Tips ke tanah abang menjelang bulan puasa

Ciyeee, judulnya berasa expert sering belanja grosiran. Lagian puasa belum udah ke tanah abang? Saya emang menghindari bulan puasa ke tanah abang, bisa dipastikan penuh dan haus! Wkwkwk. Lagian saya bukan belanja untuk diri sendiri, jadi sudahlah intinya meskipun puasa masih seminggu lagi tetep udah penuh! Tips ini berdasarkan pengalaman pribadi ya, jadi sangat tergantung situasi kondisi juga keberuntungan kita.

Pic source: google

1. Transportasi. Saya hampir tidak pernah ke tanah abang bawa mobil. Kenapa? Masuk dari mana, keluar entah di mana, trus masih harus cari parkir di mana? Terima kasih. Males abis. Menuju ke tanah abang bisa menggunakan commuter line turun stasiun tanah abang, bus atau transjabodetabek jurusan tanah abang. Terakhir pakai g0jek / gr@b. Masuk dari blok mana saja, keluar pun sudah entah di mana. Ini berlaku mau ke tanah abang sendiri / rame-rame. Bagusnya, ada shuttle bus tanah abang explore, gratis yang drop penumpang di masing-masing blok, dari blok A sampai blok F. Hanya saja bakalan antri banget, saya jarang naik shuttle bus. Pulang dari tanah abang, tergantung situasi kondisi, bisa naik bajay atau angkot. Transportasi online agak sulit untuk janjian di tanah abang, karena crowded banget. Hal yang saya sebut di atas, tidak berlaku untuk yang kulakan berkarung-karung ya. Saya karena bukan kulakan jadi fleksibel.

2. Jangkauan. Tanah Abang itu bukan hanya dari blok A – blok F saja, pemirsa. Tapi juga sampai gang-gang kecil di luar blok. Kalau naik bus atau transjabodetabek, pemberhentian terakhir ya di gang-gang itu. Saya pribadi gak segan bergerilya secapeknya saya. Tapi gak pernah juga yang sampe seharian di tanah abang sih. Gempor amat.

3. Tawar menawar. Namanya pun pasar tanah abang, jadi pasti ada tawar menawar mulai beli ecer (satuan), seri, lusin, hingga kodi. Tergantung kebutuhan Anda. Jika beli grosir tentu lebih murah. Kalau mau beli buat seragam nikahan, arisan, atau acara lainnya. Saya sih merekomendasikan, jatuhnya murah. Jika beli ecer, pastikan mata Anda sigap mencari di depan toko biasanya digantung dan diberi harga. Biasanya itu barang seri yang tidak laku. Tenang, bukan reject kok. Saya beberapa kali sudah membuktikan. Misal baju koko harga normal 100.000, kalau seri nya sudah tidak lengkap bisa diobral jadi 75.000. Lumayan kann. Apalagi kalau cuma butuh 1-2 saja.

4. Makan minum. Kalau ke tanah abang saat bulan puasa, tentu gak ada makan minum ya kann. Kalau hari biasa, saya sih emang gak pernah makan di tanah abang. Paling sangu air mineral aja. Tanah abang kan bukan mall yang one stop shopping. Saya pilih makan setelah dari tanah abang. Soal tempat tergantung destinasi selanjutnya aja.

5. Outfit. Yaelah, gak ada outfit khusus juga sih. Secara ke pasar yang emang luas aja ya kan. Yang pasti alas kaki yang nyaman buat jalan muter-muter dan baju yang menyerap keringat.

Tanah abang buka dari pagi, saya paling pagi sampe tanah abang sih jam 10 an ya, tapi mungkin sebelum itu udah pada buka. Tutup sekitar jam 5 sore. Tapi tergantung blok apa juga ya. Trus mending belanja di tanah abang atau Thamrin city? Menurut saya beda segmen ya. Tanah abang itu level rakyat jelata sampe level butik semua tersedia. Thamrin city lebih ke menengah ke atas, karena dia bukan pasar ya. Secara tempat juga Thamrin City lebih nyaman dibanding tanah abang. Meskipun Thamrin City juga grosir, tapi saya pernah sama-sama beli seragam genk buat nikahan temen. Emang beda sih, tanah abang lebih murce. Trus kenapa hari gini tanah abang udah penuh? Kalo kata penjual di sana, orang daerah udah pada kulakan buat dijual bulan puasa sampe menjelang lebaran. Pantes aja, rame benerrr.

Tanah abang identik dengan macet, hari biasa aja macet, apalagi bulan puasa di jam menjelang buka puasa ataupun akhir pekan. Itu juga alasan utama saya malas bawa mobil. Yang penting selama ada transportasi umum yang layak, saya pilih naik itu. Saya pun jarang belanja di tanah abang dengan pilihan debit, udah pasti bawa tunai. Meskipun saya tipe yang cashless, tapi biar fleksibel dan sesuai budget. Belanja tunai jadi pilihan saya, kalo duit abis ya udah pulang. Meminimalkan kalap dan khilaf belanja. Kalo gak gitu, se-tanah abang pasti pengen dibeli ye kan. Itulah seni-nya belanja di tanah abang dibanding di mall. Sekalap-kalapnya belanja di mall bakal lebih kalap belanja di tanah abang. Makanya saya pilih mencatat yang mau dibeli berikut perkiraan harga termahal dari masing-masing item. Jadi gak kebobolan. Sekian tips dari saya, emak-emak banget ya postingan kali ini. Hehe. Akhir pekan ini kamu ada rencana ke tanah abang? Selamat berdesakan ya 😉

Published by Frany

Jakarta - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

10 thoughts on “Tips ke tanah abang menjelang bulan puasa

  1. duh kejauhan fraaan 😅 jadi kangen suasana sesek-sesekan belanja di pasar-pasar begini fran yang segala ada. coba nawar pake bahasa urang awak deh fran, bisa banyak potongan harganya 👍🏻

    Like

  2. Kebetulan tempat kerja dekat Tanah Abang. Beberapa waktu lalu belanja pulang shift malam, jadi masih pagi sekitar pukul 10. Belum ramai kayak sekarang 😪 pengin sih belanja buat amunisi pulang kampung tp kok kayanknya rame betul ya mbak 🙈 jadi malas duluan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: