Tipe acara pernikahan

Pada prinsipnya pernikahan berbagi kebahagiaan dengan keluarga, saudara, dan orang – orang tecinta. Belakangan ada beberapa pernikahan yang menarik perhatian saya. Saya gak akan bahas menyeluruh, hanya pebdekatannya saja yang ingin sedikit saya kupas. Kenapa gitu? Yeah, saya bukan wedding organizer ataupun vendor pernikahan. Hanya melihat dari kacamata saya aja. Pertama, tentu saja yang lagi viral pernikahan pasangan anak orang kaya asal Surabaya yang disebut crazy rich surabayan. Itu mah kayaknya udah gak bisa didebat lagi saking hebatnya. Meskipun Ayah sang mempelai menyebut kalau pernikahan anaknya sederhana. Tentu sederhana versi mereka berbeda dengan versi orang lain. Ada dua dari sekian kemewahan pernikahan tersebut yang menarik perhatian saya: souvenir pernikahan yang logam mulia aja gitu. Tentu amat sangat bermanfaat ya kannn *gak munafik. Lalu bunga-bunga yang semuanya impor! OMG itu diimpor bukan beli di pasar rawabelong sono *saya belom pernah ke pasar rawabelong, tiap ke florist dan nanya kulakan di mana sering dijawab rawabelong. Jangan ditanya segala rupa prosesi dan lain sebagainya ya. Keren abislah pokonya *ketauan ngintip IG officialnya.

Trusss, salah satu adik sepupu saya tercinta kemarin menikah dengan konsep garden party dari akad hingga resepsi. Ngeri-ngeri sedap ya kan ngadain di musim hujan begini. Alhamdulillah kemarin cuaca sangaattt bagus. Jadi acara berjalan lancar tanpa kendala. Intinya kekinian bangetlah ya, namanya pun anak muda. Terakhir pernikahan si Suhay Salim, yang terwujud cita-citanya menikah di KUA dan nge-jeans aja dong pemirsa! Itu dia gimana ya bisa kekeuh memegang prinsip plus ngomong ke kedua orang tua mereka. Asli kereennn. Secara hari gini gitu loh, masih ada yang padahal dia mampu tapi ogah ribet dan mungkin ada pertimbangan lainnya. Bisa tetap menjadikan acara tersebut keren dan bahkan patut dijadikan panutan. Pernikahan yang layak dan sepantasnya akan lebih keren tanpa berhutang bukan?!

Loh kok semua keren? Setiap pernikahan menurut saya keren. Pasangan berani untuk menikah tanpa ada embel-embel sebelum pernikahan aja menurut saya udah keren banget. Soal murah mahal, sederhana mewah, dan lainnya. Menurut saya sih relatif. Terus terang saya jarang datang ke acara pernikahan yang biasa, nah biasa aja kan relatif ukurannya. Meskipun lebih sering ke acara nikahan yang lumayan, tapi tetep acara nikahan atau di agama saya dikenal walimah. Bertujuan untuk memberitahukan ke khalayak ramai kalau ini ada pernikahan loh dan pastinya memghindari fitnah. Bukan tentang pernikahan sekali seumur hidup saja, namun kenangan dan kepantasan tentu menjadi pertimbangan untuk menghelat acara pernikahan. Jadi acara pernikahan yang keren menurut kamu yang kayak gimana?

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

21 thoughts on “Tipe acara pernikahan

  1. pernikahan yg keren menurutku : (kalo ngomongin konteks pesta resepsi ya) adalah yang tanpa ninggalin beban hutang after party. heuehuehu.
    kan sayang sekali, orang orang hanya akan inget sebentar doank mengenai seberapa wah nya resepsi nikahanmu. tapi orang – orang akan inget bagaimana kehidupanmu setelah pesta pernikahanmu. ini opiniku doank sih.

    tapiiii…balik lagi ke yang mbak frany bilang. relatif. karena standar keren tiap orang beda – beda.

    Like

  2. Dulu, saya manten pake drama dek, karena bokap polisi, sewa gedung bhayangkara, gak taunya semalem sebelumnya ada Kapolda mantu besar2an, jadi gedung full di bikin semacam reklamasi tuh pasir semua pake tema pantai apa persawahan gitu lupa, nah gak nututi buat dibongkar, akhirnya acara resepsi saya siang gak sempat bongkar itu, akhirnya tamu makan pada diluar gedung, bisa bayangin kepanasan, iya Kapolda bikin tenda banyak2 ,sudah gitu suruh nambah bayar karena ada hiasan reklamasi ditengah gedung..duh, padahal booking duluan. Bagus sih tapi bukan konsep bertentangan, dipaksa pula bayar sewa tambahan yang tidak manusiawi..hiks #curcol

    Like

  3. Walah mbak, buatku yang jomlo ini penginnya malah makan aja ramean di resto habis akad. Gapake kebaya, pake gamis dandan minimalis, trus udah gitu. Photo booth sediain aja di restonya. Undangan terbatas ke teman dekat dua mempelai dan ortu masing-masing. Selesai. πŸ˜… pengin kayak yg di luar negeri aja sih, sederhana dan ga terlalu meriah. Soalnya kebutuhan pasca walimah itu jauh lebih besar. Hehe

    Like

    1. Hehe, kita berkhayalnya kan positif lho. Di LN itu ceritanya intimate/private, kalo di kita mah kan guyub. Keluarga besar aja udah berapa, belom keluarga besan, tetangga, sahabat, dll dst. Hahaha. Jadi gimana ceritanya mau intimate kayak di LN?

      Like

      1. Iya, positif kok hehe. Sempet mikir juga gimana ya ngadepin keluarga besar dan adat istiadat yg masih kental. Cuma krn pernah ada temen yg bisa walimah sederhana banget, jadi aku tertarik mencoba. Mungkin kl ga dimulai dr aku, ga akan ada yg mengawali utk menyontohkan. Komunikasi mesti intens dan jaga hubungan baik terus-menerus jauh-jauh hari sebelum mendekati momen pernikahan supaya keluarga paham dgn sounding yg dilakukan seawal mungkin.

        Like

  4. Pernikahan keren adalah pernikahan yang dilakukan sesuai kemampuan mempelai. Tak ada embel-embel paksaan harus mengadakan acara dan pesta yang “wah.” Nikah sesuai rukun dan syarat lalu tak mengadakan pesta juga keren. Keren karena berani nikah, hehe…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s