Posted in Uncategorized

Kenaikan harga telur

Bukan post politik, murni curhatan emak – emak.

Harus banget ditekankan ya? Iya, meskipun tahun politik masih tahun 2019. Namun suhu politik pasca pilpres sebelumnya sungguh senggol bacok. Jadi kalau bukan post politik ya saya tegaskan. Karena fanatik di suatu kubu belum tentu menjamin hidup Anda sejahtera dan gratis semua *ini hanya ada dalam mimpimu. Kembali ke judul, siapa yang sudah mengalami kenaikan harga telur? Saya ikut tunjuk tangan. Iya sih, saya bukan pengusaha warteg atau resto pun pengusaha kue dan gak bisa baking. Tapi tentu sebagai emak – emak, sehari – hari ya akrab dengan telur. Mulai dari telur ceplok, telur dadar, telur orak – arik, telur gulung iris, perkedel, schotel macaroni yang juga membutuhkan telur, dan olahan pangan telur lainnya. Saya memang jarang beli telur di pasar, biasanya sekalian saat belanja bulanan di supermarket besar, kalau kepepet ya beli di tukang sayur.

Awalnya saya gak terlalu ngeh dengan kenaikan harga telur. Pas baca artikel di koran dan obrolan pas mampir ke pasar. Wuih, lumayan juga ya. Poin yang saya tangkep dari isu ini : permintaan meningkat sementara produksi menurun. Sebabnya antara lain, populasi ayam di kandang berkurang, cuaca tidak kondusif, dan hilangnya antibiotik imbuhan pakan. Seperti dari 1000 ayam yang biasanya menghasilkan 50 kilo/hari sekarang hanya menghasilkan 30 kilo/hari. Untuk cuaca, karena angin kencang dan udara dingin ternyata mempengaruhi. Larangan antibiotik (obat kimia) dan keharusan menggantinya dengan bahan herbal pun dikeluhkan peternak. Di cuaca seperti sekarang kondisi ayam mudah ngedrop. Faktor lain, pengetatan bibit induk dan pakan ternak yang 60% komponennya masih impor sementara rupiah melemah. Upaya peternak salah satunya melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan ptoduktivitas ayam. Efeknya ongkos produksi meningkat. Sumber : Kompas.

Begitulah sedikit informasi sebab dari kenaikan harga telur. Alih – alih menghujat, kalau saya pilih mensiasati. Contohnya dengan melakukan variasi menu, kalau ditelisik lebih jauh ternyata banyak kok olahan yang gak melulu telur. Kalau pengen ya gak apa – apa. Silakan aja Anda beli telur ayam omega, telur ayam kampung, atau telur ayam negeri. Saya kemarin beli telur ayam negeri 1,5 kilo kena di harga 42.600. Kalau suami sama kayak Bapak saya prinsipnya :

Yang penting masih bisa beli

Iya sihh, tapi kan lumayan naiknya *tetep prinsip emak – emak. Jadi sikapilah dengan bijak, jangan pertamax naik, ribut bikin post berisi hujatan. Sekarang telur naik juga gak kalah seram post nya. Mau siapapun yang berkuasa pasti ada aja naik turun harga. Buat saya yang penting itu orang kerja nyata, gak asik korup. Baiklah, daripada makin menjurus jadi post politik. Sekian curhatan hari ini. Jadi berapa harga telur di tempatmu?

Author:

Jakarta - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

8 thoughts on “Kenaikan harga telur

  1. Ayam negeri itu ayam kampung kah? Atau ayam putih yg ginuk2 itu. Beda sama ayam broiler? Kalau 1.5kg harganya segitu mahal juga ya telor di sana sekarang. Aku ingat sebelum pindah ke sini rasanya ga semahal itu. Haduh kok ngeri ya ngebayangin apa2 mahal di Indonesia. Mau mudik musti banyak sangu duit nih. Kata temanku gini : jangan pingsan ya Den kalau lihat harga2 di Supermarket. Telor di sini bervariasi harganya. Tergantung cara menternakkan ayamnya. Kalau ayam yang dibiarkan bebas di alam terbuka, 10 biji telur harganya sekitar €1.9 (ukuran M) atau ga sampai Rp 33rb. Itupun tergantung ukuran juga ada yg M,L atau XL. Kalau yg organik lebih mahal lagi.

    Like

    1. Ayam negeri itu seperti broiler. Ayam negeri cangkangnya coklat. Ayam kampung warna cangkangnya putih. Bedainnya gampang. Ayam omega pas diceplok, kuningnya warna oranye.

      Memang lagi naik belakangan ini. Semua sebab\ terkait satu sama lain. Sekarang apa2 mahal, memang jarang yang sama seperti harga 2-3 tahun lalu. Selama gak melonjak kayak harga telur ini. Insya Allah berusaha huznudzon.

      Beli telur pake ukuran kayak beli baju ya. Hehe. Telur organik aku pernah lihat di penjual sayur buah organik. Tapi yang trend si telur omega.

      Like

  2. Iya nihhh kmrn2 ngobrol sama tukang nasi uduk, dengerin dia curhat. Aku belom beli telor lagi nih, Fran.. masih stok di kulkas dan arda doyan bgt telor kan (atau Ibunya yg masakinnya telor mulu jd dia no choice 🤣)

    Ini nanti mo blanja telor.. uhlalaaa berasa ya boook.. tp ya bersyukur ajaaa alhamdulillah msh bs beli.

    Like

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Frany Fatmaningrum….

    Saya rasa aneh ya kerana di sana telurnya di jual dengan kilogram. Sudah tentu mahalkan. Di Malaysia, telur dijual mengikut ukuran saiznya seperti gred AA, gred A, B, C, D dan E. Kebiasaanya dijual dengan jumlah 30 biji satu dalam satu bekas khas untuk telur. dan boleh juga dibeli dalam jumlah sedikit. Turun naik harga telur adalah berdasarkan harga yang ditentukan mengikut tarikh oleh Jabatan Perkhidmatan Veterinar, Kementerian Pertanian & Industri Asas Tani, Malaysia.

    Tentunya Emak-emak akan resah apabila harga telur naik kerana itulah juga kegemaran anak-anak dan paling mudah disediakan jika tidak ada makanan lain dihidangkan. Saya suka makan telur goreng dan separuh masak mbak.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    Like

    1. Waalaikumsalam wr. wb Bu Hajjah Fatimah.

      Di Jakarta dijual per kilogram, sepengamatan saya di daerah Indonesia lain dijual seperti di Malaysia. Di wadah khusus telur isi 30 butir.

      Kementrian pertanian di Indonesia masih mengkaji lonjakan harga telur ini. Karena telur, seperti kayaknya Tempe dan Tahu yang sehari – hari dihidangkan di meja makan.

      Terima kasih sudah berkunjung dan salam hangat dari Jakarta Pusat 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s