Wrapping bag di bandara

Bukan post berbayar! Murni pengalaman dan pendapat pribadi.  

Sebagai orang yang selalu bawa koper, bisa dihitung dengan jari perjalanan yang tanpa koper. Apalagi setelah ada Teona, makin gak mungkin dong gak bawa koper. Saya (dan ternyata bapaknya Teona) sependapat kalau hari gini koper yang kita bawa tidak lagi cukup hanya dengan gembok saja. Alhamdulillah, selama pake gembok gak ada yang hilang juga sih barang kami. Namun tetap kami cari pilihan keamanan yang nyaman. Pilihan kami jatuh ke wrapping bag. Tak hanya koper, misal bawa tas biasa hingga tas cadangan oleh-oleh yang biasanya tas tersebut kami lipat dan dimasukin ke tas lain yang sedang kami pakai. Pokonya yang masuk bagasi pasti di-wrapping bag. Emang isinya berlian, intan, permata? Tentu tidak dong. Bawaan kami berkisar baju, toiletries, dan oleh-oleh untuk keluarga/teman dekat di tempat tujuan saja. Tapi lebih baik mencegah dibanding barang lo dicolong orang, bukan?! Harga isi koper mungkin gak seberapa, mood rusak di perjalanan itu yang luar biasa. 

Trus ada pilihan jasa wrapping bag dari perusahaan tertentu? Gak ada. Mana aja yang gak antri. Hoho. Menurut saya jasa wrapping bag sudah umum dan diperlukan banget. Kalau kami sih sudah merasakan manfaatnya. Tapi untuk ‘butuh-gak butuh, penting-gak penting’ relatif sih yaa. Di bandara Soetta, tarif wrapping bag dipatok 100.000 sementara bandara lain setau saya 50.000 *CMIIW. Kadang bukan masalah maskapai atau pihak bandara. Namun oknum yang tidak bertanggung jawab pasti ada aja. Itulah mengapa jasa wrapping bag ramai orang gunakan. Ketika bungkus pun jadi hiburan tersendiri untuk Teona. Trus sampai tempat tujuan gimana buka wrapping bag nya? Yaelah, jangan kayak orang susah. Kalo gak nemu gunting, pake kunci kendaraan atau pulpen juga kebongkar bungkus plastiknya. Safety first!  

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

11 thoughts on “Wrapping bag di bandara

  1. Hah udah 100.000 aja yak skrg?? Aku n suami jg sering ngewrap barang bawaan. Terakhir pas beli stroller gede bgt dr Jakarta, bawa ke Sby lewat Halim. Untung aja jam 4.30 pagi bagian wrapping nya udah buka. Resiko keberet2 bgt stroller anak guah klo nggak diwrap. Klo pengalaman shock dgn jasa wrap adalah pas mau ngewrap kotak buat tas golf dr Sydney ke Indonesia. Shock krn biayanya bbrp belas dollar, hahaha (hampir $20 klo ga salah). Untung aja masih ada sisa-sisa cash di dompet.

  2. Selama sering jalan2 atau bisnis trip yg mengharuskan naik pesawat, belum pernah sekalipun sampai saat ini pakai wrapping. Entahlah, mungkin karena aku males ya nunggunya. Pas sering bawa barang2 kantor untuk kegiatan di lapangan, ya masukin aja gitu ke bagasi. Ga kepikiran untuk di wrapping. Mungkin aku antara males dan pelit juga sih haha.

  3. baru sekali pake wrapping, soalnya waktu itu koper gak ada gemboknya…tapi emang lebih aman sih kalo pake wrapping apalagi kalo pake maskapai Indonesia yg satu itu tuhh…yg populer dengan delay dan bagasi ilang 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s