Ngelayap weekend kemarin

Udah balik kerja, weekend malah ngelayap, sendirian lagi! Istri dan Ibu macam apa saya ini. Santai bro/sis. Saya cukup bertanggung jawab kok. Pulang kerja, tentu ajalah urus Teona full. Nah, weekend tuh saya pasti masak. Kebetulan weekend kemarin saya ada acara berturut-turut. Jadi setelah mendapat restu dan izin suami. Selesai sarapan langsung masak untuk makan siang dan malam plus jus atau es buah. Teona? Ya dijaga bapaknya, kan minggu kemarinnya lagi bapaknya keluar kota, gantian ya, Pak 😝

Sabtu sore habis ashar saya jalan. Teona ikut bapaknya sholat ashar di musola, demi menghindari drama. Sabtu kemarin itu ternyata mendung hujan, saya hadir di undangan temen kuliah yang rock n roll banget. Orang tua temen saya (mempelai wanita) lagi dalam proses permanent resident di US, jadi pemberkatan anaknya disaksikan lewat skype. Resepsi di salah satu restoran asik di tengah kota Jakarta, tapi karena cuaca hujan yaa gitu deh. Tapi tetep seru dan berkesan. 

Minggunya, sama seperti Sabtu, habis sarapan saya masak. Early lunch, biar bapaknya bisa ajak Teona sholat ke musola. Lagi2 demi menghindari drama. Saya dan ibu2 temen sekolah Teona cuci mata ke IKEA. Yes! Ketinggalan jaman banget baru ke IKEA. Tapi keren ya IKEA, saya pun tergodalah beli2 yang diperluin. Lumayan selektif milih yang mau dibeli, mengingat harganya juga kan ya. Semua orang pasti udah ke IKEA, jadi saya cuma mau liatin beberapa spot yang menarik perhatian saya. Tentu semua menarik perhatian, tapi ini menarik versi saya aja sih.

Menurut saya ini bisa dobel sekat, menurut saya loh ya.

Ini juga keren, memaksimalkan spot untuk storage.

Simply sweet ya.

Saya selalu suka sofabed, dua kali beli, always love it!

Menurut Saya ini asik modelnya


Tampak depan, ala2 meja bar gitu ya.

Tampak belakang, super cool!

Tempat nyimpen vacuum nya tersembunyi yaa.

Ini mencuri perhatian saya banget.

I know, kok bisa kreatif gini sih ?!

Man walking closet, keren abisss.

Foodcourt

Nasi uduk, nasi ulam, sampe yang western macem steak juga ada.

Habis bayar kami masih beli hotdog dan ice cream cone dong. Beli es nya pake koin macem di permainan anak2 *norak. Serius, IKEA ini kreatif dan keren abis, simpel tapi lucu. Enak diliat dan homey banget. Ada yang emang kami mau bikin buat Teona, udah contek dari internet trus beneran diliatin bener2 pas nemu di IKEA kemarin. Kalo uang saya gak berseri, pastilah udah saya borong semua yang lucu. Haha. Kalap!

Advertisements

Kasus pada anak


Saya bukan psikolog atau ibu yang sempurna. Tapi yang akan saya bahas, murni dari sudut pandang saya yang tentu saja belum tentu benar dan disetujui orang tua lain. Pola asuh anak beda-beda, no offense. 

1. Si anak perempuan yang pintar. Semangat, dan rajin sekolah. Tidak sengaja kena pukul teman laki-laki di sekolahnya. Lalu mendadak mogok sekolah dan butuh waktu untuk dibujuk agar mau sekolah lagi.


Susah2 gampang menghadapi tipe anak macam ini. Tapi tentu saja hal ini alamiah. Karena hal2 kayak gini bisa akan ditemui kedepan nantinya. Jadi kalo saya di posisi si ibu, saya akan berunding dengan suami untuk mencari solusi dan bersama mengatasinya saat anak di sekolah. Artinya, orang tua mesti mencurahkan perhatian lebih dengan berkorban cuti beberapa hari sambil dilihat perkembangan trauma si anak. Anak laki-laki agresif dan aktif itu biasa. Tapi akan luar biasa jika mengganggu dan menjadikan anak lain korban. Bahkan orang tua anak laki-laki itu sulit mengendalikan anaknya.

2. Seorang anak jago pencitraan alias di depan orang tua baik tapi kenyataannya si anak tak terkendali kelakuannya. Pengasuh atau pihak keluarga yang turut mengawasi tak punya kapasitas untuk ‘menertibkan’ si anak.



Mencegah kerusakan perkembangan si anak dan kesalahpahaman. Kelakuan si anak tersebut wajib segera ditindaklanjuti oleh orang tua, tugas orang tua lah yang menertibkan anaknya. Karena golden age adalah masa pembentukan karakter dan watak si anak. Sadar akan perilaku anak yang mencemaskan, si ibu akhirnya resigned demi ‘membenahi’ anak. Good choice. 

3. Seorang ibu religius, pintar dalam teori parenting. Tidak pernah sama sekali marahin anaknya, karena prinsipnya anak dibiarkan semaunya. Akibatnya si anak di sekolah nakal, bahkan menurut teman si anak tersebut. Anak tersebut kalo main, cenderung kasar. Pengalaman main di rumah saya, anak ini diam tapi gratakin barang. Barang Teona yang cukup mahal, rusak olehnya. Cukup deh, saya blacklist. 


Dengan kerendahan hati, saya tidak percaya ilmu parenting. Karena ilmu parenting berkiblat ke barat, sementara kita budaya timur. Parenting barat atau parenting timur pun sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kondisi tiap orang tua dan anak pun berbeda. Buat saya, yang penting tidak melanggar norma agama, norma sosial, dan kewarasan dalam suatu pola asuh. 

4. Seorang anak laki-laki entah kenapa beberapa kali kalau bermain sampai menyakiti anak laki-laki lainnya. Mungkin tidak sengaja, namun lumayan tindakannya, seperti cakar hingga berdarah atau tendang hingga membekas. 

Semua kasus2 yang saya jabarkan, poin utamanya memang didikan orang tua. Tidak bisa lho kita bilang, “masalah anak2 jangan ditua-in, anak2 berantem sebentar ntar juga main bareng lagi.” BUKAN ITU POINNYA, KALO BERAKHIR DENGAN MEMBUAT ANAK LAIN LUKA PERMANEN ATAU CACAT, GIMANA?  Di situ peran orang tua mendidik anaknya. Gak bisa ‘entengin’ begitu aja. Saya paling gemes denger orang ‘entengin’ kayak gini, ngajak debat banget. 

Tiap orang tua tentu memiliki pola asuh yang berbeda dan sah saja. Selama tidak semena-mena hingga bikin anak mati atau anak jadi sakit jiwa. Bagi orang tua yang bilang mendidik anak itu mudah, Anda hebat! Tapi bagi yang kewalahan didik anak sampai-sampai Anda di bawah kendali anak Anda. Wassalam aja deh. Baiknya di tengah lah, lembut tapi tegas. Anak tau aturan. Itu tujuan pola asuh yang ideal, gak bisa bebas parah tapi gak bisa juga dikungkung. Tenang, saya juga suka khilaf dan terus diingatkan suami untuk terus memperbaiki cara mendidik anak kok. Jadi gak perlu saling menghakimi, karena jadi orang tua gak ada sekolahnya ✌

Bogor, 22 Oktober 2016

“Jalan-jalan ke Bogor yuk!” Kata ibu muda beranak satu tetangga saya. “Sama XXX dan mamanya juga” lanjutnya. Saya berpikir sejenak. Saya setujui karena bapaknya Teona kebetulan Jumat-Minggu dinas keluar kota. Jadilah jam 9 pagi kami bertiga + 3 anak kami. Menempuh perjalanan selama satu jam, tujuan pertama kami Kuntum Nurseries (Taman Kuntum) terletak di jalan raya tajur No. 291 Sindangrasa, Bogor Timur, Jawa Barat. Ternyata tidak sulit ditemukan karena letaknya di pinggir jalan. Harga tiket masuknya Rp. 40.000,- untuk anak di bawah 2 tahun free. Kemudian pengunjung dipinjamkan topi caping, untuk anak dan dewasa. Lalu kami membeli pakan ternak yang semua harganya Rp. 5.000,-, seperti:

  • Pakan daun2 dan wortel untuk kambing dan kelinci.
  • Pakan jagung kering untuk ayam, burung, dan bebek. Ha
  • Pakan rumput untuk sapi
  • Susu yang ditampung dalam botol dot susu bayi untuk kambing

Setelahnya kami berkeliling, anak2 sibuk memberi makan hewan ternak. Awalnya anak2 takut dan geli. Tapi lama2 mereka menikmati bergaul dengan hewan2 ternak. Kami sempat turun ke area bawah untuk naik kuda, sayangnya jam 12.00 – 13.00 para kuda sedang istirahat. Kami lanjut memancing ikan, pinjam alat pancing sudah termasuk umpan (makanan ikan) sebesar Rp. 15.000,-. Ini pengalaman Teona pertama mancing pakai alat pancing, dia happy banget. Makin happy karena saya berhasil bantu tarik pancingan dan mendapat 4 ekor ikan: 3 ikan mas dan 1 ikan mujair(sebenernya 6 ikan tapi yg 2 ekor kecil2 banget, saya suruh lepas lagi). Tambah happy banget Teona. Satu kilo ikan dikenakan biaya Rp. 40.000,- dan hasil pancingan Teona sekilo lebih 3 ons tapi tetap dihitung sekilo! Yeayyy. Sementara dua anak tetangga gak dapat ikan tapi untung ga ngambek. Kita bisa minta ikan untuk dibersihkan dan dipotong sesuai keinginan. Karena saya gak mau bawa ikan hidup. Setelah mancing kita melanjutkan perjalanan.


Tujuan berikutnya makan siang. Tetangga saya rekomend makan di resto Kabayan, sampai di sana ternyata tutup. Entah mungkin sudah bangkrut kali ya. Sederetan di jalan itu ada dua resto: 

  1. Momo Milk, menjual hasil olahan susu. Makanannya steak, burger, dan pasta2 gitu.
  2. Kedai Kita, menjual Indonesian, oriental, hingga western food.

Kedua resto di atas letaknya berhadapan yang berlokasi di Jl. Kantor Pos, belakang hotel Amaris, Bogor. Dekat dengan hotel Pakuan, Bogor. Sayang kedua tetangga tidak sreg dengan pilihan menu. Akhirnya diputuskan kami ke SKI saja. SKI adalah one stop shopping and recreation, berlokasi di Jalan Pengairan Katulampa No. 6, Bogor. Sampai SKI, kami langsung makan. Saya dan Teona memesan laksa Bogor dan batagor. Lalu ibu2nya belanja tas karena memang sentra penjualan tas, saya pun iseng beli satu karena lagi gak butuh2 amat. Lanjut ke permainan anak2 masih di area SKI. 

Wahana pertama yang menarik perhatian kami adalah bola air yang dikenakan biaya Rp. 30.000,- untuk 10 menit. Saya dan Teona masuk ke dalam bola plastik yang masih kempes, kemudian diisi udara dan digelendingkan ke kolam yang berisi ikan2. Ini pengalaman pertama kami dan Teona superrr duperrr happy!!! Saya bergerak2 dan Teona terguling-guling. Dia girang luar biasa. 


Wahana kedua, flying fox yang dikenakan biaya Rp. 20.000,- untuk 2 kali flying fox. Teona karena memang senang dan sudah berkali-kali mencoba flying fox tentu saja seneng banget. Wahana ketiga yang kami coba, naik kuda poni dikenakan biaya Rp. 30.000,- selama 10 menit. Dia suka bangettt. Tahun lalu, Teona pernah juga naik unta dan happy juga. Jam 5 sore kami balik dari Bogor menuju Jakarta. Anak2 sudah capek tapi tentu saja senang, termasuk emak2nya juga. 


Oh ya, jangan kira no drama tantrum ya. Tentu ada dong, namanya juga bawa balita2. Tapi dengan kekuatan kesabaran kombinasi ketegasan ibunya. Segala drama untuk mengatasi tantrum anak masing2 bisa diatasi. Tiga ibu2 ini menyebut perjalanan kami mini super field trip. Saya belum pernah jalan bareng dua tetangga, baru pertama ini gabung. Tentu saja kami kepikiran mengatur playdate selanjutnya. Hoho. Saya senang karena dua tujuan kami di Bogor, sama2 kids friendly. Dibanding arena permainan di mall, ke tempat2 begini justru saya lebih suka. Outdoor, membumi, berinteraksi dengan orang, menerima cuaca (panas atau hujan), pokonya lebih berwarna. Secara pribadi, saya amat merekomendasikan kedua tempat tersebut untuk dikunjungi. 

Persahabatan laki-laki dan perempuan

Ada yang percaya persahabatan antara laki-laki dan perempuan? Saya angkat tangan tinggi-tinggi. Saya sudah membuktikannya. Saya punya sahabat laki-laki sejak TK sampai sekarang, berarti sudah 27 tahun kami bersahabat. Kami satu sekolah: TK, SD, SMP, dan kuliah. Hanya SMA yang beda, itupun teteplah satu peer group. Sahabat perempuan yang bertemen lama pun ada banyak, tentunya karena satu komplek plus satu sekolah juga. Biasanya laki-laki naik turun bertemennya tapi sahabat laki-laki saya ini enggak loh. Ada juga sahabat laki-laki lain tapi saya paling deket sama yang sejak TK ini. Ketika saya dekat sama bapaknya Teona, sahabat laki-laki saya ini mendukung banget. Sampe sekarang malah bapaknya Teona yang sering tanya kabar sahabat saya ini. Sahabat saya ini pun tipe yang ‘senggol dikit curhat’. Semua2 tentang saya dan semua2 tentang dia kami sama2 saling tau. Udah paham banget deh kalo lagi badmood mesti ngapain.


Saya dan beberapa sahabat punya adik yang juga sebaya! Jadilah kakak2nya bertemen, adik2nya pun bertemen. I super duper loved my childhood!!! Soalnya seru, jaman tahun 90-an ketika SD – SMP, jaman tahun 2000-an ketika SMA dan kuliah. Bener2 precious memories. Kalo di film cerita sahabat antara laki-laki dan perempuan berakhir love story. Di kehidupan nyata terdekat, saya sih gak ngalamin. Temen ya temen, pasangan ya beda lagi. Karena sudah membuktikannya, saya percaya adanya persahabatan sejati antara laki-laki dan perempuan. No rules, murni curhat tanpa pake perasaan, seru2an bareng, susah senang pun bareng, keluarga saling kenal, dan percaya anaknya pada main bareng. Waktu kuliah, terakhir genk saya dua orang laki-laki. Mereka manut aja kalo saya suruh2 perintah ini itu. Haha. Sahabatan sama laki-laki atau perempuan punya keseruan masing-masing. Jadi kalo ada yang gak percaya persahabatan laki-laki dan perempuan. Mungkin Anda punya pendapat atau pengalaman sendiri. Tapi buat saya, persahabatan baik dengan laki-laki atau perempuan punya keseruan yang berbeda tapi sama-sama seru abis! :mrgreen:

Start working mom

Belum yg full kerja sih, masih freelance, tapi Alhamdulillah rezeki datengnya gak disangka-sangka. Setelah hampir empat tahun meninggalkan dunia kerja, saya mulai meraba-raba lagi nih, semoga aja gak blank. Doakan saya ya! Bismillahirrahmanirrahim. 

Bakery favorite Klaten – Solo – Salatiga

Tiap mudik, selain wisata kuliner khas daerah tersebut, tidak lengkap rasanya kalo gak beli cemilan yang berbentuk roti. Yes, buat saya roti masih jadi pilihan cemilan atau kudapan. Apalagi roti adalah cemilan untuk selama di perjalanan yang cukup ‘mengganjal’ perut ya kan?! Mengingat perjalanan antar kota yang kalo weekend macetnya ngalah-ngalahin Jakarta. Karena kangen roti2an ini, maka sedikit saya bahas. 

Berikut ini adalah pilihan bakery favorite saya yang kalo mudik udah pasti disinggahi:

  1. Roti Muntjul, Jl. Raya Pemuda, Klaten. Ini udah tersohor banget sejak saya kecil. Semua roti bahkan sampe minuman sarsaparila nya juga enakkk. FB nya: toko roti muntjul.  Roti semir bungkus kertas putih, jadul tapi endeusss. Rasanya sejak saya kecil sampai sekarang tak berubah.                               
  2. Roti Kecil, Jl. RM Said No.146 Punggawan, Banjarsari, Solo. Jadi ini rekomendasi saudara yang ternyata cocok di lidah saya. Roti semir-nya juga enakkk.              
  3. Roti Wonder, Jl. Semeru No. 11 Salatiga. Termasuk bakery inipun saya mengakui kelezatannya. Rotinya lembut, bagelannya pun gurih. Favorit saya di bakery ini roti isi daging yang wangi dan rasanya mantap. Semua pic diambil di Google

Kenapa Jogja sama Semarang gak ada info bakery? Ke Jogja tentu beli bakpia dan ke Semarang tentu beli bandeng Juwana. Hoho. Mungkin pastilah ada bakery2 lezat di daerah yang dilewati lainnya, tapi saya rekomend yang sering saya beli dulu aja, biar valid. Jadi, roti cemilan kan? *tetepngotot

Transmart Carrefour, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Transmart Carrefour di Cempaka Putih, tepatnya sebelah RS Pertamina Jaya, di jalan raya bypass. Sebenarnya lokasinya tetap sama, hanya sempat renovasi beberapa waktu berkaitan dengan perubahan nama dan fasilitas. Sebenernya saya jarang ke Transmart yang di sini, ke cabang lain juga kalo pas lewat aja. Intinya bukan yang sering saya datangilah. Nah, minggu lalu tetangga ajak jalan ke transmart carrefour di cempaka putih. Karena dekat dengan tempat tinggal yowis kesitu bawa bocah2. Bedanya yang sekarang dengan yang dulu? Pegawainya lebih sigap dan service excellent. Lebih bagus sarana dan prasarana. Tetangga saya bawa 2 anak (salah satunya bayi) + 1 pengasuh. Trus saya ya sama Teona. 

Jadi lantai 1 full tenant resto2 hits, atm center, apotik, valas, ada salon juga. Lantai 2 tenant kosmetik dan 3 transmart carrefour. Lantai 4 kids city dan ada nursery room juga,  seperti arena bermain di mall. Catatan: nursery room nya gak ada wastafel seperti di bandara atau mall pada umumnya, jadi siapkan tisue basah. Bermain di kid city bisa beli kartu trus isi ulang untuk tiap kali main *nambah lagi deh kartu aneka mainan di mall *tepokjidat. Jadi tiap wahana permainan, rate nya 20.000 – 25.000 dengan durasi 4 menit. Wahana softplay 50.000 untuk satu jam permainan. Untuk mainan naik pesawat2an, hewan2nan, dan semacamnya dikenakan 4.900. Teona saya lepas main tanpa mesti saya ikut main wahana. Pertama, pendamping tentu aja dikenakan biaya lagi. Kedua, kalo saya danpingi jadi gak bisa foto2 dan videoin Teona. 


Selesai main, lanjut belanja di transmart carrefour. Oh ya, ruang tunggu di informasi disediakan sofa yang nyaman. Nilai plus di mata saya, di ruang tunggu tersebut disediakan air sirup, kita tinggal tuang sendiri di gelas yang telah disediakan dan setoples biskuit. Jadi buat yang nunggu gak garing amat. Supermaket besar menang di buah dan bahan segar. Kadang juga produk2 luar dan promo produk lokal. Konsep transmart carrefour ini one stop shopping, belanja sambil momong anak, pokonya jajan deh. Kalo saya sih wanti2 ke bapaknya Teona gak terlalu sering ke arena bermain di mall, alasannya takut kecanduan dan merasa jadi suatu kewajiban mesti kesitu. Balik lagi karena saya gak dididik begitu jadi gak mau didik anak saya begitu. Terlepas dari semua yang saya bilang tadi, kesan saya: menyenangkan dan memuaskan. 

Transmart Carrefour Cempaka Putih

Jl. A. Yani 83 

Cempaka Putih, Jakarta Pusat