Apotik Rini part 3

Bukan post berbayar! Murni pengalaman pribadi (selalu di saat kepepet). 


Malam menunjukkan pukul 7 malam, saat saya dan bapaknya Teona sholat isya berjamaah. Si anak udah curi start makan malam duluan. Selesai makan malam, pukul 19.30 lalu kami main hampir sejam. Pukul 20.30 memutuskan untuk cabut cari obat. Karena dari pukul 7 malam itu lihat kok ini anak belekan (baca: keluar kotoran mata terus menerus). Tentu ini bukan hal biasa. Telp dokter, dikasih tau resep obatnya. Jadi kami putuskan cari obat tsb di sekitar tempat tinggal, ada 3 apotik franchise terkemuka. Tapi semua bilang tidak ada obat yang direkomendasikan. Di apotik terakhir saya WA ke apotik Rini, Rawamangun dan obat tsb ADA!!! Langsung tancap gas ke Rini, di tengah menembus keramaian jalanan ibukota. Masuk WA dari apotik Rini : 

Assalamualaikum wr wb
*Tata cara pemesanan resep / obat via WA ke apotik Rini* :
1. Foto resep yang ingin ditebus ke WA, disertakan dengan jelas obat mana saja yang mau ditebus dan berapa jumlahnya.

2. Resep kemudian kami hargai.

3. Harga kami info. 

4. Resep baru akan kami proses apabila transferan sudah masuk ke 

BCA 8810075491 an *Meta Tunjung Hapsari* , dengan menyertakan bukti transfer.

5. *Obat / resep baru bisa diambil setelah ada konfirmasi dari kami bahwa obat sudah selesai*

6. Pengambilan dengan Gojek sertakan dengan jelas nomer resep yg sudah kami infokan, dan nama pasien yg tertera di dalam resep

7. Untuk resep yang terdapat obat2 psikotropika / narkotika harus menyertakan resep asli, tidak bisa hanya dengan foto resep.

8. WA kami bukan untuk melayani tanya jawab obat dan fungsinya, semata2 untuk membantu proses pelayanan resep agar bisa terlayani lebih cepat.
Terima kasih dan harap maklum
Management Apotik Rini

Gubrak. Jadi selain obat tetes mata yang disarankan dokter, saya mau tebus resep obat racik juga. Nah, masalahnya rempong banget kalo mesti berhenti ATM. Kan bisa m-banking? Alhamdulillah saya berusaha mengendalikan diri untuk gak klak klik transfer via m-banking karena TAKUT KHILAF! Kami pilih bayar tunai di tempat dengan konsekuensi obat racik yang diramu butuh waktu satu jam. Karena saat bayar itu sudah pukul 22.00, berarti baru selesai pukul 23.00. Kami tinggal pulang dan pakai jasa ojek online untuk jemput obat racik. Pukul 23.10 apotik Rini WA memberitahu obat sudah siap, langsung pesan gosend. Pukul 23.41 sampai dengan selamat di tangan saya. Part 1 bisa baca di sini dan part 2 di sini. Berasa brand ambassador apotik Rini deh guee. Terakhir menyambangi apotik Rini tahun lalu. Makanya rada kaget pas ada ketentuan mesti transfer dulu. Soalnya dulu masih bisa racik tanpa transfer dan baru bayar tunai saat jemput. Aturan baru ditetapkan pasti karena ulah oknum tak bertanggung jawab. Orang lain jadi kena imbas deh. Udah masuk musim hujan nih, jaga kesehatan semuaa. Seperti kasus belekan Teona, karena virus atau bisa juga tertular teman. Sehat selalu untuk kita semua. 

WA Apotik Rini, Rawamangun : +62 813-8204-4415


Published by Frany

Jakarta - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

5 thoughts on “Apotik Rini part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: