Posted in Uncategorized

Teori, pernyataan, pendapat yang 😪

Disclaimer: postingan ini murni uneg-uneg, pendapat kontra, tanpa adanya unsur riya’, nyindir, apalagi ngajak ribut.

Beberapa waktu lalu di media sosial bahkan status teman-teman baik. Banyak yang memberikan pendapat, setuju dengan teori atau apalah namanya itu. Bahwa karena hamil dan menyusui. Atau mengurus anak sendiri-lah ya intinya. Menjadikan dirinya bego, lemot, bodoh baik secara akademik maupun keseharian. Saya pun sempat diskusi dengan teman baik yang pro dengan pernyataan / pendapat tersebut. Juga menyimak dengan seksama narasumber seorang dokter yang menuliskan teori disertai sumber yang mendukung. Intinya, saya tidak mendukung alias kontra. Kenapa?

Meskipun hanya sekali yang benar-benar seutuhnya: hamil, menyusui ASI eksklusif selama 21 bulan, menjadi ibu ASI bagi 8 anak lainnya. Dari full IRT sejak April 2013 – Agustus 2016. Hingga kembali bekerja lagi. Saya dengan sangat sadar didukung orang-orang yang memang tulus ikhlas sehari-hari ada di sekitar saya. Bukan yang raganya tiap hari ada di samping saya tapi ternyata tidak dengan tulus ikhlas. Saya sampai tanya ke mereka. Saya mungkin bukan orang yang rajin, apik, resik. Tapi selama hamil saya masih bekerja full time. Saya tidak kemudian menjadi bego, lemot, bodoh dalam bekerja. Meskipun full mual muntah selama 9 bulan, saya tidak jadi tolol. Pun menjadi IRT full time, tidak menjadikan saya yang planga plongo dongo. Juga karena saya manusia bad temper juga tidak menjadikan saya trus jadi merasa terkukung otak gak bisa mikir.

Inti dari diskusi saya dengan teman baik bahkan dokter di medsos itu kayak yang, “kasian banget sih wanita, udahlah hamil, menyusui, dst. Trus mendadak jadi bego dengan kambinghitam yang sadis. Apa iya segitu parahnya? Apa iya hal tsb berlaku untuk semua wanita? Kalau iya, ngenes ih!” Alhamdulillaahhh, ternyata ketemu dengan sahabat yang meskipun tidak sefrekuensi tapi dia pun merasakan hal yang sama persis dengan saya. Oh tentunya temen saya jauuhhh lebih gemilang dari saya dalam segala hal ya, esp akademik S-1 sampai S3 dari UI gitu lohh. Gak mungkin berotak cetek dong ya. Darinya saya amat sangat sepakat, bahwa teori, pendapat, pernyataan yang ramai-ramai disetujui bahkan diaminkan para wanita itu TIDAK BENAR adanya.

Sudah dapat izin dari sahabat saya untuk taruh postingan dia di sini

Congratulation. I am so proud of you.

Kalo lo pinter ya pinter aja apapun kondisinya. Begitupun sebaliknya. Itu mutlak adanya. Soal bentuk fisik balik lagi relatif-lah ya. Meskipun ada sih tolak ukur umum yang bahkan kemudian berkembang menjadi inner beauty pret itulah. Jangan salahkan proses yang terjadi di dirimu. Kalau merasa trus jadi bego, ya gak usah hamil, menyusui, dst. Mungkin dengan begitu para wanita bisa menjadi lebih superior. Apapun alasannya, mau kesetaraan gender apalah itu. Oh ya, ini juga loh saya sebenernya gak ngefans atau simpatik sama pasangan artis ini. Tapi ada satu pernyataan yang saya setuju meskipun mereka juga bukan yang religius. Bahwa setinggi istri, ketika bersama suami menurunkan serendah-rendahnya diri. Udah begitu aja belum tentu dinilai baik tapi di agama saya sih diajarinnya gitu ya. Saya gak tau jadi manusia liberal itu gimana hukumnya di agama? Yang jelas merasa diri superior gak menjadikan manusia tsb sempurna.

Gilaaa, kayak abis buang air besar bikin postingan ini. Legaaa. Haha. Jadi maksud lo teori, pendapat, pernyataan itu kayak kotoran? Yaaa, gitu deh. Kan saya kontra nih. Silakan aja buat yang pro, saya gak ngurus juga. No hard feeling. Gimana dengan kamu, kamu pro apa kontra nih? Kenapa sebabnya? Yang pro boleh loh komen, feel free ajah 😉

Posted in Uncategorized

Legalisir ijazah & transkip nilai di UI

Buat alumni angkatan tua kayak saya, keperluan melegalisir tentu kayak “hadeuh pe er banget”. Masalah utama tentu waktu, tapiii dengan kecanggihan teknologi juga sistem yang lebih teratur dan efisien. Legalisir jadi lebih mudah. Yeay! Langkah awal, bisa klak klik di HP dulu nih. Masuk ke website: yandok.ui.ac.id merupakan website layanan dokumen akademiknya UI. Login pemesanan dulu yaa. Pake Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) yang ada di Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Tapi lupa euy nyimpen KTM-nya di mana. Jadi liat NPM di ijazah ajah. Trusss, klik registrasi pemesanan. Klik pilihan sesuai kebutuhan kita. Sampai situ cukup sih. Namun kalau perlu info tentang pembayaran dan lainnya. Bisa dibaca lebih lanjut biar lebih paham alurnya.

Pusat Pelayanan Mahasiswa Terpadu (PPMT)
Sentra Informasi & Pelayanan Publik

Langkah kedua, verifikasi dokumen (tidak bisa diwakilkan) tentu datang langsung ke UI Depok *yaiyalah. Bisa pake commuterline, transjakarta, ojol. Bebaslah. Tiba di Pusat Pelayanan Mahasiswa Terpadu (PPMT) yang berlokasi di belakang Rektorat. Bisa datang di hari kerja dan jam kerja. Iyaah, mesti cutiii. Sistemnya kayak layanan di bank, ambil nomor antrian, trus nunggu dipanggil. Udah verifikasi dokumen nih, lanjut fotokopi dokumen yang berada di lokasi yang sama trus gratis! Setelahnya kita dapat slip berupa tanda terima verifikasi dokumen. Bisa langsung bayar di ATM, kebetulan di tempat yang sama pun tersedia ATM. Simpan bukti bayar beserta slip tadi. Udah deh pulang. Gak sampai 15 menit prosesnya, 10 menitan gitu deh. Lama di perjalanan pergi pulang. Haha.

Ruang tunggu PPMT
Tanda terima verifikasi dokumen

Prosesnya 7 hari kerja, bisa diwakilkan. Jadi bisa nitip buat ambil legalisirannya yang penting bawa slip dan bukti bayar. Tarif legalisir masih sama dari dulu sampai sekarang. Untuk yang lupa (lebih ke short tine memories sih) kayak saya, PPMT tuh dulu pas kita baru masuk ukur jaket kuning (jakun), ambil KTM, dll. Trus pas lulus, kita ambil toga pun di situ. Buat alumni jaman purba pun sistemnya sama ya, pas bokap perlu juga bisa tuh dengan cara yang sama meskipun berbeda fakultas. Senangnyaaa. Gak perlu repot bolak-balik. Bisa ngejar waktu kalau ada keperluan lain, karena cepat gak pake lama. Kenapa pake dibuat postingan? Kali aja ada yang gak tau sebelumnya kayak saya. Bahkan clueless, gimana sih cara legalisir jaman sa’iki? Semoga bermanfaat yaa 🤗

Posted in Uncategorized

End of 2019

Alhamdulillah akhir tahun sudah menjelang. Namun justru perjuangan baru saja dimulai. Banyak agenda yang harus dikerjakan, butuh otak, hati nurani, dan jiwa yang waras. Tentu harus menghilangkan segala yang membawa pengaruh negatif, manusia-manusia munafik berkedok baik soleh/solehah. Menjaga kalau bisa buat jarak yang teramaattt jauh sama orang-orang yang membuat jadi sengsara. Tidak segan memutus hubungan berkedok silaturahmi tali darah. Bila memang ujungnya membawa bencana. Pun berdoa dengan selektif hanya pada manusia yang berhak menerima doa baik. Tidak akan berusaha memaafkan ataupun mengikhlaskan. Pendendam? Yesss. Kemana aja situ baru tau. Bangga akan itu? Tidak. Tapi tidak juga ingin segera berubah. Saya tidak akan membakar / membacok kalau tidak disenggol duluan. Intinya jangan membangunkan macan tidur 😇

Bismillahirrahmanirrahim. Menutup 2019 & memulai 2020 dalam lindungan Allah swt.

