The power of ngobrol #abahihsan

Terus terang saya makin penasaran terapin metode abah Ihsan lewat pelatihan kemarin. Saya masih terus coba walopun adaa aja khilaf nya. Contohnya yang sudah berkelanjutan : 18-21. Daripada late post lagi, mumpung masih hot, saya mau cerita sekarang. Selain biar gak lupa juga mesti segera diterapin lagi ilmu barunya. Apa saya masih pelit? Saya bagi deh, tapi dikit aja ya *halahh.

Berhijrah mudah, istiqomah yang susah.

Ini beneerr banget. Huhu. Contoh nih, dari gak pake jilbab ke berjilbab sih mudah. Mempertahankannya yang belum tentu. Kenapa? Banyak banget godaannya. Allah maha membolak-balik hati manusia pun dengan mudah Allah cabut hidayah yang sudah diberikan *naudzubillah. Itu salah satu alasan saya untuk terus memburu ilmu parenting islami ini.

“The power of ngobrol”

Rasulullah SAW mengatakan kurang lebih :

Speak good

OR

be silent

The first sentence is SPEAK GOOD (bicara bermanfaat).

Kalau kita bisa berlama-lama ngobrol hal-hal yang gak penting dengan teman atau orang lain. Kenapa dengan suami / istri / anak gak bisa ngobrolin hal gak penting?!

Setelah ini saya hanya memberikan resume ya, kalo dibahas semua, kepanjangan cuy!

Ada 5 asumsi yang berbahaya :

  1. Makin sering bicara seolah-olah masalah selesai = belum tentu. Bukan bicara (1 orang) tapi ngobrol (2 orang).
  2. Berharap orang dapat membaca pikiran kita atau menunggu inisiatif orang. Hal – hal yang mengganggu sebaiknya dikomunikasikan.
  3. Menyerah. Menyerah tidak akan menyelesaikan masalah.
  4. Ketika emosi memuncak, kita sering mengucapkan hal-hal yang BUKAN kita maksudkan
  5. Tidak melihat sudut pandang orang lain

Solusi dari 5 asumsi yang berbahaya :

  1. Cari hambatan untuk ngobrol
  2. Saling memahami

Duh, punten gak bisa jabarin lengkap penjelasannya. Selain panjang, percayalah bahwa lebih enak dan seru dengerin penjelasannya dari abah Ihsan langsung dengan gaya nya abah Ihsan. Trademark banget deh pokonya gaya si abah Ihsan ini.

Masih terkait dengan cerita anak (dari anak mulai bisa bercerita hingga 23 tahun), kenapa 23 tahun? Anda mesti ikut pelatihan abah Ihsan agar paham betul maksudnya. Ketika Anak bercerita, solusinya kita melakukan ABG yaitu :

A : akui perasaannya >> oh jadi kamu kesal / marah / sedih?

B : berikan komunikasi >> kenapa begitu ya temanmu? (sudut pandang anak)

G : gali solusi >> trus menurut kamu gimana baiknya?

Selain itu orang tua WAJIB mendengarkan aktif ke anak, mendengarkan aktif : mendengarkan sambil sesekali bertanya.

Ketika orang tua melakukan kesalahan dan meminta maaf ke anak, bukan berarti menyerah dengan keadaan atau menjatuhkan kredibilitas orang tua. Namun itu bentuk KOMPROMI terhadap anak atau pasangan kita.

Abah Ihsan pun mengingatkan :

NGOBROL : 2 way communication

BUKAN

BERKISAH : 1 way communication

Ada banyak penjelasan dari abah Ihsan yang jleb jleb bangeettt di saya. Berkali-kali dalam hati bilang, “iih gue banget nih”. Hihi. Yahh, kita kan manusia biasa. Banyak juga pertanyaan para moms and dads, sebutan untuk komunitasnya abah Ihsan yang bernama mata pena. Saya gabung? Iya. Saya turut aktif? Lumayan. Pokonya asal topiknya ‘gue banget’ pasti nyimak dan urun rembuk.

Selama 3 jam (08.00-11.00) tadi, cukup untuk jadi pengingat dan mendapat ilmu baru yang gak sabar untuk saya terapkan di keluarga saya. Tantangannya adalah tetap konsisten dan tidak tergoda untuk menye-menye sehingga disiplin tetap berjalan. Ngincer ikutan PDA (pola disiplin Anak) nih. Mau izin ke bapaknya Teona dulu lah ya. Kalo diizinin pasti saya update, walopun resume doang ya pemirsa. Selamat berakhir pekan 😉

Advertisements