Niat baik & kesempatan

Niat baik

Tidak semua orang punya! Mari bicara jujur, sebaik / sesoleh apapun kita. Pasti pernah merasa malas berniat baik. Mungkin bisa bantu, tapi males aja. Kita juga gak bisa memaksa seseorang harus punya niat baik. Itu hak dia lho. Paling kita cuma bisa mikir, “andai dia punya sedikit niat baik. Insya Allah semua ini akan jadi lebih baik.” Itu menurut Anda, menurut orang itu tidak. Pendapatnya lah yang terbaik. Bebas dong. Atau rasa kapok bahkan trauma bisa mengikis niat baik seseorang. Kalau menurut saya, “jangan dengan sengaja menutup niat baik yang sebetulnya bisa muncul dari hati nurani Anda.” Kalau Anda masih punya hati nurani sih ya. Apalagi sesungguhnya Anda punya potensi untuk memberikan niat baik Anda tsb. Apapun itu, Allah maha membolak-balikan hati manusia.

Kesempatan

Sama seperti niat baik, ada orang yang mau kasih kesempatan berulang kali ada juga yang tidak. Hak dia dong. Ada yang berhati luas memberikan kesempatan berulang dan dengan sabar tak kenal lelah mengajarkan hingga tercapai seperti yang diinginkan. Ada juga yang dangkal, “gue udah kasih lo berulang kali kesempatan, sampai akhirnya gue gak bisa lagi kasih lo kesempatan.” Manusiawi. Ada pepatah, kesempatan tidak datang dua kali. Tapi menurut saya yang paling pas, “jangan bosan memberi kesempatan, bila dilakukan dengan sungguh-sungguh.” Manusia butuh kesempatan, Anda mau kasih kesempatan itu gak? Kalau mau, ganjarannya pahala. Kalau tidak mau, wallahuallam.

Saya juga bukan manusia yang baik hati, yang akan dengan mudah punya niat baik, dan memberikan kesempatan. Saya separah-parahnya manusia. Misal ada orang yang bukan lagi meminta tapi bahkan memohon niat baik saya dan minta diberikan kesempatan. Saya mungkin tidak punya alasan untuk menolak orang itu. Siapa gue??? Allah saja maha memaafkan hambanya. Meskipun buat saya, syarat dan ketentuan berlaku. Asal masih sewajarnya dan betul-betul dijalankan tanpa ada tujuan buruk kedepannya. Eh tapi ini menurut saya, si-ibu-kurang-cerdas-tapi-sok-tau. Gimana menurut pendapat kamu?

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

6 thoughts on “Niat baik & kesempatan

  1. Memaafkan bukan berarti melupakan memaafkan itu menurutku fungsinya lbh ke diri sendiri..kesempatan itu beda, spt kasus kdrt..maafin iya tp proses hukum tetap jalan terus. Jgn kasih kesempatan lagi krn minta maaf tp dirinya jd bonyok. Ada konsekuensi2 logis yg hrs diterapkan bila sudah terjadi lebih dari beberapa kali. Kecuali ga sayang sm diri sendiri yah 😁

    Like

    1. Perempuan identik dgn memaafkan tapi tidak melupakan bukan?
      Saya setuju utk kesalahan2 yg sifatnya fatal seperti itu memang harus ditindak tegas apalagi yg kriminal.
      Konsekuensi logis memang harus mengesampingkan perasaan. Kalau enggak pasti susah.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s