Seperti apa tahun 2020 akan dijelang? Pastinya akan jauh lebih berat tapi Allah pasti bantu karena segalanya milik Allah. Kalau dikehendaki saya jadi manusia lebih baik, mudah-mudahan segera dapat hidayah. Gak mau sok bijak, karena emang gue bukan orang bijak. Dewasa tidak sama dengan bijak. Karena usia tidak menjamin kedewasaan seseorang. Tua itu pasti, bijak belum tentu. Jadi diri sendiri aja. Tidak punya resolusi karena semacam udah tau bobot yang akan ditanggung selanjutnya. Jalani, ikhtiar, doa, dan pasrahkan semua ke Allah. Kalau diinjek ya lawan. Gak bisa dilawan ya terpaksa pasrah mungkin udah begitu jalannya. Kalah bukan berarti bodoh. Dibodohin juga bukan berarti pecundang. Udah bisa jaga omongan dan jaga diri biar gak jadi munafik aja udah bagus.

Semua ada konsekuensi, tapi jadi manusia berakhlak itu pilihan. Sampai kapanpun saya tidak akan pernah mau mengalah. Meskipun diklaim jadi pihak yang kalah. Bukan tidak terima kenyataan. Tapi lebih karena saya bukan manusia busuk sampah. Justru yang membuat orang lain jadi sengsara itulah sebusuk-busuknya manusia sampah. Buat saya tahun 2020 adalah tahun perjuangan yang mudah-mudahan bisa dijalani dengan ikhlas dan tawadhu. Bisa dijauhkan sejauh-jauhnya dari manusia munafik dan manusia sampah. Bersyukur kalau dibinasakan sehingga menjalani hidup bisa lebih lapang. Karena saya bukan belum memiliki hati seluas samudera. Gimana rencana akhir tahun dan awal tahun 2020 kamu?

Posted in Uncategorized

Jagoan di jalanan

Jalanan di Jakarta itu ribetnya ngalahin problematika kehidupan kita ya kan. Kalo gak sabar, bisa jadi bar-bar kayak dua video yang beredar luas di medsos dan wagrup. Kalo biasanya liat atau nonton. Kali ini saya mengalami sendiri. Kami keluarga besar dalam perjalanan melewati Jl. MT. Haryono, mobil yang saya tumpangi: Om yang menyetir, Tante duduk di sebelah Om. Di tengah: saya, Teona, dan sepupu (anak Om dan Tante). Tiba-tiba ada motor sport merah dengan pengemudi anak muda paling juga anak kuliahan yang menderu-deru, awalnya Kami gak sadar dia ‘menyasar’ mobil Kami. Dia mepet baik dari sisi kiri maupun sisi kanan. Kami 4 orang dewasa bingung, ini orang kenapa?? Bahkan saat mepet di sisi kanan, dia memukul kaca persis di tempat saya duduk. Saya buka jendela dan teriak “APA SIH?!” Dia kode untuk suruh minggir. HAH??? ELO SIAPAAAHHH? Polisi juga bukan. Teona pun ketakutan jadinya. Sial banget tu orang, saya bener-bener emosi.


Kalau menuruti amarah dan ego. Saya pasti sudah dengan sangat senang hati. Jorokin orang itu sampe jatuh. Secara jalanan rame, bisa saya pastikan orang itu akan mati kalau gak kena separator tol dalam kota bahkan bisa terlempar ke jalan tol. Atau minimal terlempar di jalan biasa dan dilindas mobil, mengingat kondisi jalanan ramai. Demi Allah, gue pengeeennnn banget lakuin ituuu. Tapi gue inget Teona, meskipun gampang lakuin itu tapi gue bakal jadi pelaku pembunuhan dong. Baiklah, diurungkan niatnya. Dari sebelum orang itu mukul jendela di sisi saya duduk. Karena Kami gak ngerti salah kami apa. Kami sepakat untuk mengabaikan tapi gak bisa ngebut juga, jadi tetap diincar sama orang itu. Diskusi cepat kami, “kenapa ya itu orang? Apa merasa gak dikasih jalan? Tapi jalanan kan memang ramai.” Karena Kami tidak juga mau minggir, si motor sport dengan sengaja menabrak mobil Om saya dari sisi saya. Saya merasakan banget itu motor nabrak. Niat mencelakai orang itu pun semakin membuncah. Kalau tidak dicegah tante dan lihat muka Teona. Saya jamin, pasti sudah saya lakukan.

Saya gak ngerti lagi, selanjutnya motor itu kabur! Ya Allah, akhirnya si jagoan jalanan pergi dan menyisakan pedih untuk kami semobil. May you burn in hell!!! Selesai acara, sudah pasti saya langsung ngadu panjang lebar cerita ke bapak saya tentang motor sport merah. Motor mahal tidak menjamin pengemudinya punya otak dan bermoral. Semoga Allah mengazab dengan sangat pedih. Aamiin. Buat kalian yang punya mobil mahal, motor mahal, sepeda mahal, pesawat mahal, dan kendaraan mahal lainnya. Tetap rendah hati ya, kendaraan itu titipan, bukan buat jadi jagoan. Kamu punya pengalaman lebih parah dari saya?

Posted in Uncategorized

eljibiti

Bukan hanya tampak tak pernah bosan membahas ini. Bukan juga efek negatifnya sangat dirasa baik agama, kesehatan, dan sosial. Bukan juga karena pengalaman pribadi. Lebih ke rasa sedih, prihatin, dan menyayangkan. Udahlah jelas contohnya yaitu kaum Nabi Luth dan ada di kitab suci. Udah terpampang nyata juga korban berjatuhan akibat HIV atau penyakit seksual menular. Kok ya diagungkan? Bahkan yang tidak toleransi dengan kaum tsb dibilang ndeso. Cangkemmu somplak opo piye?! Entah sudah ke berapa kali bahas ini, ini, ini. Empat kaliii, luarrr biasa. Kalah deh promo. Bukan hanya sekedar nyampah, menyuarakan kegelisahan kalau tidak pantas dikategorikan bentuk syiar. Kaum itu tidak pernah ‘menyentuh’ saya, tapii efek negatif yang memprihatinkan. Berikut sekilas ulasan:

Seriously parents???

Mau berdalih apalagi??? Saya tidak membenci tapi ayolah realistis dengan pilihan buruk, efek buruk, hingga apa sih yang kamu cari??!! Selayaknya penjahat / orang dzalim / pembual / manusia munafik aja bisa tobat. Kamu juga pasti bisa. Tapi bila tidak ada keinginan, niat, dan perwujudan untuk itu. Yah gak heran, kaum inilah yang kelak menjadi pasukan dajjal. Wallahuallam.

Posted in Uncategorized

Kunjungan Tema, Pendidikan Jenazah, & Baju Adat Nov’ 2019

Tidak terasa sudah di akhir November, akhir tahun segera dijelang, dan setahun sudah tragedi terjadi. Mudah-mudahan keinginan manusia sempurna segera terwujud, udah ngebet banget kayaknya beliau. Begitupun semester 1 akan segera selesai, apahh?? Kayaknya baru kemarin hari pertama masuk SD. Enak aja lo ngomong. Sini yang jungkir balik ngajarin pelajaran, ngerjain tugas sekolah, dll dst. Jadi gak ikhlas? Insya Allah ikhlas lahir batin, cuma kok asumsi Anda gak pake otak, jadi pengen iris-iris otak dan bakar hati nurani Anda. Hoho *sadismodeon *sekaliancurcol

Antri masuk kapal

Foto di depan kapal

Selasa, 19 November 2019.

Kunjungan tema (kegiatan penunjang tema) semester 1 “menumbuhkan semangat Nasionalis bersama TNI” ke Markas Besar Kolanmil TNI AL di Tanjung Priuk. Anak-anak naik kapal besar yang bersandar. Detil cerita, namanya juga anak SD kelas 1 yang cerita, yaa gitu deh. Intinya, “seru lho, Bu. Kapalnya besaarrr sekali.” Baiklah, Alhamdulillah kalau bocah gembira.

Belajar memandikan jenazah

Belajar merapikan jenazah dengan kain kafan

Belajar merapikan jenazah dengan kain kafan

Belajar sholat jenazah

Belajar sholat jenazah

Belajar sholat jenazah

Belajar mengangkat jenazah

Jumat, 22 November 2019.

Akhirnya di akhir semester 1 ini kelas 1 kebagian juga Pendidikan Jenazah Sejak Dini (PJSD). Ini merupakan salah satu program unggulan sekolah. Anak-anak diajarkan untuk mengurus jenazah dengan baik. Mulai dari jenazah tiba kemudian memandikan, mengkafankan, hingga diangkut menuju tempat pemakaman. Saya seneeenggg luar biasa, selain mahram karena sesama perempuan. Tentu kita semua berharap, ketika meninggal nanti anak kandung kita yang akan mengurus di akhir hayat kita sebagai bentuk bakti terakhir insya Allah. Meskipun ada ‘pesan sponsor’ di balik ini.

F : “berarti nanti kalau Ibu meninggal kamu bisa mengurus jenazah Ibu dong?”

