Posted in Uncategorized

Tujuh belasan 2018

Tujuh belasan tahun 2018 ini bisa dipastikan SERU! Karena berbarengan dengan Asian Games. Euphoria-nya sudah terasa sejak sebulan ke belakang, terutama di area tempat tinggal kami yang tidak jauh dari wisma atlet dan tentu saja kena imbas ganjil genap. 16 Agustus kemarin, sebetulnya ada himbauan dari Pak Lurah untuk menyemarakkan acara pembukaan Asian Games. Namun, pagi – pagi sekali saya sudah cabut ke sekolah Teona dalam rangka lomba tujuh belasan. Sampai di sekolah bertepatan selesai sambutan. Lanjut ikrar dan senam pagi. Dari 3 kali senam, lagu terakhir theme song Asian Games dong dan saya baru denger. Kayaknya mesti dengerin ulang deh nih.

Saya pikir lombanya akan sama dengan tahun lalu. Ternyata bedaaa, ahh seruuu. Di antaranya :

1. Bendera merah putih. Tidak seperti lomba pada umumnya di mana anak memasukkan bendera ke dalam botol. Kali ini ibu dan anak berlari bersama menuju pasir dalam mangkok dan ditusukkan bendera kesitu.

2. Kelereng. Kalau biasanya sendok ditaruh kelereng lalu di bawa ke sisi satunya lagi. Kali ini, anak berbaris ke belakang. Lalu orang tua berbaris di belakang barisan anak – anak. Kelereng diestafet dengan sendok ‘bebek’ trus saat sampai ke orang tua di barisan awal, orang tua akan lari ke sisi satunya untuk taruh kelereng. Begitu seterusnya.

Susah ternyata šŸ˜ƒ

3. Balon diisi air diangkat dengan banyak tali rafia bersama – sama. Ini saya akui susahhh šŸ™ˆ Apalagi anaknya kecenderungannya, balon menjadi berat dan anak – anak yang ada tarik – tarikan tali rafia di ujung – ujungnya šŸ˜‘

4. Simpai, berbaris memanjang kemudian menggunakan hulahoop estafet memasukkan kepala dan badan tanpa memegang hulahoop dari barisan terdepan sampai barisan terbelakang. Saya baru tau! Keren ih šŸ‘

Nangkep ikan cere

5. Lomba nangkep ikan cere atau bahasa kerennya baby fish. Cara nangkepnya : telapak tangan kanan ibu dan telspak tangan kiri anak didempetkan. Lalu menangkap kumpulan ikan di kolam persegi yang telah disiapkan. Teona udah yakin mau, begitu masukin tangan, dia mau lepas tangannya. Saya tahan dan bilang, “kalau sudah begini, gak bisa mundur, Nak. Ayo kita ambil satu ikan taruh di kolam satunya trus udah!” Apakah anaknya nurut? Alhamdulillah iya!

Terima kasih sudah bekerjasama lomba 17-an sama ibu. Kamu hebat.
Gak pengen banget dipeluk nih anak

Kalau tujuh belasan tahun lalu saya yang tadinya sepertinya akan berani nangkep belut dengan asumsi “ah, paling kayak lele” ternyata baru dilongok mbatin “ya Allah, kok kayak ular.” Akhirnya menyerah sebelum berperang. Hihi. Tahun ini semua lomba kami ikuti dengan antusias dan gembira. Fotonya gak lengkap, karena bapaknya Teona dateng belakangan, nunggu selesai rapat. Sebelum acara ditutup, anak berbaris dan ortu pun berbaris saling berhadapan. Ortu duduk menunduk sejajar anak dan mengucapkan kata – kata sesuai yang dicontohkan ibu guru ke anak masing – masing. Jadi pengen bleber tapi kutahan *gengsi. Nah kebayang gak gimana bonding si anak pas yang dampingi bukan ortu alias kakek nenek / uwak atau tante atau om / mbak ART!!! Sekolah sepertinya masih harus menahan aturan selain orang tua tidak boleh ikut acara sekolah hingga musim haji selesai. Banyak yang alasannya ortu pergi haji. Sambil ortu bicara ke anak tadi, intinya ungkapan bangga sudah bisa bermain bersama anak. Lalu mengalungkan medali ala ala dan anak – anak mendapat goody bag. Foto bersama lalu pulang. Gimana dengan cerita tujuh belasan kamu?

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

6 thoughts on “Tujuh belasan 2018

  1. Trakhir 17an ya pas di KJRI Sydney thn 2014, hahaha. Pake upacara dulu lho di Wisma Indonesia yg pas doa bersama, aku mewekkk. Klo jaman ngajar di SMA dulu sih seru yah krn namanya di sekolah kan lomba2nya all out. Heboh!

    Like

  2. Acara 17an di kampung, Alhamdulillah selalu heboh, banyak lomba, barusan malah RT kami juara karnaval tingkat RW, kalo anak-anak lomba di sekolah, dan mama nya ini tidak bisa ikut support, beda TK dulu masih bisa ngintil..hehehe

    Like

Leave a Reply to Frany Fatmaningrum Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s