Prakarya aksara

Dua tahun berlalu sejak saya bikin prakarya busy book akibat terkontaminasi yutup. Saat itu Teona usia 3 tahun di kelompok bermain besar. Saya belum kembali bekerja dan Teona ke sekolah naik sepeda roda 4. Haha. Time flies ~ Libur tahun baru 1440 hijriyah kemarin, Teona libur Senin dan Selasa. Saya pun izin gak masuk di hari Senin. Hari Minggu cari kardus sesuai kebutuhan sekalian groceries di seberang tempat tinggal kami. Senin – Selasa mulai eksekusi. Rasanya gimana? Ya Allah, boyok pegel dan pinggang encok! Ambisius banget mesti selesai dalam 2 hari? Karena 2 hari berikutnya saya ada training, jadi biar beban berkurang dan bisa fokus aja sih. Kerjaan prakarya begini wajib saya targetkan. Kalo enggak, bisa terbengkalai. Senin saya mengerahkan segenap kemampuan biar printilannya yang butuh bantuan kang fotokopi dikerjain kemudian. Gaspol sampe malem, pamrih minta anaknya injek2 punggung ibunya dongg. Haha. Berujung tepar dengan sukses.

Papan aksara
Huruf dan angka

Selasa karena libur tanggal merah, lanjut laminating artinya menyambangi kang fotokopi terdekat yang buka di tanggal merah! Nemulah satu tempat, diskusi kilat, trus dieksekusi. Gak sampe tuntas karena kami ada keperluan lain juga. Akhirnya lanjut dikerjain di rumah itu printilan dan sampe malem lagi. Alhamdulillah, kelaarrr. Bikin rasa lelah hilang, ketika anaknya antusias bermain sambil belajar. Terlepas dari Teona udah bisa baca, tulis, hitung (calistung) yang Alhamdulillah tanpa usaha lebih (les). Bener-bener alami sambil jalan. Prakarya aksara ini suatu media permainan edukatif yang sekolah sarankan. Saya pribadi selama positif dan masuk akal ya kenapa tidak. Laporan ke sekolah adalah dalam bentuk foto dan dikirim ke WA gurunya. Gak masalah yang penting kan manfaatnya untuk kita.

Saya suka crafting tapi saya kurang sabar, kurang telaten, dan kurang kreatif. Jadi yaaa biasa aja. Tangan ini saya akui kurang luwes, lebih lincah mulut dibanding tangan 😅 Tentu bisa dipastikan prakarya saya gak spektakuler dan itu sudah sejak jaman masih SD saya sadari. Kecuali dapat bantuan dari orang tua, kalo murni saya yang ngerjain, ketebak hasil akhirnya. Apakah saya menyesali 2 prakarya yang telah saya buat? Insya Allah saya gak pernah menyesalinya. Soal bagus – jelek, rapi – berantakan, bahkan penilaian orang pun saya gak peduli. Saya hanya peduli ketika anak saya gembira memainkannya. Jadi apakah saya keberatan disuruh membuat prakarya? Gak keberatan sama sekali. Kalo kamu apakah suka membuat prakarya dan apa saja prakarya yang sudah kamu buat?

Advertisements

Training setelah sekian lama ~

Judul postnya kasian banget ya 😅 Tapi serius, saya bahkan sampe gak inget lagi kapan terakhir ikut training (pelatihan) dan dapet sertifikat. Mungkin tahun 2011 kali ya?! Setelah nikah udah gak ikut training lagi. 7 tahun berlalu, pas disuruh ikut dari kantor. Gak PD juga, ini otak masih bisa diajak kompromi gak ya? Yang terpenting, nanti ngantuk gak ya? Hahaha. Beruntung selain gratis (tentunya), lokasinya masih di wilayah jajahan saya, dan amat sangat terbantu dengan daycare. Kalo enggak mah gak akan bisa deh ikut training. Alhamdulillah kalo rezeki gak kemana ya kan. Hari pertama dimulai dengan pre test, pendahuluan, pembahasan klausul 1 – 8 disertai studi kasus dan diskusi. Yang bikin modar karena full pukul 9 sampai 16. Seru sih tapi otak lumayan ngebul juga ya. Haha. Habis ashar udah mulai gak fokus, diputuskan saya jemput bapaknya Teona dulu, baru kemudian Teona. Otak pun berpikir cepat merancang menu makan malam.

Hari kedua lanjutan pembahasan, studi kasus, diskusi detil, post test, dan kuesioner. Ini gak separah hari pertama yang asli digeber. Mungkin karena kita juga udah lebih paham kali ya gak blank kayak hari pertama. Peserta lain yang menarik perhatian saya datang dari sektor migas. Masalah yang diutarakan, seru menurut saya. Semisal salah satu kendala adalah bertemu hewan liar di hutan dan tidak boleh dibunuh. Seperti : gajah, ular, beruang setinggi pintu. Wow banget kan. Kendala tersebut gak akan kita temui pada perusahaan di kota besar. Paling masalahnya pegawai atau tidak tercapai target. Standarlah. Trus yang saya perhatikan, kita mengeluarkan energi untuk otak berpikir seharian, disupply coffee break pagi, makan siang, dan coffee break sore. Seakan kita disuruh makaannn dan minuummn melulu 😂 Bedanya kalo gak training, tetep ngeganyem tapi otak gak lelah. Meskipun begitu, saya bersyukur dapat kesempatan ini. Pengetahuan baru, pengalaman baru, dan sertifikat *pastinyaaa.

2 hari dijalanin, saya haqul yakin tidak akan berubah pikiran untuk part timer. Kalo saat single, ngotot pulang tepat waktu demi alasan sosialisasi di luar kantor. Sementara sekarang, udah jam 3 aja hati udah gak tenang dan pikiran udah kemana-mana. Hahaha. Jiwa emak2 banget deh ya. Emang udah gak bisa kerja full time. Trus gak bisa juga sering-sering training begini meskipun gratis dari kantor. Saya pilih ikut pelatihan parenting islami aja deh, meskipun biaya sendiri tapi ilmunya bisa langsung saya aplikasikan di mayoritas waktu saya mengasuh anak. Saya tetap bersyukur dong dengan kesempatan training ini. Bangga juga karena kantor percaya sama saya. Mudah-mudahan saya amanah dan bisa segera mengaplikasikan di kerjaan saya. Kalo kamu kapan terakhir ikut training dan training apa?

Tahun Baru 1440 Hijriyah

Tak terasa setahun berlalu, dari post terdahulu sekarang sudah berganti tahun. Naik turun kehidupan, suka duka, berkah musibah sudah kita rasakan di tahun sebelumnya. Berganti tahun, bijaknya kita menjadi manusia yang lebih baik insya Allah. Semalam selayaknya tahun baru masehi, tahun baru hijriyah diperingati dengan cukup meriah. Alhamdulillah, artinya kesadaran umat muslim semakin meningkat. Semoga tidak perpecahan antar agama, baik dari pengeras suara yang mengakibatkan kesalahpahaman ataupun merasa lebih baik dari orang lain. Sungguhlah kita semua manusia tempatnya salah dan akan jauuhh lebih baik bila introspeksi diri sebelum menyalahkan orang lain. Untuk adzan sebagai pengingat waktu sholat tentu bisa diterima. Tapi selain itu alangkah bijaksana bila disesuaikan apalagi bila di pemukiman padat penduduk. Yah Indonesia tentu padat penduduk, maka akan lebih baik bila saling menjaga. Gak ada niatan nyindir ya, murni menghimbau.

Semoga di tahun yang baru ini, koruptor yang melakukan secara berjamaah. Akan malu berpose dengan tersenyum sumringah bagai tak ada rasa bersalah dan MALU. Kalo ini wajar kita hujat rame-rame. Dasar gemblung. Karena Rasulullah memerangi orang kafir bukan karena tidak memeluk Islam. Tapi karena membohongi dan memanipulasi rakyat pada zaman itu. Masih buanyak yang perlu dibenahi dan ditata ulang. Sudah tentu menjadi tugas kita sebagai bangsa bernegara. Poin yang terpenting, meskipun suhu politik memanas, jangan terpancing untuk saling cela. Sulit memang tapi percayalah gak ada gunanya juga terpancing. Intinya jangan pernah terlalu berharap atau bergantung sama manusia. Kalo gak sesuai trus kecewa bisa lain urusannya.

Baris menunggu giliran

Sementara di Sekolah, memperingati tahun baru 1440 Hijriyah, Teona mengikuti flashmob. Saya pun lihat dari sosmed sekolah karena gak bisa ngikutin sampe selesai. Mengutip doa dan harapan baik dari keluarga dan sahabat tercinta : Semoga di tahun yang baru sukses dunia akhirat. Sisa umur kita bermanfaat, sehat, dan senantiasa Allah SWT selalu menyertai langkah kita dalam kebaikan. Aamiin. Kita semua bisa sama-sama berhijrah, hijrah dari syirik ke tauhid, dari munafik ke sidiq, dari cinta dunia ke akhirat insya Allah. Insya Allah bukan ungkapan tidak pasti, tapi ada yang lebih berkuasa atas diri kita. Mudah-mudahan tidak menyimpang dari arti harafiahnya. Apa harapan kamu di tahun baru 1440 Hijriyah ini?

Cara mengoperasikan terminal parkir elektronik (mesin parkir)

Buat warga Jakarta tentu sudah tidak asing lagi dengan terminal parkir elektronik atau mesin parkir yang sudah lazim ditemui di jalan besar dengan space parkir terbatas. Selain jadi lebih teratur, cashless, dan efisien tentu saja. Jadi gak ada tukang parkir? Ya tetep ada, tapi sepertinya sejak ada mesin parkir, semua lebih terorganisir. Gak perlu ribet cari receh atau uang pecahan kecil pas kebetulan lagi gak ada. Lagipula gimanalah nasib emak-emak kayak saya kalo otak penuh masih suruh mikir parkir sendiri *manja. Pastinya dengan tukang parkir ya terbantu dong. Jadi kalau Anda dengan santainya parkir sembarangan trus pas balik mobil Anda lenyap tak berbekas seperti kasus temen saya. Artinya mobil Anda sudah diderek dinas perhubungan (dishub) dan silakan datang langsung untuk membayar parkir dan ambil mobil Anda. Apes sama gak ngerti kadang beda tipis.

Meskipun tukang parkir masih standby tapi terkadang kita suka ada di situasi mesti urus sendiri. Misal pas tukang parkir lagi istirahat jadi kan gak ada yang bantu. Jadi Anda parkir sendiri dan menggunakan mesin parkir sendiri. Alhamdulillah sih, saya belum pernah begini. Tapi untuk mengantisipasi, saya minta diajarin cara mengoperasionalkan mesin parkir. Tentunya di dompet atau mobil kita simpan kartu untuk transaksi elektronik dari bank-bank terkemuka. Bebaslah ya mau apa juga yang penting saldonya tersedia *pastinyaaa. Berikut langkah-langkahnya:

1. Tekan tombol hijau ceklist sebelah kanan. Masukkan plat nomor kendaraan Anda.

2. Pilih kira-kira mau berapa lama Anda parkir, tarifnya Rp. 5.000/jam. Pilih 1 jam, 2 jam, dst. Tergantung keperluan Anda.

3. Tempel kartu transaksi elektronik Anda di kanan bawah ada tulisan “tempel kartu di sini”

4. Lalu muncul deh struknya, disimpan sebagai bukti sudah bayar parkir di mesin parkir.

Ternyata mudah ya, menurut saya lebih nyaman dan tertib begini sih. Selain Jakarta, kalo baca di artikel berita, di Bandung sudah ada juga mesin parkir ini. Semoga di kota-kota lain menyusul ya. Trus ngasih tip ke tukang parkir gak? Bebaslah ya, tapi sih masa iya tega udah dibantu sama orang yang cari nafkah gak ngasih juga. Tapi kan udah bayar di mesin parkir? Terserah lo deh, kalo saya anggep aja amal. Ribet amat sama duit receh. Mesin parkir ini kalau tidak salah dikelola pemda, jadi memajukan daerah kita kan. Saya menghargai dan mengapresiasi. Masa bayar parkir di mall yang pihak swasta aja gak keberatan. Giliran buat pemerintah yang profitnya kembali ke masyarakat malah itungan *logika saya ini. Jadi kamu udah duluan tau dan bisa mengoperasionalkan mesin parkir belum?

Qoilulloh (istirahat siang)

Qoilulloh (istirahat siang) lah kalian, sesungguhnya setan – setan itu tidak pernah istirahat siang. H.R At.Tirmidzi

Saya baru tau bahkan sesederhana take a nap aja ada di hadist. Subhanallah. Saya termasuk yang bawel nyuruh Teona tidur siang. Tapi entah kenapa sudah 2 minggu belakangan gak mau tidur siang. Seperti aturan yang telah kami sepakati bertiga, maka jam tidur malam Teona dimajukan jadi ba’da maghrib. Meskipun pada prakteknya pernah juga sampe jam 8 malam. Jadi meskipun ngantuk tapi kalo masih ada tenaga, dia gak akan menyerah. Ya sudah, kami saja orang tuanya yang menyerah alias ba’da isya sekitar pukul 19.30 tidur duluan. Mau pura-pura atau beneran. Yang pasti Teona lihatnya lampu sudah mati dan kami sudah posisi tidur. Memaksa secara halus? Sebenarnya segala cara sudah kami coba. Solusi ini yang menurut kami cukup efektif.

Foto saat masih mau tidur siang

Weekend gimana? Tergantung aktivitas. Kalo suami tipe yang bisa tidur siang. Kalo saya, boro – boro. Kalo saya tidur siang bisa dipastikan saya sedang tidak enak badan. Siang hari saya gak bisa tidur tapi ba’da maghrib ngantuknya minta ampun. Misal weekend pada tidur siang, saya entah nyebrang ke gu@rdian seberang nyari diskonan, ke gi@nt supermaket belanja2 gak penting, atau nyalon sekalian. Asik sendiri aja. Oh pernah juga saya tidur siang akibat kecapekan. Pada dasarnya bukan tipe yang siang tuh ngeleker. Suami berjuta kali bilang, siang isturahatlah. Saya iya aja tapi ya gak dilakuin. Kecuali jaman dulu masih begadang dan jadi busui di mana mesti nyusuin tengah malem ya tentu aja tepar juga tidur siang. Tapi kalo kondisi normal mah siang tuh aktivitas, ba’da maghrib ya leyeh-leyeh di rumah. Kami jarang pergi malam atau pergi trus pulang malam. Diusahakan maksimal maghrib sudah di rumah. Karena itu termasuk sunnah lho.

Istirahat siang buat bayi atau anak tentu bermanfaat. Tapi saya udah males maksa buat istirahat siang meskipun hanya rebahan. Sak karepmu. Mau main mainan, mewarnai, main instrumen musik, atau lainnya. Selain tentunya memang gak tipe yang mudah tidur siang/malam juga ini bocah, mesti dikondisikan. Saya pun nyerah kalo dipaksa menjalankan sunnah qoilulloh. Saya nya aja gak bisa contohin ya udahlah gak usah maksa. Insya Allah jalanin sunnah lain aja deh. Kalau kamu tipe yang bisa istirahat siang atau enggak?

Serba-serbi daycare

Sebagai ibu tanpa bantuan pengasuh baik dari pihak internal (keluarga) maupun eksternal (babysitter/ART). Maka masuk usia 4 tahun (TK nol kecil), Teona kami kenalkan dengan sistem daycare (baca: penitipan anak). Kenapa gak masukin dari bayi? Usia 0 – 3 tahun saya tidak bekerja, usia anak 3 tahun kembali bekerja partime hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, kami tidak menafikkan kalau butuh ‘bantuan’ daycare. Saya akan berbagi cerita versi yang telah saya alami. Lengkap dengan kelebihan, kekurangan, dan biayanya.

Sistemnya ada 2 daycare :

1. Daycare di sekolah. Alhamdulillah, sekolah Teona menyediakan fasilitas daycare. Mulai dari pukul 13.00 (pulang sekolah) sampai pukul 17.00 (jam maksimal pulang kantor). Pukul 13.00 anak-anak ganti baju dan tidur siang. Pukul 15.00 bangun lalu mandi sore, lanjut snack sore. Ditawarkan harian / bulanan (paket). Saya ambil harian, dikenakan biaya Rp. 10.000/jam. Kalau bulanan (paket) saya gak ngeh tapi pastinya lebih murah bulanan. Pembayarannya diakumulasi setiap bulan, barengan dengan SPP. Daycare KB (kelompok bermain) terpisah dengan TK. Pola di daycare sama seperti sekolah karena berada di bawah naungan sekolah. Saya cukup puas dan merasa sangat terbantu sekali.

2. Daycare di kantor bapaknya Teona. Zaman sekarang menjadi semakin lazim, baik institusi ataupun swasta menyediakan fasilitas daycare di kantor, termasuk kantor suami. Kami coba saat libur Ramadhan hingga pasca lebaran Idul Fitri. Tentu urusan administrasi diurus suami, saya tau beres. Selama ini, Teona baru coba ikut pukul 07.30 – 13.00. Pukul 08.00 sarapan, lalu bermain, pukul 12.00 makan siang, 15.00 snack sore (makanan disediakan daycare. Tentunya jam operasional menyesuaikan dengan jam kerja kantor. Menerima mulai bayi, maka disediakan box bayi, sterilizer, bath-up, dll. Tentunya fasilitas jauh lebih nyaman, selain yang saya sebut, ada CCTV hingga tenaga ahli dari Universitas Negeri di Jakarta. Biaya per bulannya saya kurang paham. Untuk liburan lalu, kami ikut sekitar 20 hari kerja dikenakan biaya sekitar 2 juta. Saya lupa persisnya. Untuk harian dikenakan 150.000/hari. Tentunya bila daycare sekolah libur, daycare kantor jadi penyelamat.

