Pengajian April 2018

Setelah post sebelumnya yang penuh protes dan emosi jiwa, saatnya kembali ke jalan yang benar *benerinjilbab. Sengaja bikin post ini bukan hanya sebagai pengingat saya tapi juga berbagi mungkin ada teman – teman yang karena sibuk, tidak sempat datang ke majelis taklim. Pertanyaan di bawah ini adalah respon dari ceramah Ustadz.

1. Bagaimana bila sudah tabayun, namun manusiawi : memaafkan tapi tidak melupakan?

Jujur, ini pertanyaan saya. Karena ada poin yang disebut ustadz, mengingatkan kisah pahit ex boss di bank terdepan terpercaya dunia akhirat. Makanya saya penasaran nanya. Alhamdulillah kalau sudah tabayun, walaupun saat itu saat yang paling tidak mau saya ulang, demi Allah. Asal disinggung dikit, dendam membara. Well, saya manusia biasa. Caranya gimana? Minta Allah untuk melupakan. Melupakan semua kejadian gak enak yang telah saya alami. Duh semoga ya. Saya aja gak bisa ngebayangin ketemu sama manusia itu, bisa saya cakar dan tusuk sekalian kali. Denger cerita dari kerabat suami di Padang aja, itu kerabat yang saya ketusin, padahal dia cuma cerita ke saya. Tapi gue gak butuh update -an manusia itu, plis! Ngeri ya, makanya mending jangan sampe ketemu.

2. Bagaimana bila sholat jamaah dengan anak tapi kita duluan selesai dan menjadi pertanyaan si anak?

Tentu demi alasan menyenangkan anak, maka ikuti anak. Walaupun bacaan anak lama, maka kita baca surat lain (dalam hati) sampai anak selesai baca. Meskipun anak (laki-laki utamanya) yang belum aqil baligh belum sah menjadi imam. Gak ada masalah, biar menjadi motivasi anak untuk menghafal surat di Al. Quran dan sholat dengan lebih khusyuk dan tuma’ninah. Ini juga yang saya alami, tapi Kami gak pernah duluin Teona. Kalo dia masih baca surat pendek ya sudah kita nunggu sampe selesai. Semua ada prosesnya kok.

3. Apakah tidak boleh menaruh atau memasang foto di rumah?

Yang tidak boleh itu patung. Memasang foto untuk mengingatkan kita akan kenangan baik dan membahagiakan tidak apa-apa.

4. Bagaimana urutan sholat fajar, qabliyah, ba’diyah?

Tahajud – hajat – fajar – setelah adzan baru qabliyah – ba’diyah – sholat subuh.

5. Kenapa ada orang yang sholat namun tempatnya pindah – pindah? Contoh : tahiyatul masjid di shaf tengah, sunnah di shaf ujung, dan wajib di shaf depan?

Rasulullah SAW melakukan hal yang sama, maka hal tersebut adalah sunnah. Malaikat pun mencatat di mana pun kita sholat. Tempat – tempat yang pernah kita singgahi akan memberi kesaksian untuk kita di hari akhir, bahkan tempat maksiat yang pernah kita datangi sekalipun. Serem ya. Saya pikir cuma organ tubuh kita aja yang bersaksi kelak. Ternyata tempat yang kita pernah singgahi pun juga bersaksi. Jadi nginget2 nih, saya pernah ke tempat maksiat mana aja ya?!

Saya gak kebayang, kalo saya gak beragama atau gak percaya Tuhan. Mungkin saya jadi preman atau gengster kali. Eh jangan salah, begini aja saya dibilang sok alim. Padahal gak tau aja dia, kalo gak mendalami agama, bisa dipastikan saya pasti liar. Beruntung saya lahir di keluarga dengan didikan disiplin ketat dan cukup keras dalam agama. Meskipun pengajian ini hanya sebulan sekali tentu saya cari – cari ilmu Agama dari berbagai sumber lain yang shahih. Bersyukur pengajian ini bukan pengajian rempong foto-foto aja. Tapi yang penting makna dan manfaatnya yang terasa banget. Minimal buat saya ya. Kalo kamu yang menjaga kewarasanmu kegiatan seperti apa?

Published by Frany

Jakarta - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: