Cerbung (2)

b

 

Mae dan Ira adalah rekan kerja. Bu Ning atasan mereka. Tentu sebagai manusia, mereka bertiga memiliki problematika masing-masing. Tentu mereka saling mendukung dan saling membantu. Namun tak ada yang bisa dilakukan ketika Ira ditimpa musibah bertubi-tubi. Turut prihatin dan empati menjadi cara Mae dan Bu Ning. Sementara Mae sendiri memiliki masalah yang tidak kalah complicated. Pastilah semua orang memiliki masalah masing-masing. Menjadi prihatin ketika di lingkaran kecil pertemanan ini terjadi pengkhianatan. Suatu waktu, bukti-bukti terpampang nyata, seolah Tuhan menunjukkan “inilah saatnya kalian semua tahu.” Yang membuat Bu Ning dan Ira terkejut bukan main adalah, oknum yang berkhianat adalah Mae! Bukan hanya terkejut nyaris pingsan tapi juga tida habis pikir kenapa tega melakukan tindak kriminal semacam itu?! Seperti hal nya hal buruk menimpa kita, tentu dunia serasa runtuh, hati hancur, pikiran berkecamuk. Reaksi manusiawi tapi tetap menyesakkan dada.

 

Hal-hal yang tidak disangka disertai bukti-bukti lain mulai bermunculan. Kalau Ira merasa dirinya manusia bermasalah. Pada kenyataannya Mae-lah yang sesungguhnya bermasalah. Bu Ning bukan hanya terkejut, sedih, marah, terkhianati, dan perasaan tidak enak lainnya muncul. Seperti Ira, Bu Ning pun mendadak menjadi kurus karena pusing memikirkan masalah ini. Pengkhianatan apapun bentuknya, penipuan, perselingkuhan, kebohongan publik, dan seterusnya. Benar-benar tindakan keji dan terkutuk. Bu Ning dan Ira harus bisa bertahan dan menghadapi masalah agar dapat terselesaikan dengan baik. Ujian hidup memang harus dihadapi bukan, tentu tidak bisa ditinggalkan apalagi dilupakan tanpa penyelesaian. 

 

Bu Ning dan Ira terkhianati dua kali. Dari segi profesional dan pertemanan. Sesungguhnya segala yang busuk pasti akan tercium juga baunya. Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jeblos juga. Tidak ada perbuatan laknat yang sempurna. Mae kini menghilang. Namun Bu Ning dan Ira tetap menghadapi semuanya dengan tegar dan tangguh. Meskipun Mae yang salah tapi galakan dia. Sama seperti orang mau berhutang mintanya melas ngemis-ngemis, giliran ditagih malah galakan dia. Mae setelah ini hanya menjadi kenangan buruk bagi Bu Ning dan Ira.

 

Published by Frany

Jakarta - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

2 thoughts on “Cerbung (2)

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Frany….

    Apa khabar mbak ? Didoakan sihat. Alhamdulillah, senang dapat hadir menyapa untuk menyambung silaturahmi. Semoga akan kerap kemari untuk memanfaat dan berbahagi ilmu. Ternyata menulis itu amat dekat kepada kita yang memudahkan usaha mencerna fikiran agar semakin lebar pengetahuan dan perkongsiannya.

    Salam ulkhuwwah dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    Like

    1. Waalaikumussalam Bu Hajjah Fatimah.

      Alhamdulillah kabar baik. Semoga apa yang diposting di blog dapat sedikit memberikan manfaat tanpa mudharat insya Allah.

      Salam sehat selalu dari Jakarta Pusat 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: