2018 sudah dimulai


Halloooo.. Pasti udah pada balik liburan akhir tahun dong ya? Saya juga tunjuk tangan deh. Walopun gak 100% liburan judulnya, tapi menjenguk Mama mertua yang sakit. Keluarga suami domisili di Padang, mamer (Mama mertua) asal Sumbar dan pamer (Papa mertua) asal Solo, Jateng namun dinas dan menghabiskan masa tua di Padang. Jadi karena satu dan lain hal, kami memutuskan menyelesaikan urusan di Padang. Per Selasa kemarin sudah kembali ke rutinitas biasa. 

Tahun 2017 kemarin, hingga saat ini pun, Kami menikmati masa-masa Teona di TK A (nol kecil). Makanya sering saya bikin postingan sekalian untuk dokumentasi. Saya mensyukuri segala hal yang telah dijalani di tahun 2017. Segala manis, asin, asam, pahit, dan getir. Harapannya menjadikan pelajaran dan ujian untuk terus memperbaiki diri. Memperbaiki diri gak melulu milik para jomblo, tapi semua manusia. 

Tahun 2018 ini saya gak ada resolusi. Saya cuma gak mau ngayal & ngeyel. Maksudnya saya gak mau ngayal (berkhayal) untuk lebih sabar tapi tetap ngeyel (ngejawab kalo diingatkan suami). Nah gamblang banget deh tuh contohnya. Hoho. Trus apalagi ya? Oh, pengen lebih lincah dalam mengatur waktu. Karena baik suami, bahkan saya sendiripun mengakui, saya bisa atur waktu (makanya bisa kerja dan tetap urus Teona). Hanya saja masih kurang lincah. Lincah di sini, semakin sigap dan tanggap. Walaupun saya sendiri cukup bangga setelah jadi ibu, bisa lebih tangguh. Tentu saja tangguh versi saya dong. Ketika 2018 sudah dimulai, dengan mengucap basmalah kita memperbaiki diri bareng yuk. 

Advertisements

Semakin resah! 

Postingan lanjutan dari ini dan ini. Selama saya masih hidup, saya pasti akan terus teriak dan protes berat soal isue ini. Salahkan diri ini yang cukup idealis-memberi perhatian lebih sama generasi penerus-plus nyinyir tentunya. Buat kalian yang pro, saya akan menjabarkan dan nyinyir panjang lebar akan hal yang (saya amat heran) kok bisa kayak gini dilindungi HAM. Otak lo di manaaa???!!!
Copas dari media sosial :

Saya pun cukup punya pengalaman melihat langsung pria perlente wangi rupawan namun ternyata sifilis stadium sekian. Atau wanita muda cantik bening namun ternyata kutil kelamin. Amit-amit naudzubillahi min dzalik. Apa jaminan orang – orang seperti itu tidak menulari orang lain???  

Bila kaum tsb dilegalkan atau minimal dibiarkan berkembang di Indonesia trus kaum kumpul kebo pun dibiarkan. Itu bukan hanya otak di mana, tapi hati nurani Anda di mana??? Hak orang itulah. Okee, tapi please tinggalah Anda di luar Indonesia. Jangan kotori generasi kami dengan penyakit kelamin yang Anda derita. Terlalu berharga Indonesia ditinggali oleh Anda. Masih banyak orang waras mau dari warga keturunan manapun yang ingin tinggal di negara ini. 

Tolonglah, berpikir dengan otak dan hati nurani. Jangan hanya memikirkan kepentingan segelintir orang. Saya bukan LSM atau organisasi atau partai manapun. Murni jeritan hati saya sebagai manusia biasa yang semakin resah dengan ‘ketok palu’ terkini. Berharaplah hidayah jangan berharap azab ilahi yang datang *akibat gempa kemarin dikaitkan sama putusan para hakim *parno

*) semua pic pinjam dari media sosial. 

Peringatan Hari Ibu 2017

Ini peringatan hari ibu pertama buat saya. Karena tanggal 22 Desember nanti bertepatan dengan libur sekolah. Tentu saya berharap tidak kalah meriah dengan peringatan hari Ayah bulan lalu dong. Acara dimulai dengan sambutan ketua yayasan madrasah dan kepala sekolah. Acara dimulai dengan pemanasan sebelum bermain bersama. Permainannya antara lain: ibu dan anak berdempetan hadap-hadapan membawa balon • bekerjasama menuang air ke gelas takar • salah satu kaki ibu dan anak diikat berjalan beriringan • main hoolahoop berkelompok • hoolahoop individu. Setelah itu, anak-anak snack time. Begitupun ibunya, sambil ibu mempersiapkan penampilan secara berkelompok. 







Ibu-ibu TK A dan B dibagi 4 kelompok, penampilan pertama kelompok merah muda menyanyikan lagu potong bebek angsa • penampilan kedua ungu muda (saya nih) senam go green, penampilan ketiga biru muda dance pinguin song 🐧 penampilan terakhir hijau muda menyanyi dan membaca puisi. Dilanjutkan penampilan lagu ibu dari kelompok TK A,  Teona Alhamdulillah memberi penampilan yang baik. Lalu kakak TK B. Terakhir anak-anak memberikan kartu dan bunga handmade anak-anak untuk ibunya masing-masing ❤



Teona ingat betul karena bulan lalu memperingati hari Ayah dan bulan ini memperingati hari Ibu. Jadi dia seneng bisa kasih penampilan untuk ibu bapaknya. Sekaligus karena menjelang liburan semester, jadi guru-guru ucapin selamat berlibur. Per hari ini sampe tahun baru nanti, libur deh. Udah pada mulai libur / cuti belum nih? 

Kelakuan generasi muda

Generasi muda yang saya maksud adalah kelahiran akhir 90-an hingga tahun dua ribu sekian. Entah mau sebut, generasi manja-songong-santai. Atau generasi cuek-selow-nyebelin. Intinya kurang lebih begitu. Kenapa saya bisa men-judge gitu? Sok tua? Oohh, tentu saja saya rajin menjadi tempat curhat teman yang lebih tua, baca anaknya ya pada kelahiran segitu. Tentu kalau anaknya baik-menyenangkan-membanggakan. Gak akan menarik saya untuk buat post ini. Trus lihat di salah satu grup di media sosial yang ternyata kelakuan generasi muda (baca : fresh graduate ini) cukup bikin jengah hingga menjadi perhatian. Baik itu ajakan, himbauan, hingga peringatan. Saya yang dengar dan baca. Walaupun bukan dari generasi yang dimaksud, berasa jleb loh. Bukan apa-apa, sebegitu parah degradasi moral anak bangsa jaman sekarang-kah??? *prihatin. 

Aahhh, sok bijak! Hmm, sebetulnya generasi saya juga bukan yang paling gemilang. Untuk hitungan usia tiga puluh lewat, generasi saya masih bisa terhitung waras. Karena saat kami kecil di tahun 90-an, aqil baligh di tahun 2000-an, hingga saat ini. Masih ada-lah, belajar budi pekerti, sopan santun, dan segala itu musyawarah mufakat, gotong royong, dll dsb. Walaupun era orde baru masih sekuler, agama manapun sama belum menonjol seperti sekarang. Tentu ingat saat itu masih sedikiittt perempuan berjilbab. Setelah reformasi, kebebasan di genggaman, trend berjilbab subur. Tanpa mengesampingkan keyakinan lainnya. 

Balik ke topik, saya yang tadinya hanya membatin dan gak terlalu ngeh, hingga dari beberapa sumber yang saya sebut di atas, menjadi poin yang saya tandai sebagai dasar keprihatinan dan ironis melihat hal tersebut kejadian nyata lho ini. Bikin saya gatal untuk berkomentar : Situ oke? Segitu berkualitaskah? Anda sehat? Bikin geleng-geleng kepala dan mengelus dada. Iki opo karepe bocah?! 


Pic pinjam dari salah satu grup di media sosial

“manner umum”? Jadi gak manner dong?! 😅 Melamar pekerjaan via email aja bisa gak manner, gimana saat wawancara. Eh, tunggu dulu. Jangan terburu-buru wawancara. 

Pic pinjam dari status seorang teman lama di media sosial

Luaarrr biasa kelakuan anak jaman sekarang, macem paling dibutuhin. Heh! Siape eluuu?! *gemes pengen bantuin pites. Yang butuh kerja siapa, kesannya peluang kerja yang mohon-mohon elo kerja di situ. Padahal keterima juga belom tentuuu! Hadeuh. Bisa begitu ya, heran loh gue. Amit – amit, anak gue jangan sampe kelakuannya begini *niat ngedidik bener-bener *begini kelakuan anak jaman now?

Share di WAgrup

Pic pinjam dari Google

Pengguna media komunikasi macam : whatsapp (WA), line, hingga telegram. Rasanya tak luput dari grup, grup keluarga (ini udah pasti, hukumnya fardhu ‘ain mesti join) • grup inner circle, genk A, genk B, dst. Ya iyalah ini juga hukumnya harus • grup kantor atau alumni (ibarat kata kebutuhan tersier). Kalo grup kantor, sebatas kerjaan. Keluarga dan teman juga update ‘kondisi terkini’. Selain itu pasti ada kalanya, share info. Rasa-rasanya gak mungkin tipe kayak saya share kata mutiara, saya baca pun enggak 😅 Kalau saya biasanya share tentang 3 hal :

1. Info lowongan kerja. Ini saya rasa, gak akan habis dimakan zaman. Semua orang pasti butuh lowongan kerja. Untuk diri sendiri, sodara, tetangga, dan lainnya. 
2. Info promo dan diskon. Sebagai ibu – ibu cermat dan doyan diskon. Tentu saya akan sangat royal berbagi info brand, resto, mall, atau apapun itu. Selama promo dan diskon tersebut masuk akal ya. 
3. Info acara dan tempat main anak. Terkadang lumayan mati gaya ngajak main anak, mall lagi mall lagi. Jadi pas ada acara selain di mall dan menarik! Kenapa mesti pelit untuk berbagi?! 

Kalau share selain itu? Ya bebas aja. Tapi buat saya 3 itu info berguna dan menarik. Salah satu temen saya bilang di grup, “ada event sama tempat main mana lagi, Fran?” Tenaangg, kalo ada pasti di-share. Hoho. Info di luar itu yang dibagikan teman di WAgrup, apalagi yang kocak, pasti jadi rame. Hanya saja, kadar penting dan gak penting tiap orang berbeda. Kalau kamu, biasanya share apa di WAgrup? 

Ketika kurang enak badan

Kurang enak badan alias masuk angin alias kecapekan. Cukup akrab sama saya, sejak kerja sambil kuliah, ndilalah mesti ada kerjaan keluar kota. Mau strong kayak apa juga, badan protes. Berlanjut pasca lahiran urus Teona sendiri, makin akrab deh. Kalo sekarang, hubungan kami, akrab gak akrab gitu deh. Benci tapi didatengin juga *cih. Badan greges dan kepala berat adalah perpaduan luar biasa. Terasa makin lengkap dengan hadirnya batuk pilek. Rasanya pengen nitip Teona ke siapa gitu, biar bisa istirahat tidur pulas dan panjang kayak waktu single dulu. 
Ketika mesti sadar dengan keadaan, hal – hal yang bikin saya lumayan terbantu mood nya antara lain :

  1. Kehadiran orang tua. Terserah deh dibilang manja juga, yang penting hidup terasa tenang dan nyaman ada mereka. Urusan Teona beres, saya gak mikir. Abis dikerokin ibu, trus bobok pules lama. 
  2. Mbak pijit. Ini lumayan banget membantu ketika saya lagi gak bisa pulang, baca : weekdays. Trus si mbak pijit langganan ini emang udah lama ‘pegang’ saya dan Teona. Gak panjang lebar, langsung ‘diberesin’ nih badan dengan reasonable price juga.
  3. Makanan kesukaan. Ini permintaan standar kalo lagi sakit, “mau makan apa?”. Yang penting mau makan. Biasanya ini jadi tugas bapaknya Teona. Setelah ‘dikretek’ dulu badan, sembari nunggu no 1 atau no 2 datang. 
  4. Pelukan sama Teona. Entah kenapa jadi semacam mood booster, merasa dibutuhkan dan membutuhkan. Apalagi di moment sama-sama masuk angin. 
  5. Istirahat yang berkualitas, yang gak selalu mesti panjang waktunya. Namun asal ‘dapet’, badan dan kepala terasa enteng. 

Mental anak manja? Kalo lagi sakit, trus manja. Masih bisa dimaklumi, dibanding sehari-hari manja atau pada dasarnya anak manja. Kalau pas suami yang ngalamin ini, entah kenapa lebih simpel dan gak rempong. Bersyukur aja, poin 1-5 masih bisa saya nikmati. Sakit  = lagi dicabut nikmat sehatnya. Jadi sarana berpikir : oh mungkin terlalu sibuk sama urusan dunia, oh saat sehat mungkin kurang sedekah, oh mungkin kelakuan seenak jidat saat sehat, dan lainnya. Intinya sebagai pengingat, sehebat dan sekuat apapun, gak boleh sombong. 

Pic pinjam dari google

Untuk soal lagi sakit, saya dan Teona 11 12 rewelnya. Hanya saja, Teona jadi lebih manja ke saya, walaupun saya tegas setengah maksa balur pake brambang campur minyak kayu putih *ini resep ibu saya. Lanjut konsul ke DSA atau pijit. Semua keputusan saya yang buat, bapaknya iya2 aja yang penting terbaik untuk anaknya. Jaga kesehatan untuk semua, apalagi maraknya difteri, saya sempet parno juga. Setelah tanya DSA, vaksin difteri sekalian dengan vaksin ulang-an semua nanti di usia 5 tahun, yang penting yang sebelumnya sudah lengkap. Alhamdulillah lengkap dong. Very well noted. Semoga nikmat sehat gak lama-lama ya dicabutnya, segera diparingi sehat lagi. Untuk yang sehat – sehat, semoga selalu jadi pengingat untuk gak lupa sama Yang Maha Pemberi sehat. Happy weekend! 

Produktif Long Weekend 

Libur 3 hari, bikin list apa yang mau dikerjain dong ya. Wong libur weekend biasa, suka adaa aja yang mesti dilakuin. Tentu yang skip saat libur adalah buru-buru di pagi hari. Baca : mandi, masak bekal Teona, siap2 berangkat. Abis subuh bisa santai bikin sarapan atau santai beres-beres. Intinya gak dikejar waktu kayak weekdays. Sahabat memberitahu kalau ia sudah lahiran, jadi kami ke RS Pondok Indah yang mana kami jarang ke Jakarta Selatan (JakSel) daerah situ. Paling JakSel ke Tebet atau Blok M aja. Pun dari situ, bapaknya Teona udah janjian sama sahabat lamanya ketemuan di Pondok Indah Mall (PIM). Judulnya hari silaturahmi. Saya udah lamaaa banget gak ke PIM. Cari parkir susyahhh. Setelah ikutan ngobrol bentar, si Teona udah ngincer beberapa permainan : 

1. Choo choo train alias kereta api mini, keliling mall. Persis kayak di Minneapolis, Plaza Indonesia. Durasi 30 menit. 

2. Perosotan salju, main seluncur dengan media semacam papan seluncur di atas perosotan es. Sebenarnya untuk permainan ini, ada beberapa jenis permainan salju lain, kayak main salju atau ice skating. Namun, Teona si adrenaline girl memilih ini, hingga 10 kali lebih bolak-balik saking semangatnya. Padahal papannya itu lumayan berat untuk ukuran bocah, macem betul lah nih anak. Haha. Durasi 30 menit.




Sabtunya, seperti biasa kegiatan rutin, kayak ke pasar tradisional beli dunia perbumbuan, ngurusin dunia perlaundrian, dunia groceries, dan dunia pergalonan. Minggu, cuci-cuci mobil dan main bertiga. Bikin bonus yang dapet dari majalah. Secara Teona kan udah lumayan terampil menggunting dan menempel pake lem. Jadi lumayan deh. 

Sebenernya masih ada yang belum tercapai nih : pijit! Mbak pijit langganan gak bisa dateng  🙁 Padahal kita bertiga udah bikin antrian pijit, gagal deh. Hiks. Oh ya, lihat di berita kemacetan arus libur panjang berbanding linear dengan susah cari parkir di mall. Logikanya kalau mayoritas penduduk jabodetabek liburan keluar kota, gak susah cari parkir di  mall. Terbayang berapa banyak penduduk Jakarta, gak jauh ngomongin penduduk Indonesia ya. Artinya penduduk Jakarta numpuk banyak bangett. Makanya saya termasuk yang mengapresiasi WNI yang migrasi, bagus untuk mengurangi jumlah penduduk. Asal yang di Indonesia gak beranak melulu juga, sama aja dong kalo gitu. Mengendalikan pertumbuhan penduduk *bahasanya udah macem iklan layanan masyarakat kan. Happy Monday.