Anak adalah aset dan investasi

Bukan sok ngajarin ya, self reminder buat saya juga. Rugi kalau tidak berbagi. 




Kembali di cerita parenting islami. Narasumbernya lagi – lagi ibu – ibu lulusan S1 ITB seperti narasumber dulu https://franyfatmaningrum.wordpress.com/2017/03/07/pelatihan-komunikasi-pola-asuh-anak-modul-1-day-1/ dan https://franyfatmaningrum.wordpress.com/2017/03/08/pelatihan-komunikasi-pola-asuh-anak-modul-1-day-2/. Bedanya narasumber yang dulu suaminya sudah tiada dengan 3 anak. Kali ini orang tua lengkap dengan 5 anak! Subhanallah πŸ‘ Plus lulusan S2 ekonomi syariah, FE-UI. Makin antusias saya menelaah lebih dalam lagi. Agendanya pertama rapat orang tua, baru dilanjutkan parenting Islami. Saya bergantian dengan bapaknya Teona setiap bulannya, pokonya disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Oh ya, saya merangkum poin – poin pentingnya agar mudah diingat. 

Sesuai judul di atas, karena anak adalah aset dan investasi masa depan. Maka pahami kebutuhan anak, contoh :

  1. Fisik / jasad, anak rewel bisa karena pegal atau sakit 
  2. Akal / ilmu, anak tidak bisa mengungkapkan sementara orang tua tidak paham 
  3. Ruhiyah / psikological, membangun mood yang menyenangkan, menyentuh hati anak agar behave. 


Pahami keterbatasan anak : kosakata, pemahaman, pengalaman. 

Pahami keinginan anak : identitas,  harga diri (contoh : memuji tidak take it for granted tapi memuji aktivitas yang dia buat), empati (bisa menunjukkan perasaan). 

βœ” Contoh : 

  • Anak meskipun dipuji 10 kali oleh Ibu, jauh lebih berharga satu kali pujian oleh Ayah. 
  • Anak disuruh Ibu sering mengelak, namun kalau Ayah suruh langsung menurut. 

    β™₯ Latih anak membuat keputusan. Contoh : pilihan sarapan dengan nasi / roti / sereal. 

    β™₯ Beri anak kesempatan mencoba seluas – luasnya. 

    β™₯ Latih keberanian. Jangan perlihatkan phobia Ibu terhadap suatu hal, jangan pakai standar kita. 

    β™₯ Ajari resiko. Jangan menutup-nutupi hal yang tidak enak / tidak baik. Ajarkan : ini susah / ini sakit tapi kamu harus menghadapinya. 

    Pola mendidik anak menurut Al. Quran adalah sumber yang tidak pernah usang dimakan zaman. Beberapa contoh : Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria dalam mendidik anaknya. Antara lain :

    1. QS.  Lukman ayat 12 – 19 : BERSYUKUR kepada Allah swt. Apapun kondisi dan berapapun jumlah anak kita. Tiap anak itu unik, tiap anak hebat, namun orang tua wajib mengajari anak menjadi lebih hebat. 
    2. SABAR. Hadapi kelebihan dan kekurangan anak. 
    3. TAUHID. Ajarkan aqidah. Takut itu hanya pada Allah, bukan takut ke Ibu atau Ayah. Contoh : bila melakukan hal yang menyimpang, takut akan siksa Allah, bukan amukan ibu. 
    4. BERBAKTI PADA ORANG TUA. Sehingga kelak, di mana pun anak berada, akan menjaga nama baik orang tua. Contoh pedoman : Ayah mengajarkan anak menghormati Ibu dan juga  sebaliknya untuk menghindari conflict of interest, anak di mana pun berada dapat menjaga diri, dan membuat keputusan. 
    5. KONSEKUENSI PERBUATAN ada 2 : NATURAL (akibat dari tindakan, sebab akibat) dan LOGIS (reward & punishment, surga & neraka). Apapun yang anak lakukan akan ada balasannya : Related, hukuman yang ada hubungannya, membuat jera dan tidak menyenangkan. Reasonable, hukuman harus bisa dilaksanakan dan Respectful. 
    6. IBADAH, menjalankan syariat Islam : sholat, puasa, dst. 0 – 7 tahun, info, ajak tanpa paksaan. 7 – 10 tahun ajarkan serius, tetap tanpa paksaan. > 10 tahun (baligh) HARUS DIPAKSA / DIPUKUL. 
    7. AKHLAQ. Ajarkan anak untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia. 

    Subhanallah 😍😍😍 Luar biasa ya. Saya aja nyatet sambil takjub, bergumam : “hebat euy Ibu ini”. Semua orang butuh proses, apalagi sayaaa?! Segala sabar apalagi bersyukur rasa – rasanya diri sendiri ini aja masih mesti dipecut karena gak lepas dari salah dan khilaf. Catatan ini akan saya simpan, ingat, dan praktekkan. Karena kalau narasumber itu bisa kenapa saya tidak. Bisa melakukan semua di atas ya, bukan bisa punya anak 5! Ampuunnn. Haha. 

    Insha Allah Teona aset dan investasiku dunia dan akhirat. Amanah ini tentu akan dijaga, diperjuangkan, dan dituntun hingga ajal menjemput saya insha Allah. Tetap semangaatttt!!! 

    Published by Frany

    Jakarta - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

    2 thoughts on “Anak adalah aset dan investasi

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google photo

    You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: