PBB & Pajak Kendaraan

Gak terasa udah menjelang akhir tahun nih, udah pada bayar segala itu tanggung jawab PBB dan pajak kendaraan dong ya? Duluuu banget, saya pernah posting tentang PBB trus juga pajak kendaraan, https://franyfatmaningrum.wordpress.com/2016/04/02/pajak-bumi-dan-bangunan-pbb/. Tahun ini dimulai dengan isi SPT Pribadi, trus bayar PBB yang mana ternyata per tahun ini suda gak dapet lagi kertas oranye yang seperti biasa kita dapet. Jadi gimana dong bayarnya? Kalau saya, tiap bayar PBB, kertas oranye dulu yang kita dapat pasti saya scan jadi tinggal print trus bawa ke teller di bank untuk dibayarkan. Kita dapat bukti pembayaran. Entah ya kenapa gak dapet kertas oranye itu lagi, tapi bukti pembayaran dari bank, cukup untuk pegangan kita.

Sementara untuk pajak kendaraan, duluu juga pernah poting https://franyfatmaningrum.wordpress.com/2018/07/27/biaya-biaya/. Kali ini saya bayar di Samsat Jakarta Pusat (Jakpus), tepatnya ada di seberang WTC Mangga Dua. Jangan sampe salah ya, info SIM keliling itu ya hanya untuk pelayanan SIM saja, gak bisa bayar pajak kendaraan. Saya sampai di samsat dengan kondisi cukup lengang. Ternyata disediakan 5 mobil pelayanan pajak yang terletak persis di halaman kantor Samsat Jakpus. Kita bisa minta form terlebih dahulu, selesai mengisi form, kita lengkapi dengan asli dan fotokopi BPKB, STNK, KTP, dan KK. Kasih semua trus dapet form untuk dikasih ke petugas kasir, bayar tunai. Tinggal nunggu dipanggil untuk dapat cap di STNK kita. Beres deh. Saya pribadi kemarin gak sampe setengah jam udah selesai. Alhamdulillah.

Pajak Kendaraan
Pajak Kendaraan
Pajak Kendaraan

Saya tipe yang males menunda atau menunggak. Amit2 jangan sampe. Jadi mending udah dijadwalkan dan dianggarkan sebelumnya. Percayalah, mendingan kita urus tepat waktu, menghindarkan kita juga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama denda ya. Pastinya setiap bulan kita udah ada pengeluaran rutin, jadi tinggal sisihkan untuk biaya rutin tahunan dan biaya tak terduga. Sebelum akhir tahun, mending kita beresin yuk urusan gini-ginian. Gimana dengan pengalaman Kamu bayar pajak tahun ini?

Vaksin ke-3 (booster): Moderna

Disclaimer: murni pengalaman pribadi. Kenyatannya KIPI berbeda di setiap orang.

Moderna

Jumat minggu lalu pukul 14.00 sesuai jadwal saya dan beberapa teman kantor datang ke Puskesmas yang dituju untuk vaksin ke-3 (booster) Moderna. Fyi, kerjaan saya termasuk tenaga penunjang medis ya. Spesifiknya kacung kampret-lah gitu. Saat datang langsung mengisi form pasca vaksin pertama dan kedua. Apakah ada keluhan seperti alergi, komorbid, penyakit susulan, dan lainnya. Lalu lanjut ke screening, tensi darah dan wawancara sedikit terkait kondisi tubuh yang dirasakan sebelum vaksin. Tinggal suntik deh, Alhamdulillah berlangsung cepat dan gak sakit. Selesai vaksin, kita didata kembali oleh Dokter yang bertugas, diinfo KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dan diberi parasetamol.

Selesai vaksin, saya langsung pulang. Sebelum vaksin, saya memang sudah tanya ke beberapa teman yang sudah vaksin booster duluan. Apa saja yang mesti disiapkan? Apa saja kemungkinan efek yang mungkin terjadi atau dirasakan? Dan seterusnya. Saya sudah persiapkan semuanya bahkan mental juga sudah siap diri kalau-kalau yang terburuk terjadi. Meskipun kita pasti berharap gak ada efek yang gimana tapi hei!! Ini hidup, gak bisa terduga. Bukan lagi main The Sims yang bisa kita atur semuanya sesuka kita. Maka harus siap untuk segala kemungkinan bahkan yang terburuk sekalipun. Jadi saya siapkan beberapa obat dan penunjangnya di foto di bawah ini.

Penunjang KIPI

Saya gak akan jelaskan spesifik karena saya bukan Dokter. Hanya sekedar ingin berbagi pengalaman KIPI pasca vaksin booster. 5 jam pasca vaksin, bekas suntik mulai nyut-nyut an. Tempel-lah itu pereda demam yang untuk bayi yang sebelumnya sudah saya siapkan stok-nya disimpan di kulkas bawah. 10 jam pasca vaksin, bekas suntik mulai bengkak-wow-mantap rasanya gitu deh. Bolak-balik ganti si pereda demam untuk bayi semalaman, badan mulai terasa gak enak. Saya pun belum langsung minum obat. Akhirnya baru bisa tidur jam setengah 3 pagi dan bangun subuh. Hari ke-2 pasca vaksin saya nyatakan tepar banget, aslik! Akhirnya rebahan seharian. Pas azan Zuhur karena semakin buruk kondisinya, saya minum panad*l merah dan ne*robion. Sore – malam merasa sedikit lebih baik karena selera makan udah balik. Hari ke-3 pasca vaksin, bangun disertai demam. Si bocah ukur suhu tubuh kok 38 koma sekian. Lari lah dia bikin laporan trus datang bawa teh manis hangat dan obat yang sudah dinaikan dosisnya. Saya pun go food sarapan, pokoknya yang saya lagi pengen makan aja, supaya ada makanan masuk.

Alhamdulillah Ashar di hari ke-3 pasca vaksin Saya nyatakan sudah kembali pulih. Kenapa bisa bilang begitu? Karena udah bisa ngomel pas tau tugas bocah di Jumat – Sabtu mesti diupload tapi masih ada yang belum beres karena si bocah ‘berceceran’. Senin saya sudah aktivitas seperti biasa. Saat saya tanya 2 teman kantor lainnya, mereka bilang KIPI gak terasa apa-apa. Jadi yang saya share di sini betul-betul subyektif ya. Tidak pasti selalu setiap yang habis vaksin booster pasti akan seperti saya. Banyak juga yang baik-baik saja. Mungkin kemarin itu pas aja imun saya lagi jelek.

Kartu Vaksin baru

Intinya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan KIPI. Buktinya vaksin pertama dan kedua saya tidak ada KIPI sama sekali. Vaksin ketiga (booster) baru tepar. Bukan sebagai acuan tapi ada loh efek seperti saya kemarin. Oh ya, kita juga dapat kartu vaksinasi baru, ditulisnya vaksin ke-3, juga dapat serifikat yang sudah langsung muncul 2 jam pasca vaksin di aplikasi peduli lindungi. Apakah trus mau jalan-jalan ke Mall? Saya masih parno, rumah-kantor rumah-kantor aja tiap hari. Cupu-lah pokoknya. Kamu udah  beres vaksin belum? Yuk ah, diberesin.

Lombok 2021 part 5

Tenang aja, ini part terakhir kok. Ceritanya review ala ala saya. Saya dan si bocah benar-benar menikmati liburan yang akhirnyaaa setelah setahun pandemi, mati gaya bangett. Trus berkesempatan pergi liburan yang tentu saja bukan di waktu PPKM ya, gaes. Trus beberapa waktu setelah Kami kembali dari Lombok, ternyata PPKM lagi. Paling tidak, saya merasa beruntung sudah menikmati udara segar, suasana baru yang cantik luar biasa, cuci mata, bahkan darat, laut, udara semua ditempuh. Alhamdulillah.

mencari sunrise
Kila Senggigi, Lombok.

Berikut sedikit catatan / review amatir dari saya:

  1. Lombok mayoritas penduduknya beragama Islam. Berbeda dengan Bali yang penduduknya mayoritas Hindu, Lombok mayoritas penduduknya muslim. Lombok disebut juga pulau 1000 masjid. Karena mudah sekali menemukan masjid, mushola, surau, dan sejenisnya. Baik di kota Mataram, Senggigi, maupun daerah lainnya. Menyenangkan sekali menikmati pulau yang cantik sambil tetap bisa mendengar suara Adzan. Subhanallah.
  2. Secara tiba di Lombok siang menjelang sore, besoknya saya langsung cari sunrise. Saya keliling Kila Hotel, mulai jam 6 kurang sampai setengah 7 pagi. Kok gak lihat matahari terbit. Sampe saya tanya ke petugas Hotel, trus entah dia polos atau gak mau membuat saya tampak bodoh. Dia bilang tidak ada sunrise. Gak lama dari dia bilang gitu, saya baru ingat bahwa ini Nusa Tenggara Barat. Frany sungguh cerdas! Sampe lupa upload tempat kita tinggal selama di Kila Senggigi, Lombok.
  3. Karena liburan ini sangat mengutamakan anak-anak. Ketika mereka sudah tampak lelah, Kami juga kadang bosan juga makanan Hotel. Akhirnya Kami pun coba go-food. Se-kepengen-nya aja. Bagai menemukan menu yang pas baik di lidah maupun di kantong. Saya nemu bebek goreng sambal korek yang dilengkapi dengan nasi porsi besar, tahu tempe goreng, juga lalapan berupa terong hijau yang rasanya manis legit. Norak banget deh saya baru cicip terong hijau ini. Saking suka sama bebek goreng ini, Kami sampai pesan selama 2 malam berturut-turut. Hahaha. Sayang ih, saya cek di history aplikasi udah tenggelam sama orderan berikut-berikutnya. Ingetnya telat, bahkan gak kepikiran buat fotoin, huhu. Tapi saya bisa jamin enakkk bangeettt. Kalah deh bebek s*amet.
  4. Sepanjang di Lombok, itu sering banget ketemu sapi. Sapi kayak hewan peliharaan utama. Saya pun suka sapi, kayak semua yang ada di sapi bisa dimanfaatkan dengan baik. Sama seperti buah kelapa, semuanya bermanfaat.
  5. Terakhir kalau boleh jujur, bolak-balik ke Bali VS baru sekali ke Lombok. Serius, saya lebih suka pantai di Lombok. Meskipun masih tradisional daerahnya, belum setertata Bali. Tapi saya aja nyesal kenapa baru tau sekarang.

Cerita saya ini bukan trus harus sekarang juga pergi liburan ke Lombok. Mungkin bisa jadi masukan untuk emak-emak di luar sana, jangan ragu untuk ajak anak liburan di Lombok ketika situasi sudah kembali normal kelak. Insya Allah. Tidak ada unsur riya’. Jelas-jelas disclaimernya “murni pengalaman pribadi”, yang saya ceritakan ya sesuai yang saya alami dan rasakan. Pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Semoga bermanfaat!

Lombok 2021 part 4

Disclaimer: cerita ini murni sepenuhnya pengalaman pribadi

Hari ke-6 di Lombok, Kami check out dan menitipkan koper-koper di resepsionis Hotel. Membawa keperluan secukupnya, karena kita akan menginap semalam di Gili Trawangan!!! Super yeay!!! Kami kembali naik private speed boat untuk menyeberang. Selama di Gili Trawangan Kami menginap di Pearl Hotel, instagramnya: @pearloftrawangan. Private speed boat Kami benar-benar berhenti tepat di depan hotel, setelah check in Kami langsung makan siang dan bersiap-siap untuukkk snorkling!!! Woohooo!!! Dari depan Hotel juga Kami naik perahu yang lantainya semacam kaca, jadi anak-anak bisa sambil lihat ikan selama menuju 2 spot snorkling.


Beautiful of Gili Trawangan

Kiri: toilet; Kanan: shower

Outdoor bathroom

Btw, Gili Trawangan indah bangeett pantai dan lautnya. Saat Kami akan naik perahu, di pinggir pantai terlihat bule perempuan sedang macul, sedang apa dia? Tour guide Kami menjelaskan bahwa sosok tadi adalah founder dari Gili Eco Trust, instagramnya: @giliecotrust. Sebuah gerakan yang amat sangat menjaga kebersihan juga kelestarian segala yang ada baik di darat dan di laut Gili. Dia macul itu untuk perahu /speed boat bisa ikat tali selama bersandar di pantai. Juga menjaga kebersihan dengan mengumpulkan sampah-sampah, sehingga kebersihan Gili Trawangan terjaga. Salut banget ya.


Ready for snorkling
Photo taken by tour guide
Photo taken by tour guide
Pelabuhan Gili Trawangan

Kami segera menuju spot pertama yang terkenal, ada patung laki-laki dan perempuan yang berpelukan membentuk lingkaran di bawah laut dikelilingi ikan-ikan cantik. 2011 saya pernah scuba diving dan snorkling di Sabang, Aceh. 2016 saya watersport di Tanjung Benoa, Bali. Baru tahun ini kembali  bercengkrama kembali dengan laut. Campur aduk rasanya. Spot kedua, kita bermain dengan kura-kura laut. Uda pasti anak-anak happy banget sambil teriak, “Fish! Nemo! Turte!” terus-terusan. Haha. Senang dong pastinya lihat anak antusias.

Gili Meno’s View
Sunset in Gili Trawangan
Gelato
My Gelato

Selesai snorkling, Kami harus turun di Pelabuhan Gili Trawangan, trus kita kembali ke Hotel untuk membersihkan diri. Selanjutnya Kami naik 2 delman keliling Pulau. Tak lupa, Kami singgah untuk makan malam dengan view sunset Gili Meno. Superrr cantik! Suasana sebenernya romantis, cocok buat yang lagi honeymoon. Kami cukup seru-seru an sama bocah-bocah yang gak ada capeknya, full battery banget. Sebelum pulang, jangan lupa untuk cicip gelato-nya Gili Trawangan. Saya pilih choco dan mint. Lezat dan worth it.  Kami menikmati banget keseruan hari ini. Nilai 9,5 dari 10. Puasss sekali.

Hari ke-7 di Lombok, Kami puas-puasin menikmati private pool sekitar 2 jam-an. Lalu sarapan di Hotel, appetizernya lucu deh, buah potong bertabur granola. Yummy. Meskipun menu sarapannya gak sempat kefoto, tapi saya jamin makanannya enak-enak bangettt. Serius. Jadi highly recommended stay di Pearl of Trawangan, free bike untuk keliling Pulau juga lho. Nilai 9 dari 10 dari saya.

Appetizer

 

Wonderful Gili Trawangan

Siangnya private boat Kami suda siap mengantar kembali ke Lombok menuju ke bandara. Anak-anak bilang, “kenapa kita harus balik ke Indonesia?” Jiyahhh, mereka ini memang ngerasanya liburan ke luar negri kali ya. Gak tau aja tujuan utama kita masih lockdown. Hihi. Perjalanan kembali ke Jakarta ditempuh dengan aman, damai, sentosa. Seminggu penuh di Lombok benar-benar puas dan super menyenangkan. Alhamdulillah.

Tour Guide: Humaidi Makruf

HP: 081339778872

IG: @humaidi_makruf

Lombok 2021 part 3

Disclaimer: cerita ini murni sepenuhnya pengalaman pribadi

Hari ke-4 di Lombok kita sudah ada beberapa rencana. Daripada kelupaan dan khawatir besok-besok waktunya mepet. Hari ini tujuan pertama ke toko oleh-oleh di Lombok! Woohoo! Driver membawa kita ke toko oleh-oleh namanya Sasaku. Masih terletak di kawasan Senggigi, tidak jauh dari Hotel. Sasaku tidak hanya toko oleh-oleh tapi ada restorannya juga lho. Driver ajak kita kesini karena menurut rekomendasinya, paling lengkap dibandingkan toko oleh-oleh lainnya. Begitu masuk, ambiance-nya mengingatkan kita dengan toko oleh-oleh di Bali yaitu Kr*sna. Saat Kami di Sasaku, hanya Kami pengunjung yang datang, jadi sangat leluasa memilih barang. Saya setuju bahwa Sasaku memang super lengkap banget! Mulai dari jewelery, kain tenun, topi, kaos, baju wanita, aneka souvenir, sandal, hingga bermacam-macam makanan khas juga tersedia. I love it!

Sasaku, Lombok
Sasaku, Lombok
Kain Tenun, Sasaku, Lombok
Sasaku, Lombok
Sasaku, Lombok
Sasaku, Lombok

Tempatnya yang nyaman dan luas juga membuat anak-anak betah. Kami puas memilih oleh-oleh untuk orang terkasih. Untuk harga cukup kompetitif ya, yang penting kualitas baik dan gak pake ngotot-ngotot an nawar. Hehe. Apakah saya beli kain tenun? Tentu saja! Saya tuh suka banget Kain meskipun gak setiap hari pakai, tapi suka. Kadang berkhayal, lucu juga ya kalau dibuat model baju ini itu. Sayangnya biaya jahit jaman sekarang ngalahin harga bahan kainnya. Hihi. Instagramnya: @sasakulombok.  Saya kasih nilai 9 dari 10 untuk Sasaku, Lombok.

Taman Narmada
Taman Narmada
Taman Narmada
Taman Narmada
Taman Narmada

Setelah selesai dari Sasaku, Kami makan siang di Kota Mataram. Rekomendasi restorannya enak bangettt. Sesuai dengan selera Kami. Tujuan berikutnya, ceritanya mau wisata sejarah untuk anak-anak. Kami meluncur Taman Narmada. Begitu sampai, Kami disambut tour guide yang memang bertugas untuk mendampingi meskipun kita gak minta. Mulailah tour guide menjelaskan asal-usul cerita sejarahnya. Kami mengelilingi Taman Narmada tapi sayangnya anak-anak gak happy. Mereka kurang menikmati jadi Kami memutuskan untuk gak lama-lama di situ. Kami berpamitan dengan tour guide katanya kasih uang seikhlasnya, ketika Kami sudah kasih. Disebutlah nominal tertentu, jadi ya kita kasih.

Taman Narmada
Taman Narmada
Taman Narmada
Taman Narmada
Taman Narmada

Dari Taman Narmada, Kami memutuskan balik ke Hotel saja, jadi Kami sunset-an di Hotel sajalah. Di perjalanan pulang kita review kenapa nih kok anak-anak gak menikmati? Pertama, sarana dan prasarananya kurang terawat, rumput liar dan kebersihannya biasa aja. Mungkin harus dimaklumi karena katanya baru 10 hari beroperasi kembali. Anak-anak tidak kita izinkan untuk main air, sementara di sana ada danau, kolam renang, tapi hanya lihat saja. Saya kasih 7 dari 10 untuk Taman Narmada.

Senggigi to Gili Air

Royal Singosari, Gili Air
Makan siang di Royal Singosari, Gili Air

Hari ke-5 di Lombok kita mau menyeberang ke Gili Air, rencananya hari ini pergi pulang saja dengan berbagai pertimbangan. Perjalanan Kami tempuh selama 15 menit menggunakan private speed boat. Setelah sampai, Kami langsung mengambil posisi di Royal Singosari, Gili Air. Anak-anak tentu saja langsung mantai! Kami makan siang di tempat yang sama. Harus diakui menu-menu yang ditawarkan di Royal Singosari, Gili Air memang lezat! Makan siang dengan hidangan lezat di pinggir pantai. Duhh, cinta banget ya kann. Saya kasih nilai 8 dari 10 untuk Royal Singosari, Gili Air.


Sunset in Lombok

Sorenya sebelum Kami nyebrang lagi ke Senggigi. Kami naik delman keliling Gili Air. Di semua Gili yang tersebar memang tidak diperbolehkan kendaraan seperti motor / mobil. Jadi di Gili memang hanya ada sepeda, delman, perahu, dan speed boat. Jadi pemandangan yang biasa banget lihat bule atau penduduk lokal naik sepeda di Pulau tersebut. Tentu yang bikin sedih karena sepiii banget, padahal saya yakin kalau kondisi normal pasti seru banget. Pas banget nyebrang dari Gili Air ke Senggigi saat sunset. Cantik sekali baik laut maupun langitnya. Jujur saya baru nemu daerah yang beneran gak ada motor / mobil. Salut banget.

Tour Guide: Humaidi Makruf

HP: 081339778872

IG: @humaidi_makruf