Vaksin Covid 19 Dosis 2 dan Lainnya

Wow, sudah lamaaa sekai gak update blog. Apa kabar teman-teman semua? Masih berjibaku di pandemi yang belum usai ini. Harus tetap semangat dan optimis pastinya. Vaksin kedua sudah saya lakukan 22 Februari 2021 yang lalu. Alhamdulillah aman terkendali semua, semoga begitu seterusnya. Efek yang saya rasakan pasca dosis kedua mual seharian dan bekas vaksinnya lebih pedih, entah kenapa. Tapi di beberapa rekan ada yang menjadi amat sangat ngantuk, kembali lagi beda-beda efeknya di tiap orang.

Lebih bersyukur lagi adalah udah semakin banyak orang yang divaksin, termasuk orang tua saya! Yeay! Hidup semakin mudah, jadi tinggal daftar online, ikuti langkah-langkahnya, dapat jadwal vaksin, dan selesai. Semudah dan sesederhana itu. Kedua orang tua saya dapat jadwal dosis pertama awal April kemarin di Istora Senayan, Jakarta. Semua sudah sesuai aturan dan berjalan dengan lancar. Ingat untuk siapapun, persiapkan diri Anda sebelum vaksin, jadi segala tensi hingga penyakit bawaan semua dalam batas aman.

Orang Tua Saat Divaksin

Meskipun begitu, ada dua hal yang saya prihatin. Pertama, semakin banyak juga oang yang terkena covid untuk kedua kalinya. Sedih banget. Prokes kendor itu pasti jadi faktor utama. Mau Anda belum pernah kena atau penyintas. Tetep dong mesti taat aturan, hindari kerumunan. Apakah dengan gak ikut berkumpul di saat sekarang ini trus eksistensi Anda memudar dan akan mati??? Terkait erat dengan hal pertama dan semakin prihatin. Kedua, memang sih pemprov DKI sudah mengizinkan untuk kuliner membuka pelayanan untuk berbuka puasa. Tapi kan tetap ada aturan dan batasan. Pun misal nih ya, kalian mengadakan buka bersama (bukber) di rumah yang dihadiri tidak lebih dari 10 orang. Tidak menjamin bebas covid. Salah seorang keluarga besar, muda belia. Pasca hadir private bukber, besoknya salah satu temannya yang juga hadir, positif covid. Sudah jelas semua yang hadir wajib swab antigen / swab PCR. Jadi bikin parno kan ya, biar gimana kita gak bisa egois. Karena kita kan hidup berdampingan dengan keluarga. Kalau saya yang utama, karena ada anak. Jadi sebisa mungkin gak sembarangan.

Jadi please banget, masih butuh kebesaran hati untuk menerima ini semua dengan tulus ikhlas. Misal lagi ada beberapa sekolah yang uji coba masuk offline. Ya monggo, semua pasti sudah dipertimbangkan baik buruknya. Kita melakukan yang terbaik saja untuk diri sendiri dan keluarga. Termasuk dengan tidak mudik. Baru dua tahun ini gak mudik kan? Kamu tetap hidup kan? Alhamdulillah. Disyukuri aja semuanya, tetap tawakal dan ikhtiar. Jangan apa-apa cepat lelah dan menganggap terlambat. Hanya manusia sampah yang berprinsip seperti itu. Jangan pernah menyerah dan kabur dari keadaan. Hadapi dan sikapi. Percayalah gak akan selamanya seperti ini. Selamat jelang berbuka puasa di hampir setengah Ramadhan yaa.

Published by Frany

Jakarta - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

6 thoughts on “Vaksin Covid 19 Dosis 2 dan Lainnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: