Martabak Kubang Hayuda,  Jl. M. Yamin, Padang. 

Bukan post berbayar! Murni pengalaman pribadi. 
Martabak kubang cukup lazim ada di restoran Padang pada umumnya. Martabak yang ingin saya komentari di post ini, cukup legendaris di kota Padang *kata bapaknya Teona. Kalau di tukang martabak Bandung menjual martabak telur dan martabak manis. Maka martabak kubang Hayuda ini menjual martabak kubang dan martabak manis. 

Biasanya pula, di Jakarta martabak hanyalah cemilan, cara dan waktu makan ya sesuai selera masing – masing. Bebas sist! Sebagai orang-yang-numpang-mudik-ke-Padang. Saya nurut aja waktu kakak ipar pesan sekian martabak kubang, malah saya tambah pesan martabak manis satu porsi. Martabak kubang @22.000 dan martabak manis @21.000. Sampe rumah baru tau, martabak kubang satu porsi untuk satu orang! Alhamdulillahnya ENAKKK BANGET!!! Potongan dagingnya gede-gede dan kuahnya pun enaakkk. 

Pantesan pengunjung yang dateng rame parah, bagusnya pelayanannya pun sigap. Tempatnya pun lumayan luas, namun kami pilih take away. Oh ya, biasanya martabak telur selesai dimasak dipotong seperti martabak manis. Beda dengan martabak kubang Hayuda ini gak dipotong. Buat saya pribadi sangat berkesan, karena rasa martabak kubangnya lebih otentik dibanding yang saya cicip di beberapa resto Padang di Jakarta. Kalau berkunjung ke Padang, bisa jadi pilihan kuliner untuk dikunjungi. 

Pohon Wijen

Ada yang pernah lihat pohon wijen? Serius, saya baru sekali ini lihat kemarin di Sungai Tambang. Jadi dari sekian sayuran dan buah – buahan, si eceu bilang kalo setelah panen jagung dan semangka. Sekarang lagi panen wijen 😍 Trus saya tanya, “pohon wijen kayak gimana?”. “Hayuk atuh, ditunjukkin”, kata si eceu *ini di SumBar tapi berasa di Bandung. Haha. Jalanlah kita rame – rame keliling kebun yang lebar jembar lumayan pegel. ATV mana nih?! *pijit kaki. 


Oohh, begitu ternyata penampakan pohon wijen *norak *ndesopol. Saya gak pernah kebayang (dan gak kepikiran juga) pohon wijen.  Begitu kami balik ke rumah di kebun. Ditunjukkinlah sekarung wijen 💞 Biasa di supermaket beli kemasan pack, ini sekarung! Kalo gak inget bawa koper dkk, pasti udah saya terima. Hoho. Tapi mengingat saya bukan tukang jualan onde-onde dan pake wijen cuma kalo lagi masak daging sapi lada hitam aja. Jadi gak apalah, cukup puas dengan wijen Jakarta aja. Sementara kakak ipar saya yang  di Padang heboh metik terong, leunca, pepaya, pisang, hingga singkong se-daun nya. 

Enak banget ya kalo ada lahan trus bisa jadi hasil bumi. Di Jakarta mana bisa, ada lahan kosong dikit dijadiin ruko 😑  Udah kayak di sinetron ftv aja, di kebun trus berkebun atau beternak *udah lama buangettt gak nonton ftv. Hehe. Foto terakhir iseng aja, difotoin suami kakak ipar candid gitu. Setelan bangun tidur belum mandi. Soalnya abis dari kebun, siap – siap balik ke Padang. 

Sungai Tambang, Sijunjung Lebaran 2017

Salah satu kakak ipar perempuan saya berdomisili di Sungai Tambang (Sutam), Sijunjung, Sumatera Barat. Sijunjung merupakan daerah transmigran, 70% transmigran Jawa dan Sunda. 30% orang Minang. Lima tahun menikah, baru kali ini ke Sutam. Karena ya sekarang Teona sudah 4 tahun,  cukup besar. Esp udah gak nyusu dan gak pospak – an lagi. Plus sudah sering pengalaman keluar kota lebih banyak dan sering. Jadi sudah jauh lebih percaya diri – lah. 

Perjalanan berangkat pukul 13.30 dari kota Padang, melewati Solok, Silungkang, mungkin beberapa daerah lain *lupa. Kami berhenti makan di salah satu restoran di Solok. Yang pasti, saat mestinya bernafas lega saat melihat tulisan “Selamat datang di Sijunjung”, ponakan saya bilang : “masih satu jam lagi, te.” *te: tante. Kami sampai rumah kakak ipar pas magrib. 
Esoknya Kami explore sekitaran rumah, trus karena kakak ipar satu lagi mau berguru satu resep kampung suami kakak ipar Sutam. Jadi langsung eksekusi dengan ambil langsung dari kolam di rumah, 5 ekor ikan gurame lalu dibakar dengan tempurung kelapa.  Trus bikin kuahnya. Plis jangan tanya detil resep dan lainnya. Saya beneran bantu makan aja. Kita eksekusi di dapur kotor yang saat masak menu lainnya, kita minum kelapa muda langsung sambil ngumpulin kopi. Makan siang tiba, langsung nikmatin resep eksekusi dan menu lainnya. 



Trus lanjut explore batu bara, kebun, dan lainnya. Explore beberapa alat beat. Kebetulan kebun selain tanam sayuran, buah, dan sawit. Juga ada ternak kambing, ayam, dan ikan. Teona si anak kota langsung menjelajah semua. Pokonya gak ada matinya, semua dicoba. Gak sia – sia nonton Dora, jadi asyik diajak menjelajah. Di kebun juga ada rumah yang dijaga oleh transmigran Sunda, si mamang dan eceu menyambut Kami dengan hangat. 







Saat beranjak malam, sebelum pulang, Kami singgah di bengkel alat berat coming-soon-softopening. Juga SPBU yang masuk di area pool trucks yang mengangkut batu bara. Walaupun daerah, Sutam termasuk daerah mahal karena tambangnya. Untuk jalan, sepanjang berangkat dan pulang jalanan oke dengan beberapa pengerjaan beton di daerah Solok. Signal t3lk0msel aja yang cetar, itupun pas lewat di hutan lindung on off. Hawanya pun biasa, seperti di kota Padang. Tidak sejuk seperti Bukittinggi. Kuliner, mau cari kuliner Jawa atau Sunda tentu aja banyak. Dari Sutam lebih dekat ke Pekanbaru dibanding ke kota Padang. Kesan saya : seru! Mungkin karena bosen sama kota kali ya, main – main ke daerah ternyata menyenangkan. Sampai bertemu lagi Sungai Tambang. 

Transmart, Padang.

Teona kangen sama indoor playground dan kakak ipar menyarankan coba main ke transmart yang baru buka seminggu sebelum puasa di Jl. Chatib Sulaiman, Padang. Karena gak terlalu jauh, jam 10 kurang Kami berangkat, tepat jam 10 Kami sudah parkir di basement yang masih kosong. Ketika Kami masuk, antrian naik eskalator persis orang antri konser 😱 Saya pun baru sekali itu ke mall yang baru saja buka tapi pengunjung luarrr biasa rame. 
Trus Kami menganalisa dong, kok bisa ya basement masih kosong tapi ternyata rameee. Lanjut di kidcity (playground indoor nya Transmart), mau top up saldo aja ramenyaaa. Karena engap! Saya ajak kakak ipar saya ke supermaket. Sementara Teona didampingi bapaknya main di kidcity.  

Kesimpulan Kami :

  1. Karena terhitung masih baru buka, jadi orang masih gumunan sama sesuatu yang baru.
  2. Kenapa bisa rame tapi parkiran kosong? Banyak pengunjung yang naik kereta, turun di stasiun air tawar (samping mall Basko yang sudah lebih dulu ada), lalu sambung transpadang. No wonder ya.
  3. Saat saya belanja di supermaket transmart, antrian kasir kosong kok. Kelihatan kalau orang kesini jarang yang belanja tapi cari hiburan.
  4. Walaupun orang tumplek blek di kidcity, tapi ternyata beda sama Jakarta. Suami bilang, saat mengantri wahana bermain, orang banyak yang mundur. Saat tau sekali main wahana itu kena 30.000 atau lebih. Yang mana itu standar tarif di kidcity, transmart se-Indonesia. Jadi orang memilih untuk duduk-duduk santai, foto2 eksis, atau jalan muter aja tanpa main di wahana bermainnya 😑 
  5. Makin siang makin rame! Masyarakat di luar kota Padang baru sampe dan memenuhi transmart. 

 


Melihat fakta – fakta di atas, Teona pun hanya selera di 2 wahana bermain dan pulang. Jadi total Kami 2 jam di transmart dan itu lama di antri naik eskalator. Kelebihannya, petugas dan security di transmart cukup tegas dan sigap mengatur keramaian orang. Kalo enggak, bisa kayak pepes tuh. Buat yang mau ke transmart Padang, mungkin berikutnya keramaian lebih bisa ditolerir dibanding saya dateng kemarin. Hal – hal yang masih baru, biasalah ya kalo rame.

Russian circus feat oriental circus di Kota Padang

Begitu sampe di kota Padang, Kami langsung cari – cari apa aja sih yang menarik di lebaran kali ini? Salah satunya, nemulah event Russian circus feat oriental circus yang berlangsung Juni – Juli 2017 (lupa tanggal berapa sampe tanggal berapanya) di lapangan Tarandam, Padang. HTM : 

Ekonomi  50.000

Kelas 1  75.000

Utama  100.000

VIP  125.000

VVIP  150.000

Kami nonton yang pukul 14.00 di kelas utama. Menyajikan atraksi para talent sirkus ada juga hewan (macan, gajah, anjing, burung). Selama 1,5 jam Kami disuguhi atraksi yang menarik dan komunikatif. Seperti: atraksi talent Rusia, atraksi badut, fire dance, berhitung, anjing pudel pintar, gajah berdiri, macan yang tertib, dan yang wajib ada di acara sirkus ketika talent berayun di tali. Ada beberapa kali jeda sekitar 5 menit, ketika crew menyiapkan pelindung ketika atraksi macan dan talent berayun. Teona bilangnya: ‘tante yang hebat’ karena bisa luwes berayun 😁

Tahun lalu pernah juga saya bahas sirkus lainnya yang pernah Kami tonton. Melihat Teona yang aktif cenderung suka aktivitas ekstrim. Maka kalau cermat menyimak post saya, Kami sudah beberapa kali nonton sirkus dan selalu ajak Teona mencoba aktivitas ekstrim level anak – anak. Sekedar untuk menyalurkan kesukaan Teona. Kesan saya untuk sirkus kali ini: cukup menghibur. Okelah untuk variasi hiburan. 

Promo papsmear & vaksin kanker serviks

Jadi wanita gak mudah, udahlah berkembang biak (hewaan kaliii). Masih wajib juga menjaga organ intim kewanitaan baik lajang maupun sudah menikah. Apalagi sexual active tanpa ikatan, baik casual relationship ataupun memang profesinya begitu. Segitu pentingnya? Jawabannya, IYA! SANGAT PENTING. Daripada Anda menyesal kemudian. Bukannya nakut – nakutin, tapi sudah banyak contohnya kok. 


Kebetulan memiliki hubungan baik dengan beberapa pemilik Rumah Sakit (RS) / klinik terkemuka di Jakarta. Utamanya sih, serius deh, info ini penting dan berguna banget untuk kalian wahai perempuan. Bisa cek langsung juga di socmed masing – masing untuk lebih lengkapnya. Mumpung promo juga, jangan sampe kelewatan periode promo ini.


Untuk papsmear gak menyeramkan kok. Vaksin anti kanker serviks pun mesti disiplin reminder jadwal suntik kedua dan ketiga-nya. Jangan sampe lupa, sayang loh. Saya menghimbau orang, saya sendiri gimana? Alhamdulillah, awal umur 20-an, hampir satu dekade yang lalu. Saya sudah vaksin anti kanker serviks. Sementara papsmear baru tahun 2017 ini. Dengan current USG saat papsmear kemarin. Walaupun insha Allah mudah – mudahan tidak ada riwayat keturunan kanker. Lebih baik mencegah dibanding mengobati bukan.  

Berangkat mudik 2017

Halo, Assalamualaikum! Mohon maaf lahir dan batin untuk kata, komen, dan postingan yang kurang berkenan. Lama gak posting, tentu cerita saya seputar mudik lebaran dong. Setelah tahun lalu habis lebaran Kami mudik ke Solo (asal papa mertua), Klaten (asal Ibu saya), dan Salatiga (asal Bapak saya). Tahun ini Kami mudik ke Padang, kota di mana keluarga bapaknya Teona berdomisili. Karena di hari Kami mudik, Jumat 23 Juni 2017. Bertepatan dengan sholat Jumat, jadi Kami berangkat lebih awal. Setelah check in, saya posting di wagrup keluarga bahwa Kami menunggu sholat Jumat di playground. 

Ternyataaa, adik sepupu saya yang bekerja di salah satu BUMN dengan penempatan Ambon berada di terminal yang sama. Tentunya Kami ketemuan!!! Pertemuan yang tak terduga dan membawa berkah. Jadi rute adik sepupu saya: Ambon – Jakarta, Jakarta – ke salah satu provinsi di Sumsel (tempat tante saya domisili). Bila sesuai rencana, maka adik sepupu saya akan berangkat 30 menit lebih awal dari jadwal penerbangan saya. Kenyataannya, saya berangkat lebih dulu, sementara pesawat adik sepupu saya delay  -_- 


Selama di pesawat, sengaja Teona saya buat sibuk dengan mewarnai buku dan menempel stiker di buku stiker. Alhamdulillah 1,5 jam aman damai sentosa. Pukul 17.00 Kami sampai rumah, 30 menit perjalanan dari Bandara Padang. Mestinya kalo gak pake mampir2 beli iftar dan buah, 20 menit juga udah sampe. Hihi. Namun perjalanan mudik baru saja dimulai. Ngapain aja Kami saat mudik kemarin? Tunggu episode berikutnya 😉