Lombok 2021 part 5

Tenang aja, ini part terakhir kok. Ceritanya review ala ala saya. Saya dan si bocah benar-benar menikmati liburan yang akhirnyaaa setelah setahun pandemi, mati gaya bangett. Trus berkesempatan pergi liburan yang tentu saja bukan di waktu PPKM ya, gaes. Trus beberapa waktu setelah Kami kembali dari Lombok, ternyata PPKM lagi. Paling tidak, saya merasa beruntung sudah menikmati udara segar, suasana baru yang cantik luar biasa, cuci mata, bahkan darat, laut, udara semua ditempuh. Alhamdulillah.

mencari sunrise
Kila Senggigi, Lombok.

Berikut sedikit catatan / review amatir dari saya:

  1. Lombok mayoritas penduduknya beragama Islam. Berbeda dengan Bali yang penduduknya mayoritas Hindu, Lombok mayoritas penduduknya muslim. Lombok disebut juga pulau 1000 masjid. Karena mudah sekali menemukan masjid, mushola, surau, dan sejenisnya. Baik di kota Mataram, Senggigi, maupun daerah lainnya. Menyenangkan sekali menikmati pulau yang cantik sambil tetap bisa mendengar suara Adzan. Subhanallah.
  2. Secara tiba di Lombok siang menjelang sore, besoknya saya langsung cari sunrise. Saya keliling Kila Hotel, mulai jam 6 kurang sampai setengah 7 pagi. Kok gak lihat matahari terbit. Sampe saya tanya ke petugas Hotel, trus entah dia polos atau gak mau membuat saya tampak bodoh. Dia bilang tidak ada sunrise. Gak lama dari dia bilang gitu, saya baru ingat bahwa ini Nusa Tenggara Barat. Frany sungguh cerdas! Sampe lupa upload tempat kita tinggal selama di Kila Senggigi, Lombok.
  3. Karena liburan ini sangat mengutamakan anak-anak. Ketika mereka sudah tampak lelah, Kami juga kadang bosan juga makanan Hotel. Akhirnya Kami pun coba go-food. Se-kepengen-nya aja. Bagai menemukan menu yang pas baik di lidah maupun di kantong. Saya nemu bebek goreng sambal korek yang dilengkapi dengan nasi porsi besar, tahu tempe goreng, juga lalapan berupa terong hijau yang rasanya manis legit. Norak banget deh saya baru cicip terong hijau ini. Saking suka sama bebek goreng ini, Kami sampai pesan selama 2 malam berturut-turut. Hahaha. Sayang ih, saya cek di history aplikasi udah tenggelam sama orderan berikut-berikutnya. Ingetnya telat, bahkan gak kepikiran buat fotoin, huhu. Tapi saya bisa jamin enakkk bangeettt. Kalah deh bebek s*amet.
  4. Sepanjang di Lombok, itu sering banget ketemu sapi. Sapi kayak hewan peliharaan utama. Saya pun suka sapi, kayak semua yang ada di sapi bisa dimanfaatkan dengan baik. Sama seperti buah kelapa, semuanya bermanfaat.
  5. Terakhir kalau boleh jujur, bolak-balik ke Bali VS baru sekali ke Lombok. Serius, saya lebih suka pantai di Lombok. Meskipun masih tradisional daerahnya, belum setertata Bali. Tapi saya aja nyesal kenapa baru tau sekarang.

Cerita saya ini bukan trus harus sekarang juga pergi liburan ke Lombok. Mungkin bisa jadi masukan untuk emak-emak di luar sana, jangan ragu untuk ajak anak liburan di Lombok ketika situasi sudah kembali normal kelak. Insya Allah. Tidak ada unsur riya’. Jelas-jelas disclaimernya “murni pengalaman pribadi”, yang saya ceritakan ya sesuai yang saya alami dan rasakan. Pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Semoga bermanfaat!

Published by Frany

Jakarta - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

2 thoughts on “Lombok 2021 part 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: