Last weekend on Feb’17

Weekend kemarin full acara, Alhamdulillah. Sabtu kami playdate dengan sobat bapaknya Teona di arena bermain Lollypop, Senayan City. Tiap kesini butuh waktu 3-4 jam sampai anak2 harus dihentikan. Kebetulan kali ini Teona cobain inbound nya, lumayan buat variasi. Mungkin tempat ini kekurangan pegawai, jadi karena weekend dan rame banget, jadi kewalahan. Kotorrr di mana-mana -_-
Ada kejadian lucu: karena ruame, sofa untuk nunggu pun jadi sharing sementara. Tiba2 ada seorang ibu (feeling saya pengasuh) datang bersama seorang anak laki-laki (sekitar 6 atau 7 tahun) bertubuh gemuk dengan raut muka gak enak. Saya langsung sadar, sofa yang saya duduki milik mereka. Saya pun meminta maaf dan pindah ke sebelahnya. 

Lalu anak gemuk: “AKU MAUNYA DI SINIII!” *nunjuk sofa yang saya duduki

Saya jawab: “OHH, OKEEIII!!!” Lalu saya pindah *gak mungkinlah saya cari masalah sama anak kecil. 
Suami saya yang duduk dekat situ, bilang: “itu anak masih kecil aja mukanya udah gak ngenakin, gimana ntar gede?!”

Saya: HUSH! *amit2, jangan sampe anak saya dibilang gitu juga. 

Sobat bapaknya Teona: “iya, kalau udah tua, muka gak ngenakin ya mau gimana lagi. Mungkin banyak masalah hidupnya. Lha ini masih kecil.”

Saya dan bapaknya Teona: 😅😅😅😅😅

Pesan moral: DIDIKLAH ANAK ANDA DENGAN AKHLAK DAN BUDI PEKERTI YANG BAIK. Supaya muka dan kelakuannya bisa lebih baik dari anak tadi. 

Minggunya, kami  ‘nguntapke’ saudara bapaknya Teona. Jadi ketemu sebentar, mengingat baru hari itu kami ada waktu luang. Kurang lebih 2 jam bertemu, lalu kami pun pulang. Tak lupa penutup weekend, menemani Teona main di playground outdoor, street gym ala2 gitu ini anak. Haha.

Rent car langganan di Bali



BUKAN POST BERBAYAR! MURNI PENGALAMAN PRIBADI. 




Tak terhitung tiap pergi ke Bali, tapi gak pernah punya rent car langganan. Mungkin karena saya selalu in charge di bagian acara, bukan printilan kayak hotel, akomodasi, dll. Jadi soal itu tau beres aja. Kalopun mau liburan ke rumah tante di Bali , ya dijemput Om atau sepupu. Gak mikir akomodasi.  

Berbeda dengan liburan akhir tahun ke Bali kemarin. Karena judulnya playdate dengan sobat bapaknya Teona. Berarti mengikuti budaya genk mereka, termasuk rent car nya. Itupun setelah mereka beberapa kali gonta-ganti juga. Yang terakhir ini juga dapet atas rekomendasi teman bapaknya Teona yang domisili di Bali.  Namanya Bli Komang Eli, kontaknya: +62857 8552 7922. Karena kemarin kami rombongan, jadi bli Komang rekomendasi kami pake mobil hi ace. Lalu untuk koper2, bli Komang atur pakai luggage van. Jadi koper2 sampai duluan ke hotel, sementara rombongan bisa pergi dulu. Tujuan obyek wisata juga bli Komang tau, namun rombongan sudah ada jadwal sendiri jadi bli Komang ngikutin aja. 

Bli Komang terbiasa membawa turis mancanegara, turis domestik yang langganan katanya genk bapaknya Teona aja. Bli Komang pun menyesuaikan secara rombongan kami kemarin mulai dari balita hingga manula. Semua nyaman dan puas dengan bli Komang. Kebersihan mobil, cara bawa mobil, menjaga kenyamanan penumpang. Kalau gak gitu, gak jadi langganan-lah ya. Kekurangan masih bisa ditolerir. Bisa jadi masukan untuk rent car di kota lain di Indonesia, agar makin banyak customer.  

Rumah Kayu, Ancol, Jakarta Utara.

Tetangga merayakan ulang tahun anak laki-lakinya yang ke-3, mengundang Teona ke restoran rumah kayu di kawasan Ancol. Bukan perayaan yang besar-besaran juga sih, private party aja. Saya dan Teona baru pertama kali ke rumah kayu. Karena berada di kawasan Ancol, tentu aja bayar masuk Ancolnya ya. Saat kami datang, ada grup ibu2 rombongan arisan yang baru selesai, foto2. Tempatnya memang seru! Karena di tengah resto, ada pesawatnya. Kita pun bisa makan di dalam kabin pesawatnya! Kereennn. Satu pesawat cukup untuk menampung 60 orang. Sebenernya di sekitaran pesawat juga ada meja-kursi. Tapi perayaan ultah nya di dalam kabin pesawat. Yeay! 


Untuk memanggil pelayan, cukup tekan bel di atas kepala, area lampu kalo di pesawat. Acara tiup lilin, potong cake paw patrol yang mana Teona walopun anak perempuan juga adalah fans paw patrol. Lanjut makan-makan, kesan saya makanannya enak! Saya gak mungkin nanya harga dong ya kan. Saya cuma tanya soal menunya aja, gak ada foto makanannya ya, malu mau foto-fotoin. Hehe. Kata yang punya hajat, dia pesan oriental package yang terdiri dari: 

  • Appetizer: sup seafood pakai telur. Serius ini enak dan segar.
  • Main course: nasi, tumis sawi-wortel-daging, ikan kerapu steam, udang asam manis, ayam mentega, dan gorengan yang dalamnya udang dan ayam dibalut kulit (seperti di h0kb3n) cocol saus sambal. Semua disajikan fresh, ketauan dari rasanya ya kan.
  • Desert: puding dengan es krim. Penutup yang manis dan elegan.

Minumnya saya pesan jeruk hangat, secara ya seharian ujan dan keujanan juga. 

 



Super highly recommended sama rumah kayu  👍👍👍 Soal harga bisa googling atau tanya langsung ke pihak resto ya. Acara ultah berjalan lancar, mau hujan ataupun gak hujan, tetep dong kita bisa seru-seruan di kabin pesawat. Hihi. Plus bisa foto2 di cockpit pesawat. Saran saya kalau mau buat acara kumpul keluarga/arisan/playdate/rumpi-cantik-santai yang tidak lebih dari 60 orang bisa booking pesawatnya aja sekalian. Tapi kalau mau di sekitaran pesawatnya juga keren kok. Ada dua statement Teona:

  1. “Bu, pesawatnya kok gak terbang terbang sih?!”
  2. Saat acara ulang tahun selesai dan kita turun pesawat, “Bu, kita udah mendarat?!”

Mungkin si Teona gak merasa pesawatnya terbang kok udah sampe aja. Haha.

Masalah klise ART

Sejak Teona lahir, saya baru pakai jasa asisten rumah tangga (ART) mulai Oktober 2015. Sekarang sudah setahun lebih tentu sudah cocok. Tau sama tau, Mbak nya tau saya gimana saya juga tau Mbak nya gimana. Begitu pun Teona sudah akrab karena tak jarang saya minta bantuan untuk jaga Teona selama saya kerja. Seperti masalah ART pada umumnya, si Mbak mau menikah jadi tidak bisa bekerja lagi 😩

Walaupun si Mbak hanya beberapa kali seminggu dan lepas (pergi pulang) tapi karena sudah terbiasa jadi timbul rasa percaya. Ada beberapa kali kadang tak sengaja, hal2 yang bisa membuktikan kejujurannya. Hari gini punya ART baik dan jujur susah didapatkan. Makanya sebenarnya cukup berat hati juga melepasnya, meski saya bisa tawarkan materi. Tapi Saya gak bisa jamin kebahagiaannya dan semua manusia berhak beribadah dalam bentuk menikah. 

Seperti layaknya orang bekerja di mana pun, saat bilang berhenti, saya tentu beri penawaran. Mungkin terdengar klise dan sepele. Tapi buat saya seperti kehilangan teman baik. Yah hidup mesti terus berjalan, dijalani dulu sambil liat sikon. Karena saya bukan tipe yang mudah mempekerjakan apalagi percaya sama orang baru. Waspada aja sih.  

Pilkada 2017

Hari yang dinanti-nanti tiba, puncak dari 3 kali periode debat yang ramai itu saatnya dipilih. Saya sebagai warga DKI, termasuk yang tidak ikhlas kalau surat suara saya diselewengkan *hari gini gak ada yang gak mungkin. Mau siapapun yang saya pilih atau pahitnya saya coblos semua muka paslon agar jadi tak bisa dipakai. Biar itu jadi bagian dari kesalahan saya. Kok kesalahan? Menurut saya semua kandidat gak ada yang pas di hati. Jadi gak ada yang benar2 mantap saya pilih. 

Sebenarnya kenapa jadi ramai, karena DKI Jakarta ibukota Indonesia. Kalau daerah lain lagi pilkada gak heboh kayak gini. Trus paslon nya, masyarakat kenal muka dan nama. Belum lagi figur di balik paslon. Makin rame deh. Hadeuh. Macem penting banget lah pilkada ini, siapapun yang mimpin gak akan bikin tagihan kita tiap bulan langsung terbayar. Mana ada hari gini yang gratis, cuma nafas doang. 

Emosi jiwa terjadi, karena saya yang ada di tempat ketika RT dan 3 petugas KPU mendata calon pemilih. Nama saya dan suami tercantum hingga daftar pemilih diumumkan di papan pengumuman.


 Ketika masa pembagian lembar C6, suami saya yang urus. Ternyata nama saya hilang! Tidak ada di daftar calon pemilih! 😈 Solusinya mesti bawa KTP dan KK asli plus copy dan nyoblos setelah jam 12 siang 😪

Saya tak sendiri, buanyak yang bernasib seperti saya. Saya pun pas tau gak dapat lembar C6 langsung email via website KPU. Tapi ya what do you expect?! Yang saya heran pilpres kemarin yang notabene nya se-Indonesia lancar tuh. Lah ini cuma level DKI Jakarta aja, ribet begini. Saya no 2 terakhir yang nyoblos. Hiihhh!!! 😠 Kalau aja saya gak idealis, bisa bodo amat kalo surat suara saya gak dipakai atau pahitnya diselewengkan pasti gak repot gini.

Selesai nyoblos, kepala cenut2 kepanasan. Melipir waxing & treatment aja biar gak makan orang. Abis KZL! 


Medan Napoleon

BUKAN POST BERBAYAR, BUKAN ENDORSE, BUKAN JUALAN! MURNI OLEH-OLEH!!! 😄


Maghrib minggu kemarin, tiba-tiba ibu ART tetangga yang biasa ditugasi tetangga saya untuk kirim2 makanan kesini. Haha. Duh, berasa kaum dhuafa. Si ibu bilang, “kakak Teona ini ada oleh-oleh, nenek barusan datang dari Medan. Pesan nenek: segera dimakan yaa”. Siap, Nek. Urusan makan gak nolak  😆

Penampakannya awal seperti bolu coklat biasa, di bagian tengah ada semacam lembaran cake keju dengan fla, irisan pisang, dan coklat. Teona sekali makan habis 2 iris, doyan ternyata! Padahal sebelumnya ada brownies juga Ibu Saya bawain. Lagi bosen kali ini anak sama brownies plus bakery kesayangan lagi tutup seminggu kedepan. Alhamdulillah hadir si bolu Medan Napoleon, bisa menggugah selera Teona. Namanya punya anak kecil, wajib selalu ada makanan apapun. Selain menggenjot BB juga obat cranky.  
Konon dari yang saya baca2, pemilik Medan Napoleon salah satu artis ibukota. Kayaknya lagi trend para artis bikin bisnis di daerah. Habis persaingan di Jakarta tau sendiri kan ya, cukup kejam. Lagipula bagus jadi membuka lapangan kerja di daerah. Menyikapinya positif aja ya kan.   


Jadi gimana rasanya? Menurut saya, lumayan. Bolehlah buat variasi oleh-oleh kalau orang habis dari Medan. Kalau saya beli sendiri, pilihan saya masih oleh-oleh yang sudah terkenal lama. Soal selera makan, sekedar icip-icip okelah, tapi makan beneran / makan besar. Malas coba2, yang pasti2 aja. Contoh sering coba resep2 yang beredar  di socmed, kalau sukses pasti saya masak ulang tapi kalau gak sukses ya wassalam deh.  

Aqiqah anak buleĀ 

Sekedar sharing pengalaman saya. Namun karena tidak izin sohibul hajat, jadi tidak saya ceritakan detil dan tidak sertakan foto2 acara. 


Seperti lazimnya bila ingin menggelar hajatan apapun itu: walimatu ursy, syukuran khitanan, haul, syukuran milad, aqiqahan, dan acara lainnya. Undangan disebar 2 minggu atau paling telat seminggu sebelum hari H. Saya pun sudah menyanggupi akan hadir dengan 2 alasan: sohibul hajat adalah ketua pengajian bulanan dan anaknya yang menggelar acara aqiqah adalah teman dari teman-teman saya juga. Ketulan anak sohibul hajat menikah dengan WNA, namun selain muallaf, segala macam acara sejak menikah dilakukan di Indonesia dengan segala tata cara muslim. Jadi ketika hadir cucu, tentu saja wajib dilakukan dengan aqiqah. 

Rasulullah SAW bersabda: “disembelih aqiqah bagi anak laki-laki 2 ekor kambing dan bagi anak perempuan seekor kambing”. (HR. Ahmad dan Tarmidzi).

Sohibul hajat turut mengundang kelompok pengajian lain yang diikutinya. Saya sebagai tamu menyesuaikan. Mengikuti shalawatannya, surat Luqman ayat 1-30, asmaul husna, dan lainnya. Acara pengajian berlangsung satu setengah jam. Di tengah acara ada 5 hal yang menarik perhatian saya:

  1. Keluarga si bule ada yang hadir 1 orang perempuan. Turut ber-kaftan brukat dan menyelempangkan pashmina di kepala. Duduk di bawah, semua orang kalau pengajian ya duduk di bawah kecuali bila sudah sepuh. Rasanya tentu ada rasa kesemutan, wajar bolak-balik ganti posisi. Saya pun begitu. Hihi.
  2. Kelompok pengajiannya cetar membahana. Dilengkapi bulu mata anti badai, bross kristal, kalung mutiara, dan tas branded. Selesai acara eksis foto2, ternyata ada artisnya juga yang turut serta. Mungkin ini dia yang disebut pengajian sosialita. Namun saya salut, qariah nya salah satu di antara mereka bacaannya mantap harokat dan tajwidnya. Shalawatannya pakai suara 1 suara 2. Hikmat elegan.
  3. Ketika acara pemberian nama (simbolis saja sih di acara), si Ayah bule bilang: “bismillahirrahmanirrahim, I give you name …” Sesuai arahan tentunya. Hanya itu saja yang terucap.
  4. Buku tasyakuran aqiqah sayang sekali telat datang, acara sudah selesai baru dibagikan, mungkin terlupa. Untung Saya anak TPA sejak kecil hingga akil baligh jadi bisa nyesuaikan *kibasjilbab
  5. Dekorasi dan lightingnya sweet shabby chic gitu deh. Sayang banget gak bisa share foto dekorasinya. Bisa jadi inspirasi acara aqiqahan. 

Buku tasyakurannya bagus, ada beberapa poin yang ingin saya kutip:

  • Rasulullah bersabda: “setiap anak digadaikan dengan aqiqahnya, ia disembelih (binatang) pada hari ke-7 dari kelahirannya, diberi nama, dan dicukur kepalanya.” (HR. Tarmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah dari Samirah) dan banyak juga manfaat lainnya seperti mempererat silaturahmi dengan tetangga, kerabat, fakir miskin, dll. 
  • Pelaksanaan aqiqah disunahkan pada hari ke-7 dari kelahirannya. Adapun kalau belum bisa, boleh hari ke-14, 21, atau kapan saja orang tua tersebut mampu. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan (QS. Al. Baqarah : 185)
  • Banyak hikmah yang terkandung dari mencukur bayi yang baru dilahirkan. Antara lain: menghilangkan penyakit karena rambut bayi mengandung kotoran yang akan membawa penyakit, menguatkan syaraf2 sang bayi, dan mempererat ikatan dengan fakir miskin dengan mensedekahkan kepadanya.

    Karena banyaknya relasi sohibul hajat, selain saudara banyak VIP yang datang. Tak heran ada saja sapaan dari sohibul hajat ke salah satu tamu, “Waalaikumsalam, selamat datang Pak Menteri”. Jangan tanya ya bapak itu menteri apa, saya jujur gak hafal mukanya. Hehe. Berhubung acara pengajian sendiri sudah satu jam lebih, selesai acara saya langsung salaman dan kasih kado ke orang tua baru sekalian pamit pulang. Sering kali kalau acara pengajian saya rasa sudah terlalu lama dan tak bawa Teona. Saya skip acara ramah tamah (baca: makan2). Karena saat berangkat saya tinggalkan Teona dan bapaknya masih tidur siang. Jadi saya mesti cepat pulang untuk mandikan dan siapkan makan Teona. Alhamdulillah saat saya sampai Teona sedang mandi, tinggal rapikan si anak dan bersiap makan. Sebenarnya rundown acara aqiqah standar, yang sedikit tak biasa buat saya ya beberapa poin di atas saja.