Mengikuti media sosial orang lain

Pasti sering dong dapat notifikasi yang isinya orang lain follow medsos kita (IG, FB, Twitter, Blog, etc)?! Baik itu orang yang kita kenal maupun gak kita kenal. Kalau kenal, ya udahlah ya. Kalau gak kenal? Pertimbangan atau manfaat apa yang kamu dapat dengan mengikuti medsos orang / tokoh / artis misalnya? Kalau saya nih, antara lain:

  1. Seru. Seru liat gayanya, seru liat captionnya, seru liat dan baca postingannya. Yang seru bikin hati seneng kalau menurut saya. Yang bikin eneg pasti langsung unfollow, ini berlaku baik dikenal maupun gak kenal.
  2. Ilmu. Bisa contek ide resep misalnya, asik nyimak tutorial make up, sampe melototin itu bento bekal sekolah. Melototin doang tapi gak eksekusi karena paham dengan kemampuan diri sendiri.
  3. Silaturahmi. Ini manfaat sesungguhnya dari bermedia sosial. Kalau cuma buat komentar di akun gosip atau julidin orang. Sungguh sia-sia kuotamu, Nak. Lebih penting bertukar kabar, info terkini, sampai hal penting lainnya.

Kenapa cuma 3 poin? Kembali lagi ke manfaat, kalo gak manfaat bahkan sampai timbul penyakit hati (iri, baper, emosi, etc) jadi mudharat dong, sia-sia. Medsos kan sesuatu yang harusnya menyenangkan. Kalau bikin emosi atau hal yang nggilani skip ajalah atau block sekalian. Bersimpati sama selebgram / tokoh / artis tentu boleh. Tapi kalau julid, amit – amit ya kan. Saya tipe netizen santai meskipun kadang speak up juga. Tergantung situasi kondisi. Kalau kamu apa alasan mengikuti media sosial orang lain esp yang tidak dikenal?

Advertisements

Peringatan Hari Ibu 2018

Kali ini nongol dengan cerita peringatan hari ibu yang diperingati lebih awal karena tanggal 22 Desember 2018 jatuh di hari Sabtu dan poin utamanya adalah tanggal segitu sudah masuk libur semester. Dari kemarin kemana aja? Asli rempong binti ribet dunia saya. Entahlah itu kerjaan, sekolah, atau inner circle life. Luarr biasa pokonya. Peringatan hari ibu 2017 bisa dibaca di sini. Karena jatuh di hari kerja, jadi saya gak masuk kerja deh. Trus gak bisa ditemenin suami juga, karena dia jauuhh lebih sibuk dari saya. Akhir tahun ini buat saya memang gak bisa digambarkan dengan kata-kata. Selain yang terencanakan seperti hari ibu ini, yang tak terduga pun gak kalah saing. Alhamdulillah disyukuri saja, pasti ada hikmahnya.

Peringatan hari Ibu tahun ini, saya dapet undangan handmade by Teona. Pagi yang cerah ceria, Teona dan ibunya memulai acara di outdoor. Aktivitas pertama, senam. Saya selalu suka senam di sekolah Teona ini. Selain lagunya enak juga tepat sasaran banget ke tema. Saya si yang gak pernah olahraga ini jadinya gerak juga deh. Trus lanjut ke permainan ibu dan anak. Ada 2 jenis permainan dan lumayan engap lari-larian. Lanjut sarapan, trus performance masing-masing kelas. Kelas Teona dance medley gitu deh. Pantesan ini anak sok ngasih clue gitu belakangan ini, akhirnya paham juga maksudnya. Sebelum acara selesai, ada kayak moment refleksi diri trus anak-anak mendatangi ibunya masing-masing membawa seiris blackforest cake dan mahkota handmade mereka. Bohong kalo gak bleberan air mata!

Sebetulnya sejak dulu saya paling benci tuh refleksi diri, pas pesantren kilat juga sering kan. Pokoknya pertahanan banget atau emang dasarnya bebal banget. Gak ada cerita sampe nangis. Tapi setelah jadi ibu, ngerasain manis, asam, pahit, getir semuanya. Runtuh juga pertahanan saya, gak bisa munafik atau sok lagi. Apalagi pas bagian:

“… semoga anak – anak kita menjadi hafidz dan hafidzah. Tidak hanya bisa menyematkan mahkota di dunia, tapi juga di akhirat.”

Aamiin berjamaah ya kannn. Secara life goals manusia ya ituuu. Gak cuma dunia tapi akhirat juga. Gila juga cara sekolah ‘menghajar’ psikis orang tua di tiap acara yang diadakan. Kalo saya insya Allah tetap mengucapkan hari Ibu di 22 Desember nanti. Mudah-mudahan saya masih ada umur ya kan. Meskipun gak ada acara yang spesial gimana juga. Minimal telfon ibu buat ngucapin, atau kalau jatuh di weekend seperti yang akan datang, ya pulang buat nginep barang sehari semalam. Apa rencana peringatan hari Ibu kamu di tahun ini?

Tipe acara pernikahan

Pada prinsipnya pernikahan berbagi kebahagiaan dengan keluarga, saudara, dan orang – orang tecinta. Belakangan ada beberapa pernikahan yang menarik perhatian saya. Saya gak akan bahas menyeluruh, hanya pebdekatannya saja yang ingin sedikit saya kupas. Kenapa gitu? Yeah, saya bukan wedding organizer ataupun vendor pernikahan. Hanya melihat dari kacamata saya aja. Pertama, tentu saja yang lagi viral pernikahan pasangan anak orang kaya asal Surabaya yang disebut crazy rich surabayan. Itu mah kayaknya udah gak bisa didebat lagi saking hebatnya. Meskipun Ayah sang mempelai menyebut kalau pernikahan anaknya sederhana. Tentu sederhana versi mereka berbeda dengan versi orang lain. Ada dua dari sekian kemewahan pernikahan tersebut yang menarik perhatian saya: souvenir pernikahan yang logam mulia aja gitu. Tentu amat sangat bermanfaat ya kannn *gak munafik. Lalu bunga-bunga yang semuanya impor! OMG itu diimpor bukan beli di pasar rawabelong sono *saya belom pernah ke pasar rawabelong, tiap ke florist dan nanya kulakan di mana sering dijawab rawabelong. Jangan ditanya segala rupa prosesi dan lain sebagainya ya. Keren abislah pokonya *ketauan ngintip IG officialnya.

Trusss, salah satu adik sepupu saya tercinta kemarin menikah dengan konsep garden party dari akad hingga resepsi. Ngeri-ngeri sedap ya kan ngadain di musim hujan begini. Alhamdulillah kemarin cuaca sangaattt bagus. Jadi acara berjalan lancar tanpa kendala. Intinya kekinian bangetlah ya, namanya pun anak muda. Terakhir pernikahan si Suhay Salim, yang terwujud cita-citanya menikah di KUA dan nge-jeans aja dong pemirsa! Itu dia gimana ya bisa kekeuh memegang prinsip plus ngomong ke kedua orang tua mereka. Asli kereennn. Secara hari gini gitu loh, masih ada yang padahal dia mampu tapi ogah ribet dan mungkin ada pertimbangan lainnya. Bisa tetap menjadikan acara tersebut keren dan bahkan patut dijadikan panutan. Pernikahan yang layak dan sepantasnya akan lebih keren tanpa berhutang bukan?!

Loh kok semua keren? Setiap pernikahan menurut saya keren. Pasangan berani untuk menikah tanpa ada embel-embel sebelum pernikahan aja menurut saya udah keren banget. Soal murah mahal, sederhana mewah, dan lainnya. Menurut saya sih relatif. Terus terang saya jarang datang ke acara pernikahan yang biasa, nah biasa aja kan relatif ukurannya. Meskipun lebih sering ke acara nikahan yang lumayan, tapi tetep acara nikahan atau di agama saya dikenal walimah. Bertujuan untuk memberitahukan ke khalayak ramai kalau ini ada pernikahan loh dan pastinya memghindari fitnah. Bukan tentang pernikahan sekali seumur hidup saja, namun kenangan dan kepantasan tentu menjadi pertimbangan untuk menghelat acara pernikahan. Jadi acara pernikahan yang keren menurut kamu yang kayak gimana?