Banjir

Karena sudah masuk musim hujan, dengan intensitas curah hujan yang sering. Maka kota Jakarta pun siaga. Bukan hanya frekuensi hujan saja, tapi juga ‘banjir kiriman’. Kemarin pagi, jalanan lebih macet. Ternyata beberapa ruas jalan banjir hingga ada wilayah yang terendam banjir ditutup karena gak bisa dilewati. Oh saya lagi gak bahas kinerja gubernur, biarlah bekerja sesuai kompetensinya. Kalo saya berusaha sebagai manusia saja. Karena menurut saya, dua dari sekian persoalan adalah sampah dan resapan air.

Sampah

Rasa-rasanya udah banyak yang membahas soal sampah. Kalau saya pribadi, mencontoh dan mempraktekan beberapa hal :

  • Di rumah orang tua, seluruh warga komplek dikenakan iuran sampah setiap bulan. Jadi seminggu tiga kali ada truk sampah yang angkut sampah di tiap rumah.
  • Di rumah mertua, mengelola sampah sendiri dengan membakar atau mengubur. Macam contoh di buku IPS / mulok jaman dulu.
  • Di rumah salah satu tante, sampah yang dihasilkan dibawa sendiri ke penampungan sampah terdekat.

Jadi gak ada cerita sampah dibuang sembarangan atau gak ngurus sampah. Bayar iuran sampah atau kelola sampah sendiri.

Resapan air

Duhh, ini masalah pelik baik di kota maupun di desa ya. Di kota, saking semua mau dijadikan pemukiman / perkantoran / industri. Di desa pun, lahan yang tadinya sawah banyak yang jadi pemukiman. Hutan dibabat untuk jadi lahan industri dan lainnya. Tanpa memikirkan untuk menanam kembali atau minimal mengatur resapan air. Bahkan resapan air ini pun dilupakan terlupa. Semakin meningkat UKM dengan adanya toko / kios di kanan kiri jalan. Sebaiknya dipikirkan juga kalau hujan air mengalir kemana? Masa jalanan jadi kubangan air, tinggal piara kudanil dong.

Salah pemprov / pemkot / pemda? Kalo kita lihat lingkungan sekitar seperti itu dan diam saja, tentu kita punya andil salah. Trus gimana? Kalo saya sih sejak pemerintahan lalu lapor ke qlu3 *ini masih reliable gak sih??? Soalnya saya udah uninstalled karena laporan saya berkali-kali tidak ditindaklanjuti. Sejak kapan? Yaahh, gitu deh *males bahas *ntar disangka menyebar kebencian. Dulu laporan saya berkisar : sampah, PKL, hingga macet akibat penutupan jalan permanen. Saya jadi lumayan deg-deg an lihat Jakarta yang kalinya mulai meluap. Akibatnya jalanan pada ditutup sehingga macet dan tentu saja selamat datang pengungsi banjir. Di beberapa titik mulai begitu, semakin cepat diantisipasi, semakin baik usaha mengendalikan banjir.

Published by Frany

Jakarta - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

6 thoughts on “Banjir

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Frany Fatmaningrum…

    Didoakan sentiasa sihat bersama keluarga dalam rahmat Allah SWT. Saya setuju bahawa setiap diri kita perlu sedar akan tanggungjawab dalam kebersihan terutama sampah. Selain itu kita juga mesti bekerjasama dengan pihak berkuasa tempatan dalam menjaga kebersihan alam sekitar supaya maslaah banjir yang melanda di musim hujan bisa diselesaikan.

    Tentang satu contoh yuran sampah, itu sama di tempat saya, Kami membayarnya bersama dengan caj akses perumahan yang dibayar 2 kali setahun dan sampah di ambil juga 3 kali seminggu. Biasanya mereka bekerja seawal jam 4.00 pagi agar tidak mengganggu lalu lintas di awal pagi kerana masa itu orang sibuk ke sekolah.

    Semoga semuanya baik-baik ya mbak, banjir ini selalu membuat kita susah hendak kemana-mana.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    Liked by 1 person

    1. Waalaikumsalam wr. wb Bu Hajjah Fatimah.
      Aamiin ya robbal alamin. Doa yang sama untuk Bu Hajjah sekeluarga. Semoga kalaupun banjir tidak parah dan masih bisa dikendalikan. Yang terpenting tidak jatuh korban jiwa. Aamiin.
      Salam hangat dari Jakarta Pusat 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: