Cerita indah

Belakangan saya terinspirasi dari dua cerita indah di sekitar saya. Alih – alih berkaca, justru insya Allah berniat dan berusaha tentunya seizin Allah swt untuk mudah – mudahan diizinkan mewujudkannya pada Teona kelak *mimpi emak-emak. Berharap dan bermimpi boleh dong. Apalagi untuk sesuatu yang tujuannya baik dengan niat karena Allah. Aamiin. Buat yang tidak sependapat dengan saya, gak masalah sama sekali. Keinginan manusia tentu berbeda, saya bercerita dan berkeinginan dari pandangan saya. Menurut saya ini cerita indah belum tentu begitu menurut Anda. Bebas aja.

1. Kisah cinta seorang teman muslimah

Kesan pertama mengenal dr. Pitha adalah muslimah yang baik dan santun. Bahkan hingga kini ia berdomisili dan berkarir di London pun, saya mengaguminya sebagai sosok muslimah yang pantas diteladani. Banyak ceritanya di FB yang saya share kembali, saking saya suka dan merasa keseruan ceritanya. Seperti cerita di bawah ini.

2. Kisah cinta milenial religius

Semua pasti udah tau, karena lagi ramai diberitakan. Mantan personil cherrybell satu-satunya yang muslim menikah melalui cara ta’aruf. Subhanallah 😍 Hari gini, generasi milenial, mau melakukan ta’aruf itu luar biasaaa 👍 Alih – alih pacaran bebas atau casual relationship atau sexual active with no marriage atau berbagai istilah lain yang menggambarkan hubungan istimewa antara pria dan wanita. Meskipun itu pilihan, tapi sebagai muslim kalau bisa dosis permisive-nya jangan luber-luber lah. Sesuai syariat aja, kecuali Anda Islam liberal yho wis gak ngurus.

Bila cerita no. 1 terjadi 16 tahun yang lalu saja sudah membuat saya luar biasa KAGUM. Persamaannya, sama-sama gak ngurusin nikahan, murni jadi wayang. Tentunya berharap kedepannya sesakinah, mawaddah, warrahmah mereka di mana pun berada. Cerita no. 2 pun tak kalah membuat saya SALUT. Dari pic no. 2 diketahui 11 Februari 2018 awal kenal dan mulai dekat. Lima bulan kemudian, 8 Juli 2018 khitbah. Akhirnya 16 September 2018 lalu menikah. Subhanallah. Bukan mau sok nyama-nyamain. Meskipun saya tidak ta’aruf, tapi ada secuil persamaan. Awal Juli 2011 kenal, empat bulan kemudian, pertengahan November 2011 lamaran. Akhir Januari 2012 nikah. Dari berbagai sumber yang saya baca, khitbah dan lamaran berbeda.

Kenapa prosesnya cepat? Persamaan saya dan no.2 adalah karena dari awal ingin serius bukan sekadar have fun. Perbedaannya, dulu bapaknya Teona emang pengen cepet nikahin saya. Saya-nya dulu masih planga-plongo memikirkan masa depan karir saya *macem betul. Setelah melewati serangkaian ‘tes’ keimanan dan kesabaran ngadepin saya yang labil parah, saya nyatakan lulus perjuangannya. Maka saya terima lamarannya *ciyeeee. Kamu ada cerita indah dulu atau terkini gak?

Advertisements

Bubur Kwang Tung, Pecenongan, Jakarta Pusat.

Bukan post berbayar, murni pengalaman pribadi.

Bagi pecinta bubur (porridge) tentu sudah gak asing dengan restoran bubur Kwang Tung di Pecenongan, Jakarta Pusat. Saya mampir kesini gak lama karena waktu yang terbatas. Karena temen saya pecinta bubur, jadi saya ajak kesini. Suami dan genk nya suka kesini, trus pernah juga go food ini pas males keluar. Gak jauh sih dari tempat tinggal kami, hanya saja lalu lintasnya bisa dipastikan ramai. Karena parkir yang terbatas, maka menggunakan sistem mesin parkir dan beruntung ada tukang parkir. Karena beneran tempat parkirnya mepet jalan raya.

Operational hours

Saya gak terlalu laper sebenernya jadi ya cuma nemenin temen buat makan bubur aja. Pesanannya : bubur ayam, cakwe, capcay. Kecap asin dengan potongan serai halus dan cabe disajikan melengkapi sajian bubur. Kalau mau sambal mesti minta karena gak tersedia di meja. Cakwe dan capcay nya enak. Dilengkapi juga kacang tanah goreng, tapi temen saya lebih suka kalau pakai kacang kedelai goreng. Menu seafood nya sendiri saya lihat cukup lengkap. Mungkin lain waktu saya akan coba. Buat yang males datang langsung, bisa di-go food-in aja.

Bubur Kwang Tung

Kalau dibandingkan dengan restoran bubur lain yang pernah saya coba seperti bubur t@ wan ataupun bubur Laota tentu ada perbedaannya. Apalagi dengan bubur abang – abang gerobak *yaiyalah, beda segmen pasar. Intinya semua saya suka. Gak masalah team #buburdiaduk atau #buburtidakdiaduk yang penting rasanya enak. Hihi. Lokasinya yang strategis di tengah kota, gak sulit untuk dicari. Btw, saya baru tau cabangnya yang di Jaksel dan Jakut *kudet maksimal. Bisa go food dari lokasi yang terdekat dari tempat kamu. Kalau kamu pecinta bubur juga-kah? Ada restoran bubur yang kamu suka?

SMS sampah

Sampah yang dimaksud tentunya sarkasme ya. Hari gini kayaknya udah gak lazim pakai SMS untuk percakapan sehari – hari. Mau itu dari mbak ART sampai kolega di LN semua pakai WA. Jadilah saya mute itu notifikasi dari SMS. Sebabnya? Karena isinya sampah! Mulai dari broadcast informasi gak penting, apalah itu penawaran pinjaman bla bla hingga sebusuk info judi togel pun dibroadcast! Innalillahi. Belum lagi SMS penipuan, menang sekian ratus juta dengan link di blogspot. Wkwkwkwk. Gak salah dong kalo saya sebut SAMPAH.

Sayangnya database pengguna provider seakan bisa disalahgunakan semudah membalikkan telapak tangan. Kalau mungkin disadap demi alasan hukum, saya masih bisa terima. Tapi kalau untuk yang seperti saya bilang di atas, apakah bisa diterima?! Kalo saya sih, udah pasti gak akan pernah bisa terima apapun alasannya. Trus ya seakan juga jadi lazim aja SMS seperti itu, dalam diam tentu mengganggu. Saya gak ngerti, apakah cari uang dengan sistem seperti itu halal? Kan orang yang dikirimi SMS itu terganggu. Saya pun sudah seriiinggg sekali capture SMS mengganggu itu dan lapor ke CS provider yang saya gunakan di twitter. Sayangnya balasannya standar banget dan gak ngasih solusi. Pernah juga SMS tsb laporkan ke pihak berwenang tapi berlalu begitu saja tanpa ada tindak lanjut.

Apakah sudah ada solusi? Tentu saja tidak belum ada solusi dong. Entah ya, apa saya aja yang selalu dapet SMS sampah ini atau gimana. Saya perhatiin, suami juga sering dapet. Tapi kan dia tipe penyabar dan cuek. Kalo saya jangan ditanya, jengkel pastinya. Beruntung SMS udah gak kepake lagi, kalo masih kepake pasti makin terganggu. Eh WA broadcast juga ada, tapi saya kayaknya jaraaanggg banget dapet. SMS yang bermanfaat, cuma info masuk keluar uang dari rek basian jaman masih kerja di bank BUMN sama SMS verifikasi kalo lupa password. Makanya saya males banyak-banyak medsos. Kalau kamu suka dapat SMS sampah kayak saya juga gak?

Patungan

Pasti udah pada familiar dengan istilah patungan dong. Patungan bisa berbentuk apa saja, yang lazim uang. Saya bukan hanya familiar tapi selalu ditunjuk jadi bendahara patungan. Ini gak hanya di satu circle ya, meskipun pastinya saya minta gantian dong. Jangan saya melulu yang jadi bendahara. Sistemnya gimana? Gampil kok. Sepakati mau berapa orang yang patungan? apa yang mau dibeli? dan per orang kena patungan dengan jumlah berapa? Semudah itu aja dengan banyak keuntungan yang bisa dirasakan bersama. Hal ini kadang terjadi gak hanya di lingkaran pertemanan namun juga keluarga. Berikut beberapa moment untuk patungan versi saya:

1. Kado ulang tahun

Alih – alih beliin kado sendiri dengan budget yang lumayan mahal. Misal buat orang tua, saya dan kedua adik kadang memilih cara patungan. Jadi kita bertiga patungan dengan jumlah tertentu per orang. Kebeli deh kado yang bagus.

2. Hadiah lahiran

Ini biasa terjadi di inner circle alias genk. Dengan alasan sibuk dan tak ada waktu beli kado. Apalagi kalo cowok, mana ngerti beli kado lahiran. Jadilah misal kado dibeli dan ditalangi dulu. Totalnya tinggal dibagi sama rata.

3. Event sosial

Kalo di saya event sosial ada di kelompok pengajian. Jadi saat mau bikin acara, yang borju biasanya bagian yang budget besar. Sementara yang rakyat jelata kayak saya, ngajak beberapa temen buat patungan. Bentuknya bebas, biasanya didiskusikan dulu, baru eksekusi beli. Meskipun seikhlasnya tapi akan bijaksana kalo patungannya dengan jumlah yang sama rata. Itulah gunanya didiskusikan.

Kenapa saya sering ditunjuk jadi bendahara? Gak tauuu. Pada bilang, “lo beliin, Fran. Ntar kabarin, kita transfer ke elo.” *dih, dasarr. Kalo saya lagi repot ya tanpa segan saya tolak. Sisi baik dari patungan udah diceritain di atas, sisi buruknya? Alhamdulillah selama ini belum pernah merasakan sisi buruknya. Semua komitmen dan gak rempong. Jadilah patungan sangat bermanfaat buat saya. Gimana dengan kamu?

Prakarya aksara

Dua tahun berlalu sejak saya bikin prakarya busy book akibat terkontaminasi yutup. Saat itu Teona usia 3 tahun di kelompok bermain besar. Saya belum kembali bekerja dan Teona ke sekolah naik sepeda roda 4. Haha. Time flies ~ Libur tahun baru 1440 hijriyah kemarin, Teona libur Senin dan Selasa. Saya pun izin gak masuk di hari Senin. Hari Minggu cari kardus sesuai kebutuhan sekalian groceries di seberang tempat tinggal kami. Senin – Selasa mulai eksekusi. Rasanya gimana? Ya Allah, boyok pegel dan pinggang encok! Ambisius banget mesti selesai dalam 2 hari? Karena 2 hari berikutnya saya ada training, jadi biar beban berkurang dan bisa fokus aja sih. Kerjaan prakarya begini wajib saya targetkan. Kalo enggak, bisa terbengkalai. Senin saya mengerahkan segenap kemampuan biar printilannya yang butuh bantuan kang fotokopi dikerjain kemudian. Gaspol sampe malem, pamrih minta anaknya injek2 punggung ibunya dongg. Haha. Berujung tepar dengan sukses.

Papan aksara
Huruf dan angka

Selasa karena libur tanggal merah, lanjut laminating artinya menyambangi kang fotokopi terdekat yang buka di tanggal merah! Nemulah satu tempat, diskusi kilat, trus dieksekusi. Gak sampe tuntas karena kami ada keperluan lain juga. Akhirnya lanjut dikerjain di rumah itu printilan dan sampe malem lagi. Alhamdulillah, kelaarrr. Bikin rasa lelah hilang, ketika anaknya antusias bermain sambil belajar. Terlepas dari Teona udah bisa baca, tulis, hitung (calistung) yang Alhamdulillah tanpa usaha lebih (les). Bener-bener alami sambil jalan. Prakarya aksara ini suatu media permainan edukatif yang sekolah sarankan. Saya pribadi selama positif dan masuk akal ya kenapa tidak. Laporan ke sekolah adalah dalam bentuk foto dan dikirim ke WA gurunya. Gak masalah yang penting kan manfaatnya untuk kita.

Saya suka crafting tapi saya kurang sabar, kurang telaten, dan kurang kreatif. Jadi yaaa biasa aja. Tangan ini saya akui kurang luwes, lebih lincah mulut dibanding tangan 😅 Tentu bisa dipastikan prakarya saya gak spektakuler dan itu sudah sejak jaman masih SD saya sadari. Kecuali dapat bantuan dari orang tua, kalo murni saya yang ngerjain, ketebak hasil akhirnya. Apakah saya menyesali 2 prakarya yang telah saya buat? Insya Allah saya gak pernah menyesalinya. Soal bagus – jelek, rapi – berantakan, bahkan penilaian orang pun saya gak peduli. Saya hanya peduli ketika anak saya gembira memainkannya. Jadi apakah saya keberatan disuruh membuat prakarya? Gak keberatan sama sekali. Kalo kamu apakah suka membuat prakarya dan apa saja prakarya yang sudah kamu buat?

Training setelah sekian lama ~

Judul postnya kasian banget ya 😅 Tapi serius, saya bahkan sampe gak inget lagi kapan terakhir ikut training (pelatihan) dan dapet sertifikat. Mungkin tahun 2011 kali ya?! Setelah nikah udah gak ikut training lagi. 7 tahun berlalu, pas disuruh ikut dari kantor. Gak PD juga, ini otak masih bisa diajak kompromi gak ya? Yang terpenting, nanti ngantuk gak ya? Hahaha. Beruntung selain gratis (tentunya), lokasinya masih di wilayah jajahan saya, dan amat sangat terbantu dengan daycare. Kalo enggak mah gak akan bisa deh ikut training. Alhamdulillah kalo rezeki gak kemana ya kan. Hari pertama dimulai dengan pre test, pendahuluan, pembahasan klausul 1 – 8 disertai studi kasus dan diskusi. Yang bikin modar karena full pukul 9 sampai 16. Seru sih tapi otak lumayan ngebul juga ya. Haha. Habis ashar udah mulai gak fokus, diputuskan saya jemput bapaknya Teona dulu, baru kemudian Teona. Otak pun berpikir cepat merancang menu makan malam.

Hari kedua lanjutan pembahasan, studi kasus, diskusi detil, post test, dan kuesioner. Ini gak separah hari pertama yang asli digeber. Mungkin karena kita juga udah lebih paham kali ya gak blank kayak hari pertama. Peserta lain yang menarik perhatian saya datang dari sektor migas. Masalah yang diutarakan, seru menurut saya. Semisal salah satu kendala adalah bertemu hewan liar di hutan dan tidak boleh dibunuh. Seperti : gajah, ular, beruang setinggi pintu. Wow banget kan. Kendala tersebut gak akan kita temui pada perusahaan di kota besar. Paling masalahnya pegawai atau tidak tercapai target. Standarlah. Trus yang saya perhatikan, kita mengeluarkan energi untuk otak berpikir seharian, disupply coffee break pagi, makan siang, dan coffee break sore. Seakan kita disuruh makaannn dan minuummn melulu 😂 Bedanya kalo gak training, tetep ngeganyem tapi otak gak lelah. Meskipun begitu, saya bersyukur dapat kesempatan ini. Pengetahuan baru, pengalaman baru, dan sertifikat *pastinyaaa.

2 hari dijalanin, saya haqul yakin tidak akan berubah pikiran untuk part timer. Kalo saat single, ngotot pulang tepat waktu demi alasan sosialisasi di luar kantor. Sementara sekarang, udah jam 3 aja hati udah gak tenang dan pikiran udah kemana-mana. Hahaha. Jiwa emak2 banget deh ya. Emang udah gak bisa kerja full time. Trus gak bisa juga sering-sering training begini meskipun gratis dari kantor. Saya pilih ikut pelatihan parenting islami aja deh, meskipun biaya sendiri tapi ilmunya bisa langsung saya aplikasikan di mayoritas waktu saya mengasuh anak. Saya tetap bersyukur dong dengan kesempatan training ini. Bangga juga karena kantor percaya sama saya. Mudah-mudahan saya amanah dan bisa segera mengaplikasikan di kerjaan saya. Kalo kamu kapan terakhir ikut training dan training apa?

Tahun Baru 1440 Hijriyah

Tak terasa setahun berlalu, dari post terdahulu sekarang sudah berganti tahun. Naik turun kehidupan, suka duka, berkah musibah sudah kita rasakan di tahun sebelumnya. Berganti tahun, bijaknya kita menjadi manusia yang lebih baik insya Allah. Semalam selayaknya tahun baru masehi, tahun baru hijriyah diperingati dengan cukup meriah. Alhamdulillah, artinya kesadaran umat muslim semakin meningkat. Semoga tidak perpecahan antar agama, baik dari pengeras suara yang mengakibatkan kesalahpahaman ataupun merasa lebih baik dari orang lain. Sungguhlah kita semua manusia tempatnya salah dan akan jauuhh lebih baik bila introspeksi diri sebelum menyalahkan orang lain. Untuk adzan sebagai pengingat waktu sholat tentu bisa diterima. Tapi selain itu alangkah bijaksana bila disesuaikan apalagi bila di pemukiman padat penduduk. Yah Indonesia tentu padat penduduk, maka akan lebih baik bila saling menjaga. Gak ada niatan nyindir ya, murni menghimbau.

Semoga di tahun yang baru ini, koruptor yang melakukan secara berjamaah. Akan malu berpose dengan tersenyum sumringah bagai tak ada rasa bersalah dan MALU. Kalo ini wajar kita hujat rame-rame. Dasar gemblung. Karena Rasulullah memerangi orang kafir bukan karena tidak memeluk Islam. Tapi karena membohongi dan memanipulasi rakyat pada zaman itu. Masih buanyak yang perlu dibenahi dan ditata ulang. Sudah tentu menjadi tugas kita sebagai bangsa bernegara. Poin yang terpenting, meskipun suhu politik memanas, jangan terpancing untuk saling cela. Sulit memang tapi percayalah gak ada gunanya juga terpancing. Intinya jangan pernah terlalu berharap atau bergantung sama manusia. Kalo gak sesuai trus kecewa bisa lain urusannya.

Baris menunggu giliran

Sementara di Sekolah, memperingati tahun baru 1440 Hijriyah, Teona mengikuti flashmob. Saya pun lihat dari sosmed sekolah karena gak bisa ngikutin sampe selesai. Mengutip doa dan harapan baik dari keluarga dan sahabat tercinta : Semoga di tahun yang baru sukses dunia akhirat. Sisa umur kita bermanfaat, sehat, dan senantiasa Allah SWT selalu menyertai langkah kita dalam kebaikan. Aamiin. Kita semua bisa sama-sama berhijrah, hijrah dari syirik ke tauhid, dari munafik ke sidiq, dari cinta dunia ke akhirat insya Allah. Insya Allah bukan ungkapan tidak pasti, tapi ada yang lebih berkuasa atas diri kita. Mudah-mudahan tidak menyimpang dari arti harafiahnya. Apa harapan kamu di tahun baru 1440 Hijriyah ini?