Masalah klise ART

Sejak Teona lahir, saya baru pakai jasa asisten rumah tangga (ART) mulai Oktober 2015. Sekarang sudah setahun lebih tentu sudah cocok. Tau sama tau, Mbak nya tau saya gimana saya juga tau Mbak nya gimana. Begitu pun Teona sudah akrab karena tak jarang saya minta bantuan untuk jaga Teona selama saya kerja. Seperti masalah ART pada umumnya, si Mbak mau menikah jadi tidak bisa bekerja lagi 😩

Walaupun si Mbak hanya beberapa kali seminggu dan lepas (pergi pulang) tapi karena sudah terbiasa jadi timbul rasa percaya. Ada beberapa kali kadang tak sengaja, hal2 yang bisa membuktikan kejujurannya. Hari gini punya ART baik dan jujur susah didapatkan. Makanya sebenarnya cukup berat hati juga melepasnya, meski saya bisa tawarkan materi. Tapi Saya gak bisa jamin kebahagiaannya dan semua manusia berhak beribadah dalam bentuk menikah. 

Seperti layaknya orang bekerja di mana pun, saat bilang berhenti, saya tentu beri penawaran. Mungkin terdengar klise dan sepele. Tapi buat saya seperti kehilangan teman baik. Yah hidup mesti terus berjalan, dijalani dulu sambil liat sikon. Karena saya bukan tipe yang mudah mempekerjakan apalagi percaya sama orang baru. Waspada aja sih.  

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

9 thoughts on “Masalah klise ART

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s