Peringatan Hari Ibu 2018

Kali ini nongol dengan cerita peringatan hari ibu yang diperingati lebih awal karena tanggal 22 Desember 2018 jatuh di hari Sabtu dan poin utamanya adalah tanggal segitu sudah masuk libur semester. Dari kemarin kemana aja? Asli rempong binti ribet dunia saya. Entahlah itu kerjaan, sekolah, atau inner circle life. Luarr biasa pokonya. Peringatan hari ibu 2017 bisa dibaca di sini. Karena jatuh di hari kerja, jadi saya gak masuk kerja deh. Trus gak bisa ditemenin suami juga, karena dia jauuhh lebih sibuk dari saya. Akhir tahun ini buat saya memang gak bisa digambarkan dengan kata-kata. Selain yang terencanakan seperti hari ibu ini, yang tak terduga pun gak kalah saing. Alhamdulillah disyukuri saja, pasti ada hikmahnya.

Peringatan hari Ibu tahun ini, saya dapet undangan handmade by Teona. Pagi yang cerah ceria, Teona dan ibunya memulai acara di outdoor. Aktivitas pertama, senam. Saya selalu suka senam di sekolah Teona ini. Selain lagunya enak juga tepat sasaran banget ke tema. Saya si yang gak pernah olahraga ini jadinya gerak juga deh. Trus lanjut ke permainan ibu dan anak. Ada 2 jenis permainan dan lumayan engap lari-larian. Lanjut sarapan, trus performance masing-masing kelas. Kelas Teona dance medley gitu deh. Pantesan ini anak sok ngasih clue gitu belakangan ini, akhirnya paham juga maksudnya. Sebelum acara selesai, ada kayak moment refleksi diri trus anak-anak mendatangi ibunya masing-masing membawa seiris blackforest cake dan mahkota handmade mereka. Bohong kalo gak bleberan air mata!

Sebetulnya sejak dulu saya paling benci tuh refleksi diri, pas pesantren kilat juga sering kan. Pokoknya pertahanan banget atau emang dasarnya bebal banget. Gak ada cerita sampe nangis. Tapi setelah jadi ibu, ngerasain manis, asam, pahit, getir semuanya. Runtuh juga pertahanan saya, gak bisa munafik atau sok lagi. Apalagi pas bagian:

“… semoga anak – anak kita menjadi hafidz dan hafidzah. Tidak hanya bisa menyematkan mahkota di dunia, tapi juga di akhirat.”

Aamiin berjamaah ya kannn. Secara life goals manusia ya ituuu. Gak cuma dunia tapi akhirat juga. Gila juga cara sekolah ‘menghajar’ psikis orang tua di tiap acara yang diadakan. Kalo saya insya Allah tetap mengucapkan hari Ibu di 22 Desember nanti. Mudah-mudahan saya masih ada umur ya kan. Meskipun gak ada acara yang spesial gimana juga. Minimal telfon ibu buat ngucapin, atau kalau jatuh di weekend seperti yang akan datang, ya pulang buat nginep barang sehari semalam. Apa rencana peringatan hari Ibu kamu di tahun ini?

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

4 thoughts on “Peringatan Hari Ibu 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s