Parents observation day 2018 (TK B)

Ini kali kedua saya ikutan, pertama saat masih TK A sekitar 7 bulan yang lalu. Postingan sebelumnya bisa dibaca di sini. Jadi setahun ikut 2 kali? Ya gak masalah, karena perkembangan anak wajib diikuti buat koreksi pola pengasuhan saya bila ada yang keliru. Seperti ini contohnya. Ternyata pola asuh atau pola pendidikan yang diterapkan keliru jadi perlu diperbaiki. Atau sudah baik tapi ada lagi metode yang lebih baik lagi. Karena kalau merasa sudah benar, susah ya. Mau sudah baca puluhan atau ratusan buku parenting pun gak menjamin kita sudah benar *percayalah. Karena teori di buku dengan praktek yang dijalankan sering berbeda. Meskipun masih saya saja yang ikut observasi. Hasil pengamatan yang saya catat, saya laporkan ke suami. Selain untuk update juga untuk evaluasi Kami. Gimana nih perbaikannya? Apa yang mesti diubah atau ditingkatkan? Perlu metode yang gimana lagi ya? Dan lainnya. Repot? Balik lagi ke orang tuanya sih.

Tidak jauh berbeda dengan observasi di TK A dulu. Namun aktivitasnya banyak yang berbeda. TK B dipersiapkan untuk masuk SD, maka banyak poin yang jadi bahan evaluasi. Mulai dari akademik, fisik, emosi, motorik, dan lainnya. Catatan saya kemarin memang jauh lebih sedikit dibanding saat TK A. Namun jangan senang dulu, bulan ini masih ada program transisi yang jujur aja bikin saya deg-deg an. Belum lagi tes masuk SD dan masih banyak lagi yang perlu dipersiapkan. Yaelah, anak cuma satu ribet banget. Oh jelas, anak tidak hanya aset dunia tapi juga akhirat. Di agama yang saya anut, dosa anak ditanggung orang tua sebelum nantinya dipikul suami. Mau punya anak satu atau banyak, benang merahnya tetap sama. Saya pun takut banget dengan pergaulan jaman sekarang. Makanya ekstrim membentengi diri. Apakah ekstrim salah? Biarlah orang lain yang menilai.

Dimulai dari jurnal pagi, morning Qur’an, tilawati, lanjut main bebas, ke perpustakaan, istirahat sarapan. Lanjut sentra, makan siang, sikat gigi, wudhu, sholat zuhur berjamaah, dan ditutup dengan jurnal siang. Selesai sekolah, Teona ikut daycare sementara saya melanjutkan observasi dengan mengisi post test, ice breaking, dan diskusi per kelas. Kelas kami paling hot dan paling terakhir selesai diskusi. Koridor dari pihak sekolah di awal : bagaimana anak dengan guru, anak dengan anak, dan anak dengan anak. Ketika diskusi cakupannya menjadi luas : kenapa begini kenapa gak begitu, kemajuan anak, cara mengatasi konflik, bagaimana mengatasi mood atau emosi, anak harus didukung dengan cara apa di rumah, apakah anak sudah siap masuk SD atau perlu mengulang, dan masih panjang lebar pembahasannya.

Apakah saya puas? Alhamdulillah saya sama puasnya dengan observasi saat TK A. Saya bilang ke suami, bukan hanya Teona yang sudah sreg dengan sekolahnya tapi saya pun selalu menyukai program-program yang diadakan sekolah. Bila kini Teona jauh lebih ‘maju’ dari saya tentu gak lepas dari peran sekolah juga. Ketentuan yang masih sama dari parents observation day sebelumnya adalah no gadget. Kalaupun kayak saya yang tetep juga ditelfonin kantor ya izin keluar dulu. Tentu tidak anti gadget tapi membatasi diri. Kedua pengalaman observasi memberikan makna dan kesan yang berbeda buat saya. Dulu masih begini sekarang begitu. Dulu belum bisa begini sekarang bisa begitu. Banyak sekali yang masih perlu diperbaiki oleh Kami untuk anak. Mudah-mudahan bisa semakin istiqomah dan qana’ah. Selamat beraktivitas ❤

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

3 thoughts on “Parents observation day 2018 (TK B)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s