Market day 2018

Dalam rangka acara market day “pedagang jujur dicintai Allah al. Hasiib” dan peringatan hari keuangan. Setiap kelas menjual produk jualan masing-masing seharga Rp.3.000,- Kelas Teona kebagian menjual roti maryam. Awalnya sudah ditentukan 3 orang tua yang mau beramal untuk mendekorasi dan turut membantu di acara market day. Sehari sebelum hari H, posisi saya masih di kantor namun sedang tidak sibuk dan sudah bisa pulang. Ada WA masuk dari ibunya teman Teona yang kirim foto dekorasi seadanya yang disebutnya minim seperti kurang modal~ Trus dia ngerjain sendirian 😑 BT melihat dekorasi before, saya langsung ke sekolah, diskusi cepat dengan ibu itu dan kita cabut cari dekorasi ke pasar baru. Begitu dapat, kita kerjain bertiga dengan guru wali kelas. Lumayanlah ya gambar si after. Gak busuk amat gitulah.

Lay out stand kelas Teona, produk jualan: roti maryam
Tas daur ulang & dompet kertas buatan sendiri

Di hari H, anak-anak diminta membawa uang pecahan 1.000, 2.000, dan 5.000. Seperti yang kita ketahui bersama, pecahan 1.000 kertas sudah jarang, jadi saya nuker ke bank BC@. Kalo di luaran, uang 1.000 ya logam. Totalnya Rp. 30.000,- Okelah. Selain memacu kreatifitas di saat mepet di H-1 seperti cerita di atas. Alhamdulillah market day berjalan lancar, laris manis. Semua pada memuji si roti maryam yang baik penampakan, rasa, sampai kemasannya memikat hati, enak banget, dan keren ❤ Saat jualan, per kelompok dibagi 3 tugas : ada yang jadi kasir, bagian pelayanan, dan promosi. Haha. Kalau aja saya bisa ikutan, pasti seruuu.

Jajanan Teona
Pedagang jujur dicintai Allah Al. Hasiib ❤

Pas siang saya jemput Teona dia udah bawa kaos saya yang telah didaur ulang menjadi tas belanja dan dompet kertas buatan dia. Tas belanja isinya belanjaan dia, saya bahkan gak tau, pokonya dia belanja dan masih ada sisa uang pecahan 5.000 dan 2.000 1.000 di dompet kertasnya. Buat yang berpikir, mana mungkin hari gini belanja dengan uang pecahan segitu? Ini kan pendidikan jual beli dan gak mungkin juga kasih uang ke anak TK banyak yang ada gak mendidik. Isi tas belanja Teona : roti maryam, kebab, samosa, es timun, air madu (tutup botol hijau), puding kurma, dan susu kurma. Saya tanya yang dibeli dan dimakan di sekolah apa? Teona jawab, nasi kebuli dan susu kambing. Oh baiklah. Mudah-mudahan pendidikan market day ini beneran mengena di hati anak-anak sehingga betul-betul menjadikan mereka kelak pedagang jujur yang dicintai Allah Al. Hasiib. Aamiin ya rabbal alamin. Selamat beristirahat semua 🙂

Advertisements

Mencari kata

Kegiatan Kami mengisi waktu 18-21 salah satunya adalah : mencari kata. Kegiatan tersebut setiap hari tersedia di salah satu koran ibukota. Jadi saat menemukannya di sebuah buku yang saya belikan untuk Teona. Dia termasuk cepet ngerjainnya. Pada awalnya, Teona belajar mengeja huruf. Karena susunan hurufnya masih acak jadi enak buat bahan mengeja. Sejak lancar calistung (baca, tulis, hitung) lanjut ke baca tulisan di headline berita. Karena hurufnya dengan font besar dan tebal. Saya biasanya ngerjain mencari kata sekenanya, sisanya yang susah ketemu, saya limpahkan ke suami suruh ngerjain sampe selesai *pemalas. Begitu pun bila ada Teka Teki Silang (TTS). Kegiatan kami jadul? Gak masalah dibilang jadul, yang penting tujuan untuk mengurangi terpapar layar tercapai insya Allah. Namanya juga usaha.

Suatu weekend, pagi menjelang siang setelah saya selesai masak. Teona seperti biasa random baca / warnai / tulis di buku – bukunya. Saya baca koran. Teona menemukan satu halaman di bukunya, mengenai mencari kata. Sementara saya menemukan hal yang sama (mencari kata di koran). Jadilah kita masing – masing ngerjain. Untuk bagian mendatar dan menurun udah lumayan bisa. Masih belum bisa bila huruf terbalik atau kesamping. Teona protes, kenapa harus terbalik susunan hurufnya dan kalo kesamping lebih susah menemukan kata-nya. Tentu saja hal tersebut strategi si pembuat soal lah ya. Saat menemukan kata yang dimaksud, terlihat cukup senang dan puas. Jadilah kami berhasil menyelesaikan tugas kami masing – masing. Toss.

Ternyata mencari kata dari susunan huruf acak dan TTS abadi juga ya. Ketika menemukan soal TTS di buku Teona pun sudah tau yang mesti dikerjakan. Meskipun jawabannya ya ada yang nanya juga. Berita sekarang bisa didapatkan dari mana saja sumbernya. Maka wajar kalau makin jarang orang baca koran. Namun koran bukan hanya untuk mengetahui berita atau jadi alas bila Teona main cat untuk warnai. Tentu saja manfaat lain masih kami dapatkan, terutama si mencari kata ini. Sederhana namun bisa mengasah otak dan kejelian mata. Seru dan menyenangkan kalau buat Kami. Pastinya di apps banyaklah games sejenis ini. Namun kembali ke tujuan awal, mudah – mudahan bisa terus komitmen. Kamu suka juga gak mencari kata dari susunan huruf acak?

Istana Ayam Goreng Sri, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur.

Bukan post berbayar, murni oleh – oleh 🙂

Malam itu pukul 20.35 saya sudah posisi tidur pasca menunaikan daily routine before sleep. WA masuk dari seorang sahabat baik mengatakan dia baru akan boarding dan setibanya di rumah dia langsung gosend ayam goreng ke saya. Tentu yang bikin saya kaget adalah : jam pengirimannya yang tentu saya pasti sedang otw ke alam mimpi dan ayam goreng apakah gerangan yang segitu niatnya akan dikirim malam itu juga?? Karena mata sudah 5 watt, saya tetap tidur namun HP standby, pasti abang gosend akan telp begitu sampai, pikir saya. Bener aja, 23.19 SMS dari abang gosend tak terdengar yang dilanjutkan dering telfon. Begitu mendarat selamat di tangan saya, langsung foto dan laporan ke sahabat kalau sudah sampai dan mengucapkan terima kasih. Setelah menyimpan di kulkas, saya lalu kembali menuju alam mimpi.

Ayam goreng Sri
Alamat istana ayam goreng Sri

Kalau biasanya ayam goreng digoreng kering, ayam goreng Sri ini digoreng basah. Satu ekor ayam tulang lunak disertai ati ampela dan sambal yang maknyos. Saya baru pertama kali cicip dan wuenaakkk 😍 Beberapa teman yang lihat igstory saya menyarankan kapan – kapan mesti makan di resto nya langsung. Insya Allah kalau ada kesempatan ke Pandaan ya temans 😉 Untuk harga saya gak tau ya, namanya pun oleh – oleh. Cita rasa ayam sri ini memang beda dengan ayam yang dijual per ekor dengan merk nyonya blabla. Bisa dipastikan saya habis seekor sendirian saking enaknya. Hihi. Karena Teona makan udah self service, jadi dengan mudah dia bisa copotin tulang ayam saking lunaknya.

Apakah saya terkesan dengan ayam goreng sri? Tentu saja sangat terkesan. Gimana cara manasinnya setelah keluar kulkas? Selera saja, bisa dimicrowave atau dikukus. Saya ngebayangin kalau makan langsung di resto nya tentu lebih nikmat. Tapi dari hasil penelusuran, konon restonya ruame sekali. Berarti saya termasuk beruntung ya, gak perlu repot antri, gratis, dan diantar langsung ke rumah. Subhanallah. Benar-benar rezeki. Jadi selain saya, siapa saja nih yang suka dengan ayam goreng sri ini? Kamu terkesan juga gak dengan rasanya? Selamat menyambut akhir pekan yaa 💜

Panggilan anak VS panggilan keponakan

Apa sih ini maksudnya? Konteksnya sih dalam keluarga besar ya. Karena Indonesia kan kekeluargaannya erat, trus ya hubungan kedekatan itu banyak bentuknya. Jauh atau dekat hubungan suatu keluarga sangat relatif. Kalau dulu memanggil kakak orang tua bisa dengan : uwak, bude pakdhe, dan sejenisnya. Sementara adik orang tua bisa dengan : om tante, bulik paklik, buci pakci, dan sejenisnya. Trend nya sekarang bergeser bahwa keponakan tetap dianggap anak, jadi panggilannya tetap panggilan seperti ke anak. Hal ini seperti berlaku di keluarga suami. Karena saya punya 2 orang kakak ipar perempuan. Kakak ipar 1 minta dipanggil mama dan kakak ipar 2 minta dipanggil bunda. Sementara Teona manggil saya ibu. Alhamdulillah, saya gak ada masalah dengan itu.

Sementara kalau di keluarga saya, Teona manggil adik perempuan saya bulik dan adik laki-laki dengan sebutan paklik. Sementara untuk sepupu-sepupu, ada yang minta dipanggil pakde bude, noona (bahasa Korea), hingga aunty (bahasa Inggris). Alhamdulillah ini pun saya gak masalah. Yah apa juga yang mesti dipermasalahin? Yang penting gak manggil nama dan gak ‘gue elo’. Tetap dong mau sedekat apapun, gak mungkin ke yang lebih tua begitu. Ada tata krama yang wajib dijaga dan dijalankan. Ada tetangga orang Oz (lebih tua dari saya dan suami) yang pas datang kesini dia gak mau Teona manggil Mr dan lebih nyaman dipanggil nama. Ya kami menyesuaikan, karena budaya dia gak ada kayak kita. Sementara tetangga sebelah di rumah orang tua, anaknya memanggil orang tua saya dengan sebutan pakde bude karena usia orang tua saya lebih tua dibanding orang tuanya dan sudah sangat dekat hubungannya.

Ternyata gak ada yang perlu dipermasalahkan ya, apalagi dibanggakan ataupun diperdebatkan. Selama tau tata krama, saya rasa aman terkendali. Lagipula trend itu kan bisa tetap atau bergeser. Gak juga yang dengan panggilan anak sudah pasti lebih dekat dan solid dari yang panggilan keponakan. Tentu gak jadi jaminan. Karena tiap keluarga besar memiliki nilai kedekatan masing-masing. Santai aja menyikapinya yang penting gak menyimpang dari ajaran agama. Gimana pendapat kamu tentang panggilan anak atau panggilan keponakan?

fri3nds.co coffee & eatery, Bulungan, Jakarta Selatan.

Bukan post berbayar, murni pengalaman pribadi.

fri3nds.co coffee & eatery
fri3nds.co coffee & eatery

Buat yang merhatiin igstory saya kemarin, tunggu deh, kenarin tuh Minggu lho. Iyaaa, Minggu kemarin saya ada acara yang diselenggarakan di fri3nds.co ini, makanya sekalian review ala Frany. Jadi karena acara, reviewnya sekalian cafe ini bisa buat acara juga. Kalo saya kemarin seminar awam dengan 30-an peserta. Secara lay out ruangan tentu saja cozy dengan interior design yang keren. Andalannya tentu saja kopi, dengan harga yang terjangkau. Mendingan ngopi cantik di sini dibanding nyetarbak. Ini beneran saya ngerasa kalo nyetarbak mayan mahal *buat saya. Kalo di fri3nds.co ini terjangkau dan reasonable price. Trus varian kopinya pun banyak, bahkan buat saya yang jarang ngopi pun merasa cocok dengan kopi di fri3nds.co ini.