T : “bisa sih, tapi ibu meninggalnya jangan pas aku masih kecil begini.”

Sejak kapan meninggal bisa request cintakuuuhhh 😑😅

Kamis, 28 November 2019.

Kamis minggu keempat, seperti bulan lalu, bulan ini pun menggunakan baju adat. Teona menggunakan baju adat Aceh, biasa digunakan saat perempuan membawakan tari Saman. Saya tidak ada darah Aceh, tapi saya suka Aceh. Tahun 2011 pernah scuba diving di Sabang, Aceh. Saya suka kuliner dan budaya Aceh. Saya pun punya tetangga sejak kecil yang sudah seperti keluarga sendiri yang sekarang sudah kembali tinggal di Aceh. Si bocah pun senang pakai baju Aceh. Alhamdulillah.

Sekian cerita akhir November ini. Kamu gimana nih, ada cerita sampah, berkesan, kesialan, atau bahkan tragedi di November ini?

Posted in Uncategorized

Takut kehilangan fans?

Dear sepups, colongan dikit curhatan kita kemarin ya! Haha. Ini memang curhatan kita tiap saya lagi nginep di rumah sepupu. Ini kita beneran lihat contoh nyata laki-laki dan perempuan di keluarga Kami dengan status dan kondisi yang kurang lebih sama, karir yang sama-sama mapan, rentan usia yang berbeda tapi masih masuk akal, dan pengamatan Kami yang cukup mengenal kedua sosok ini. Menjadi material yang Kami rasa cukup untuk menelaah lebih dalam “ada apa sih dengan mereka.” Tentu Kami tidak asyik berasumsi sendiri. Mengenal dengan cukup baik, memperhatikan gaya bahasa tubuh bicara, bahkan apa sih yang menjadi motivasi mereka ini?! Kenapa pada akhirnya Kami berkesimpulan baik laki-laki dan perempuan ini takut kehilangan fans? Terlihat dari apapun status mereka dulu dan sekarang tidak menstop jiwa mereka untuk dipuja / dikejar / digilai lawan jenis. Kesimpulan tersebut setelah saya mengemukakan bahwa orang seperti mereka HAUS PERHATIAN / PUJIAN & MENDAPAT PENGAKUAN DARI LAWAN JENIS / ORANG LAIN BAHWA MEREKA MASIH LAKU. Kemudian pada akhirnya sepupu saya bilang, “takut kehilangan fans?”

Yang saya respon, “gila juga ya. Mereka butuh itu sampai kapan? Cakep akan jadi tua dan keriput. Sekarang sehat gagah di masa tua pun akan jadi lemah / sakit. Saat ini berlebih / kaya namanya manusia ada masa di mana duit ngepas / bahkan kekurangan.”

Sepupu saya mengamini pendapat saya. Jadi apa yang dicari sama orang macam itu? *nanya serius. Kami bukan juga manusia sempurna tapi yang sangat kami garisbawahi adalah kami tau diri, tau posisi, tau gimana keluarga Kami. Jadi melihat sosok kayak gitu, jujur aja heran dan gak habis pikir. Misal pembelaan mereka: “ya gue gak bisa dong atur perasaan orang lain ngefans / suka / tergila-gila sama gue.” Pasti bakal gue bantai, “bisa b*go, segala sesuatu kalau tidak direspon balik dengan nakal, gak akan ‘jadi’. Balik lagi ke diri lo aja.” Lagipula, apa sih manfaat dari memelihara orang yang sampai sebegitunya sama lo? Demi membangun citra keren dan kece? Yang mana lo tua nanti juga bakal kempot peyot, gak mungkin manusia gagah jaya terus.

Kalau ditanya ke orang kayak gitu, “emang lo serius nih sama orang baru (baca: fans) itu?” Trus dijawab, “enggak kok.” Orang jompo juga bakal tau, kok gak ada apa-apa tapi dipelihara itu fans / manusia tsb nempel ngejar sampe yang gimana. Hadeuh. Kayaknya kita gak bodoh ceunah -_-

Akhir kata, apa mereka gak berpikir ya, bahwa takut kehilangan fans gak akan membawa keuntungan yang berlangsung lama, kesenangan sesaat, bahkan rentan menimbulkan fitnah. Eh tapi ntar kalau timbul fitnah tinggal ngomong, “ya gue gak tau, dia yang ngejar / mepet gue.” *emang situ segitu kecenya?! *pret! Kalau kalian, takut kehilangan fans?