Mudik 2018

Assalamualaikum, mumpung masih dalam suasana lebaran. Saya sekeluarga mengucapkan : mohon maaf lahir dan batin untuk semua salah dan khilaf. Gimana yang pada mudik? Alhamdulillah sejak kemarin kami sudah kembali ke aktivitas seperti biasa, kecuali Teona. Seperti judulnya, tentu saja mau ngebahas mudik kami tahun ini.

Berangkat mudik

Kami mudik H – 4 lebaran sudah pasti ikut arus mudik. Melalui terminal 3, bandara Soekarno Hatta, gede amat ya ini terminal, lebih pegel jalan dibanding terminal yang dulu. Secara terminal baru, tentu saja fasilitasnya lebih baik. Kami tentu langsung menuju indoor playground nya dong, namanya juga bawa bocah. Toilet ada di seberang counter b@tik k3ris dan mushola ada di sebelah counter parfum yang mana berlawanan arah. Kenapa gak dibikin bersebelahan atau berdekatan ya? 😑 Oh ya, gak cuma perjalanan darat atau laut aja yang antri. Saat akan take off pun, mesti antri karena lalu lintas udara ikutan padat. Cuma ada di musim mudik yang begini.

Liputan arus mudik 😅
Terminal 3
Mushola terminal 3

Menu idul fitri

Ini sudah pasti wajib dong, seperti tahun – tahun sebelumnya. Menu idul fitri dikerjakan oleh kedua kakak ipar perempuan dan saya. Job description saya : ngipas kayu bakar / tempurung kelapa, ngaduk rendang, dan ngupas bawang merah bawang putih. Hanya itu. Ngipasin kayu / tempurung kelapa jangan dikata gampang ya, selain asapnya bikin mata pedih dan hidung susah nafas. Bikin sampe api nyala mantap dan bara api gak mati pun bikin badan pliket keringet. Kami masak begini pun paralel dengan kompor gas. Trus buat menu yang dimasak lama. Ngaduk rendang juga gak asal ngaduk, salah salah yang ada hancur. Ngupas bawangs pun jangan dikira enak kalo ngupasnya sekilo! *iyain aja biar saya seneng 😂 Kali ini menunya : ketupat, rendang daging, rendang ayam, sayur labu siam, usus sapi isi tahu telur santan. Goreng kerupuk 3 toples besar. Khusus rendang dan usus sapi dimasak 6 jam. Lama masaknya beda tipis sama ketupat.

Ketupat
Usus sapi isi tahu telur
Masak rendang daging sapi
Rendang daging done
Hadiah puasa perdana full 30 hari

Pulang mudik

Kami kembali ke Jakarta H + 4 lebaran, masih juga ikut arus balik. Selama mudik saya nyuci tapi cuma sempet setrika sekali. Jadi PR berikutnya adalah nyetrika, karena laundry langganan belum buka, dan mbak ART baru balik kemarin. Huhu. Mulai nyetok buat dapur sehari – hari seperti biasa lagi. Kakak ipar yang jago masak pun paham kemampuan adik iparnya ini dalam hal masak. Maka disanguin buanyak lauk deh. Yeayy. Hemat semua – semuanya deh *nyucuk’ke banget ye. Oh ya, saat pamitan pulang. Kedua mertua gak lagi bisa nguntapke kami sampai ke pagar rumah seperti tahun – tahun sebelumnya. Suami pun saat meninggalkan rumahnya, pandangan mata diikuti bisikan doa untuk kedua orang tuanya terlihat jelas. Saya ikut terharu dan turut berdoa. Mugo – mugo Gusti Allah paringi kesehatan. Aamiin.

Hari ini dapet oleh – oleh dari orang tua saya yang ❤ bangeettt. Mulai dari beras Jawa Tengah, bandeng Juwana, telor asin Brebes, dst dll. Sampe terharu. Orang tua memang selalu the best! Selamat kembali beraktivitas, menabung kembali secara biaya mudik luar biasa yes, dan membayar hutang puasa *paling penting ini. Cerita dong pengalaman lebaran atau mudik kamu?

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

14 thoughts on “Mudik 2018

  1. met lebaran utk frani sekeluarga, mohon maaf lahir dan batin.
    iya gede ya terminalnya dan bagus banget seperti di luar. mudah2an aja kalau mudik lagi masih sebagus itu ya. kita juga masak rendang pake kayu ini lho fran #tozzz
    gimana fran suka gak gulai usus isi telur ini? kepengen videoin tapi gak keburu karena harus gantian jagain ibu di rs. sama-sama berdoa fran, mudah2an ya orang tua kita semua diberi kesehatan, amin amin amin yra…..

    1. Selamat lebaran dan mohon maaf lahir dan batin juga untuk Mbak Kayka dan keluarga.
      Setuju, semoga pemeliharaannya bagus di terminal 3.
      Toss, Mbak. Lumayan ya keringetan lepek pake si kayu bakar. Hehe.
      Gulai usus isi telur tahu dan usus sapi tumis terong dkk aku suka, Mbak. Yang aku kurang suka itu sala lauak dan lapai.
      Syafakillah untuk ibunda tercinta ya, Mbak. Semoga selalu diberi kesehatan. Aamiin ya robbal alamin 🙏

      1. kewl krn gak semua orang suka gulai usus 😎
        sama dong, sala lauak saya juga kurang begitu deh.
        lapai atau tapai fran?
        makasih frani utk doanya, amin allahumma amin 🙏

      2. Mbak Kayka aja yang minang asli bukan penyuka sala lauak, apalagi aku *asik ngebela diri. Hehe.
        Oh tapai ya yang betul? Seperti pepes kalo di Jawa, dibungkus daun pisang trus dibakar. Menurutku masih lebih sedep pepes biasa.

      3. hehehehe
        kalau yang dipepes itu palai namanya fran. wah kalau palai jangan ditanya doyan banget deh. mungkin belum biasa aja kali ya fran 😀

      4. hehehe ok banget cuma kebalik aja tapi semua hurufnya udah bener banget. palai ini pepes spesialnya orang awak bener fran…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s