fri3nds.co menu
fri3nds.co menu

Misal kamu mau bikin acara di fri3nds.co dapat request menggunakan ruangan di lantai 2. Fasilitas lainnya yang sekarang juga lazim di mana pun, free wifi. Parkirannya pun lumayan, misal gak dapet parkir. Kamu bisa parkir di Blok M Plaza. What? Iya, fri3nds.co lokasinya berseberangan dengan Blok M Plaza. Deretan cafe ini beneran area pergaulan banget. Kalo aja saya lagi barengan genk, udah pasti saya nongkrong dulu. Hihi. Sayangnya kemarin pas acara dan buat kerja. Tapi tetep seru karena emang tempatnya asik. Mereka juga menerima pesanan snack box dan lunch box. Untuk kamu yang pecinta kopi wajib cobain kopi di fri3nds.co ini. Tentu saja untuk pilihan kopi ada hot and cold. Ruangannya dibikin no smoking dan smoking area. Tinggal sesuaiin aja mau duduk di area mana.

Venue acara

Lokasi fri3nds.co yang strategis di Bulungan, sehingga dapat dengan mudah dijangkau. Transportasi publiknya tentu saja transjakarta dengan tujuan akhir terminal blok M. Tinggal nyeberang ke area Blok M Plaza. Mudah bukan. Buat kamu yang mau adain acara, reuni, arisan, atau sekedar nongkrong ngopi cantik. fri3nd.co tepat buat jadi pilihan, kamu bisa reserved tempat terlebih dahulu juga lho. Tempat ngopi atau cafe buanyak banget. Tapi yang recommended jarang kan? Jadi saya berani buat merekomendasikan fri3nds.co buat kamu coba. Jangan lupa mampir yaa 😉

Kuku

Setiap hari di sekolah Teona saat baru datang, mengucapkan “Assalamualaikum” dan cium tangan guru. Bedanya di hari Jumat, setelah cium tangan, dicek kuku tangan dan kaki apakah panjang? Alhamdulillah, saya cukup ketat dalam aturan dunia perkukuan. Trus gimana dengan anak yang kukunya panjang? Tenang, gak disuruh pulang kok. Tapiii, si pengantar (Ayah/Ibu/ART/Babysitter/keluarga/siapapun itu) dipinjamkan gunting kuku dari sekolah dan diminta menggunting kuku anaknya terlebih dahulu sebelum masuk. Sumpah, itu nilai plus di mata saya dan suami. Sederhana namun penting, hal kecil namun bermanfaat besar, tindakan secuil yang mencegah celaka.

Gunting kuku hal remeh ya kan, males pun bisa meni pedi di salon. Apa susahnya? Susahnya dalam kasus ini entah anaknya yang pecicilan luarr biasa (bahkan saar tidur) sampe segitu susahnya motongin kuku. Atau orang tuanya yang superrr sibuk sampe gak ada waktu memperhatikan kebersihan dan kerapihan kuku anak sendiri. ENTAHLAH. Trus saya ceritalah ke bapaknya Teona, “tadi ada bapak2 lagi motongin kuku anaknya lho. Kalo gak terbiasa motongin, repot juga ya.” Suami bilang, “ya resiko, kan gak bisa nyuruh guru yang motongin. Itu kewajiban orang tualah …” Lanjutannya adalah keluhan keras suami yang dilayangkan ke sekolah lama dulu. Perkara Teona beberapa kali dicakar teman laki-laki di kelas. Kasus terakhir dicakar sampai nyarisss kena mata 🙈 Murkalah suami ke pihak sekolah. Saya pun kena dampaknya, ” itu kalo kena mata Teona, siapa yang mau tanggung jawab???” 😢 “orang tuanya mau tanggung jawab dalam bentuk seperti apa???” 😥 Hadeuh, saya yang tadinya : ya udahlah ~ Jadi mikir, apa saya yang terlalu pemaaf?! Tapi omongan suami bener juga sih. Huhu.

Kuku pendek

Makanya suami amat sangat respect dengan sekolah sekarang, selain tidak hedon yang gimana, juga menerapkan kurikulum islami sesuai perkembangan usia anak TK. Kita tidak bicara bila ibu si anak sudah tiada, lain cerita kalo itu. Atau bila si anak tersebut bersaudara banyak, itu mah urusan dan tanggung jawab orang tua lah ya. Intinya, gimana pun caranya ya lo tanggung jawab lah sama anak lo. Menurut saya, punya anak bukan harus atau sedianya siap moril materil bahkan gak bisa diukur dari usia punya anak. Poinnya, NIAT, KOMITMEN, dan KEMAUAN orang tua untuk mendidik dengan baik dan bertanggung jawab. Bahkan untuk hal remeh sekalipun, apalagi urusan dunia akhirat. Bakal makin panjang bahasannya apalagi pertanggungjawabannya. Kamu ada pengalaman buruk dengan kuku panjang?

Perpanjang SIM A

Anda boleh merasa kecewa, karena ternyata post ini bukan berisi mekanisme ataupun regulasi perpanjang SIM. Karena pasti udah banyak blog atau link artikel terkait yang memuatnya. Hehe. Kalo saya mah, yah curhat aja ya kan. Seperti kita ketahui bersama, bahwa SIM berlaku 5 tahun. Terakhir buat waktu saya hamil Teona dan tentu saja sudah hampir habis masa berlalunya. Teona-nya aja udah 5 tahun, jadilah ini SIM minta diperpanjang. Alhamdulillah wa syukurilah, saya perpanjang dekat aja yang memang saya jangkau dengan by sikil alias jalan kaki. Karena kendaraan dipakai Teona dan bapaknya les. Yang ingin saya garis bawahi di sini adalah foto saya. Haha. Gak penting buat Anda tapi ternyata memorable buat saya.

Kurleb akhir tahun 2012, saya difoto untuk SIM saat sedang hamil yang kita ketahui bersama, saya mual muntah full 9 bln. Dengan diantar supir kantor lama waktu itu, saya izin sehari untuk urus ini. Bawa perut aja udah engap, belum lagi saya banyak doa agar kuat menjalani ini semua *tsahh. Jadi jangankan make up, gak muntah aja udah Alhamdulillah. Tidak ada previllege yang saya terima waktu itu, semua sesuai antrian dan prosedur. Saat foto pun, sebenarnya sudah cukup kelelahan. Jadi asal bisa senyum aja, udah bagus. Sehingga saya bisa pulang dengan lega dan hati gembira. Meskipun juga gak terlalu bermanfaat karena ya menurut lo hamil gede, udah gak enaklah berkendara. Jadi penampakan foto saya seperti di atas, meskipun muka pucet tapi gak keliatan kan kalo lagi mual?!

Ketika tahun ini wajib perpanjang SIM lagi, kondisi saya sedang drop. Bisa saja sih menunggu minggu depan atau minggu depannya lagi pokonya sebelum akhir bulan. Tapi saya gak mau ambil resiko. Jadi pas senggang meskipun lagi batuk berdahak, saya urus aja deh. Ternyata antri sana sini segala macem cukup melelahkan juga. Pas giliran foto saya udah lemes. Huhu. Beruntung cepet selesai, saya cepet pulang buat istirahat. Sementara mbak yang nomor antrian sesudah saya sibuk touch up, saya gelisah pengen cepet pulang. Mungkin pemikirannya foto mesti oke nih karena dipakai untuk 5 tahun kedepan. Kalo saya yang tipe cuek, mau foto SIM kek, Paspor kek, KTP kek. Yang penting muka gak busuk – busuk amatlah. Gak ribet. Kalo kamu tipe yang gimana?