Posted in Uncategorized

Jagoan di jalanan

Jalanan di Jakarta itu ribetnya ngalahin problematika kehidupan kita ya kan. Kalo gak sabar, bisa jadi bar-bar kayak dua video yang beredar luas di medsos dan wagrup. Kalo biasanya liat atau nonton. Kali ini saya mengalami sendiri. Kami keluarga besar dalam perjalanan melewati Jl. MT. Haryono, mobil yang saya tumpangi: Om yang menyetir, Tante duduk di sebelah Om. Di tengah: saya, Teona, dan sepupu (anak Om dan Tante). Tiba-tiba ada motor sport merah dengan pengemudi anak muda paling juga anak kuliahan yang menderu-deru, awalnya Kami gak sadar dia ‘menyasar’ mobil Kami. Dia mepet baik dari sisi kiri maupun sisi kanan. Kami 4 orang dewasa bingung, ini orang kenapa?? Bahkan saat mepet di sisi kanan, dia memukul kaca persis di tempat saya duduk. Saya buka jendela dan teriak “APA SIH?!” Dia kode untuk suruh minggir. HAH??? ELO SIAPAAAHHH? Polisi juga bukan. Teona pun ketakutan jadinya. Sial banget tu orang, saya bener-bener emosi.


Kalau menuruti amarah dan ego. Saya pasti sudah dengan sangat senang hati. Jorokin orang itu sampe jatuh. Secara jalanan rame, bisa saya pastikan orang itu akan mati kalau gak kena separator tol dalam kota bahkan bisa terlempar ke jalan tol. Atau minimal terlempar di jalan biasa dan dilindas mobil, mengingat kondisi jalanan ramai. Demi Allah, gue pengeeennnn banget lakuin ituuu. Tapi gue inget Teona, meskipun gampang lakuin itu tapi gue bakal jadi pelaku pembunuhan dong. Baiklah, diurungkan niatnya. Dari sebelum orang itu mukul jendela di sisi saya duduk. Karena Kami gak ngerti salah kami apa. Kami sepakat untuk mengabaikan tapi gak bisa ngebut juga, jadi tetap diincar sama orang itu. Diskusi cepat kami, “kenapa ya itu orang? Apa merasa gak dikasih jalan? Tapi jalanan kan memang ramai.” Karena Kami tidak juga mau minggir, si motor sport dengan sengaja menabrak mobil Om saya dari sisi saya. Saya merasakan banget itu motor nabrak. Niat mencelakai orang itu pun semakin membuncah. Kalau tidak dicegah tante dan lihat muka Teona. Saya jamin, pasti sudah saya lakukan.

Saya gak ngerti lagi, selanjutnya motor itu kabur! Ya Allah, akhirnya si jagoan jalanan pergi dan menyisakan pedih untuk kami semobil. May you burn in hell!!! Selesai acara, sudah pasti saya langsung ngadu panjang lebar cerita ke bapak saya tentang motor sport merah. Motor mahal tidak menjamin pengemudinya punya otak dan bermoral. Semoga Allah mengazab dengan sangat pedih. Aamiin. Buat kalian yang punya mobil mahal, motor mahal, sepeda mahal, pesawat mahal, dan kendaraan mahal lainnya. Tetap rendah hati ya, kendaraan itu titipan, bukan buat jadi jagoan. Kamu punya pengalaman lebih parah dari saya?

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

5 thoughts on “Jagoan di jalanan

  1. Wah.Banyak mba…mkn banyak org stress..Saranku mba apalagi kl nyetir berpasangan, siapkan utk mlkkan dokumentasi. Bila ada tindakan yg melanggar hukum bisa diantisipasi

    Like

    1. Awal posisi kami di depan motor itu, saat dia udah menderu2, selalu nyamain posisi kami trus mau foto plat motor belakang tp plat-nya miring gak bisa kefoto. Sampe dia kabur posisi kami sulit utk foto platnya.

      Ntar kalo diviralin ternyata si oknum anak ‘orang penting’ yg kebal hukum lagi. Secara kelakuannya aja begitu.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s