Teman lama

Kepantasan

Awalnya dia junior saya di kampus, trus kita bareng satu jurusan. Ketika skripsi, ada yang aneh menurut saya. Saya perhatikan dalam diam. Update hidupnya pun sedikit aneh buat saya. Sempat terlibat adu argumen di medsos tapi tak terlalu saya tanggapi. Toh dari awal berteman biasa. Saat politik di medsos memanas, dirinya ikut di suatu kubu. Melawan orang yang tak sepaham dengannya. Semua saya tanggapi biasa. Statusnya terakhir di medsos, cukup mengganggu saya. Utamanya karena mengejek salah satu dosen kami. Dosen – dosen kami merupakan tokoh yang cukup berperan di negeri ini. Kadang sepak terjangnya membuat kami yang pernah jadi mahasiswa mereka cukup menganga tapi trus ya udahlah ya. Menurut saya, biar gimana, guru atau dosen itu pernah mengajar kita. Membagi ilmunya, membimbing, mengarahkan kita agar memiliki pengetahuan lebih. Meskipun ada kalanya guru atau dosen itu nyebelin. Tapi kan tetep aja mesti dihargai. Mungkin berat untuknya berbuat baik atau baik versi liberal kali ya. Entahlah. Jangan pernah ragu berbuat kebaikan

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).

(Ar-Rahman : 60)

Kehilangan

Ketika itu, saat senggang, saya membuka Facebook di bagian memories. Kadang seru juga lihat kenangan lama, apalagi pas suntuk melanda. Hingga sampai di status alay saya, 9 tahun yang lalu. Saya pun baca komentar teman – teman saya. Ada satu orang yang lost contact. Saya search namanya di Instagram, karena sepertinya gak aktif di facebook lagi. Hasil penelusuran saya mengejutkan, akhirnya saya googling. Innalillahi wa innailaihi rajiun. Teman saya telah berpulang lebih dari 6 bulan yang lalu 😭 Update terakhir yang saya tau, almarhumah migrasi dan bekerja di Oz. Sempat lihat update hidup dia sekilas. Saking gak percayanya, saya baca semua artikel media Oz terkait berita almarhumah satu per satu. Selama hampir 10 tahun mengenalnya, berkesan baik dan hangat.

Kebablasan

Semakin mudahnya kita mendapatkan sumber informasi. Sudah semestinya dibarengi dengan mengasah otak kita. Mana informasi yang berkelas dan mana informasi ‘sampah’. Bukan apa – apa. Berita Nasional maupun internasional mesti pinter-pinter ditelaah maksud dan tujuan. Serta akan mengarahkan opini publik kemana?! Itu baru kerja otak, belum lagi dibarengi emosi *biasanya ini cewek. Bahkan teman lama yang saya nilai cukup intelek pun mulai kebablasan dalam meraup informasi yang ada. Sampai turut bangga dan mendukung teman kami lainnya yang berada di garis depan ngotot orasi mengganti pemerintah. Duh! Kalo saya malah malu. Fanatik tuh lebih baik sama Agama dibanding tokoh politik / negarawan. Mereka juga kan manusia biasa seperti kita. Sungguh tindakan yang sia – sia. Memperbaiki mulai dari diri sendiri saya rasa lebih berguna dibanding menghujat orang lain.

Hebat ya, bahkan dari medsos jaman sekarang kita bisa update meskipun tidak berhubungan langsung. Tetap berhati – hati dengan jarimu. Jangan sampai membawa petaka. Ada yang punya cerita yang sama dengan saya?

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

15 thoughts on “Teman lama

  1. Ada sih satu dua yang awalnya dari sisi ekstrim kanan jadi kiri dan sebaliknya…Biasanya karena ada pengaruh yang berulang atau guncangan cukup besar dalam hidup ybs. Saya berusaha maklum saja walau prihatin kalau sampai jatuh menyerang orang lain…

    Like

  2. Aku juga punya temen sekolah yang dulu pinteeer banget diskolah bahkan skrg kerjanya diposisi bagus salah satu BUMN. Semenjak dia ikut2 fans fanatik salah satu kubu partai politik skrg status di medsosnya jauh dari image pinter. Sempet tak unfriend tp dia add lg hahaa

    Like

      1. Tadinya tak terima lg. Trus ngeliat statusnya masih petentengan tak unfriend lg. Smpe skrg sih ntah dia ngga ngeh atau mmg ngga mau add lg 😀

        Like

      1. Kalo IG ku masih aman karena aku gak banyak follow orang dan jarang banget buka2 explore. WA jg hampir gak pernah liat status orang. Kalo FB ini yang mengkhawatirkan banget, pengalaman pilpres kemarin, lumayan banyak temen yang bikin aku terkejut krn ternyata gk ragu2 buat mengumbar paham mrk di FB tanpa peduli kalo status mrk bisa menyinggung org yg berteman dgn mrk di situ 😀

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s