Sebaik-baiknya penunjuk

Pernah gak ada orang yang berniat menyingkirkanmu tapi Tuhan gagalkan rencananya?

Pernah gak ada orang yang merasa telah melakukan yang terbaik tapi Tuhan tunjukkan kebusukannya?

Pernah gak ada orang yang benci kita dengan alasan yang sangat mengada-ada sehingga membuat orang tertawa karena sebab yang konyol?

Pernah gak ada orang yang membela dengan segenap jiwa raga lahir batin padahal yang dibela itu salah dan picik?

Pernah gak ada orang yang amat sangat membenci orang lain sampai hal yang paling berharga terkalahkan?

Pernah gak merasa tidak adil dengan kondisi yang kamu alami dan berusaha sendiri mencari solusi tapi orang memandang remeh?

Pernah gak ketika berada di titik terbawah orang terdekat meninggalkanmu?

Pernah gak ketika merasa sendiri, sedih, sepi. Tapi bahkan orang yang kamu harapkan sedang bersenang-senang di atas penderitaanmu?

Pernah gak saat kamu berprasangka baik ke orang tapi justru hal buruk yang tidak disangka datang padamu?

Pernah gak ketika didzalimi merasa ingin membalas berkali lipat lebih jahat?

Pernah gak kesialanmu menjadi rasa penuh syukur bagi orang lain?

Pernah gak merasa harus benar-benar bersabar menghadapi manusia munafik tanpa kamu sanggup mengabaikannya?

Pernah gak ternyata tertipu dengan pencitraan orang yang penting di hidupmu?

Pernah gak terperosok ke rasa yang paling terbawah sementara ada orang yang bahkan ingin kamu segera terkubur hidup-hidup?

Mudah-mudahan kita jangan sampai jauh/dijauhi/menjauh dari sebaik-baiknya penunjuk. Mudah-mudahan kita diberi usia panjang untuk melihat yang terjadi pada yang bahagia di atas derita kita. Mudah-mudahan niat baik, pantang menyerah, dan kasih sayang tidak dihilangkan dari hati nurani kita. Terpenting dari semua itu, mudah-mudahan kita diberi anugerah maaf/dimaafkan/memaafkan dari Yang Maha Kuasa. Wallahuallam bisawab.

Advertisements

Milad majelis taklim yang kelima

Alhamdulillah wa syukurilah. Pengajian ibu-ibu majelis taklim di tempat tinggal saya memperingati milad kelima 🎉 Kalau tahun lalu milad keempat dan milad ketiga bisa dibaca ulang ceritanya. Milad kelima ini lebih meriah lagi. Sohibul hajat mengajak kami untuk piknik-belajar-makan siang-eksis bersama di Griya Allira Cafe. Seperti milad tahun lalu, tahun ini pun seragaman dan saya masih ditunjuk jadi pembawa acara amatiran dadakan. Ini sebenernya karena saya paling muda, jadi gak bisa mengelak. Ikhlas aja, biar jadi pahala *Aamiin. Bersyukur acara berjalan sesuai rencana, no ngaret no meleset. Pembukaan, shalawatan, sambutan sohibul hajat, tausiyah + kuis, doorprize, makan siang, trus foto-foto. Beruntung acara pas tanggal merah hari raya nyepi. Jadi lalu lintas Jakpus ke Tangsel lancaarrr. Jamaah pun tepat waktu dan sangat kooperatif. Sehingga acara berjalan lancar.

Tausiyah-nya seru, kuis-nya pertanyaannya gampang gampang susah. Alhamdulillah saya bisa jawab satu pertanyaan, si mbak MC dapet hadiah deh *rezeki istri solehah. Doorprize-nya banyak jadi makin ruame. Makan siangnya nikmat dan sesi foto-foto berjalan tertib dan menyenangkan. Me time banget buat emak-emak. Ribetkah ngurus persiapannya? Gak juga sih. Selain udah ke sekian kali, trus koordinasi satu sama lain berjalan baik. Saya ajak Teona dan dia gak rewel dong 👏👏 Milad tahun lalu saya ajak ibu saya, yang kemarin kami berdua aja. Alhamdulillah aman no rewel. Udah 5 tahun, udah semakin paham dia. Secara ikut pengajian ini sejak masih menyusui. Sampe ibu-ibu jamaah familiar dan hafal sama Teona. Karena hari gini di tempat tinggal kita ada majelis taklim, menurut saya sih langka ya. Tempat tinggal saya itu rata-rata multi etnis. Jadi saya merasa beruntung bisa gabung di majelis taklim meskipun sebulan sekali tapi solid. Kalau kelak kita meninggal, insya Allah yang nolong kita saudara tetangga sesama muslim ya kann.

Acara berakhir sesuai jadwal, perjalanan pulang pun lancar. Barakallah acara berjalan sukses. Jamaah terhibur dan sohibul hajat tampak ikhlas sepenuh hati. Teona pun tidur sepanjang perjalanan pulang. Pengajian kami ini awalnya bertempat di sohibul hajat, karena jamaah semakin bertambah mulai tahun lalu jadi ke aula besar tempat tinggal Kami. Undangan yang awalnya hanya di wagrup atau japri. Sekarang ditempel, siapapun boleh hadir meskipun dari luar tempat tinggal Kami. Harapan kedepan akan semakin solid, memperkuat ukhuwah islamiyah, silaturahmi, dan tentu saha berkah dunia akhirat. Aamiin. Kamu ada cerita kelompok pengajian atau majelis taklim di tempat tinggal kamu?