Godaan iman

Akhir pekan lalu, kami halal bihalal ke dua orang sahabat baik. Obrol punya obrol (tanpa penawaran awalnya), saya dan suami yang manusia biasa ini, tertarik dengan topik obrolan itu. Ada beberapa faktor sebenarnya dan bukan karena alasan investasi. Investasi untuk kami amal ibadah aja banyakin. Kalo materi mau sebanyak apa juga gak dibawa mati ini. Diskusi saya dan suami pun menjadi panjang. Segala kelebihan dan kekurangan kami pertimbangkan dengan detil. Ternyata ada godaan berikutnya, berbeda namun ada persamaannya. Pertimbangan pun semakin dalam di antara dua kepala berbeda latar belakang ini. Galau sih enggak ya. Godaan iman ini rada gawat juga kalau diikuti.

Akhirnya kami gak sengaja kompak (ini tumben!) merenung. Jangan sampai godaan iman ini memberatkan kami berdua. Gemerlap dunia memang gak akan berhenti menggoda manusia. Tapi kalau dikejar terus mau sampe kapan. Sederhananya gadget, kalau mau ngikutin gak akan ada habisnya, selalu muncul seri terbaru. Mendapatkan hal tersebut pun jodoh – jodohan. Kalau mampu tapi belum jodoh ya gak klop. Ibarat orang kaya raya tapi belum dapat hidayah untuk umroh / haji ya gak akan terjadi. Setelah urun rembuk, kami putuskan untuk menunda sampai kelak insya Allah dibukakan dan dimudahkan jalannya. Pada akhirnya terlalu berambisi dan terburu – buru padahal hal tersebut belum bisa didapatkan khawatir akan jadi boomerang.

Kalau terkait gaya hidup, sebenarnya gak juga. Termasuk kebutuhanlah. Godaan iman begini juga belum perlu sampai yang butuh ibadah khusus gimana juga. Tapi cukup kepikiran, hehe. Gak munafiklah, namanya juga tergoda. Kesimpulannya buat kami, asal sandang, pangan, papan, dan sedikit miscellaneous (boleh dong ya) tercukupi amat sangat bersyukur. Ah iya, jangan karena keinginan jadi lupa bersyukur ya. Mudah – mudahan kami bisa qana’ah. Kalau godaan iman kamu apa nih?

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

8 thoughts on “Godaan iman

  1. Fraaaann,
    Godaannku sekarang lg pengen beli tas tapi itulah godaan, ingaaaak2 ini prentelan bayi aja kudu beli dari nol 😂.

    Bersyukur emang kuncinya, Fran.. aku juga harus terussss inget2 itu. Thanks yaaaaa postinganmu sebagai reminder jg ❤️

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s