagah

Muslim TK B menyanyi lagu : Ayah

Muslimah TK B membaca puisi tentang Ayah dengan backsound lagu Ayah

Selesai performance para Ayah yang seru banget itu. Lalu ada performance dari 2 bapak guru, yaitu lypsinc dan parodi medley lagu Ayah. Giliran anak – anak yang performance nih. Teona dan teman – teman TK A menyanyikan lagu : Ayahku gagah. Kakak muslim TK B menyanyikan lagu : Ayah dan kakak muslimah TK B membacakan puisi dengan backsound lagu Ayah versi B. Inggris. Pokonya semua lagu temanya Ayah deh. Hidup Ayah! Acara terakhir : anak – anak memberikan hasil karya dari tugas yang sempat diberikan beberapa waktu lalu. Anak – anak memodifikasi sedemikian rupa sesuai imajinasi masing – masing trus dikasih deh ke Ayahnya. Terharuuu 😍
Memberi hasil karya handmade anak-anak kepada Ayah masing – masing

Lot’s of hugs

Senang terima hasil karya Teona

Kelihatannya sepele? Kalau saya melihatnya, tujuan sekolah baik kok. Walaupun ajaran Rasulullah : hormati ibu, ibu, ibu, baru Ayah. Tapi Ayah tetap berperan penting di masa tumbuh kembang Ayah. Kalau Ayahnya sibuk alias ora ngopeni. Kelar aja deh, gak tercapai pendidikan tumbuh kembang Anak yang semestinya. Catatan : ini dimaksudkan bila Ayahnya masih ada (baca: hidup) dan waras. Kalau sudah meninggal, biasanya sosok Ayah digantikan oleh paman atau kakek. Intinya gitulah ya. Keesokan harinya, Teona tanya ke bapaknya :

Teona : “Bapak seneng gak main sama Teona di sekolah kemarin?”

Bapaknya : “seneng dong”

Bapaknya bilang ke saya, diinterogasi nih aku. Ya iyalahh, waktu sama bapaknya kan gak sebanyak waktu bersama ibunya. 

Selamat Hari Pahlawan


10 November = Selamat Hari Pahlawan. Pahlawan gak hanya beneran pahlawan yang bertempur di medan perang, karena udah gak zamannya lagi. Berikut orang – orang yang saya anggap pahlawan masa kini :

1. Orang tua. Baik orang tua saya, orang tua lain, bahkan saya selaku orang tua pun saya salut. Karena jadi orang tua gak mudah lho, terlepas dari segala kelebihan dan kekurangan. Saya sendiri pun masih terus belajar. Tidak mudah, apalagi tantangan zaman sekarang. Jadi hormatilah orang tua kita. Hal yang gak sreg atau menurut kita kurang penting. Tapi kalau orang tua, gak ada cerita membantah. Ridho Allah adalah ridho orang tua. Kalau sudah berkeluarga tentu ada ridho suami / istri juga. 

2. Anak yang merawat orang tua. Saat kita semakin masuk usia matang, orang tua pun menua dan sepuh. Apalagi bila semakin ada keterbatasan fisik dan penurunan kesehatan. Hire perawat atau pramurukti aja buat jagain orang tua. Bisa jadi salah satu pilihan solusi. Namun ketika seorang anak memilih untuk merawat sendiri orang tuanya dari menyuapi, memandikan, membersihkan hajat kecil dan besar. Subhanallah, luar biasa pengabdian anak tersebut. 

3. Penggerak peduli lingkungan. Bukan hanya concern ya, tapi bener-bener jadi penggerak. Salah satu teman baik, penggerak peduli lingkungan di wilayahnya. Mengelola Bank sampah, mengolah kembali limbah, dan lainnya. Saya kagum! Karena menggerakkan lingkungan itu gak mudah lho. Hal yang lebih sulit lagi, konsekuen melakukan hal tersebut. Kenapa sulit? Yah selama hidup di dunia, tentu gak bisa jauh dari fitnah. 

