Bounce Street Asia (Trampoline Park), Jakarta Utara.

Dalam rangka merayakan gigi dewasa pertama Teona. Kami mengajak Teona ke trampoline park, namanya Bounce Street Asia. Setahu saya trampoline park seperti ini mulai banyak di jabodetabek. Kenapa pilih di sini karena gak terlalu jauh dari tempat tinggal kami. Kami sampai pukul 10.15, bounce street sudah buka mulai pukul 09.00. Jadi kebagian masuk jam 11.00-13.00. Durasi sekali bermain memang 2 jam. Karena baru pertama kali kesini, jadi kami harus registrasi terlebih dahulu di iPad yang telah disediakan. Selain membayar tiket masuk, juga membeli kaos kaki khusus, dan sewa loker (kalau mau). Detail berapanya silakan googling, saya lupa *brb minum klorofil.

Sebelum masuk arena trampoline, anak dan pendamping diberi gelang khusus. Lalu diarahkan untuk pemanasan terlebih dahulu. Bila membawa air minum bisa ditaruh di rak air minum, kalau haus, keluar arena, minum trus masuk lagi. Berhubung saya sedang berhalangan, gak kepikiran juga mau ikut loncat-loncatan. Saya pilih menunggu di lantai 2 yang merupakan foodcourt area. Bisa foto, videoin, sambil dadah-dadah ke si bocah. Di bounce street asia ini ada semacam sekolahnya juga. Jadi ada sesi promosinya gitu. Seru liatin keahlian baik coach maupun muridnya.

Bounce street asia ini terletak di depan area perumahan elit dan belakang mall. Tidak ada akses angkutan umum, paling taksi atau transportasi online. Bisa dipastikan orang kalau kesini ya main trampoline, yang gak main ya nunggu. Tidak jauh dari situ ada resto cepat saji, tapi kami pilih makan di mall sekalian. Sudah pasti selesai loncat-loncatan jadi lapar. Alamat, HTM, dan info lainnya silakan googling ajalah ya. Haha. Gak nolong banget bikin postingan. Menurut saya trampoline park ini lumayan buat menyalurkan energi bocah. Secara semakin gede, trampoline yang di mall dirasa ‘gak nampol’ lagi. Kamu tertarik juga atau malah udah pernah cobain main trampoline di bounce street asia?

Advertisements

Gigi dewasa pertama

Minggu, 23 Desember 2018 saat saya bangunkan Teona. Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam mulutnya yaitu gigi! Gigi yang duluuu pertama tumbuh saat bayi. Kalau dulu saat tumbuh gigi susu, demam/sumeng dan rewel. Saat gigi goyang dan sudah tumbuh gigi baru di belakan gigi susu. Terbitlah keluhan karena kalau disikat gigi yang goyang tersebut tidak nyaman/sakit sehingga jadi pelan-pelan dan hati-hati. Juga kalau dipakai untuk mengigit makanan jelas jadi gak enak. Paling tidak, kalau sekarang sudah bisa diketahui apa sebab gak nyamannya. Kalo pas bayi kan mesti nebak atau analisa dulu sebabnya. Time flies ~

Usia 5 tahun 8 bulan, gigi pertama yang dulu tumbuh itu sudah berganti gigi dewasa. Alhamdulillah. Saat pemeriksaan terakhir sebelum ambil rapor, memang ada catatan dari dokter gigi yang memeriksa untuk dicabut gigi yang goyang itu. Ambil rapor Jumat, 21 Desember 2018. Selang 2 hari kemudian gigi yang goyang sudah copot sendiri. Gigi tersebut saya bersihkan (sikat), keringka, taruh di plastik ziplock, dan diberi tanggal. Exciting sama si gigi pertama yang copot ini, rasanya sah ajalah.

Setelahnya gak ada keluhan lagi, sikat gigi dan makan pun udah biasa. Jadi gak sempat ompong juga, karena gigi baru sudah tumbuh sedikit. Sampai saat ini saya cek sendiri, belum ada tanda gigi goyang berikutnya sih. Jadi masih menikmati si gigi dewasa pertama ini tumbuh. Semoga gak ada drama dan kendala berarti sama si gigi bocah. Kamu ada cerita gigi pertamamu atau gigi anak kecil yang copot juga?

Mengikuti media sosial orang lain

Pasti sering dong dapat notifikasi yang isinya orang lain follow medsos kita (IG, FB, Twitter, Blog, etc)?! Baik itu orang yang kita kenal maupun gak kita kenal. Kalau kenal, ya udahlah ya. Kalau gak kenal? Pertimbangan atau manfaat apa yang kamu dapat dengan mengikuti medsos orang / tokoh / artis misalnya? Kalau saya nih, antara lain:

  1. Seru. Seru liat gayanya, seru liat captionnya, seru liat dan baca postingannya. Yang seru bikin hati seneng kalau menurut saya. Yang bikin eneg pasti langsung unfollow, ini berlaku baik dikenal maupun gak kenal.
  2. Ilmu. Bisa contek ide resep misalnya, asik nyimak tutorial make up, sampe melototin itu bento bekal sekolah. Melototin doang tapi gak eksekusi karena paham dengan kemampuan diri sendiri.
  3. Silaturahmi. Ini manfaat sesungguhnya dari bermedia sosial. Kalau cuma buat komentar di akun gosip atau julidin orang. Sungguh sia-sia kuotamu, Nak. Lebih penting bertukar kabar, info terkini, sampai hal penting lainnya.

Kenapa cuma 3 poin? Kembali lagi ke manfaat, kalo gak manfaat bahkan sampai timbul penyakit hati (iri, baper, emosi, etc) jadi mudharat dong, sia-sia. Medsos kan sesuatu yang harusnya menyenangkan. Kalau bikin emosi atau hal yang nggilani skip ajalah atau block sekalian. Bersimpati sama selebgram / tokoh / artis tentu boleh. Tapi kalau julid, amit – amit ya kan. Saya tipe netizen santai meskipun kadang speak up juga. Tergantung situasi kondisi. Kalau kamu apa alasan mengikuti media sosial orang lain esp yang tidak dikenal?

Peringatan Hari Ibu 2018

Kali ini nongol dengan cerita peringatan hari ibu yang diperingati lebih awal karena tanggal 22 Desember 2018 jatuh di hari Sabtu dan poin utamanya adalah tanggal segitu sudah masuk libur semester. Dari kemarin kemana aja? Asli rempong binti ribet dunia saya. Entahlah itu kerjaan, sekolah, atau inner circle life. Luarr biasa pokonya. Peringatan hari ibu 2017 bisa dibaca di sini. Karena jatuh di hari kerja, jadi saya gak masuk kerja deh. Trus gak bisa ditemenin suami juga, karena dia jauuhh lebih sibuk dari saya. Akhir tahun ini buat saya memang gak bisa digambarkan dengan kata-kata. Selain yang terencanakan seperti hari ibu ini, yang tak terduga pun gak kalah saing. Alhamdulillah disyukuri saja, pasti ada hikmahnya.

Peringatan hari Ibu tahun ini, saya dapet undangan handmade by Teona. Pagi yang cerah ceria, Teona dan ibunya memulai acara di outdoor. Aktivitas pertama, senam. Saya selalu suka senam di sekolah Teona ini. Selain lagunya enak juga tepat sasaran banget ke tema. Saya si yang gak pernah olahraga ini jadinya gerak juga deh. Trus lanjut ke permainan ibu dan anak. Ada 2 jenis permainan dan lumayan engap lari-larian. Lanjut sarapan, trus performance masing-masing kelas. Kelas Teona dance medley gitu deh. Pantesan ini anak sok ngasih clue gitu belakangan ini, akhirnya paham juga maksudnya. Sebelum acara selesai, ada kayak moment refleksi diri trus anak-anak mendatangi ibunya masing-masing membawa seiris blackforest cake dan mahkota handmade mereka. Bohong kalo gak bleberan air mata!

Sebetulnya sejak dulu saya paling benci tuh refleksi diri, pas pesantren kilat juga sering kan. Pokoknya pertahanan banget atau emang dasarnya bebal banget. Gak ada cerita sampe nangis. Tapi setelah jadi ibu, ngerasain manis, asam, pahit, getir semuanya. Runtuh juga pertahanan saya, gak bisa munafik atau sok lagi. Apalagi pas bagian:

“… semoga anak – anak kita menjadi hafidz dan hafidzah. Tidak hanya bisa menyematkan mahkota di dunia, tapi juga di akhirat.”

Aamiin berjamaah ya kannn. Secara life goals manusia ya ituuu. Gak cuma dunia tapi akhirat juga. Gila juga cara sekolah ‘menghajar’ psikis orang tua di tiap acara yang diadakan. Kalo saya insya Allah tetap mengucapkan hari Ibu di 22 Desember nanti. Mudah-mudahan saya masih ada umur ya kan. Meskipun gak ada acara yang spesial gimana juga. Minimal telfon ibu buat ngucapin, atau kalau jatuh di weekend seperti yang akan datang, ya pulang buat nginep barang sehari semalam. Apa rencana peringatan hari Ibu kamu di tahun ini?

Tipe acara pernikahan

Pada prinsipnya pernikahan berbagi kebahagiaan dengan keluarga, saudara, dan orang – orang tecinta. Belakangan ada beberapa pernikahan yang menarik perhatian saya. Saya gak akan bahas menyeluruh, hanya pebdekatannya saja yang ingin sedikit saya kupas. Kenapa gitu? Yeah, saya bukan wedding organizer ataupun vendor pernikahan. Hanya melihat dari kacamata saya aja. Pertama, tentu saja yang lagi viral pernikahan pasangan anak orang kaya asal Surabaya yang disebut crazy rich surabayan. Itu mah kayaknya udah gak bisa didebat lagi saking hebatnya. Meskipun Ayah sang mempelai menyebut kalau pernikahan anaknya sederhana. Tentu sederhana versi mereka berbeda dengan versi orang lain. Ada dua dari sekian kemewahan pernikahan tersebut yang menarik perhatian saya: souvenir pernikahan yang logam mulia aja gitu. Tentu amat sangat bermanfaat ya kannn *gak munafik. Lalu bunga-bunga yang semuanya impor! OMG itu diimpor bukan beli di pasar rawabelong sono *saya belom pernah ke pasar rawabelong, tiap ke florist dan nanya kulakan di mana sering dijawab rawabelong. Jangan ditanya segala rupa prosesi dan lain sebagainya ya. Keren abislah pokonya *ketauan ngintip IG officialnya.

Trusss, salah satu adik sepupu saya tercinta kemarin menikah dengan konsep garden party dari akad hingga resepsi. Ngeri-ngeri sedap ya kan ngadain di musim hujan begini. Alhamdulillah kemarin cuaca sangaattt bagus. Jadi acara berjalan lancar tanpa kendala. Intinya kekinian bangetlah ya, namanya pun anak muda. Terakhir pernikahan si Suhay Salim, yang terwujud cita-citanya menikah di KUA dan nge-jeans aja dong pemirsa! Itu dia gimana ya bisa kekeuh memegang prinsip plus ngomong ke kedua orang tua mereka. Asli kereennn. Secara hari gini gitu loh, masih ada yang padahal dia mampu tapi ogah ribet dan mungkin ada pertimbangan lainnya. Bisa tetap menjadikan acara tersebut keren dan bahkan patut dijadikan panutan. Pernikahan yang layak dan sepantasnya akan lebih keren tanpa berhutang bukan?!

Loh kok semua keren? Setiap pernikahan menurut saya keren. Pasangan berani untuk menikah tanpa ada embel-embel sebelum pernikahan aja menurut saya udah keren banget. Soal murah mahal, sederhana mewah, dan lainnya. Menurut saya sih relatif. Terus terang saya jarang datang ke acara pernikahan yang biasa, nah biasa aja kan relatif ukurannya. Meskipun lebih sering ke acara nikahan yang lumayan, tapi tetep acara nikahan atau di agama saya dikenal walimah. Bertujuan untuk memberitahukan ke khalayak ramai kalau ini ada pernikahan loh dan pastinya memghindari fitnah. Bukan tentang pernikahan sekali seumur hidup saja, namun kenangan dan kepantasan tentu menjadi pertimbangan untuk menghelat acara pernikahan. Jadi acara pernikahan yang keren menurut kamu yang kayak gimana?

Berkuda di Brancshto & menu sehat November 2018

Tema bulan November ini adalah “kuda karunia Allah Al. Qawwiy” 🐎 Seperti hadist:

Ajarilah anakmu memanah, berenang, dan berkuda. (HR. Buchori dan Muslim)

Jadi kegiatan penunjang temanya ya berkuda. Di Jakarta di mana berkuda? Paling pacuan kuda di Pulomas, Jakarta Timur situ. Tapi saya yakin sekolah punya pertimbangan mengapa pilih Brancshto di Bumi Serpong Damai (BSD) sebagai tujuan anak-anak belajar. Kami sama sekali belum pernah ke Brancshto, pengalaman teman Teona yang pernah kesitu. Ibunya cerita pas banget sesuai dengan tema jadi ngena. Ngapain aja di Brancshto? Tour keliling melihat jenis-jenis kuda, memberi makan kuda, dan berkuda. Trus saya tanya dong pas pulangnya, kesan si bocah. Teona yang dari awal sudah antusias, makin semangat ceritain di sana gimana dan ngapain aja. Alhamdulillah kalau berkesan dan mengena 🏇

Bila pada post terdahulu pernah cerita ini saat di TK A. Kali ini saya kebagian lagi di TK B. Kalau Maret lalu menunya juice Strawberry, kali ini juice wortel mix jeruk. Memang selang-seling antara juice dan kue basah. Meskipun belum ada setahun, namun sudah beda semester. Jadi sudah dievaluasi ulang kelebihan dan kekurangan dari berjalannya si menu sehat ini. Untuk yang sekarang, saya fokus bertugas di kelas Teona saja. Enaknya jadi lebih mudah dan ringkas. Juice wortel mix jeruk dipack ke botol seukuran air zam-zam kalau kita dapat oleh-oleh dari yang pulang umroh atau haji, kurang lebih 60ml. Cukuplah buat anak-anak icip-icip.

Alhamdulillah semua berjalan lancar tanpa kendala. Buat orang tua tentu yang pasti si anak senang dan nambah pengetahuan baru pastinya. Berkuda jadi pengalaman baru setelah sebelumnya cuma naik kuda atau naik delman. Kalo juice sih emang dia gak ada masalah. Jadi menyenangkanlah. Gak terasa juga sudah akhir bulan November. Bakalan berganti tema dan akan segera ambil rapor trus libur. Liburan akhir tahun belum ada rencana dan yah saya sih biasa aja. Gak ada antusias yang gimana, masih banyak rencana dan tanggung jawab terkait anak yang perlu dilakukan. Jadi kita pun belum bisa liburan juga. Kalopun pergi ya karena ada keperluan bukan liburan. Gak masalah, saat ini prioritasnya sedang bukan liburan. Selamat beristirahat semua 💚

Kumat judesnya

Hadeuh, nongol dengan postingan curhat. Sebenernya beberapa waktu belakangan ini, karena satu dan lain hal saya beneran pengen insaf loh. Intinya ngurangin sifat-sifat buruk saya. Tapi apa daya, saya masih manusia biasa yang jauh dari hati yang bersih, tulus, ikhlas. Sebisa mungkin saya berusaha tahan, tapi kalo kebangetan yahh lepas kontrol juga. Jadi ada wagrup sementara untuk tujuan yang baik. Saya yang tahun lalu bertugas pun gak keberatan dengan hal itu. Tapiii, emang dasar saya si manusia berhati sempit. Kenal kaga tapi kalo udah liat gelagat gak asik lebih baik menghindar dan pilih gak kenal. Tapi Allah menguji saya dan setan membobol pertahanan saya. Huhu.

Alih-alih silent, karena awalnya bermaksud baik, saya lumayan nimbrung juga. Di wagrup itu cuma 1 orang yang saya kenal cukup baik. Lainnya gak ada yang kenal pribadi. Semua aman terkendali, sampai tiba si oknum muncul tiba-tiba dengan ‘keramahan-lebay-gak-penting’ nya. Saya yang tadinya males ngeladenin, kepancing juga nih. Meluncurlah protes keras dari saya yang beneran pas udah terkirim dan saya baca ulang. Saya pun sadar, “judes amat ya gue” tapi enggan menghapus pesan tersebut. Inti pesan saya kurang lebih: daripada repootttt ngurusin hal yang gak penting berrrulang-ulang, lebih baik pikir langkah selanjutnya di hari H gimana?? Tentu saja bahasa protes saya straight to the point. Karena saya gak tipe basa-basi. Yang saya sasar, mohon maaf dan alasan dia tetap gak bikin saya nyesal protes begitu *dasar saya si bebal. Kemudian anggota grup lain yang meminta maaf atas ketidaknyamanan yang saya alami.

Trus saya ada cerita tentang hal ini ke 2 orang lain di luar wagrup sementara tsb. Mereka karena tau saya gimana, nanggepinnya ketawa-ketawa aja. Saya nya tetep dong ngerasa bener. Jangan tanya saya cerita gak ke suami, dia udah khatam dengan kejudesan istrinya. Saya gak bangga dengan ini, namun saya beneran gak bisa tahan diri berurusan dengan tipe manusia seperti itu. Sampe salah satu teman yang saya ceritain bilang, “siapa sih dia? Kok di mana-mana ada?!” Hiihh, mana gue tau lah ya. Pada akhirnya saya hanya bisa mensugesti diri sendiri, bahwa Allah gak akan pernah sia-sia menciptakan makhluknya sekalipun itu hama atau benalu. Kamu pernah gak ketemu orang yang suka kumat judesnya kayak saya? Atau kamu juga judes kayak saya?