Secara umum fasilitas sama-sama bagus, pola pengasuhan memiliki standar yang baik, menu makanan yang sehat, dan yang terpenting anak senang berada di daycare. Untuk biaya menurut saya relatif. Bila dibandingkan dengan ART nginap misalnya, sementara aktivitas kami sehari-hari banyak di luar rumah. Tentu saja mbak ART pergi pulang sudah cukup dan daycare bisa diandalkan. Jadi kalo ke daycare, anak bawa apa saja? Baju ganti, alat mandi, dan snack favorite. Baju ganti pastilah ya. Alat mandi, diperlukan bila mandi atau pup. Snack favorite, gak rutin tapi pas anaknya pengen ya dibawakan. Keluhan selama ikut daycare? Alhamdulillah untuk daycare-nya sejauh ini belum ada. Memang kalo di daycare, Teona gak pernah mau tidur siang. Jadi emang mesti tidur di rumah. Selebihnya saya dan suami merasa puas dan terbantu. Bersyukur dengan segala kemudahan jaman sekarang ya kan. Kamu pernah ada cerita atau pengalaman dengan daycare?

3 public figure wanita yang inspiratif

Sejak beranjak remaja dan ngefans sama si A si B si C. Saya lebih mudah dan murah untuk ngefans sama idola cowok. Misal boyband (misal Nick Carter nya Backstreet Boys) atau group vokal (misal Aqua) atau band (misal Suede). Dibanding idola cewek, pada masa itu misal The Corrs (cowoknya cuma satu). Biarin deh ketauan angkatannya, yho memang wis berumur kok. Hehe. Atau ngefans sama kecantikan cewek-cewek gadis sampul yang menurut saya beda. Garis mukanya keliatan ‘mahal’ dan unik. Saat masih muda, teman – teman sering bilang saya mirip Artika Sari Devi. Kasian banget Artika disamain mirip saya. Saya ngefans sama Dian Sastro dari jaman SMA kelas 3 pas Ada Apa dengan Cinta (AADC) pertama tayang di bioskop. Setelahnya saya gak banyak ngefans sama public figure cewek.

Tapi sampe saat ini, ada 3 public figure wanita yang masih terus menginspirasi. Berikut ulasan saya :

1. Prisia Nasution. Tau dia dari FTV tentunyaaa. Hehe. Ketauan suka nonton FTV deh pas masa labil. Menurut saya dia cantik, tinggi, keliatan kalem, dan auranya gimanaa gitu. Suami saya pun setuju waktu saya terinspirasi sosok Prisia ini.

2. Gemala Hanafiah

Pertama tau pas nonton acara semacam jejak petualang. Yang bikin suka: cantik, unik, jiwa petualang, dan pastinya karena dia surfer wanita dongg. Antimainstream. Saya selalu suka liat orang surfing, apalagi cewek.

3. Marissa Anita

Pertama liat di metr0 TV sebagai news anchor, sekarang di N3T TV. Suka dia karena: cantik, ceria, look smart, keliatan kalo orangnya asik. Selalu suka sama gayanya.

Perhatiin deh, tiga-tiganya sama-sama cantik, keren, gaya, dan memiliki keunikan masing-masing 😍 Jadi gak sekedar cetar gak ada isi, tapi emang ada kualitasnya-lah jadi manusia. Bukan tipe yang populer gimana, gak bikin sensasi, namun ketiganya tetep terlihat supel dan menarik. Meskipun saya gak secantik, sekeren, segaya, dan seunik mereka. Tapi mereka cukup menginspirasi saya baik dari kecantikan, kepribadian, dan keunikan mereka. Mereka bahkan gak make up juga tetep cakep. Kalo sedang buka medsos kadang suka intip medsos mereka juga. Gak tau ya, daripada liat manusia halu. Mending liat yang bikin mata fresh dan otak cespleng. Kalo kamu mau kalian cewek/cowok, punya gak sosok public figure yang inspiratif dan kenapa suka dia/mereka?