4. Orang yang terdzolimi namun tetap sabar. Kalau ngomongin dzolim, saya aja takut kalau tanpa sadar mendzolimi orang yang gak bersalah. Apalagi mendzolimi secara sadar dan orang yang didzolimi sabar menerima kedzoliman kita *naudzubillah

5. Orang yang berkorban demi orang yang dikasihi. Contoh : seorang anak sukses dengan karirnya di luar negeri, orang tua memintanya back for good. Karena orang tua mulai sepuh dan ingin melihat anaknya menikah dan memiliki keturunan. Lalu anak tsb menuruti dengan mengorbankan segala yang ada, karena gak mau nyaman dan bahagia sendiri. Lebih memilih untuk memberikan dan berbagi kenyamanan dan kebahagiaan dengan orang tua. Catatan : di contoh si anak straight ya, kalo ada penyimpangan gak akan saya jadikan contoh. 

Saya rasa lima contoh Pahlawan versi saya tersebut bisa menjadi teladan dan inspirasi paling enggak untuk saya. Gak muluk-lah mesti jadi pahlawan yang dapat bintang tanda jasa. Cukup jadi pahlawan di keluarga dan lingkungan kita dengan tulus. Rasanya hanya diri sendiri dan orang sekitar kita yang bisa merasakan dan menilai. Untuk menjadi lima contoh pahlawan di atas pun butuh mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi. Poin utamanya lagi : SABAR & IKHLAS. Ilmu paling tinggi tuh, gak akan berhenti belajar dan berkontemplasi untuk mencapai ilmu tersebut. Selamat hari Pahlawan dan happy weekend. 

Paradigma kesuksesan


Alkisah seseorang yang tadinya pejabat salah satu bank BUMN merangkak naik karena ‘ditarik’ ke ibukota untuk memimpin suatu kantor cabang. Beliau sendiri yang merekrut langsung pegawai terdekatnya, termasuk beliau merekrut saya. Malang tak dapat ditolak, singkat cerita, ujian hidup yang tragis membuat saya bertemu titik balik kehidupan. Jauuh sebelum kemalangan terjadi pun, menurut saya beliau gak gemilang juga performa-nya. Hanya menang omong besar dan membual. Bahkan ketika tak kunjung membuat cabang menjadi ijo royo – royo alias dari buka, berdarah – darah melulu. Akhirnya beliau ‘melarikan diri’.
Sial rupanya masih ingin dekat dengan saya, salah satu kerabat ternyata sahabat beliau. Tiap ketemu, tanpa saya tanya, diupdate aja dong. Terakhir bertemu si kerabat lebaran kemarin, mungkin dia bingung kali ya basa-basi. Jadi pas pamit pulang, si kerabat inisiatif update, “Beliau sekarang udah jadi GH lho” *like do I care?! Ketemu di dunia maya dengan teman lama dan dengan ucapan yang sama *oh hebat banget kali ya tu orang sampe semua orang banggain beliau.

Alhamdulillah, saya terdidik lihat / bersaudara / berteman melihat kesuksesan seseorang. Orang sukses belum tentu baik, tapi umumnya jago basa-basi. Orang sukses belum tentu tulus, tapi umumnya dengan mudah pasang ekspresi palsu. Orang sukses belum tentu menyenangkan, tapi umumnya berusaha supel karena tuntutan jabatan. Paradigma kesuksesan berbeda di tiap orang. Saya menganggap kesuksesan seseorang itu yang bisa bijaksana dan menikmati setiap perjalanan hidupnya. Jatuh bangkit, sedih senang, namun tetap bertahan dan terus ikhtiar tanpa kenal lelah. Buat apa menjabat namun mendzolimi orang lain? Buat apa menjabat namun untuk mendapatkannya dengan cara yang entah betul sesuai jalur atau tidak? Buat apa menjabat kalau tak bermoral? Hanya mengejar duniawi? Pathetic. Apa paradigma kesuksesan menurutmu?