Posted in Uncategorized

Ah, sudahlah..

Akhir pekan selalu ditunggu, pasti dong. Sebenernya nunggu juga, kapan sih covid ini lenyap? kayaknya gak selesai-selesai. Di Jakarta sendiri yaaa gitu deh. Gimana di daerah kalian? Setiap bencana pasti ada hikmahnya baik langsung ataupun tida langsung. Misal nih bulan puasa full buka puasa di rumah, gak gegayaan bukber-bukber an, gak repot beli baju baru, dan lainnya. Trus kalau menurut saya sih berlanjut ya. Seperti:

  1. Sudah pasti pakai masker, bisa didukung face shield juga. Saya sih suka banget pakai masker, karena gak perlu sering-sering senyum. Pelit senyum? Mayan deh. Lagi pengen ya senyum, gak pengen ya begitu aja. Dengan pake masker Alhamdulillah mau senyum juga kan gak kelihatan. Haha!
  2. Pakai masker tentu saja merepotkan bagi perokok aktif. Gimana caranya juga pake masker sambil ngerokok. Pasti masker harus dilepas atau diturunin (yuck!) Eh tapi kalau niat sih tetep bisa ya. Lebih bagus asap rokoknya ditelan sekalian.
  3. Mendadak religius. Pengalaman seorang teman yang tidak sengaja kontak dengan pasien positif covid. Secara perantau juga, mendadak rajin ibadah selama dan pasca karantina. Semoga istiqomah, sista.

 

35fb463e-54e6-443b-b80b-490834f6cb24

Menurut saya pribadi, pandemi ini kayak jadi sarana berkontemplasi. Kayaknya apa-apa yang melenceng sedikit langsung kena akibatnya. Jadi mending lempeng atau melenceng sekalian? Pilihan sih ya. Ngomongin soal melenceng, karena yang lempeng kurang sexy untuk dibahas. Wkwkwk. Justru saya semakin banyak bertemu dengan yang melenceng dengan bidang masing-masing.

Kalau yang lagi viral belakangan kita amati bersama, intinya galakan yang melenceng. Keadilan menjadi sulit ditegakkan bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Bikin jadi memicingkan mata hingga menghela nafas dalam-dalam saking gak masuk akal. Tapiii, yakin aja, Allah tida tidur dan Allah maha adil. Jadi jalani semampu kita aja *mendadakbijak

Ah sudahlah.. Memang harus begini adanya, yang pedih tetap harus gigih yang bahagia jangan terus jumawa. Kadang ada sisi di diri saya yang ‘netijen’ banget. Bedanya, kebetulan saya gak punya waktu untuk nulis di kolom komentar dunia lambe ataupun artes tertentu. Menurut saya yang paling juara sih netijen di jagad Twitter. Seru bacanya dibanding IG. Jadi saya masuk kategori netijen silent reader. Hihi. Selamat menghabiskan akhir pekan yang menyenangkan dan selamat tahun ajaran baru jugaaa.

Author:

Jakarta - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

2 thoughts on “Ah, sudahlah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s