Yang bikin terharu hari ini

Kemarin saya ambil rapor Teona di sekolah. Alhamdulillah udah jauuhhh lebih meningkat semuanya. Gak terasa sudah 2 tahun Teona sekolah, tahun ajaran baru ini Teona mulai masuk TK. Kebetulan sekolahnya saya pindahkan dengan pertimbangan satu dan lain hal. Lalu chat WA personal saya mulai ramai ibu2 teman sekolah Teona yang tanya Teona pindah ke sekolah mana? Hingga menjelang selesai chat, salah satu ibu teman Teona bilang gini:

Saya meleleh bacanya (baca: air mata luber tanpa sadar). Duhh, jangan batal dong puasanya. Yaelah, gak ada yang aneh dari chat nya? Itu menurut lo. Menurut gue : Ya Allah, anakku kok bisa pinter gitu ya? Kok bisa ya dia punya rasa perhatian dan sayang sama temen sampe segitunya? Anakku beneran mulai bisa diandalkan? Dan hati ini masih berlanjut dengan kok bisa kok bisa lainnya ~

Trusss, berakhir dengan emaknya Teona GR *telat banget munculnya. Saya screenshot chat ibu teman Teona dan kirim ke bapaknya Teona. Seperti yang saya sudah tebak, berakhir dengan diceng-in (baca: diledek). Iiihh, rese. Mau gimana pun, gak tertutupi rasa bangga dan syukur saya. Subhanallah. 

Buka puasa bersama keluarga besar 2017

Tradisi buka bersama (bukber) di keluarga besar saya selalu jadi acara yang paling ditunggu setiap tahun. Ya karena acaranya setahun sekali dongs. Hehe. Seperti tahun – tahun sebelumnya, tetap potluck. Walaupun pakde-bude saya tetap sediain semuanya. Mulai dari tempat, makanan, doorprize, dll, dst. Tahun ini terasa lebih spesial, karena pakde-bude saya baru saja dianugerahi cucu laki-laki pertama. Alhamdulillah, ponakan baruuu 👶 Jadilah sekalian acara aqiqahan juga. 

Undangan jam 5, tapi dari jam 4 sore udah pada dateng *daripada resiko, berangkat mepet trus macet. Itu saudara, walaupun domisili jabodetabek tapi bekerja di luar kota pun dibela-belain dateng! Menunjukkan betapa ‘berpengaruhnya’ acara ini. Buka puasa datang! Minuman dan makanan di beberapa titik (VIP, ruang tengah, dan katering di depan) langsung diserbu. Gue pas buka nenteng 2 gelas teh anget, ternyata bapaknya Teona duduk di VIP corner udah seruput teh di cangkir cantik -_- VIP maksudnya apa sih? Maksudnya yang pada duduk di ruang tamu itu bapak – bapak semua. Karena bapak saya duduk di VIP, si mantu alias bapaknya Teona ngikut kesitu. Berakhir 2 gelas teh itu diminta Teona dan anak sepupu saya. Haha. Lanjut sholat magrib berjamaah 💜 lanjut makaann! Sambil ngobrol2, update hidup masing – masing. Ada yang lagi hamil, ada yang belum kunjung hamil, ada yang divorce, ada yang belum nikah juga. No judge, just sharing. Biar gimana kita satu keluarga besar, kelebihan dan kekurangan tentu berusaha dimaklumi. Anak – anak yang dulu masih kecil2, sekarang sudah aqil baligh, suara anak laki2 berubah menjadi berat. Sekarang bukan anak laki2 atau perempuan tapi remaja. Aahh, time flies!

Adzan isya, kamipun sholat isya, tarawih, dan witir berjamaah  💜 💜 Rindu juga ya tiap tahun sholat rame – rame sekeluarga gini. Selesai sholat, kakak sepupu saya mengumumkan kelahiran bayi laki – lakinya. Dilanjutkan bude saya yang menyampaikan rasa terima kasih ke saudara semua, sekaligus memperkenalkan ke keluarga besan yang baru bergabung selama setahun belakangan yang datang untuk aqiqah dan mengikuti acara yang sudah menjadi tradisi keluarga kami ini. 

Acara berikutnya, bagi – bagi hadiah, doorprize, dan seru – seruan. Mulai dari hadiah jatah untuk masing – masing keluarga, pilih gulungan kertas bertuliskan angka (kayak arisan) lalu dipanggil sesuai nomor urut dan hadiah sesuai nomor yang didapat, doorprize tahun ini 2 jam tangan yang Pakde saya beli saat plesir ke Swiss, salah satunya bapak saya yang dapat *rezeki! Lanjut seru – seruan dengan hadiah yang tidak perlu dibungkus alias uang dan rebutan hadiah. Anak – anak diminta baca 1 surat pendek, dapet deh selembar biru *lumayan. Sampe lomba joget anak – anak sambil disawer lembaran biru hingga merah dengan berbagai genre musik. Lomba joget berlaku juga untuk orang  dewasa -_-  Rebutan hadiah pun menjadi puncak acara  💜 💜 💜 Makanan melimpah ruah, tentu saja gak ada keluarga yang nolak ketika bungkus2 makanan digelar. Hoho. Acara selesai pukul 21.30. Alhamdulillah, seruuuuu! 

Seperti bude saya bilang, tradisi ini sudah ada sejak tahun 90-an, sejak saya masih keciiilll. Sejak para orang tua kami semua masih muda dan eksis. Hingga sekarang sudah pada pensiun dan kami anak – anaknya sudah berkeluarga. Itu juga kenapa keluarga Kami Alhamdulillah cukup solid. Di hari dan saat yang sama, sebenarnya saya ada undangan bday dan aqiqah anak seorang teman kuliah di sebuah hotel di Kemang. Apologize, family always come first. When we’re up and down. Family always by your side, because friends just come and go without permission. But family never ending relationship by blood.   

Opening Lavande Bakery & Cafe

Bukan post berbayar! Pure loyal customer moral support. Sudah izin ke pemiliknya untuk update di sini. 


Berawal setahun belakangan saya menjadi loyal customer di bakery yang dulu dekat banget dari tempat tinggal. Lalu pemilik expand, kini menjadi bakery & cafe. Tadinya saya sedih karena jadi kehilangan bakery kesayangan, karena pindah lokasi juga. Tapi kenapa mesti sedih, kan hari gini ada gosend untuk pengirimannya gitu loh. Saya pun merasa terhormat menjadi salah satu undangan saat openingnya. Yeayy. Pemiliknya, om & tante saya manggilnya. Bertempat tinggal di seberang tempat tinggal saya, jadi kita memang satu lingkunganlah. 

Undangannya pukul 11.00 – 20.00, saya datang pukul 12.00. Sayang karena masih puasa, saya belum bisa cicipi suguhannya. Namun saya belanja roti – roti favorite dengan promo opening discount 20%. Yeayy! Mulai dari roti tawar biasa, roti tawar gandum, hingga roti – roti aneka rasa homemade. Yummy! *ini bukan sekedar promo, tapi setahun belakangan lidah saya, Teona, dan bapaknya Teona. Sudah sukses dimanjakan dengan roti buat Om dan tante pemilik. I guarantee you for the taste.  

Di mana lokasinya? Lavande Bakery & Cafe berlokasi di Jl. Danau Sunter Utara blok M No. 15. Persis seberang Mall Sunter, depan tangga penyeberangan dan halte transjakarta juga. Daerah sekitarnya ramai dan strategis. Tentu gak sabar rasanya, duduk – duduk cantik sambil cicipin menu lain dari Lavande Bakery & Cafe. Untuk kalian yang ada di area Sunter, Kemayoran, Pademangan, dan sekitarnya. Cicip dan rasakan sajian Lavande Bakery & Cafe. Good place, great food. 

Review buku: Soe Hoek Gie

Bukan review serius, hanya saya cukup terkesan dengan sosok Gie. Jujur pertama saya kenal Gie, saat nonton film Soe Hoek Gie yang diperankan Nicholas Saputra. Saat itu saya masih kuliah, satu almamater dengan Gie. Ada rasa malu hati saat tau perjuangan Gie. Sementara saya? Saya pilih berjuang untuk bisa lulus tepat waktu dengan IPK di atas 3. Tentu bukannya mudah meraih nilai A untuk setiap mata kuliah. Dosen – dosen selama saya kuliah tak banyak yang royal dengan nilai A. 

Ada 10 fakta yang menarik perhatian saya tentang Soe Hoek Gie :

1. Sekolah di SD keturunan etnis tionghoa, SMP Strada, SMA Kanisius, Kuliah di jurusan Sejarah Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya (FIB)), Universitas Indonesia.

2. Bertempat tinggal di Pecenongan, Jakarta Pusat.

3. Ayah Soe Hok Gie juga seorang penulis.

4. Statement Gie: Islam statistik. Yaitu orang Islam yang tidak menjalankan syariat Islam, hanya untuk memenuhi statistik saja *duh, naudzubillah.

5. Sebagai laki – laki, Gie naksir seorang perempuan. Kebetulan keluarga si perempuan, pedagang besar sukses yang juga kagum dengan keberanian dan karya Gie. Namun, ayah si perempuan tidak memberikan izin anaknya untuk lebih dekat dengan Gie.

6. Prinsip Gie: Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan. ~ Gie, andai kamu tau bahwa saya satu prinsip denganmu  💪

7. Statement Gie: disiplin diri. Saat teman dekat wanitanya harus mengumpulkan paper (tugas kuliah) baru dibuat sekarang (sehari sebelumnya). ~ Gie, kalau aja kamu tau. Waktu kuliah dulu, besok harus kumpulin paper, paling cepet saya kerjain malam sebelumnya, terparah di pagi hari deadline *jangan ditiru. No wonder, kamu berprestasi.

8. Pertengahan tahun 1968, Gie ke US dan Australia. Kaitannya dengan akademik. ~ Kamu keren, Gie! 

9. Gie menceritakan soal ketua senat FKUI yang kini menjadi salah satu guru besar FKUI yang membantah artikelnya. ~ Gie, andai kamu masih hidup mungkin se-tua beliau sekarang.

10. Gie terakhir menulis catatan hariannya pada 8 Desember 1969 dan meninggal pada 16 Desember 1969. Tepat sehari sebelum ulang tahunnya ke-27. Akibat gas beracun di kawah Mahameru. Saat seorang teman Gie memesan peti mati di Malang, tukang peti mati bertanya untuk siapa peti mati tersebut. Saat diberitahu untuk Soe Hok Gie, tukang peti mati kaget. Katanya, “Soe Hok Gie yang suka menulis di koran?”. Teman Gie membenarkan. Tukang peti mati tersebut menangis. Saat teman Gie berusaha bertanya, tukang peti mati terus menangis dan hanya menjawab: “Dia orang berani. Sayang dia meninggal”.
Tentu masih banyak fakta menarik lainnya. Namun dari fakta – fakta menarik di atas, kalau saja saya seangkatan dengan Soe Hok Gie. Pasti saya akan dengan senang hati berteman dengan Gie. Sosoknya tegas dan pemberani. Bisa jadi teman yang pas dengan saya yang ribet binti labil ini. Karena pada dasarnya, saya suka dengan orang yang memiliki karakter berbeda dan percaya diri dengan perbedaan itu. Saya paling malas berteman dengan orang mainstream, yang tidak terbuka dengan hal – hal yang luas, bidang yang berbeda, dan terlalu datar bagai katak dalam tempurung. Buat saya, orang seperti itu gak asik. Ah, Gie. Andai kita bisa berkesempatan berteman. 
Meskipun Gie ragu akan Tuhan. Ragu bukan berarti tidak percaya Tuhan. Namun pemikiran dan keberaniannya saya salut. Well, tidak ada manusia yang sempurna bukan. Gie aktivis, memimpin demonstrasi. Saya bukan aktivis, boro – boro ikut demo. Disuruh demo sama senior, saya kabur! Takuuttt. Gie pun pernah menjadi dosen untuk kelas Antropologi. Otak dan nyali saya tidak sehebat Gie. Tapi sosoknya berbeda. Andaikan saya berkesempatan mengenalnya, saya mau bilang: “Gie, kita nge-genk yuk!”

All about your first born

Sekali – sekali ikutan yang sedang trend. Nyontek dari  blog Emmy dan Ria“ALL ABOUT YOUR FIRST BORN”. 

ALL ABOUT YOUR FIRST BORN
1. Epidural? Tidak
2. Father in the room? Tidak
3. Induced? Tidak
4. Normal? Bukan. Operasi Caesar
5. Due date? Awal Mei
6. Birth date? Akhir April 2013. Teona kepalanya gak masuk ke jalan lahir. 
7. Morning sickness? Permanen selama 9 bulan. Obat mual? Gak efek.
8. Cravings? Iya dongs, antara lain : Al. Baik, kue putri salju, chicken strip CFC. Hoho.

9. Kilos gained? 10 kg !

10. Sex of the baby? Perempuan

11. Place you gave birth? RS. Husada, Jakarta.
12. Hours in labour room? 30 menit.

Total rawat inap 4 malam, karena Teona disinar (kuning). Penyebabnya Teona walaupun saya lahirkan tapi Kami berbeda golongan darah *kuasa Allah.
13. Baby’s weight? 2.8 kg Panjang 49 cm
14. Baby’s name? Teona 
15. How old is your baby today? 4 tahun
16. Most memorable event during pregnancy? Ada 3 :
– Mual muntah full 9 bulan dan masih tetap bekerja. Hehe.

– Karena pernah memiliki riwayat keguguran. Jadi tes lab saya super lengkap. Antara lain : Tes lengkap awal kehamilan, tes saat ingin terbang ke luar negeri, dan triple XXX test. 

– Saat hamil sama sekali tidak idealis. Tetap beli botol susu, sterilizer, dll. Yang berakhir gak kepake, karena Teona tidak pernah pakai botol dot. Tetap beli pospak, padahal kenyataannya 3 bulan Teona full popok kain, lanjut clodi (cloth diaper). Jadi pospak hanya untuk saat pergi saja. Tetap baca – baca tentang sufor, ternyata Alhamdulillah ASI melimpah. Tidak sufor sama sekali *Subhanallah.
17. Who’s the obgyn?  dr. Fransiska Mochtar, SpOG.

Saya cukup positif dengan tema ini. Bisa memotivasi wanita yang belum punya anak tapi sebenarnya ingin punya anak atau memang sedang program inseminasi / bayi tabung; jadi pembelajaran untuk ibu hamil di luar sana; dan berbagi pengalaman.

Warung Sate Sederhana, Jatinegara, Jakarta Timur.

BUKAN POST BERBAYAR! BUKAN ENDORSE! MURNI PENGALAMAN PRIBADI.



Saya tau warung ini dari kecil, karena faktor asal yang punya warung dari Klaten, Jawa Tengah. Orang tua saya sering ajak makan di sini. Trus dari dulu terkenal enak. Menunya : tongseng kambing, gulai kambing, dan sate kambing. Pokonya meng – kambing. Hehe. 

Dulu saya pernah lihat liputan acara makan2nya Pak Bondan pernah liput ke warung sate Sederhana ini juga. Ciri khas nya, ada pengamen keroncong yang menghibur di situ. Karena namanya warung, jadi yaa gitu deh, gayanya warung banget, gak ada AC. Tempatnya juga gak gede, jadi gantian nunggu yang selesai makan. Lumayan sauna kalo pas lagi jam makan siang. 

Untuk harga, standar. Gak murah tapi gak mahal juga. Porsi nasinya banyak, jadi saya biasanya mesen setengah daripada gak habis. Bisa minta tambah irisan cabe rawit kayak temen saya pas makan. Saya udah cukup dipuaskan dengan yang tersaji. Lokasinya persis di samping hotel Alia, Jatinegara. Kalo naik kendaraan pribadi mesti parkir di pinggir jalan, tukang parkir minta 10.000. Kalau naik transportasi umum yang lewat sini, mikrolet 01, transjakarta juga lewatin tapi tempat makannya lumayan jauh dari shelter busway. Buat penggemar kambing, bisa dicicipin. Buat selera saya, sudah mendarah daging kambing banget. Hehe.

Warung Sate Sederhana 

Pusat : Gg. Lele Matraman Raya 224 Jatinegara. Telp. (021) 8508151

Cabang : Jl. Pahlawan Revolusi Pondok Bambu, Jakarta Timur. Telp. (021) 8604128

Playground indoor di mall

Sebagai orang tua yang (sebenarnya) gak mau sering2 ajak anak main ke mall. Rada bingung juga, mau ajak main kemana lagi. Palingan ruang terbuka hijau macam taman lapangan banteng atau perpus cikini. Acara2 seperti playdate emang udah paling nyaman ya di mall, permainan anak2 ada, laper tinggal cari foodcourt atau resto, mushola, hingga toilet pun tersedia. Ditambah dengan buanyak – nya mall di Jakarta, tinggal pilih deh mau mall yang kayak apa. Meskipun saya lahir, besar, dan tinggal di Jakarta. Saya bukan anak mall tapi ya terpaksa deh main2 ke mall. 
Sekarang saat udah punya anak, tentu tak terelakan ke playground indoor di mall. Sebenernya lagi, saya gak sreg dengan playground indoor di mall. Alasan karena di playground indoor bayar, bukan alasan utama, alasan ke sekian lah itu. Yang utama, saya memang lebih suka anak2 di ruang terbuka aja sih. Strategi di mall pasti ada playground indoor memang gak bisa disalahkan, tapi gak yang tepat juga *ribet ye gue. Intinya, anak saya mau gak mau ya jadi kenal dengan playground indoor di mall. Jadi candu sih Alhamdulillah enggak. Cuma ini anak kan makin mudeng ya, jadi kadang keinget trus minta ke salah satu permainan di mall. Intinya saya dan suami menyesuaikan dengan situasi dan kondisi aja sih. 

Pusing kan lihat banyaknya kartu. Udahlah kartu debit, kartu supermaket, kartu RS, masih ditambah kartu permainan -_-  Tapi kalo gak simpan, tiap pas ke mall dan mau main, beli kartu lagi dong. Seperti yang terjadi, dobel2 deh tuh kartu permainan padahal saldonya masih ada. Hadeuh. Dengan simpan kartu2 ini, misal mau main, tinggal isi saldo aja *kalau saldo habis. Bedanya ibukota dengan daerah, di Jakarta jarang ada tempat yang gratis. Kalo daerah, masih ada sawah, danau, pantai, hutan. Banyak tempat (gratis) yang bisa dijelajahi. Memang semua ada kelebihan dan kekurangan. Post ini bukan ajakan untuk ngumpulin kartu permainan ya, saya aja males banget sebenernya, terpaksa ini. Ada gak sih yang sama kayak saya, terpaksa punya banyak kartu playground indoor di mall?