Pendidikan Sholat Idul Fitri 2019

Setahun berlalu, cerita tahun lalu ada di sini. Tahun ini pelaksanaannya sedikit berbeda. Terkait dengan isue kerusuhan ketidakpuasan pemilu. Dikhawatirkan massa sudah banyak berkumpul. Meskipun Pendidikan Sholat Idul Fitri 2019 diselenggarakan 21 Mei 2019. Namun KPU sudah mengumumkan dini hari. Saat datang pagi-pagi ke sekolah, memang ada massa tapi gak yang rame buanget. Trus kakak MI (setara SD) baru pada pulang selesai MABIT (Malam Binaan Iman dan Taqwa). Sementara KB – RA baru pada datang untuk sholat ied. Kalau tahun lalu diadakan di luar sekolah, ceritanya di tanah lapang. Tahun ini diadakan di dalam sekolah.

Pendididikan Sholat Idul Fitri 2019

Kami menempati tempat sholat sambil mengumandangkan takbir. Sholat ied dilakukan sesuai aturan kemudian dilanjutkan ceramah oleh perwakilan salah satu orang tua murid. Setelahnya guru memberikan pendidikan makna sholat ied dan penunjangnya. Penunjang di sini, ketupat dan teman-temannya. Yaitu opor ayam. Kalau di Jakarta atau Pulau Jawa pada umumnya. Menu lebaran itu ketupat, opor ayam, sambal goreng (bisa ati ampela, kreni: daging giling dibulet-buletin, dan lainnya sesuai selera). Sebelum pulang, anak-anak diberikan medali karena sebagian besar anak-anak RA memang sudah berusaha menjalankan ibadah puasa, baik setengah hari ataupun full sampai maghrib. Juga anak-anak sudah bangun subuh untuk dapat melaksanakan sholat idul fitri tanpa drama. Medali tsb sebagai reward. Juga dapat box yang berisi satu ketupat, opor ayam, dan kerupuk udang. Gak untuk dimakan saat itu juga, tentu menunggu saat berbuka. Hehe.

Ceritanya menu lebaran

Ini jadi Pendidikan Sholat Idul Fitri terakhir sebagai anak TK. Diharapkan masuk SD nanti ya sudah bisa menjalankan ibadah (sholat, puasa, mengaji) dengan baik dan benar. Insya Allah. Lalu sejak kemarin sudah mulai libur lebaran. Libur dimajukan, lagi2 ya terkait hasil pemilu. Kemarin Jakarta sepiii. Yang rame yang pada demo sih. Saya memang sengaja tidak mengikuti berita di TV. Standby HP untuk pantau kerjaan dan nonton drakor. Begitu seharian sampai akhirnya WA dan medsos (IG & FB) down. Akhirnya menjelang sore melupakan HP sampai sahur tiba. Baru ON lagi katanya jam 11an malam. Skeptis amat? Saya ngurusin hidup saya aja udah ribet, males ngurusin orang/pemimpin yang saya kenal pribadi juga enggak, saudara juga bukan. Sudahlah, perbaiki diri sendiri saja dan keluarga. Jadi jangan berharap saya fanatik ke satu kubu. Mbuh ra weruh. Have a great day, people πŸ˜‰

Advertisements

Kewenangan

Tiap manusia dalam hidup pasti punya kewenangan. Ibu rumah tangga diberi Allah kewenangan memelihara rumah tangga dan anak-anak. Kemudian pegawai atau yang menjalankan profesi lepas pun punya kewenangan. Ada gak manusia hidup yang tidak punya kewenangan? Saya rasa tidak ada. Minimal memiliki kewenangan terhadap dirinya sendiri.

Kewenangan pasti ada pertanggungjawabannya dunia akhirat. Apalagi kewenangan yang bersifat merekomendasikan bahkan menentukan/memutuskan nasib orang.

Tentu saja tidak yang serta merta orang diberikan kewenangan seperti yang saya sebut di atas. Pasti ada kompetensinya juga dianggap berkapasitas untuk memikul beban kewenangan tersebut. Bila kewenangan itu dijalankan dengan baik, sesuai aturan, menggunakan akal pikiran, dan hati nurani. Tanpa mengindahkan segala hukum yang berlaku, insya Allah diberikan reward di dunia tapi juga ganjaran pahala untuk bekal di akhirat. Tapi bila kewenangan tsb dijalankan tidak sesuai yang saya sebut di sebelum ini. Misal karena berpihak pada pihak tertentu atau adanya bentuk penyuapan atau adanya kepentingan tertentu. Dengan hal tsb menjadikan salah satu pihak terdzalimi dan sudah pasti menjadikan pihak lain menjadi pihak yang dzalim. Naudzubillahi min dzalik.

Alhamdulillah saya belum pernah di posisi yang sampai harus menentukan ‘hidup mati / keberlangsungan hidup orang lain’ insya Allah. Entah ya, seingat saya belum pernah dan jangan sampai. Tapi bila ketika kewenangan itu ada di saya, memberikan rekomendasi keberlangsungan nasib orang lain. Baik sendiri atau dalam grup. Semoga Allah menjaga saya untuk dapat menjalankan kewenangan yang memang dapat dipertanggungjawabkan dunia akhirat. Misaalll sampai saya salah menjalankan kewenangan tersebut, saya harap pertanggungjawabannya dapat ditanggung saat di dunia saja. Aamiin, mudah-mudahan. Namun bila saya pihak yang benar tapi direkomendasi atau bahkan diputuskan bersalah. Semoga jadi penggugur dosa-dosa saya. Sebaliknya bila saya pihak yang salah tapi dinyatakan benar. Semoga Allah memberikan rahmat & hidayahNya agar saya menyadari untuk menerima kesalahan, berjuang memperbaiki, agar tidak mendzalimi orang lain. Kalau kamu sendiri, pernah gak memikul kewenangan yang cukup berat?

Ramadhan 2019

Memasuki hari ke-10 puasa Ramadhan tahun ini. Alhamdulillah puasa Teona semakin stabil. Awal-awal katanya “mau mati.” Saya tanya, mau mati emang gimana rasanya? Katanya, “sakit perut, pusing, laper, haus.” Baiklah, dicatat. Trus setelah buka, saya tanya lagi apakah masih terasa mau mati? Jawabnya, “udah enggak sih.” Jadi intinya energi habis pemirsa. Semakin kesini keluhan semakin berkurang, pada akhirnya waktu yang tersisa diisi dengan tidur, baca buku, menggambar, dan lainnya.

Ngabuburit menggambar
Habis mandi sore, sholat ashar, eh lanjut tidur.

Tantangan lainnya adalah saat tarawih. Ketemu teman sebaya hingga yang lebih kecil. Tantangan ini tidak hanya berlaku untuk Teona tapi ibunya juga. Karena terganggu kekhusyukan ibadahnya, kalau Teona nengok ke saya sambil kasih ‘pandangan mata konfirmasi’ yang tetap berakhir saya cuekin sih. Ya masa mau batalin sholat, selama gak acara nangis, insya Allah lanjut ajalah.

Contoh 1:

Teona sebelahan sama anak perempuan yang lebih kecil sedang sholat sambil ngedot botol susu. Trus anak itu nawarin Teona ngedot dari botol susu dia πŸ˜„ Teona karena gak kenal botol dot, tentu saja menggeleng ke anak tsb tapi trus nengok ke saya. Inti dari nengok konfirmasi itu: aku nolak lho Ibu ditawarin minum dari botol dot anak itu.

Contoh 2:

Sholat tarawih Teona membawa tempat minum bertali warna pink barbie. Ada anak laki-laki baru lancar jalan, mondar-mandir. Dia tertarik dengan tempat minum Teona yang ditaruh di depan sajadah. Anak itu mulai narik-narik tali tempat minum. Teona mulai merasa insecure, nengok ke saya. Inti dari nengok konfirmasi itu: aku gak mau lho Ibu kalo sampe tempat minum aku diambil anak itu. Beruntung anak tsb gak bawa lari tempat minum Teona, karena pasti akan dikejar πŸ˜‚

Gawat ya kan, kekhusyukan saya buyar. Ya Allah, maafin ya. Abis gimana lagi. Huhu. Maghrib tiba, saat berbuka pun Teona udah kayak di restoran, pesan ingin ini dan itu. Keinginannya sebisa mungkin diikuti sebagai reward puasanya. Bersyukur, sahur no drama. Karena saya tekankan, sudah mau SD lho. Anak SD wajib berpuasa, apalagi kalau sudah 7 tahun: sholat dan puasa itu wajib. Nanti ada masanya kalau tidak menjalankan boleh dipukul atau dihukum.

Tidak ada target tertentu sih buat anak. Tapi saya berusaha mengusahakan yang seharusnya dilakukan anak seumur dia, gak ada alasan manjain karena kasihan masih kecil. Selama hal itu masih wajar dan memang ada di syariat Islam. Waktu tidur memang berubah drastis. Namun Alhamdulillah bisa diantisipasi sesuai kemampuan saya. Gimana dengan pengalaman puasa kalian?

Niat baik & kesempatan

Niat baik

Tidak semua orang punya! Mari bicara jujur, sebaik / sesoleh apapun kita. Pasti pernah merasa malas berniat baik. Mungkin bisa bantu, tapi males aja. Kita juga gak bisa memaksa seseorang harus punya niat baik. Itu hak dia lho. Paling kita cuma bisa mikir, “andai dia punya sedikit niat baik. Insya Allah semua ini akan jadi lebih baik.” Itu menurut Anda, menurut orang itu tidak. Pendapatnya lah yang terbaik. Bebas dong. Atau rasa kapok bahkan trauma bisa mengikis niat baik seseorang. Kalau menurut saya, “jangan dengan sengaja menutup niat baik yang sebetulnya bisa muncul dari hati nurani Anda.” Kalau Anda masih punya hati nurani sih ya. Apalagi sesungguhnya Anda punya potensi untuk memberikan niat baik Anda tsb. Apapun itu, Allah maha membolak-balikan hati manusia.

Kesempatan

Sama seperti niat baik, ada orang yang mau kasih kesempatan berulang kali ada juga yang tidak. Hak dia dong. Ada yang berhati luas memberikan kesempatan berulang dan dengan sabar tak kenal lelah mengajarkan hingga tercapai seperti yang diinginkan. Ada juga yang dangkal, “gue udah kasih lo berulang kali kesempatan, sampai akhirnya gue gak bisa lagi kasih lo kesempatan.” Manusiawi. Ada pepatah, kesempatan tidak datang dua kali. Tapi menurut saya yang paling pas, “jangan bosan memberi kesempatan, bila dilakukan dengan sungguh-sungguh.” Manusia butuh kesempatan, Anda mau kasih kesempatan itu gak? Kalau mau, ganjarannya pahala. Kalau tidak mau, wallahuallam.

Saya juga bukan manusia yang baik hati, yang akan dengan mudah punya niat baik, dan memberikan kesempatan. Saya separah-parahnya manusia. Misal ada orang yang bukan lagi meminta tapi bahkan memohon niat baik saya dan minta diberikan kesempatan. Saya mungkin tidak punya alasan untuk menolak orang itu. Siapa gue??? Allah saja maha memaafkan hambanya. Meskipun buat saya, syarat dan ketentuan berlaku. Asal masih sewajarnya dan betul-betul dijalankan tanpa ada tujuan buruk kedepannya. Eh tapi ini menurut saya, si-ibu-kurang-cerdas-tapi-sok-tau. Gimana menurut pendapat kamu?

Cita-cita anak jaman sekarang

Masih related dengan post sebelumnya, saat ceremonial wisudawan kan dipanggil satu per satu. Trus disebut cita-citanya apa. Kalau jaman dulu saat ditanya, “cita-citanya mau jadi apa?” Anak-anak jawabannya standar: guru, polisi, dokter, pedagang, dan seterusnya. Zaman berkembang, lapangan kerja pun tidak lagi sebatas profesi umum yang saya sebut tadi. Saat saya kecil, sudah banyak teman yang bercita-cita jadi pengacara, penyanyi, pembawa acara, koki, pengusaha, dan lainnya. Saat acara wisuda kemarin, ada beberapa cita-cita yang menarik perhatian saya. Mungkin anak sekarang udah bisa lebih spesifik menjelaskan cita-cita mereka, seperti: dokter kecantikan, guru tari, designer, pastry chef, dan lainnya. Tidak semua yang saya anggap menarik sempat saya ambil gambarnya. Tapi ini beberapa yang saya ingat dan mendapat antusias pemirsa seperti:

Youtuber

Ini ada beberapa anak yang cita-citanya menjadi youtuber. Emang lagi hits ya kan, semacam kayak selebgram, vlogger, atau influencer. Profesi ini tentu saja menarik, berkaitan dengan kreativitas. Anak-anak jaman sekarang pun memang menyukai content kreatif kan.

Cinematografer

Ada juga yang mau jadi movie maker. Sama hal nya seperti profesi sebelumnya yang saya sebut, menarik untuk anak-anak yang hobi nonton ke bioskop lihat film dari sisi artistik dan lainnya. Bikin mereka tertarik untuk membuat hal tersebut.

Programmer

Dunia digital dan mutimedia pun pasti tidak luput dari perhatian anak-anak. Makanya ada jurusan informasi teknologi (IT). Profesi ini pun mulai booming bersamaan dengan berkembangnya dunia media sosial.

Dirut BI (Bank Indonesia)

Ini bisa jadi terinspirasi dari anggota keluarga, biasanya sih gitu. Profesi ini tidak hanya berat namun juga menjadi sorotan ya kan. Kepikiran aja tu anak mau jadi dirut BI.

Pasukan pembebasan Palestina

Ini mendapat applause paling heboh dan teriakan “Aamiin” yang membahana dari semua hadirin yang hadir. Seorang anak yang pasti tersentuh hatinya melihat saudaranya terdzalimi lahir batin. Saya aja amazed dan terharu loh. Subhanallah. Bisa kepikiran punya cita-cita semulia itu πŸ‘πŸ˜

Masih banyak profesi lainnya yang unik dan menarik. Yang bikin orang tua murid tercengang bangga dengan cita-cita anak-anak jaman sekarang sungguh semakin banyak ragamnya. Alhamdulillah, menunjukkan kalau dengan majunya jaman tapi tidak melupakan nilai luhur dan mulia. Sebetulnya cita-cita saya gak kesampean, yaitu jadi orang yang kerja di kedubes. Kenapa gitu? Gak apa-apa. Menurut saya seru. Meskipun jalan hidup saya bukan di situ tapi jadi kuli dan IRT. Sing penting halal lan barokah tho. Kalau kamu apa cita-citamu dulu?

Wisuda TK

Betul, anak TK jaman sekarang kelulusannya pake acara wisuda lho. Gak cuma mahasiswa aja. Wkwkwk. Sabtu lalu Teona wisuda TK bareng kakak MI, Mts, dan MA. Dia sudah kasih saya beberapa clue di acara tsb. Gaya banget emang. Wisuda diselenggarakan di gedung Lemhanas, Jakarta Pusat. Acara berlangsung tepat waktu. Setelah sambutan bla bla. Lanjut acara ceremonial wisuda. Dipanggil satu-satu nama anak, putera/i dari bapak dan ibu siapa, trus cita-citanya apa. Buat yang sempet ngeh medsos saya, Teona disebut cita-cita ingin jadi pilot. Ter-influence eyang kakung sih rasanya. Saat MC sebut cita-cita Teona, hadirin lumayan memberi respon baik. Trus lanjut ke performance drama musikal “miracle journey nya sekolah Teona.”

Teona Wisuda TK
Teona Wisuda TK
Ibu & Teona

Teona dan teman-teman menampilkan lagu “Allah dekat.” Teman-teman ada yang main angklung dan kolintang. Sementara Teona main electone. Terakhir para wisudawan ke atas panggung bernyanyi bersama. Lalu wisudawan RA (TK) pada turun panggung, kasih bunga mawar imitasi untuk ibunya. Saya Alhamdulillah gak mewek dong. Terharu pastilah. Keseluruhan acaranya menarik dan keren 😍Selesai acara antri foto macem wisuda mahasiswa pada foto. Ambil souvenir dan makan siang. Kayaknya baru beberapa waktu lalu saya cerita Teona masuk TK, sekarang udah lulus TK aja. Baik Teona maupun orang tua sangat menikmati masa-masa TK. Alhamdulillah.

Acara Wisuda TK
Ceremonial Wisuda TK

Tahun ajaran baru memang masih Juli nanti, terkait bulan Ramadhan, libur lebaran, dan libur tahun ajaran baru. Jadi wisuda diadakan kemarin. Karena setelah ini pun, masih ada pesantren kilat sampai tanggal 21. Karena keamanan pengumuman KPU jadi ring 1 mesti steril kali ya. Entahlah. Selesai libur lebaran setelahnya masih masuk sekitar 2 minggu sebelum libur tahun ajaran baru. Hawa – hawa libur panjang udah menjelang. Saya pribadi amat sangat antusias di bulan Ramadhan tahun ini, tantangan baru untuk bikin Teona istiqomah puasa sampe maghrib insya Allah. Kembali putar otak cari aktivitas yang bisa mengalihkan dari rasa lapar, haus, dan rewel. Selamat menjalankan ibadah puasa teman – teman semua!

Mentang-mentang

Mentang – mentang itu bahasa jawanya rumongso

Mentang – mentang itu konotasinya pasti negatif

Mentang – mentang itu jelas mengandalkan orang lain dan menunjukkan diri orang tersebut

Mentang – mentang bisa jadi boomerang dan karma untuk diri sendiri

Mentang – mentang pasti tidak ada di ajaran agama manapun

Mentang – mentang itu menunjukkan dirimu menyedihkan

Mentang – mentang menunjukkan Anda tidak punya kualitas dan tanggung jawab

Mentang – mentang rentan untuk diputarbalikan fakta oleh manusia munafik

Mentang – mentang menunjukkan isi hati dan otakmu

Pasti kita pernah mentang – mentang. Hanya saja kadarnya sedikit, sedang, atau parah? Mentang – mentang yang pernah kamu lakukan dalam konteks apa? Apa dampak terberat dari mentang – mentang yang pernah kamu lakukan? Gimana cara kamu menghindari mentang – mentang? Bila sudah terjadi, apa mentang – mentang itu sampai mendzalimi keluarga, teman, atau bahkan orang lain?