PTS & rapor mid semester

Buat saya pribadi, ini pengalaman pertama. Masih trial error, masih meraba-raba, masih yang ini bener gak sih metode gue? Gitu-gitu. Sebelumnya PTS itu Penilaian Tengah Semester alias UTS. Namanya ujian tengah semester trus anak kelas 1 SD pula. Mungkin buat ibu-ibu lain yang udah pengalaman, antara “halah, gampang begitu doang” sama “sudahlah saya serahkan pada guru les privat”. Kalo saya gak tipe dua-duanya, hahaha. Bingung juga ya. Secara saya kuli merangkap semua kan ya: ART, supir antar jemput, tukang masak, tukang ngomel, dsb. Jadilah saat PTS, saya jadi guru les dadakan. Buat yang follow saya di instagram, pas PTS igstory saya sering banget tentang gimana cara belajar versi saya. Belum bisa jadi panutan dan gak tau bener atau salah ya. Benar-benar sesuai kemampuan saya disesuaikan dengan kemampuan Teona.

Karena dalam sehari ada 2 mata pelajaran. Cara saya bisa dikategorikan konvensional cenderung primitif. Saya pakai 2 metode:

  1. Mengerjakan soal yang saya buat dengan tulisan tangan saya. Jadi saya baca dulu yang dipelajari selama setengah semester di pelajaran tersebut. Bagian akhir kan ada soal yang sudah dikerjakan di sekolah. Itu saya salin dengan metode acak nomor ditambah soal yang saya buat sendiri. Kenapa gak difotokopi? Kan saya mau acak soalnya lagipula udah diisi juga sama si bocah. Kenapa gak diketik aja? Tujuan saya ‘merangsang’ Teona agar tulisannya lebih rapi dan jelas. Sepele dan receh ya. Hehe.
  2. Kuis. Selesai ngerjain soal yang saya buat, biasanya baca ulang sambil saya beri pertanyaan dan dijawab tidak boleh lebih dari 5 detik. Di mana-mana ujian pake waktu kan ya.

Tiap selesai PTS, pas jemput saya tanya “bisa gak ujiannya?” Trus dijawab, “masa banyak yang soalnya mirip sama yang ibu buat loh” 😑 Pelajaran yang susah menurut saya dan menurut Teona beda. Tapi ya sudahlah, toh dia juga yang ujian. Saya kan hanya bantu aja. Tiba saat ambil rapor. Baik ibu dan bapak wali kelas memberi respon positif untuk akademiknya. Tapi penilaian di sekolah tidak hanya sebatas akademik tapi juga ada komponen penilaian lainnya. Kesimpulan saya sih, metode belajar saya cukup efektif. Tapi belum tau kalau mata pelajarannya makin susah gimana nih. Artinya metode belajar ala saya ini masih level dasar. Pe er saya masih banyak dan masih buanyak juga yang perlu saya perbaiki. Gimana dengan metode belajar ala kamu?

Advertisements

Copas 2

Pic source: google

Copas pertama setahun yang lalu bisa dibaca di sini. Kali ini copas dari FB:

Serpihan SURGA DI INDONESIA

Musim dingin, ketika salju turun, di Eropa atau Amerika Utara, suhu bisa mencapai minus 40 derajat celsius. Artinya, kulkasmu masih lebih hangat.

Itulah saat semua tetumbuhan “mati”, kecuali pohon cemara. Itulah saatnya darahmu bisa berhenti menjadi es ketika kamu keluar rumah tanpa pakaian khusus.

Musim salju adalah ketika manusia bertahan hidup dan beraktivitas yang mungkin, tanpa bisa berjalan jika tak ada bantuan peralatan dan teknologi.Tanpa itu, mati kedinginan. Dan ada satu periode di mana salju berbentuk badai. Badai salju.Terbayang apa yang bisa dilakukan selain bertahan hidup di ruangan berpemanas.

Padang pasir. Begitu keringnya sampai sampai manusia yang berdiam di sana membayangkan sungai sungai yang mengalir sebagai surga.

Hanya ada beberapa jenis pohon yang bisa hidup dalam suhu bisa di atas 40 derajat celcius. Keringatmu bisa langsung menguap bersama cairan tubuhmu. Dan keberadaan air adalah persolan hidup mati. Sungguh bukan minyak.

Saya sungguh tidak mengerti ketika ada orang yang masih belum percaya bahwa Indonesia itu serpihan sorga.

Cobalah kamu bercelana pendek, pakai kaos dan sandal jepit jalan-jalan di Kanada ketika musim dingin. Atau jalan jalan di padang pasir. Dijamin mati.

Di sini, di negaramu, kapan saja, mau siang mau malam kamu bisa jalan-jalan kaosan tanpa alas kaki. Mau hujan mau panas, selamat.

Di Eropa Amerika paling banter kamu akan ketemu buah-buahan yang sering kamu pamer-pamerin. Apel, anggur, sunkist, pear (pir) dan semacamnya.

Di Timur tengah paling kamu ketemu kurma, kismis, kacang arab, buah zaitun, buah tin.

Di Indonesia, kamu tak akan sanggup menyebut semua jenis buah dan sayuran, umbi-umbian, kacang-kacangan, bunga-bunga, rempah-rempah, saking banyaknya.

Di Amerika Eropa, kamu akan ketemu makanan lagi lagi sandwich, hot dog, hamburger. Itu itu saja yang divariasi. Paling banter steak, es krim, keju.

Di Timur tengah?. Roti. Daging dan daging.

Di Indonesia? Dari Sabang sampai Merauke, mungkin ada ratusan ribu varian makanan. Ada puluhan jenis soto, varian sambal, olahan daging, ikan dan ayam tak terhitung macamnya. Setiap wilayah ada jenisnya. Kue basah kue kering ada ribuan jenis. Varian bakso saja sudah sedemikian banyak. Belum lagi singkong, ketan, gula, kelapa bisa menjadi puluhan jenis nama makanan.

Dan tepian jalan dari Sabang sampai Merauke adalah garis penjual makanan terpanjang di dunia. Saya tidak berhasil menghitung penjual makanan bahkan hanya dari Kemayoran ke Cempaka Putih.

Di Indonesia, kamu bebas mendengar pengajian, sholawatan, dang dut koplo, konser rock, jazz, gamelan dan ecrek-ecrek orang ngamen. Di Eropa Amerika Timur tengah, belum tentu kamu bisa menikmati kecuali pakai head set.

Saya ingin menulis betapa surganya Indonesia dari segala sisi. Hasil buminya, cuacanya, orang-orangnya yang cerdas-cerdas, kreatif dan bersahabat, budayanya, toleransinya, guyonannya, keindahan tempat-tempat wisatanya dan seterusnya. Saya tidak mungkin mampu menulis itu semua meskipun jika air laut menjadi tintanya.

Saking tak terhingganya kenikmatan anugerah Allah SWT pada bangsa Indonesia.

Indonesia ini negara kesayangan Tuhan.

Kamu tidak bisa mensyukuri itu semua?Jiwamu sudah mati.

Pesan :

Janganlah sorga kita ini kita hancurkan hanya karena syahwat berkuasa dan keserakahan ketamakan tiada batas.

Janganlah kehangatan persaudaraan yang dicontohkan oleh embah kakek opung kita dihancurkan hanya karena kita merasa paling benar dan paling pintar.

Tuhan hanya mensyaratkan kamu semua bersyukur agar sorga ini tidak jadi neraka. Bahkan andai kamu sering bersyukur maka nikmat-nikmat itu akan ditambah.

Bersyukur itu di antaranya, tidak merusak apa-apa yang sudah baik. Baik alam lingkungan, sistem nilai, budaya asli dan semacamnya.

Jika kita merusak alam, alam akan berproses membuat keseimbangan/keadilan

Politik, berjangka pendek jangan sampai merubah sorga ini jadi neraka. Jangan berkelahi.

Pandai-pandailah menahan diri seperti orang berpuasa. Jangan jadi pengikut orang-orang yang haus kekuasaan dan ketamakan luar biasa.

#copas dari rekan

Menghitung penjual dari kemayoran sampai cempaka putih. Gila sih itu, banyakkk banget pastinya. Apa lu mau ada (palugada). Jadi nikmat mana yang Kamu dustakan???

Third concert

Konser ketiga ini panjang ceritanya. Berawal udah terjadwal konser tapi pas tau jatuh di hari Senin, akhirnya saya batalkan, uang direfund. Trus H – 2 saat les, terinfo kalau teman sekelas ada yang batal ikut karena pergi liburan. Trus ternyata Teona PTS hari terakhir 1 mata pelajaran saja, PKN & SBDP. Jadi saya daftar lagi, beruntung masih bisa. Di hari H alias kemarin, terinfo 33 demonstrasi yang terjadi di jadebek (hari ini pun saya dapet lg info 25 demonstrasi dan konon besok masih berlanjut. Yg heran di pdf itu tertulis ‘rahasia’ tapi kok bisa nyebar?! 🤔) Akhirnya kemarin Teona saya jemput cepat (dievakuasi ceritanya), trus ikut saya menyelesaikan urusan ‘sampah bin gengges rempes’ yang gak kelar-kelar *sigh. Jadilah saya cuti-di luar- kehendak *pret! Meskipun di saat lagi ngurus urusan ‘sampah bin gengges rempes’ itu Allah masih juga kasih Teona dan saya rezeki. Bener-bener blessing in disguise, Alhamdulillah ya Allah 🤗

Selesai urusan pret pret itu, Teona mandi dan siap-siap menuju venue di Summarecon Mall Bekasi. Konser diselenggarakan di DTW Festival alias Down Town Walk namanya. Festival kuliner tapi ada banyak komunitas apalah itu saya gak ngeh juga. Teona sempat tidur siang dan makan sore sebelum konser. Dapat urutan ke-4 pas banget sebelum break sholat maghrib. Kali ini Teona dan teman-teman membawakan lagu ‘London Bridge’. Pas banget memang Teona suka lagu itu. Seperti konser sebelumnya suporter Teona ya keluarga saya. Alhamdulillah pada sayang cucu dan sayang ponakan. How lucky Teona, Alhamdulillahirabbilalamin ❤

Kami memang gak mengikuti acara konser sampai selesai. Meskipun di jadwal sebelum pukul 19.00 acara sudah selesai. Kami sholat maghrib trus pulang. Karena terinfo tol dalam kota (dalkot) ditutup. Meskipun kami gak lewat area kerusuhan, tapi memang sudah rencana cari jalan alternatif selain tol dalkot. Bersyukur kami sama sekali gak ketemu sana demonstran. Jadwal konser tahun ini sepertinya sudah selesai. Cerita konser sebelumnya ada di sini dan di sana. Tinggal fokus menghabiskan sisa semester hingga akhir tahun. Semoga lancar semua. Aamiin. Stay safe ya, semua. Mudah-mudahan suasana cepat kondusif lagi. Selamat menutup hari ini dengan penuh rasa syukur dan bahagia #bukankebahagiaansemu #watchoutyourcangkem

Kelakuan bocah

Post kali ini terinspirasi dari kemarin saat nunggu Teona pulang ekskul. Ada 2 anak muslimah lebih besar dari Teona, mungkin kelas 2 atau 3 sedang bermain bersama. Biar gampang kita sebut si A dan si B. Si B mengejar si A, lalu si B menarik jilbab si A. Tau kan jilbab anak-anak, yang instant ya bukan yang pake peniti. Jadi gak kelepas semua tapi karena ditarik bagian depan jadi si A terjatuh kedepan dan dagunya terantuk ke lantai. Nangislah si A. Si B mendekat A dan meminta maaf. Yang saya lihat sih B berkali-kali minta maaf ke A.

Karena si A dan B saat berbaikan itu sedang duduk ngedeprok di depan pintu. Tiba-tiba pintu dibuka dari dalam dan kaki B kena pintu. Kayaknya sakit, jadi B nangis. A yang belum selesai nangis turut menenangkan si B yang jadi nangis juga karena kaki kena pintu 😑 nangis berdua deh. A dan B akhirnya dibantu security dan guru. Orang tua memang dilarang ikut campur bila anak berkonflik di sekolah. Sebelum keluar sekolah, konflik anak harus sudah diselesaikan kedua belah pihak. Jadi kalo orang tuanya baper, buang waktu dan rempes deh lo.

Lagipula namanya juga bocah, biasalah ntar ribut ntar baik. Masa iya mau baik melulu. Setelahnya A dan B tetap main bareng. Sesederhana itu. Gak pake acara nuntut atas pencemaran nama baik, ataupun serangan ‘tak terlihat’. Hidup memang enak gitu, kalo baik melulu. Mungkin elu sama keluarga lu aja yang begitu. Kalo orang pada umumnya ya ada konfliknyalah. Gimana dengan kamu?

Beau Cell Clinic at Kuningan City Mall GF #5

Bukan promo berbayar, murni bantuin temen.

Beau Cell Clinic, Kuningan City Mall.

Kamu pegawai kantoran yang senang merawat wajah, ibu rumah tangga yang rajin perawatan segala anti wrinkle, atau mbak mahasiswi yang gandrung kulit glowing? Juga paling aware sama kesehatan reproduksi. Pas banget kalau lagi nge-mall di Kuningan City Mall. Bisa mampir ke Beau Cell Clinic di GF #5. Masuk lobby, belok kanan, gak jauh langsung nemu tempatnya. Kenapa sih harus banget ke Beau Cell Clinic?

The Owner of Beau Cell Clinic, Kuningan City Mall.
The doctors of Beau Cell Clinic, Kuningan City Mall.
Talk Session
Me and the owner

Pertama, kalau kamu tipe yang sibuukkk banget, males juga antri di RS. Bisa banget jadi pilihan ketika lagi istirahat makan siang trus mau konsul atau lagi nge-mall trus mampir buat sekedar periksa, USG, papsmear, sampe vaksin anti kanker serviks. Atau muka kamu lagi kusan banget. Bisa facial, PRP, perawatan kecantikan hingga organ intim Anda. Bahkan konsultasi seksual juga bisa banget. Jadi intinya, paket komplit. Jangan khawatir, dokter umum dan dokter spesialisnya kompeten di bidang masing-masing. Beau Cell Clinic juga lagi ada promo: facial 1 juta gratis setahun. Jadi setahun mau bolak-balik facial berapa puluh kali pun gak masalah.

With the Director of Beau Cell Clinic, Kuningan City Mall.
#followustobeauty

Didukung dengan alat yang canggih juga tenaga kesehatan yang mumpuni. Beau Cell Clinic bisa dijamin kualitasnya. Untuk jam operasionalnya menyesuaikan dengan jam operasional Mall. Kalau kamu berdomisili / kost / ngantor (secara kanan kiri depan belakang perkantoran semua) dekat dengan Kuningan City Mall. Bisa banget langsung datengin dan cobain langsung perawatan / konsul dengan para ahli. Tersedia fasilitas apotik dan laboratoriummya juga. Lengkap kan. Ditunggu kedatangan kamu semua di Beau Cell Clinic 😉

Kalau saja …

Kalau saja dulu aku menunggu dia, mungkin nasibku tidak begini.

Kalau saja dulu tidak bertemu dengan hal ini, mungkin akan lebih baik.

Kalau saja aku sedikit lebih cerdas, mungkin aku bisa mewujudkan cita-citaku.

Kalau saja aku bisa jauh lebih lemah lembut dan sabar. Mungkin kami akan lebih bahagia.

Kalau saja aku tidak sekeras batu, mungkin hidup terasa lebih ringan dan mudah.

Kalau saja hal ini tidak ada di hidupku, mungkin segalanya jauh lebih baik.

Kalau saja aku bisa seperti wanita pada umumnya, mungkin lebih aman terkendali.

Kalau saja hal ini tidak pernah ada, mungkin tidak pernah ada penyesalan.

Kalau saja ada kekompakan dan keselarasan tulus dari hati. Mungkin tidak akan pernah ada yang menyebut Kami “kebahagiaan semu.”

Tapi, ‘kalau saja’ itu dilarang di agamaku. Kalau tidak ada larangan. Mungkin aku berbuat sesukaku.

Selalu ada hikmah dari setiap kejadian. Selalu ada penyesalan dari meninggalkan dan memisahkan. Dan selalu ada azab dari kedzaliman. Yakini saja itu. Insya Allah hati menjadi tentram.

Bila kita tak melewatinya, mungkin kita akan jadi manusia angkuh, merasa diri paling benar, dan munafik.

Mungkin dia bukan untukku, mungkin hal ini menjadi takdirku, mungkin kebodohan ini temanku, mungkin lemah lembut dan sabar tantanganku, mungkin sekeras batu ujianku, mungkin hal ini jadi pelajaran untukku, mungkin wanita pada umumnya ya bukan aku, mungkin penyesalan hukumanku, tapi “kebahagiaan semu” hanya ada di cangkemmu.

Wisuda S2 adik tercinta

Cerita kilat aja karena minggu ini masya Allah padetnya agenda kehidupan *tsahh. Sabtu pagi yang cerah ceria, saya, Teona, dan adik laki-laki merupakan kloter kedua menuju tempat acara wisuda di Balairung, Universitas Indonesia, Depok. Kloter pertama si wisudawati dan bokap nyokap udah duluan. Seperti wisuda yang sudah dilalui sebelum-sebelumnya. Siapkan fisik dan mental Anda karena:

  1. Susah parkir. Apahhh? UI Depok kurang gede apa sampe parkir aja susah? Sabar pemirsa. Jadi parkiran yang penuh itu area dan fakultas terdekat dari balairung. Ya tentu aja padat. Beda kalo fakultas yang jauh dari lokasi balairung, dijamin sepi. Hehehe. Adik laki – laki saya inisiatif parkir di kampusnya, yang mana adalah fakultas MIPA trus jalan ada kali sekilo.
  2. Padat dan panas. Padat karena selain wisudawan dan wisudawati. Juga orang tua dan keluarga lain yang turut bahagia dengan kelulusan anak, sepupu, keponakan, cucu, dst. Panas karena Meskipun ada area indoor dan outdoor. Tetep aja rame orang sih, terima nasib aja. Jangan lupa pake make up anti luntur dan hair do anti lepek ya, sist!
  3. Macet. Karena parkir aja susah, tentu saja berakibat keluar parkiran menjadi macet. Meskipun lalu lintas diatur dengan baik, butuh kesabaran dari Anda agar tetap tertib. Tenang saja, kalau wisuda gak bayar parkir kok. Haha.

Segala sesuatu pasti ada kekurangan dan kelebihan. Saya menilai kelebihannya sebagai berikut:

  1. Foto studio yang terorganisir. Jadi antiannya pun gak umpel-umpelan. Fotografer dan tim nya pun mengarahkan dengan baik dan sabar. Bayar berapa? Iihh, saya gak taulah ya. Ikut foto aja biar eksis.
  2. Lagu-lagu yang dibawakan mahasiswa baru (maba) tetap dan selalu sama juga mengena di hati. Buat almamater UI, pasti dong ikut ospek / orientasi / apapun namanya saat ini. Selain ospek fakultas ada ospek universitas. Salah satunya, maba wajib ikut paduan suara yang legendarid dengan lagu-lagu yang sama. Saya masih ingat betul dan masih hafal dong lagu-lagunya ❤
  3. TV untuk menampilkan wisudawan dan wisudawati bertebaran. Jadi meskipun orang tua kedapetan duduk di luar atau keluarga lain yang nonton dari luar gedung balairung.

Alhamdulillah yah, masih ada kelebihan dan kemajuan 👍 Lalu ada beberapa fenomena yang saya amati dari acara wisuda kemarin:

  1. Sneakers vs heels. Tentu saja ini untuk wisudawati. Meskipun pake kain, ternyata modis juga dipadupadankan dengan sneakers. Pake heels itu gak asik pas vagian foto di depan gedung rektorat atau Danau UI karena nancep-nancep di rumput.
  2. Telfonan is a must. Secara itu wisudawan dan wisudawati duduknya jauhan sama orang tuanya. Wajar main cari-carian. Karena gak ada petugas informasi yang halo-halo keberadaan macam di supermaket. Kalo ada, gila juga sih. Haha.
  3. Souvenir. Udah jadi budaya, souvenir saat wisuda wajib dijual. Mulai dari bouquet bunga dengan berbagai rupa dan variasi. Sampai souvenir UI kayak payung, mug, jam dinding, dll.

Tenang aja, saya juga ada foto wisuda pake toga 2 garis karena keabisan toga 1 garis pas wisuda S1. LOL. Kalo kamu ada cerita menarik gak saat wisuda? Atau kelebihan, kekurangan, bahkan fenomena saat kamu diwisuda?