Pengakuan & Pembuktian

Post ini sekedar bercerita dari sudut pandang pribadi. Untuk yang gak setuju gak apa-apa bangettt.

Kebetulan untuk cerita pertama, kejadian ini baru saya ketahui baru-baru ini. Bahwa ada rekan kerja seruangan yang ternyata tidak suka bahkan memfitnah dengan segala cara tentang saya. WOW. Kadang saya suka bingung dan gak habis pikir kalau ada orang yang entah sirik, cemburu, bahkan ya segitu bencinya. Karena selain bukan sosok yang gemilang, juga sama sekali tidak menonjol di bidang apapun alias biasa bangettt. Tapi ya kita gak bisa mengendalikan perasaan orang. Bisa aja yang tadinya baik dan sayang sama kita berubah 180 derajat trus muak, jijik, dan benci. Pasti bisa banget. Allah maha membolak-balikan hati manusia. Saat tau gimana? Amazing ceunah. Sampe bengong, gak percaya, tapi berakhir salut dengan segala upaya yang dilakukan. Bukan saya yang tersingkir tapi malah dia. Wallahuallam. Orang tuh gigih kerja keras, bener, dan sungguh-sungguh. Tapi ini gigih untuk memfitnah orang, itu luar biasa terniat sih saya bilang. Entah dia merasa terancam, butuh pengakuan, atau pembuktian dia lebih baik dari saya?? Saya nya gimana? Gak merasa dan cuek aja. Emang gak pernah segitunya ngurusin orang sih. Pas kita merasa “harus banget ya kayak gitu?” Perasaan itu muncul pas lagi sadar dijahatin orang sih. Kalo pas saya nya jahat ke orang ya gak sadar juga. Hehe.

Berikutnya saya lupa pernah sempet cerita di blog apa enggak. Dua orang kenalan yang terlibat perselingkuhan berakhir rujuk dengan istrinya, Alhamdulillah. Terlepas dari yang satu masih mudah dan yang satu udah tua. Intinya karena kesenangan sesaat sempet banget hampir di ujung kehancuran. Sedih ya. Seperti Syekh Ali Jaber bilang di channel YT seorang artis, “apa sih yang kita cari dalam hidup?” Itu berasa ditampar loh pas denger full semua yang dia omongin. Karena sebagai tipe orang yang memelihara dendam, ya pastinya telak banget semua yg diomongin itu bener. Kayak mudah diomongin tapi sulit diterapkan dengan hati yang ikhlas. Trus ya, kedua orang kenalan saya itu sekarang jauh lebih ceria, lebih ikhlas, dan lebih bersemangat menjalani hidup. Beda banget pas masih selingkuh, ruwet. Ngeliatnya aja kita pasti empet dan eneg. Ketika Allah selamatkan, emang pasti bersyukur banget ya. Inti yang digarisbawahi di sini, perempuan akan menopause dan laki-laki akan ada masanya tidak bisa ereksi lagi. Apa yang dibanggakan?! Tapiii, ketika apa yang kita tuduhkan ke orang dan malah dengan senang hati diakui. Itu sebagai bukti pengakuan dan pembuktian diri apa gimana juga saya gak ngerti. Denger pengakuannya aja rasa mo meninggal bangettt. Haha.

Trus saya gak ada butuh pengakuan dan pembuktian diri gitu? Ada dongg. Pengakuan sih saya bukan tipe yang aneh-aneh. Jadi ngaku-ngaku ajalah. Tapi untuk pembuktian diri? Rasanya saya lebih ke apa yang saya mau trus tercapai dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Lebih membuat saya lega dan senang. Itu pembuktian diri juga dongg?! Kalau gak tercapai, yah belum rejeki. Gitu aja mikirnya biar gak stress. Kadang pengakuan dan pembuktian diri gak selalu berasal dari diri sendiri. Latar belakang keluarga, situasi dan kondisi, bahkan hal-hal yang mungkin secara sadar atau tidak sadar. Tidak bisa dengan mudah kita hindari. Kalau kamu nih, sepenting apa sih pengakuan dari orang lain dan pembuktian diri kamu?

Published by Frany

Jakarta - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

7 thoughts on “Pengakuan & Pembuktian

  1. Ya tentu senang klo diakui (dalam hal ini mungkin contohnya: dipuji). Tp berharap untuk gak mendapatkan pujian dan pengakuan seperti itu, terlalu banyak. Kuatir diriku gak kuat menjaga hati.

    Like

  2. kalau urusannya udah sampai ke fitnah ybs mesti punya masalah psikologis fran. gak ada obatnya kecuali dia mau diterapi sama psikolog. kudu dicuekin dan pastiin orang disekeliling tau fitnahannya gak bener.

    Like

    1. Aku gak mau ngurusin sampe segitunya juga karena pada akhirnya dia yang tersisih. Karena ga sadar kalau difitnah juga pada akhirnya waktu yang membuktikan bahwa fitnahan tsb tidak betul. Meskipun ya lama pembuktiannya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: