Posted in Uncategorized

End of 2019

Alhamdulillah akhir tahun sudah menjelang. Namun justru perjuangan baru saja dimulai. Banyak agenda yang harus dikerjakan, butuh otak, hati nurani, dan jiwa yang waras. Tentu harus menghilangkan segala yang membawa pengaruh negatif, manusia-manusia munafik berkedok baik soleh/solehah. Menjaga kalau bisa buat jarak yang teramaattt jauh sama orang-orang yang membuat jadi sengsara. Tidak segan memutus hubungan berkedok silaturahmi tali darah. Bila memang ujungnya membawa bencana. Pun berdoa dengan selektif hanya pada manusia yang berhak menerima doa baik. Tidak akan berusaha memaafkan ataupun mengikhlaskan. Pendendam? Yesss. Kemana aja situ baru tau. Bangga akan itu? Tidak. Tapi tidak juga ingin segera berubah. Saya tidak akan membakar / membacok kalau tidak disenggol duluan. Intinya jangan membangunkan macan tidur 😇

Bismillahirrahmanirrahim. Menutup 2019 & memulai 2020 dalam lindungan Allah swt.

Seperti apa tahun 2020 akan dijelang? Pastinya akan jauh lebih berat tapi Allah pasti bantu karena segalanya milik Allah. Kalau dikehendaki saya jadi manusia lebih baik, mudah-mudahan segera dapat hidayah. Gak mau sok bijak, karena emang gue bukan orang bijak. Dewasa tidak sama dengan bijak. Karena usia tidak menjamin kedewasaan seseorang. Tua itu pasti, bijak belum tentu. Jadi diri sendiri aja. Tidak punya resolusi karena semacam udah tau bobot yang akan ditanggung selanjutnya. Jalani, ikhtiar, doa, dan pasrahkan semua ke Allah. Kalau diinjek ya lawan. Gak bisa dilawan ya terpaksa pasrah mungkin udah begitu jalannya. Kalah bukan berarti bodoh. Dibodohin juga bukan berarti pecundang. Udah bisa jaga omongan dan jaga diri biar gak jadi munafik aja udah bagus.

Semua ada konsekuensi, tapi jadi manusia berakhlak itu pilihan. Sampai kapanpun saya tidak akan pernah mau mengalah. Meskipun diklaim jadi pihak yang kalah. Bukan tidak terima kenyataan. Tapi lebih karena saya bukan manusia busuk sampah. Justru yang membuat orang lain jadi sengsara itulah sebusuk-busuknya manusia sampah. Buat saya tahun 2020 adalah tahun perjuangan yang mudah-mudahan bisa dijalani dengan ikhlas dan tawadhu. Bisa dijauhkan sejauh-jauhnya dari manusia munafik dan manusia sampah. Bersyukur kalau dibinasakan sehingga menjalani hidup bisa lebih lapang. Karena saya bukan belum memiliki hati seluas samudera. Gimana rencana akhir tahun dan awal tahun 2020 kamu?

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

7 thoughts on “End of 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s