Posted in Uncategorized

Hari santri-wisuda tahfiz & baju adat Oktober 2019

Selasa, 22 Oktober 2019 di sekolah Teona ada acara wisuda tahfiz kakak kelas sekaligus memperingati hari santri. Teona sebagai anak yang baru tentu saja jadi tim hore, bersama teman-teman melantunkan shalawat badar. Untuk kalian yang familiar sama anak muslimah cantik yang sering shalawat Aishwa Nahla. Video clip dia yang jadi referensi sekolah Teona. Acara tersebut dilaksanakan di jam sekolah dan pas hari itu ada rapat yang tak bisa ditinggalkan. Jadi saya menyaksikan shalawat badar anak-anak dari video yang dishare di wagrup sekolah. Okelah buat Teona yang selama seminggu kemarin gak berhenti menyenandungkan shalawat badar 😍

Kamis, 24 Oktober 2019 untuk pertama kalinya aturan dari sekolah dimulai, setiap kamis minggu ke-4 setiap bulan wajib memakai baju adat. Berseluncur di dunia maya, ternyata gak memuaskan saya. Karena di onlineshop, banyak penjual menulis lokasi di Jatinegara. Akhirnya saya ke TKP dan ternyata tidak sulit menemukan deretan toko baju adat yang menjual baju adat anak-anak sampai dewasa. Mau yang harga berapa, model gimana, aksesoris apa juga lengkap. Gak sembarang beli dan gak sembarang capcipcup pilih baju daerah. Selain daerah asal, saya diskusi dengan Teona juga. Diskusi dengan anak 6 tahun ini banyak requestnya. Yang utama, Teona mau pakai baju adat dari asal Teona yang dia sebut kebon kosong. Betul pemirsa, kelurahan kami kebon kosong. Itu nempel banget di otak dia. Secara kebon kosong itu di Jakarta sudah barang tentu baju betawi ye kann. Dasar bocah 😅

Kalau baca di wagrup sekolah sih ada juga yang jual baju adat anak di tanah abang / Thamrin city. Tapi beruntung saya cukup ke Jatinegara. Gak perlu repot ‘ngubek’, ketemu dengan mudah aja. Alhamdulillah hari ini semua serba mudah. Begitulah cerita pekan ini dari santriwati asal kebon kosong, Jakarta Pusat. Maklumin bocah 6 tahun banyak maunya ini. Alhamdulillah sing penting bocahe ra nganggo drama seminggu kepungkur wis seneenggg ati mbokne. Selamat Jumat mubarak & selamat menyambut akhir pekan bersama keluarga tercinta 💛

Posted in Uncategorized

PTS & rapor mid semester

Buat saya pribadi, ini pengalaman pertama. Masih trial error, masih meraba-raba, masih yang ini bener gak sih metode gue? Gitu-gitu. Sebelumnya PTS itu Penilaian Tengah Semester alias UTS. Namanya ujian tengah semester trus anak kelas 1 SD pula. Mungkin buat ibu-ibu lain yang udah pengalaman, antara “halah, gampang begitu doang” sama “sudahlah saya serahkan pada guru les privat”. Kalo saya gak tipe dua-duanya, hahaha. Bingung juga ya. Secara saya kuli merangkap semua kan ya: ART, supir antar jemput, tukang masak, tukang ngomel, dsb. Jadilah saat PTS, saya jadi guru les dadakan. Buat yang follow saya di instagram, pas PTS igstory saya sering banget tentang gimana cara belajar versi saya. Belum bisa jadi panutan dan gak tau bener atau salah ya. Benar-benar sesuai kemampuan saya disesuaikan dengan kemampuan Teona.

Karena dalam sehari ada 2 mata pelajaran. Cara saya bisa dikategorikan konvensional cenderung primitif. Saya pakai 2 metode:

  1. Mengerjakan soal yang saya buat dengan tulisan tangan saya. Jadi saya baca dulu yang dipelajari selama setengah semester di pelajaran tersebut. Bagian akhir kan ada soal yang sudah dikerjakan di sekolah. Itu saya salin dengan metode acak nomor ditambah soal yang saya buat sendiri. Kenapa gak difotokopi? Kan saya mau acak soalnya lagipula udah diisi juga sama si bocah. Kenapa gak diketik aja? Tujuan saya ‘merangsang’ Teona agar tulisannya lebih rapi dan jelas. Sepele dan receh ya. Hehe.
  2. Kuis. Selesai ngerjain soal yang saya buat, biasanya baca ulang sambil saya beri pertanyaan dan dijawab tidak boleh lebih dari 5 detik. Di mana-mana ujian pake waktu kan ya.

Tiap selesai PTS, pas jemput saya tanya “bisa gak ujiannya?” Trus dijawab, “masa banyak yang soalnya mirip sama yang ibu buat loh” 😑 Pelajaran yang susah menurut saya dan menurut Teona beda. Tapi ya sudahlah, toh dia juga yang ujian. Saya kan hanya bantu aja. Tiba saat ambil rapor. Baik ibu dan bapak wali kelas memberi respon positif untuk akademiknya. Tapi penilaian di sekolah tidak hanya sebatas akademik tapi juga ada komponen penilaian lainnya. Kesimpulan saya sih, metode belajar saya cukup efektif. Tapi belum tau kalau mata pelajarannya makin susah gimana nih. Artinya metode belajar ala saya ini masih level dasar. Pe er saya masih banyak dan masih buanyak juga yang perlu saya perbaiki. Gimana dengan metode belajar ala kamu?

Posted in Uncategorized

Copas 2

Pic source: google

Copas pertama setahun yang lalu bisa dibaca di sini. Kali ini copas dari FB:

Serpihan SURGA DI INDONESIA

Musim dingin, ketika salju turun, di Eropa atau Amerika Utara, suhu bisa mencapai minus 40 derajat celsius. Artinya, kulkasmu masih lebih hangat.

Itulah saat semua tetumbuhan “mati”, kecuali pohon cemara. Itulah saatnya darahmu bisa berhenti menjadi es ketika kamu keluar rumah tanpa pakaian khusus.

Musim salju adalah ketika manusia bertahan hidup dan beraktivitas yang mungkin, tanpa bisa berjalan jika tak ada bantuan peralatan dan teknologi.Tanpa itu, mati kedinginan. Dan ada satu periode di mana salju berbentuk badai. Badai salju.Terbayang apa yang bisa dilakukan selain bertahan hidup di ruangan berpemanas.

Padang pasir. Begitu keringnya sampai sampai manusia yang berdiam di sana membayangkan sungai sungai yang mengalir sebagai surga.

Hanya ada beberapa jenis pohon yang bisa hidup dalam suhu bisa di atas 40 derajat celcius. Keringatmu bisa langsung menguap bersama cairan tubuhmu. Dan keberadaan air adalah persolan hidup mati. Sungguh bukan minyak.

Saya sungguh tidak mengerti ketika ada orang yang masih belum percaya bahwa Indonesia itu serpihan sorga.

Cobalah kamu bercelana pendek, pakai kaos dan sandal jepit jalan-jalan di Kanada ketika musim dingin. Atau jalan jalan di padang pasir. Dijamin mati.

Di sini, di negaramu, kapan saja, mau siang mau malam kamu bisa jalan-jalan kaosan tanpa alas kaki. Mau hujan mau panas, selamat.

Di Eropa Amerika paling banter kamu akan ketemu buah-buahan yang sering kamu pamer-pamerin. Apel, anggur, sunkist, pear (pir) dan semacamnya.

Di Timur tengah paling kamu ketemu kurma, kismis, kacang arab, buah zaitun, buah tin.

Di Indonesia, kamu tak akan sanggup menyebut semua jenis buah dan sayuran, umbi-umbian, kacang-kacangan, bunga-bunga, rempah-rempah, saking banyaknya.

Di Amerika Eropa, kamu akan ketemu makanan lagi lagi sandwich, hot dog, hamburger. Itu itu saja yang divariasi. Paling banter steak, es krim, keju.

Di Timur tengah?. Roti. Daging dan daging.

Di Indonesia? Dari Sabang sampai Merauke, mungkin ada ratusan ribu varian makanan. Ada puluhan jenis soto, varian sambal, olahan daging, ikan dan ayam tak terhitung macamnya. Setiap wilayah ada jenisnya. Kue basah kue kering ada ribuan jenis. Varian bakso saja sudah sedemikian banyak. Belum lagi singkong, ketan, gula, kelapa bisa menjadi puluhan jenis nama makanan.

Dan tepian jalan dari Sabang sampai Merauke adalah garis penjual makanan terpanjang di dunia. Saya tidak berhasil menghitung penjual makanan bahkan hanya dari Kemayoran ke Cempaka Putih.

Di Indonesia, kamu bebas mendengar pengajian, sholawatan, dang dut koplo, konser rock, jazz, gamelan dan ecrek-ecrek orang ngamen. Di Eropa Amerika Timur tengah, belum tentu kamu bisa menikmati kecuali pakai head set.

Saya ingin menulis betapa surganya Indonesia dari segala sisi. Hasil buminya, cuacanya, orang-orangnya yang cerdas-cerdas, kreatif dan bersahabat, budayanya, toleransinya, guyonannya, keindahan tempat-tempat wisatanya dan seterusnya. Saya tidak mungkin mampu menulis itu semua meskipun jika air laut menjadi tintanya.

Saking tak terhingganya kenikmatan anugerah Allah SWT pada bangsa Indonesia.

Indonesia ini negara kesayangan Tuhan.

Kamu tidak bisa mensyukuri itu semua?Jiwamu sudah mati.

Pesan :

Janganlah sorga kita ini kita hancurkan hanya karena syahwat berkuasa dan keserakahan ketamakan tiada batas.

Janganlah kehangatan persaudaraan yang dicontohkan oleh embah kakek opung kita dihancurkan hanya karena kita merasa paling benar dan paling pintar.

Tuhan hanya mensyaratkan kamu semua bersyukur agar sorga ini tidak jadi neraka. Bahkan andai kamu sering bersyukur maka nikmat-nikmat itu akan ditambah.

Bersyukur itu di antaranya, tidak merusak apa-apa yang sudah baik. Baik alam lingkungan, sistem nilai, budaya asli dan semacamnya.

Jika kita merusak alam, alam akan berproses membuat keseimbangan/keadilan

Politik, berjangka pendek jangan sampai merubah sorga ini jadi neraka. Jangan berkelahi.

Pandai-pandailah menahan diri seperti orang berpuasa. Jangan jadi pengikut orang-orang yang haus kekuasaan dan ketamakan luar biasa.

#copas dari rekan

Menghitung penjual dari kemayoran sampai cempaka putih. Gila sih itu, banyakkk banget pastinya. Apa lu mau ada (palugada). Jadi nikmat mana yang Kamu dustakan???

Posted in Uncategorized

Third concert

Konser ketiga ini panjang ceritanya. Berawal udah terjadwal konser tapi pas tau jatuh di hari Senin, akhirnya saya batalkan, uang direfund. Trus H – 2 saat les, terinfo kalau teman sekelas ada yang batal ikut karena pergi liburan. Trus ternyata Teona PTS hari terakhir 1 mata pelajaran saja, PKN & SBDP. Jadi saya daftar lagi, beruntung masih bisa. Di hari H alias kemarin, terinfo 33 demonstrasi yang terjadi di jadebek (hari ini pun saya dapet lg info 25 demonstrasi dan konon besok masih berlanjut. Yg heran di pdf itu tertulis ‘rahasia’ tapi kok bisa nyebar?! 🤔) Akhirnya kemarin Teona saya jemput cepat (dievakuasi ceritanya), trus ikut saya menyelesaikan urusan ‘sampah bin gengges rempes’ yang gak kelar-kelar *sigh. Jadilah saya cuti-di luar- kehendak *pret! Meskipun di saat lagi ngurus urusan ‘sampah bin gengges rempes’ itu Allah masih juga kasih Teona dan saya rezeki. Bener-bener blessing in disguise, Alhamdulillah ya Allah 🤗

Selesai urusan pret pret itu, Teona mandi dan siap-siap menuju venue di Summarecon Mall Bekasi. Konser diselenggarakan di DTW Festival alias Down Town Walk namanya. Festival kuliner tapi ada banyak komunitas apalah itu saya gak ngeh juga. Teona sempat tidur siang dan makan sore sebelum konser. Dapat urutan ke-4 pas banget sebelum break sholat maghrib. Kali ini Teona dan teman-teman membawakan lagu ‘London Bridge’. Pas banget memang Teona suka lagu itu. Seperti konser sebelumnya suporter Teona ya keluarga saya. Alhamdulillah pada sayang cucu dan sayang ponakan. How lucky Teona, Alhamdulillahirabbilalamin ❤

Kami memang gak mengikuti acara konser sampai selesai. Meskipun di jadwal sebelum pukul 19.00 acara sudah selesai. Kami sholat maghrib trus pulang. Karena terinfo tol dalam kota (dalkot) ditutup. Meskipun kami gak lewat area kerusuhan, tapi memang sudah rencana cari jalan alternatif selain tol dalkot. Bersyukur kami sama sekali gak ketemu sana demonstran. Jadwal konser tahun ini sepertinya sudah selesai. Cerita konser sebelumnya ada di sini dan di sana. Tinggal fokus menghabiskan sisa semester hingga akhir tahun. Semoga lancar semua. Aamiin. Stay safe ya, semua. Mudah-mudahan suasana cepat kondusif lagi. Selamat menutup hari ini dengan penuh rasa syukur dan bahagia #bukankebahagiaansemu #watchoutyourcangkem