Lombok 2021 Part 1

Disclaimer: cerita ini murni sepenuhnya pengalaman pribadi

Awal Juni lalu si bocah playdate dengan sahabat sejak bayi. Rencana awal sebelum pandemi dan tertunda. Malah destinasi yang dituju lockdown. Tertunda hampir 2 tahun, teman saya melanjutkan rencana playdate Kami ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Beberapa pertimbangan sudah saya dan Sahabat pikirkan matang-matang. Dia membawa 2 anak plus babysitter dan saya membawa 1 anak. Jadi itinerary Kami sudah pasti yang “kids friendly prokes ketat.” Sengaja saya bagi menjadi beberapa part, saya juga cerita yang menurut saya menarik saja. Cerita dimulai dengan swab antigen si bocah sehari sebelum hari H bernagkat ke Lombok. Apakah drama? Tentu sajaa! Direjeng sama saya? Udah pastii! Meskipun pake adegan rengek, yang penting Alhamdulillah hasil negative, yang artinya besok bisa terbang. AlhamdulBesoknya saat di bandara, saya serius mengedukasi si bocah supaya bisa tau, gimana sih cara terbang sendiri. Harus kemana aja sampai akhirnya nunggu pesawat di gate. Pas udah ketemu temennya, girang setengah mati dia karena mau playdate bareng. Penerbangan aman, yang juga merupakan penerbangan Teona dan saya setelah lamaaa banget gak terbang. Saat turun jangan lupa isi aplikasi eHac, scan barcode, beres. Kami menginap di Kila Hotel Senggigi Beach Lombok https://www.kilahotels.com/hotel/detail/kila_senggigi_beach_lombokyang juga merupakan Aerowisata Grup. Karena temanya kumpul bocah, jadi pilih yang connect room. Sore harinya langsung Kami habiskan dengan mantai alias main di pantai sampai sunset tiba. Betul-betul vitamin sea bangeettt. Alhamdulillah.

Morning Beach View
https://www.kilahotels.com/hotel/detail/kila_senggigi_beach_lombok
Kila Hotel Senggigi

Hari kedua Kami sarapan di Hotel trus lanjut jalan-jalan keliling kota dan mampir di Epicentrum Lombok Mall beli cemilan bocah-bocah. Lanjut makan siang di Restoran Blue Ocean di Senggigi. Saat Kami datang restorannya sepi, padahal kalau normal itu penuh. Seafoodnya segar, bumbunya banyak macamnya, dan tempatnya enak. Tujuan selanjutnya, bocah-bocah mau main sama Tukik. Tukik adalah anak Penyu. Jadi Kita menuju Pantai Nipah yang memang ada penangkaran Tukik. Dari telur penyu, menetas, menjadi Tukik, dan akhirnya Penyu. Tukik belum bisa langsung dilepas ke Pantai. Karena masih kecil, yang ada mereka gak akan bisa bertahan hidup. Karena jadi santapan hewan lain. Tukik warnanya hitam, cangkangnya masih lunak, lucuuu banget. Lanjut mantai lagi di pantai milik masyarakat, namanya Pantai . Kita pesan es kelapa muda dan rujak. Saya main ayunan dan anak-anak beneran mantai sampe puasss. Kami mengakhiri hari dengan makan malam di restoran Ayam Betutu yang lezatt banget.

telur penyu at Nipah Beach
Tukik at Nipah Beach
Pandanan Beach
harus ada ini kalau mantai

Sekian cerita hari pertama dan kedua di Lombok, sengaja gak jalan sampe malam dengan alasan menjaga kesehatan anak-anak dan ada satu batita. Jadi jam tidur tetap tidak boleh terlalu malam. Kami benar-benar menjaga dan gak mau ambil resiko. Makan tepat waktu dan vitamin dkk gak lupa. Karena trip ini Kami dedikasikan untuk anak-anak tercinta.

Tour Guide: Humaidi Makruf

HP: 081339778872

IG: @humaidi_makruf

Hampers Lebaran 2021

Menjelang Lebaran gini, udah pada terima hampers / parsel kan ya? Hampers dan parsel intinya sama saja. Sama-sama kasih bingkisan Lebaran. Tahun 2021 jadi tahun kedua Lebaran di tengah pandemi. Tahun ini juga beneran kirim ke lebih banyak orang dengan varian yang makin banyak, unik, dan menarik. Lalu yang gak kalah penting, ekspedisi apapun itu jadi lebih hectic! Haha. Nasiibb, kalau udah dekat Lebaran pasti begini. Tapi kapan lagi berbagi kebahagiaan dan keseruan. Pasti di moment spesial dan Lebaran Idul Fitri salah satunya. Dua hal yang akan saya bahas itu menarik untuk menjadi perhatian bahkan menjadi inspirasi. Banyak cerita tak terduga juga terkait hampers tahun ini. Seru!

Hampers Lebaran 2021

Varian yang makin banyak, unik, dan menarik.

Selain kue kering (pastinya lah ya); barang pecah belah (piring, mangkok, gelas, sendok garpu); makanan – snack – dessert menjadi sesuatu yang butuh inovasi. Makanan contoh menunya Bakso Malang, pengemasannya pakai dandang (literally DANDANG!) yang kayak di tukang bakso jualan, paling beda ukuran doang. Isinya pun sama, mie kuning, bakso, dan segala pelengkapnya. Kuahnya diplastikin. Begitupun misal Nasi Liwet, beneran pakai tampah (dengan berbagai ukuran) dilengkapi pilihan menu yang dikemas dengan kotak plastik bening. Snack pun jadi variatif, saya pun menjual hampers snack yang beda dari yang lain. Bahkan ketika saya kasih hampers ke sahabat, dia review item yang merupakan homemade Ibu saya. Sebagai ungkapan terima kasih, saya screenshoot reviewnya dan pasang di story. BOOM! Orang jadi pada pesen, lanjut open PO (pre order) deh. Kupikir, halahh cuma kudapan ringan gitu aja, nyepelein banget. Tapi ya Alhamdulillah ternyata. Trus ada lagi inspirasi lain, kerupuk kayak di abang kerupuk yang jual pake gerobak biru itu. Beneran isinya kerupuk putih, kerupuk coklat, dan kerupuk kulit sapi (rambak kalau saya sebutnya) dikemas di kaleng kerupuk ukuran lebih kecil dari ukuran biasanya. Bahkan kerupuk yang mana sehari-hari banget bisa jadi hampers. Wow! Dessert juga mau pilihan menu apa, itu beneran selera banget. Puding berbagai jenis, bubur alias jenang-jenangan, salad buah, dan lain sebagainya. Buanyakkk banget inspirasi yang menakjubkan untuk hampers tahun ini. Pada kreatif banget deh orang-orang. Salut!

Ekspedisi apapun itu jadi lebih hectic

Kalau biasanya ekspedisi bakalan rame pas Harbolnas (Hari Belanja Nasional). Sejak pandemi, Harbolnas diadakan tiap bulan! 4 – 4 trus 5 – 5 kayak kemarin. Saya baca di artikel berita, sejak pandemi belanja online naik 400 kali lipat dengan tidak menafikan tetap ada aja yang belanja offline. Nahh, dekat Lebaran gini segala jenis ekspedisi itu padaattt. Bahkan ekpedisi ojek online sampai muncul warning: “due to high demand in your area” yang mana warning tersebut hanya muncul di aplikasi kendaraan online based gitu. Belum lagi aplikasi ekspedisi yang sekarang banyak banget itu, sampe reject-reject in orderan kita saking overload nya. Parahhh. Parahnya in a good way, yahh seru tapi sebel gitu deh *apa sihhh.

Kesimpulannya adalah: masyarakat Kita masih cukup konsumtif kok. Alhamdulillah yah. Masyarakat kita juga semakin kreatif dan inovatif. Masyarakat kita semakin edukatif dan inspiratif. Pandemi tidak mematikan kreatifitas dan semangat kita. Insya Allah juga rezeki selalu ada aja kalau Kita terus berusaha dan tidak putus asa. Banyak hal yang bisa menjadikan kita ‘sesuatu’ bahkan di saat tersulit Kita. Udah kayak pengamat sosial belum gaya gue?! Hahaha. Jangan lupa sisihkan rezeki kita untuk zakat fitrah dan zakat lainnya juga infaq sedekah ya, temans. Selamat jelang berbuka 2 jam an lagi. Hunting iftar yuk.

Apotik Titi Murni, Kramat, Jakarta Pusat.

Assalamualaikum. Gak terasa seminggu lagi lebaran, sudah pada nyiapin apa aja nih? Secara kita di rumah aja kan ya. Selain kue kering, menu lebaran, angpau, hingga hampers untuk orang terkasih. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan (pastinya dong). Untuk antisipasi, gak lucu lah ya, lebaran2 keleleran nyari obat. Jadi saya pilih siapkan obat-obatan pribadi sejak sekarang. Selama ini kan saya selalu rekomendasikan Apotik Rini. Minggu lalu ke kawasan Rawamangun, masya Allah ramenyaaa. Karena dekat dengan t*p t*p juga kan, makin padat aja jalanan. Trus saya memutuskan menuju Apotik yang rutenya hampir setiap hari saya lewati, tapi dulu dia gak bisa dengan sistem pembelian online.

Apotik Titi Murni

Kemarin saya datang langsung ke Apotik Titi Murni di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Tujuannya membeli beberapa obat antisipasi yang biasa dikonsumsi. Eh ternyata sekarang bisa melakukan pembelian obat online juga. Yeaayyy! Jadi sama seperti Apotik Rini, Apotik Titi Murni juga menggunakan sistem WA untuk mengetahui harga dan ketersediaan obat, melakukan pembayaran melalui transfer. Lalu kita bisa ambil langsung atau dengan ojek online. Bebas shay! Pokoknya itu obat sampai dengan selamat. Senangnyaaa. Seru kan jadi banyak pilihan sekarang. Apotik Titi Murni jaraknya sangat dekat dengan tempat kerja saya, lokasinya strategis, dapat dijangkau dengan transjakarta maupun angkutan umum lainnya. Kekurangannya, tidak ada tempat parkir, jadi kita parkir di pinggir jalan. Untuk harga sih kompetitif lah yaa.

Apotik Titi Murni
Titi Murni

Jangan lupa untuk selalu siap sedia obat-obatan pribadi ya, mengingat pandemi masih berlangsung sampai entah kapan. Kemarin saat isi angket dari sekolah, saya termasuk yang kontra dengan wacana sekolah tatap muka kembali setelah Lebaran nanti. Tapi yah kita lihat aja nanti deh gimana. Selalu jaga kesehatan dan selamat menjelang akhir Ramadhan. Wassalamualaikum.

Vaksin Covid 19 Dosis 2 dan Lainnya

Wow, sudah lamaaa sekai gak update blog. Apa kabar teman-teman semua? Masih berjibaku di pandemi yang belum usai ini. Harus tetap semangat dan optimis pastinya. Vaksin kedua sudah saya lakukan 22 Februari 2021 yang lalu. Alhamdulillah aman terkendali semua, semoga begitu seterusnya. Efek yang saya rasakan pasca dosis kedua mual seharian dan bekas vaksinnya lebih pedih, entah kenapa. Tapi di beberapa rekan ada yang menjadi amat sangat ngantuk, kembali lagi beda-beda efeknya di tiap orang.

Lebih bersyukur lagi adalah udah semakin banyak orang yang divaksin, termasuk orang tua saya! Yeay! Hidup semakin mudah, jadi tinggal daftar online, ikuti langkah-langkahnya, dapat jadwal vaksin, dan selesai. Semudah dan sesederhana itu. Kedua orang tua saya dapat jadwal dosis pertama awal April kemarin di Istora Senayan, Jakarta. Semua sudah sesuai aturan dan berjalan dengan lancar. Ingat untuk siapapun, persiapkan diri Anda sebelum vaksin, jadi segala tensi hingga penyakit bawaan semua dalam batas aman.

Orang Tua Saat Divaksin

Meskipun begitu, ada dua hal yang saya prihatin. Pertama, semakin banyak juga oang yang terkena covid untuk kedua kalinya. Sedih banget. Prokes kendor itu pasti jadi faktor utama. Mau Anda belum pernah kena atau penyintas. Tetep dong mesti taat aturan, hindari kerumunan. Apakah dengan gak ikut berkumpul di saat sekarang ini trus eksistensi Anda memudar dan akan mati??? Terkait erat dengan hal pertama dan semakin prihatin. Kedua, memang sih pemprov DKI sudah mengizinkan untuk kuliner membuka pelayanan untuk berbuka puasa. Tapi kan tetap ada aturan dan batasan. Pun misal nih ya, kalian mengadakan buka bersama (bukber) di rumah yang dihadiri tidak lebih dari 10 orang. Tidak menjamin bebas covid. Salah seorang keluarga besar, muda belia. Pasca hadir private bukber, besoknya salah satu temannya yang juga hadir, positif covid. Sudah jelas semua yang hadir wajib swab antigen / swab PCR. Jadi bikin parno kan ya, biar gimana kita gak bisa egois. Karena kita kan hidup berdampingan dengan keluarga. Kalau saya yang utama, karena ada anak. Jadi sebisa mungkin gak sembarangan.

Jadi please banget, masih butuh kebesaran hati untuk menerima ini semua dengan tulus ikhlas. Misal lagi ada beberapa sekolah yang uji coba masuk offline. Ya monggo, semua pasti sudah dipertimbangkan baik buruknya. Kita melakukan yang terbaik saja untuk diri sendiri dan keluarga. Termasuk dengan tidak mudik. Baru dua tahun ini gak mudik kan? Kamu tetap hidup kan? Alhamdulillah. Disyukuri aja semuanya, tetap tawakal dan ikhtiar. Jangan apa-apa cepat lelah dan menganggap terlambat. Hanya manusia sampah yang berprinsip seperti itu. Jangan pernah menyerah dan kabur dari keadaan. Hadapi dan sikapi. Percayalah gak akan selamanya seperti ini. Selamat jelang berbuka puasa di hampir setengah Ramadhan yaa.

Vaksin Covid 19 Dosis 1

Sebut saya beruntung. Karena ternyata masuk dalam kategori penunjang tenaga medis. Alhamdulillah ternyata rezeki gak hanya materi, hari gini kesehatan jauuhhh lebih penting. Sebenernya serba mendadak, jadi saya juga ‘ngikut’ aja tanpa persiapan. Mendadak meluncur ke Puskesmas rujukan dari Kantor, makanya di jam ‘kritis’. Maju ke nurse station, trus didata dengan menunjukkan KTP dan ID Pegawai. Sudah sesuai dengan data di sistem, kemudian ditensi, diukur suhu tubuh, lalu menunggu giliran suntik. Bagi yang memiiki penyakit bawaan seperti hipertensi, jantung, dan lainnya. Disarankan untuk konsultasi apakah direkomendasikan untuk bisa vaksin.

Formulir Pernyataan
Lanjuuttt

Prosesnya cukup cepat, menunggu antrian sebentar. Perawat memanggil untuk masuk ke ruangan dan disuntik. Proses suntik cepat tanpa sakit. Selesai itu diminta menunggu 30 menit, lalu diberikan kartu vaksin yang sudah ditulis dosis pertama. Beres deh. Efek samping yang saya rasakan sih standar ya, tangan pegal pasca suntik. Lainnya sih gak ada, Alhamdulillah. Jedanya 2 minggu ke dosis kedua. Pesan dokter Puskesmas, bila pasca vaksin ada efek samping demam, diare, dan lainnya. Bisa menghubungi dokter Puskesmas di nomor HP yang tertera di kartu vaksin.

Dosis 1
Kartu Vaksinasi Covid 19

Untuk masyarakat umum, semoga pendataannya bisa cepat terorganisir dengan baik ya. Jadi bisa seoptimal yang saya alami kemarin. Jangan lupa prinsip vaksin itu pencegahan bukan obat ya. Jadi tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Percuma vaksin kalau lalai prokes. Teman saya sudah disuntik vaksin dosis pertama, tetap kena covid juga. Jadi gak bisa lanjut ke dosis kedua. Intinya gak ada jaminan kita aman. Sedih kalau dengar ada yang bilang Covid sialan. Wabah ini ada kan dengan seizin Allah swt. Pun di zaman Rasulullah juga ditimpa musibah wabah. Huznuzon saja, mudah-mudahan Kita semua dilindungi Yang Maha Kuasa. Tetap jaga kesehatan dan semangat teruss.