Posted in Uncategorized

Berqurban di mana?

Ini pertanyaan saya pribadi sekitar 2 minggu ke belakang mengenai akan qurban di mana? Mau di tempat tinggal saya atau orang tua. Insya Allah saya yakin selain udah banyak juga udah tercukupi. Diskusi sama orang tua dan kedua adik. Kalo suami sih terserah saya, karena dia sudah tetap setiap tahunnya. Waktu udah semakin mepet, saya yakin semakin ditunda akan banyak godaan setannya nih. Terakhir diskusi sama ibu saya, ibu bilang adik saya yang cowok punya rekomendasi yang insya Allah amanah dan terjamin. Meluncur WA si bungsu, diskusi cepat, dan dia berhasil meyakinkan saya untuk qurban di sini. Tentu saja saya telaah dulu isi website tersebut. Trus saya chat dulu adminnya untuk tanya – tanya lebih lanjut.

Ada 3 keraguan saya di awal yang langsung saya tanyakan sama admin :

  1. Prosedurnya bagaimana, karena saya baru sekali ini berqurban dengan sistem seperti ini? Jawaban admin :

    Berikut langkah-langkah untuk melakukan qurban melalui kitabisa.com :

    1. Klik http://ktbs.in/qurbankitabisa
    2. Pilih lokasi qurban
    3. Isi data diri dan pastikan nama pengqurban sudah tepat.
    4. Pilih metode pembayaran.
    5. Lakukan transfer sesuai kode unik yang di berikan agar transaksi Anda dapat terverifikasi secara otomatis.

    Semoga apa yang kita Qurbankan bisa mengalirkan keberkahan dari allah SWT untuk diri kita, Indonesia dan Dunia.

    Terima kasih.

  • Kalau kita berqurban biasa, maka akan ada AKAD. Nah kalau dengan sistem online begini, gimana cara akadnya? Jawaban admin : Tidak ada kak, namun ibadah qurban sebagaimana layaknya ibadah lainnya, harus dilakukan dengan niat. Adanya niat merupakan syarat sah berqurban. An-Nawawi mengatakan:
    والنية شرط لصحة التضحية

    “Niat adalah syarat sah berqurban.” (Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 8/380)

  • Gimana dengan laporan pertanggungjawabannya? Kalau qurban langsung kan bisa lihat langsung penyembelihannya. Jawaban admin : Nanti di hari H Idul Adha hingga maksimal H+30, kakak akan mendapatkan email yang berisi informasi bahwa qurban kakak sudah disembelih oleh lembaga terkait yang isinya Sertifikat dan Foto qurban kakak yang sudah diserahkan ke penerima qurban yang berhak 🙂

Clear! Terjawab sudah keraguan saya. Saya norak? Yah, maklum aja. Biasa taunya belanja online doang lewat jempol. Ternyata bisa juga berqurban lewat jempol. Hehe. Oh ya, tanpa bermaksud meng-endorse. Website tersebut punya anak UI, jadi hitung – hitung sekalian mendukung teknologinya almamater-lah *apa sihh. Tapi memang itu jadi salah satu alasan jempol saya mengakses ke website tersebut sih. Hehe. Ada yang punya kebingungan mau berqurban di mana kayak saya?

Posted in Uncategorized

Update seminggu kemarin

Hiatus seminggu kemarin disponsori kesibukan kantor dan beberapa kejadian. Part timer aja sok sibuk. Yeahh, gimana dongs ~

Asian games

Menyambut Asian games, maka jalanan depan kena juga ganjil genap. Dampaknya Alhamdulillah gak parah. Hanya saja kami harus melalui jalur lain dari jalur yang biasa kami lewati. Untuk tetangga dan kolega yang punya 2 kendaraan (ganjil dan genap). Aturan ini gak terlalu ngaruh. Jadilah kami penyesuaian dengan jalur baru pergi dan pulang. Secara ya kalo kena tilang, lumayan bangettt (buat saya). Kena 500.000 rupiah 🙈 Tapi sih kami ngertilah, para atlet ditargetkan 44 menit perjalanan dari wisma atlet sampai ke venue. Trus suami bilang, Asian Games terakhir diadakan di Jakarta tahun 1962. Jadi wajib didukung perhelatan akbar ini. Baiklahh 👌

Pegawai

  1. Alhamdulillah selama berkarir, saya hampir tidak pernah bermasalah dengan rekan kerja dan atasan. Kalau sampe bermasalah, biasanya orang itu sih yang ajaib sampe bisa bikin saya ngamuk. Karena saya gak tipe yang mentolerir apalagi yang sudah keterlaluan menurut saya. Terbiasa gercep (gerak cepat), sigap, dan handle semua tanpa gengsi. Bikin saya gak cocok punya rekan kerja menye – menye, menunda kerjaan, apalagi rekan kerja yang bossy. Semua kriteria sampah yang saya sebutkan numplek blek di satu orang ‘produk lama’ kalo atasan saya menyebutnya dan ‘produk baru’ untuk menganalogikan diri saya *gubrak banget deh. Karena sebab sepele yang sungguh nyebelin berhasil bikin saya ngelabrak dia pagi – pagi. Tabiat saya, kalo gak suka sama orang ngomong langsung di depan mukanya bukan di belakang saya trus saya-nya denger aja dong. Habislah dia saya bentak dan maki – maki. Jiwa centeng saya membuncah sampe seisi kantor takut liat saya ngamuk. Beberapa waktu kedepan saya akan amat sangat membatasi interaksi dengan manusia seperti itu demi menjaga kewarasan saya.
  2. Untuk kasus yang berbeda (bukan di kantor), tapi masih dalam konteks pegawai. Bekerja selama 5 tahun hingga akhirnya ketahuan menipu dengan cara dan jumlah yang amat fatal. Sudahlah menipu, minta maaf datar, dan malah meminta kesempatan lagi *tepok jidat asli. Hmmm, gini ya. Tidak dipolisikan saja sudah bagus. Karena jatuhnya sudah kriminal. Malah pake marah – marah. Yang salah siapa, yang marah – marah siapa. Tobat dah. Karakteristik orang berpendidikan rendah. Pathetic ~

Kesehatan

Sahabat bapaknya Teona, istrinya kena thypus plus ada keluhan lain sehingga perlu diendoskopi. Di Jakarta sendiri, tindakan endoskopi, ada yang selangnya masuk dari mulut tapi ada juga yang dari anus. Hasil dari endoskopi tersebut, lambungnya luka. Adik perempuan saya pernah juga mengalami hal tersebut. Menurut saya, lambung manusia beda – beda. Ada yang tipe kuat, hajar bleh semua makanan. Ada yang sensitif. Kalo saya meskipun gak ada maag, namun saya memilih untuk makan yang gak ekstrim pake level – level an segala lah. Itu bukan saya banget. Urusan sama organ dalam apapun itu : lambung, ginjal, jantung, dll gak bisa sembarangan. Kita jaga sebaik mungkin yuk. Gak hanya dari makanan tapi suasana hati dan pikiran pun mempengaruhi *serius ini. Diberikan nikmat sakit = saatnya istirahat dari rutinitas. Selain menjadi penggugur dosa kalau kita ikhlas menerima dan ikhtiar pantang menyerah untuk sembuh.

Kesimpulan dari berbagai kejadian di atas :

Manusia memang tidak ada yang sempurna. Namun kejujuran, kepercayaan, dan tanggung jawab adalah suatu wujud kesempurnaan manusia. Begitupun ujian, tidak melulu menimpa orang yang tidak mampu, bahkan yang kaya raya pasti ada ujiannya. Memiliki perasaan dan usaha berempati pun ternyata tidak cukup. Kadang butuh kekerasan hati dan tindak tegas untuk mengimbanginya. Tidak puas akan suatu hal sangat lumrah. Namun berbesar hati untuk mengakui dan memperbaiki yang butuh keberanian besar. Intinya bagaimana memaknai hidup. Satu lagi, jangan lupa jaga kesehatan. Karena mau pake BPJS atau asuransi tingkat platinum juga gak ada enaknya. Ribet, iya. Punya cerita yang sama atau mirip dengan saya?