Inferior VS karma

Post ini gak perlu baper, sekedar berbagi cerita. Santai aja nanggepinnya.

Diskusi saya dan suami pagi ini sungguh ngena di saya. Berawal dari kami membahas tetangga (tinggal di Jakarta), keluarga yang adalah warga keturunan yang sehari – hari berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan anaknya sekolah di internesyenel. Ini sih banyak di tetangga warga keturunan. Poinnya adalah, di antara tetangga – tetangga sejenis, bapak tetangga ini bahasa Inggrisnya paling keren tanpa terkesan maksa. Ada orang yang komunikasi sama Anak pake bahasa Inggris tapi kelihatan maksa penggunaan kalimatnya padahal cuma belanja di ind0maret. Jadi bikin ngakak.

Suami cerita beberapa waktu yang lalu baca di media cetak The Jakarta Post, ada warga negara Indonesia, tanpa menyebut dirinya warga keturunan atau bukan. Dia cerita meskipun tinggal di Indonesia, orang tuanya mengajarkan bahasa utamanya adalah bahasa Inggris dan sekolah di sekolahan internesyenel. Hal tersebut berakibat bahasa Indonesia nya memiliki aksen kebarat – baratan yang menuai ledekan dari teman – temannya. Mungkin kalo bahasa utamanya Inggris dan tinggal di luar negeri masih sangat masuk akal. Suami bilang, “… begitulah hukum alam, kalau sudah inferior karmanya pasti ada dengan atau tanpa disadari.” Inferior adalah perasaan tidak sempurna atau kurang. Dalam hal ini saya gak menekankan nasionalisme tapi paling enggak hormati dan hargailah negara asalmu.

Mengingatkan saya akan seorang teman yang lahir, tinggal, dan besar di Jakarta. Tapi kelihatan membenci Indonesia (baca : Jakarta) mulai dari macet hingga birokrasi. Menikah dengan WNA dan tinggal di luar negeri yang cuma kesandung nyampe dan masih impor ART dari Indonesia aja begitu amat. Bila saya cerita tentang teman tersebut ke suami, Suami menyaut dengan datar, “jalan hidup insya Allah masih panjang, kita liat aja.” Wis keblinger bocah kuwi. Maksudnya? Terlena hedonisme. Seperti gak mengenal teman itu lagi rasanya sekarang, udah beda banget. Suami mengajarkan bahasa Inggris dan sedikit bahasa Belanda ke Teona, mengalir aja tanpa kami tuntut. Kalo saya sih ngajarin bahasa Jawa dong ke Teona, seperti : dalem, inggih, mboten. Karena saya suka bahasa Jawa kromo inggil, walaupun saya gak jago. Kamu punya cerita yang sama atau mirip sama cerita saya?

Advertisements

Ikea, Alam Sutra, Serpong.

Ini kedua kalinya saya kesitu dengan formasi seperti pada kunjungan pertama. Padahal gak jauh tapi kenapa jarang? Bapaknya Teona ogah diajak ke ikea 😑 Jadilah saya dan ibu – ibu teman Teona kesitu bareng karena ada beberapa barang yang mau dibeli plus cuci mata tentunya. Transportasi menuju ikea selain mobil pribadi atau taxi online jujur aja saya gak tau, maafkan. Karena lokasinya persis keluar tol trus gak dilewati angkot. Kami sampai ikea pukul 10.30. Lantai 2 yang isinya ruang pamer contoh layout ruangan / inspirasi interior design juga furniture seperti sofa bed dan lainnya juga foodcourt. Lantai 1 isinya dijual per jenis item, misal baby area, garden area, living room area, dan seterusnya dilanjut gudang dan kasir. Basement isinya cafe, mushola, dan parkiran.

Ruang pamer

Ruang pamer

Ruang pamer
Ruang pamer
Ruang pamer
Ruang pamer

Kami berlima plus 1 toddler langsung menuju lantai 2, tentu kami haus inspirasi plus liat – liat membandingkan satu produk dengan produk lainnya. Meskipun hari kerja (weekdays) tetap ramai, namun masih nyaman. Saya gak kebayang gimana weekend. Saya paling suka lantai 2 karena bisa puas lihat ruang pamer yang menginspirasi. Puas karena areanya gedeee banget, rasanya mau balik lagi karena kelupaan ambil troli aja males. Hehe. Tapi kami udah tau dan tandain yang mau dibeli. Ada sih pegawai ikea yang standby tapi gak sebanyak di @ce atau inform@. Cara tandainnya, fotoin label produk yang ingin dibeli, tanda merah di label artinya kita cari rak di gudangnya nanti di lantai satu. Self service ya kan, pegawai tetap standby bila kita menemui kesulitan.

Kelilingin lantai 2 selama hampir 2 jam bikin laper, jadi langsung menuju foodcourt deh. Sistemnya kita ambil troli makanan susun tiga trus sebutkan pesanan, minum ambil yang sudah tersedia (tetap bayar), juga tambahan seperti puding atau pie. Kami pesan : nasi ayam panggang lalapan sambal (kurang kerupuknya nih, gak ada), bola – bola daging dengan mashed potato dan kacang polong juga semacam saus burberry, dan pie mirip pie hokk@ido. Alat makan dan tissue ambil sendiri di tempat yang tersedia. Pegawai foodcourt tetap beresin terakhir saat kita udah pergi.

Setelah kenyang lanjut ke lantai 1, kami langsung ke produk sesuai tema, misal garden ya semua tentang garden. Begitupun lampu, sprei, lilin, barang pecah belah, peralatan masak, dan seterusnya. Saya nemu sprei yang saya cari, karena dulu saat pertama ke ikea dibeli sampe sekarang masih awet, bahannya enak dipakai, dan tidak pudar atau cepat kusam. Maka saya beli lagi deh 💛 Kami pun menuju gudang, yang mana gudang tersebut jadi spot icon foto – foto kalo ke ikea. Saya sempat keder juga cari rak buat ambil produk yang saya mau beli. Secara gudangnya gedeee aja, jadi tanya pegawai yang standby. Setelah semua selesai mendapat barang yang diinginkan. Kami membawa troli kami ke kasir. Tas kuning yang disediakan ikea untuk bawa barang selama di area dalam wajib dikembalikan. Taruh barang yang kita beli, nanti jalan seperti di mesin x-ray bandara, bayar, trus selesai.

Kami menuju mushola di basement yang juga ada tempat taruh troli. Alhamdulillah musolanya besar dan bersih dengan pernak – pernik khas ikea. Setelahnya Kami naik lagi ke lantai 1 untuk jajan! Hoho. Jajanannya murah kok, kami beli hotdog, bola – bola ayam, dan tak lupa ice cream! Yummy. Kita dikasih cone kosong dan koin. Koin tersebut kita masukkan ke mesin, taruh cone ditempat yang tersedia, lalu ice cream pun keluar 🍦

Saya mau share yang saya naksir tapi belum beli. Hehe. Kendalanya space dan dananya juga. Tapi naksiirrr.

Tips ke ikea :

  1. Kalau bawa anak kecil bawa stroller atau gendongan yang nyaman. Mengingat ikea ini luaasss.
  2. Bawa air minum, karena areanya gak yang mudah buat jajan. Hanya ada di area yang telah disediakan seperti foodcourt.
  3. Ikuti tanda panah buat guide selama di dalam ikea. Untuk menghindari kita muter berkali – kali di area yang sama. Buang waktu dan bikin keder.
  4. Buat list produk atau barang apa saja yang ingin dibeli. Saya hanya 5 item, hanya satu yang cukup besar.
  5. Ikea tidak menyediakan plastik, jadi kamu bisa beli semacam tas plastik biru ikea, khusus buat angkut belanjaan kamu. Tas biru tersebut tersedia dalam berbagai ukuran dan tentu saja dapat dipakai kembali. Kalo saya buat belanja bulanan di supermarket, karena punya yang ukuran besar.

Ada beberapa catatan penting : makanan di ikea enak semua! Minimal itu pendapat saya. Kalo biasanya suka liat bapak goj3k beredar di @ce atau inform@. Di ikea gak ada sama sekali. Menurut saya sih, ikea udah jadi destinasi wisata. Apakah saya ikea minded? Tergantung apa dulu produk atau barangnya. Yang pasti saya suka inspirasi di ruang – ruang pamernya. Kalo barang yang kita beli gedee banget seperti kitchen set atau sofa bed misalnya, apa bisa diantar? Bisa. Saya pernah tanya, ongkir ke Jakarta Pusat sekitar 400.000-an dan ongkir ke komplek rumah orang tua di daerah caman sekitar 700.000-an. Tapi rata – rata barang yang dirakit seperti rak atau lemari kan gak yang udah jadi. Anda rangkai sendiri di rumah, jadi gak gede banget gimana bawanya. Anda tertarik ke ikea seperti saya?

Baper-an

Tenang, saya gak lagi pengen nyinyirin atau ngebahas orang kok. Saya kan tipe yang kalo nonton film sangat pemilih. Ternyata emang tipe selektif saya tuh ya *baru sadar. Jadi abis nonton film tuh baper gitu. Misal menurut saya film itu njijik’i, pasti langsung saya blacklist gak akaannn saya ulang nonton lagi. Contoh film yang saya suka ulang nonton tuh macem : mission impossible, Harry Potter, Bridget Jones diary, gitu – gitu deh. Film inisial A yang sekarang sedang tayang di bioskop, jangankan nonton, keinginan untuk nonton pun gak ada. Sebenarnya pun nonton film di TV juga gak yang sering, tapi pas bisa nonton khusyuk. Ini berlaku saat nonton sendiri ataupun bareng suami. Film pertama yang saya jijay itu The Swan, inget banget nontonnya di DVD. Selesai nonton, keping DVD nya saya patahin jadi 2 saking jijiknya.

Nah ini film kedua yang saya jijay, The Founder. Lagi sering diputer ulang kok di TV, HBO kalo gak salah. Awalnya oohh ini tentang latar belakang McD. Tapi kok bisnis kotor, tapi kok slengki (selingkuh) sama istri orang, tapi kok istrinya dicerein begitu aja, tapi kok endingnya malah sukses dan bahagia sama slengkiannya. Jadi pengen muntah sumpah! Orang kok dzolim banget. Kalau gak salah, film itu diangkat dari kisah nyata. Berarti oknum tersebut nyata dan benar adanya *yucks 😫 Jijik parahhh. Kemarenan suami lagi ganti chanel TV trus sempet berhenti beberapa detik di suatu chanel, pas saya baca judulnya, the founder. Langsung teriak minta ganti, suami tanya emang kenapa? Saya jawab singkat penuh protes yang berujung, “… orang dzolim kok hidupnya malah sukses dan bahagia, nggilani.” Trus dijawab suami, “makanya kalo nonton film jangan baper.”

Ada lagi beberapa film tentang teroris, di situ diceritakan orang muslim. Intinya, si muslim yang dzolim dan si tentara bule yang menang. Film – film kayak gitu juga saya jijik, katanya gak boleh SARA. Pokonya film yang mengandung SARA, elgebete, bisnis kotor, perslengkian, dan dzolim. Udah pasti saya blacklist. Kayaknya saya gak bisa jadi responden survey film nih. Bakal gak obyektif kalo saya yang nilai. Suka sebel dan eneg sendiri kalo pas ketemu film njijik’i. Film Indonesia saya jarang nonton, pasti ada juga yang njijik’i tapi kan saya gak nonton. Hehe ✌ Walopun film yang tagline nya terkenal “Kamu gak akan kuat, biar aku saja” garapan Suami temen pun gak bikin saya jadi penasaran pengen nonton. Asli gak gaul ya. Hihi.

Lima tahun

Dari awal bulan, anaknya udah request mau ulang tahun di sekolah. Nah tahun ini, bertepatan dengan hari kejepit nasional (harpitnas). Trus ibunya ini lagi kumat malesnya. Beda seperti tahun – tahun sebelumnya. Tahun ini super ringkes! Pesen goodie bag di minimarket milik sekolah untuk anak – anak dan pesan makanan untuk guru – guru. Beres. Sekolah minta salah satu orang tua Teona hadir saat doa bersama. Tentu saya yang hadir. Anaknya super ge er senyam – senyum. Seneng dia temen – temen pada doain dan ngucapin selamat.

Alhamdulillah wa syukurillah untuk kesehatan dan semua kepandaian yang telah Allah limpahkan untuk Teona. Semoga bisa menjadi muslimah yang solehah dan kebanggaan keluarga. Maaf untuk segala kekurangan dari pola pengasuhan ibu (terutama), semoga bisa lebih sabar, santai, dan bijaksana lagi *ngaku. Doa ibu, Allah selalu menjaga, meridhoi, dan memberi Teona karunia, taqwa, dan akhlaqul karimah. Aamiin ya robbal alamin.

Besok karena tanggal merah, insya Allah kumpul sama keluarga saya di rumah orang tua. Saya super kangen sama orang tua saya, belakangan mereka berdua travelling terus. Jadi jarang ketemu. Kalo Teona gak sabar dapet banyak kado, saya gak sabar melepas rindu dan memuaskan hasrat kuliner di rumah orang tua *lebay ya. Sekalian silaturahmi menyambut bulan Ramadhan. Insya Allah barokah. Aamiin. Sekali lagi, happy birthday feeling ekstrovert! ❤

Es krim Ragusa, Jakarta Pusat.

Sering lewat tapi baru pertama kesini, karena baru sempat aja. Trus sering lihat liputannya di TV ataupun artikel di dunia maya. Secara lagi sempat dan dekat juga jadi mampir deh icip – icip di situ. Setelah disuguhi menu lalu pesan dan gak lama pesanan terhidang. Pesanan saya dan beberapa teman antara lain : premium flavored durian, coupe de masion, cassata siciliana, dan spaghetti ice cream. Rasanya? Menurut saya manisnya pas, tidak eneg, dan cukup seru buat ngemil cantik. Duriannya asli. Harganya pun standar. Segelas air putih pun disediakan untuk setelah selesai makan es krim, tentu gratis lah ya.

Menu
Spaghetti ice cream
Cassata Siciliana
Kiri : premium flavored durian, kanan : coupe de masion

Tempatnya biasa aja, ala jadul gitu. Tempat parkirnya terbatas, karena letaknya di pinggir jalan (satu arah). Lokasinya strategis, di tengah kota Jakarta. Tidak dilalui angkutan umum. Bila ingin menuju kesini, bisa naik commuter line arah stasiun kota, kemudian turun di stasiun juanda dan jalan kaki menuju es krim Ragusa. Naik bajaj atau ojek online juga bisa. Lokasinya dekat dengan halte bis tingkat wisata si mpok siti jadi bisa kesini sebelum atau sesudah naik bis tingkat wisata.

Persis di samping es krim Ragusa ada los jualan makanan. Kami tadi hanya icip asinan sayurnya seharga 25.000 (lupa gak kefoto). Karena habis makan jadi gak pesan lainnya kayak sate ayam dan lainnya. Es krim Ragusa buka dari pukul 10 pagi sampai malam. Apakah cukup berkesan? Lumayan deh, gak mengecewakan. Kami gak nongkrong lama tadi. Eh tapi sempet duduk sebentar di bangku yang tersedia di trotoar seberang es krim Ragusa. Iseng aja. Buat yang penasaran kayak apa sih es krim Ragusa yang legendaris itu, bisa langsung meluncur ke lokasi.

Ragusa Restaurant & Ice Cream

Jl. Veteran I No. 10 Gambir

Jakarta Pusat

Pengajian April 2018

Setelah post sebelumnya yang penuh protes dan emosi jiwa, saatnya kembali ke jalan yang benar *benerinjilbab. Sengaja bikin post ini bukan hanya sebagai pengingat saya tapi juga berbagi mungkin ada teman – teman yang karena sibuk, tidak sempat datang ke majelis taklim. Pertanyaan di bawah ini adalah respon dari ceramah Ustadz.

1. Bagaimana bila sudah tabayun, namun manusiawi : memaafkan tapi tidak melupakan?

Jujur, ini pertanyaan saya. Karena ada poin yang disebut ustadz, mengingatkan kisah pahit ex boss di bank terdepan terpercaya dunia akhirat. Makanya saya penasaran nanya. Alhamdulillah kalau sudah tabayun, walaupun saat itu saat yang paling tidak mau saya ulang, demi Allah. Asal disinggung dikit, dendam membara. Well, saya manusia biasa. Caranya gimana? Minta Allah untuk melupakan. Melupakan semua kejadian gak enak yang telah saya alami. Duh semoga ya. Saya aja gak bisa ngebayangin ketemu sama manusia itu, bisa saya cakar dan tusuk sekalian kali. Denger cerita dari kerabat suami di Padang aja, itu kerabat yang saya ketusin, padahal dia cuma cerita ke saya. Tapi gue gak butuh update -an manusia itu, plis! Ngeri ya, makanya mending jangan sampe ketemu.

2. Bagaimana bila sholat jamaah dengan anak tapi kita duluan selesai dan menjadi pertanyaan si anak?

Tentu demi alasan menyenangkan anak, maka ikuti anak. Walaupun bacaan anak lama, maka kita baca surat lain (dalam hati) sampai anak selesai baca. Meskipun anak (laki-laki utamanya) yang belum aqil baligh belum sah menjadi imam. Gak ada masalah, biar menjadi motivasi anak untuk menghafal surat di Al. Quran dan sholat dengan lebih khusyuk dan tuma’ninah. Ini juga yang saya alami, tapi Kami gak pernah duluin Teona. Kalo dia masih baca surat pendek ya sudah kita nunggu sampe selesai. Semua ada prosesnya kok.

3. Apakah tidak boleh menaruh atau memasang foto di rumah?

Yang tidak boleh itu patung. Memasang foto untuk mengingatkan kita akan kenangan baik dan membahagiakan tidak apa-apa.

4. Bagaimana urutan sholat fajar, qabliyah, ba’diyah?

Tahajud – hajat – fajar – setelah adzan baru qabliyah – ba’diyah – sholat subuh.

5. Kenapa ada orang yang sholat namun tempatnya pindah – pindah? Contoh : tahiyatul masjid di shaf tengah, sunnah di shaf ujung, dan wajib di shaf depan?

Rasulullah SAW melakukan hal yang sama, maka hal tersebut adalah sunnah. Malaikat pun mencatat di mana pun kita sholat. Tempat – tempat yang pernah kita singgahi akan memberi kesaksian untuk kita di hari akhir, bahkan tempat maksiat yang pernah kita datangi sekalipun. Serem ya. Saya pikir cuma organ tubuh kita aja yang bersaksi kelak. Ternyata tempat yang kita pernah singgahi pun juga bersaksi. Jadi nginget2 nih, saya pernah ke tempat maksiat mana aja ya?!

Saya gak kebayang, kalo saya gak beragama atau gak percaya Tuhan. Mungkin saya jadi preman atau gengster kali. Eh jangan salah, begini aja saya dibilang sok alim. Padahal gak tau aja dia, kalo gak mendalami agama, bisa dipastikan saya pasti liar. Beruntung saya lahir di keluarga dengan didikan disiplin ketat dan cukup keras dalam agama. Meskipun pengajian ini hanya sebulan sekali tentu saya cari – cari ilmu Agama dari berbagai sumber lain yang shahih. Bersyukur pengajian ini bukan pengajian rempong foto-foto aja. Tapi yang penting makna dan manfaatnya yang terasa banget. Minimal buat saya ya. Kalo kamu yang menjaga kewarasanmu kegiatan seperti apa?

Akhirnya punya e-ktp

Telat banget lo, Fran? Salahkan pas saya rajin si blanko gak ada dan salahkan pas saya males malah mesti ngurus. Hih ! Akhirnya terpaksa ngurus yang katanya mudah itu. Mari kita buktikan. Info yang Kami dapat (yang mana ternyata info tersebut salah), mesti ke kecamatan yang mana daerah padat parah dan Sabtu buka kok setengah hari. Baiklah, dijalani demi e-ktp. Sampe kecamatan, sepertinya sedang ada acara entah apa, ada orang yang sudah kumpul duduk sambil pegang snack box, musik disetel cukup kencang. Saat kami masuk dan celingak – celinguk. Walaupun banyak manusia, gak ada tuh yang berniat bantu. Kami nyelonong masuk lho kok sepi di dalam. Kami keluar lagi, suami menghampiri meja dan ambil lembar absen. Baru ada ibu yang tanya kita dari mana? Suami jawab, kita mau urus e-ktp. Ibu tersebut malah nyolot, “makanya nanya dong.” Suami esmosi, diulang dengan nada gak kalah keras, “oh HARUS nanya ya.” Ibu itu ketakutan trus anter kita ke dalam ke petugas yang standby. Saya diam tapi dalam hati, “mampus tuh ibu, nyolot sih.” Saya jahat? Ibu itu gak pake otak atau gimana?! Alih – alih nyolot, lebih baik tegur kita duluan, keperluan kita apa. Kesimpulan dari kecamatan : e-ktp urus di kelurahan. Baiklah!

Langsung meluncur ke kelurahan dan masih tutup dan gelap. Wow. Lalu ada bapak-bapak nyamperin kita yang ternyata yang biasa antar teman Teona saat di sekolah lama jadi kami saling kenal. Bapak tersebut bukan pegawai kelurahan, tapi begitu lihat Kami. Bapak tersebut buka pintu dan nyalakan lampu agar Kami bisa masuk dan menunggu di dalam. Bapak tersebut juga yang kasitau petugas ada warga lho ini yang perlu dilayani. Ini gimana ceritanya kalo gak ada yang kenal macem di kecamatan tadi ya?! Setelah dilayani, e-ktp saya jadi duluan, walopun fotonya foto lama saat belum nikah dan belum berjilbab 😑 Trus gak bisa foto ulang kata petugas *terserah deh. Beralih ke suami, dia difoto saat itu dan petugas bilang, jadinya Selasa. Okeh. Kami bersiap cabut dari situ, belum sampe pintu keluar, kami dipanggil lagi, katanya e-ktp suami juga sudah jadi dari sistemnya cepet. Alhamdulillah. Rezeki banget.

Terlepas dari saya di pihak mana, tapi kinerja kelurahan kecamatan masih juara DKI 1 sebelumnya. Kalo yang sekarang yah begitulah. Saya bilang ke suami saat perjalanan dari kecamatan menuju ke kelurahan. Buat apa ladenin ibu nyolot tadi? Suami jawab : sekarang jamannya udah beda, dulu mereka bisa belagu. Sekarang udah gak bisa, mereka abdi rakyat. Kok malah begitu.” Saya diem aja, dari jaman dulu memang abdi rakyat tapi kelakuannya gak seperti abdi rakyat. Rakyat malah nunggu lama sementara abdi rakyatnya entah ngapain. Itu saya rasakan gak hanya dulu saya bikin KTP tapi juga saat kartu kuning. Citranya jadi nyebelin, makanya Indonesia nih butuh sosok pemimpin yang bertangan besi kalo suami bilang, walopun dia bukan di pihak DKI 1 sebelumnya. Gimana pendapat saya urus e-ktp? Sebel dan sedih sih utamanya. Senengnya karena e-ktp Kami langsung jadi. Sedih karena kok jadi pengalaman yang gak enak gini ya. Kalau nilai 1 sampe 10, saya nilai si kecamatan dan kelurahan ini : 6. Bagaimana cerita saat Anda berurusan dengan kelurahan / kecamatan?