Sungai Tambang, Sijunjung Lebaran 2017

Salah satu kakak ipar perempuan saya berdomisili di Sungai Tambang (Sutam), Sijunjung, Sumatera Barat. Sijunjung merupakan daerah transmigran, 70% transmigran Jawa dan Sunda. 30% orang Minang. Lima tahun menikah, baru kali ini ke Sutam. Karena ya sekarang Teona sudah 4 tahun,  cukup besar. Esp udah gak nyusu dan gak pospak – an lagi. Plus sudah sering pengalaman keluar kota lebih banyak dan sering. Jadi sudah jauh lebih percaya diri – lah. 

Perjalanan berangkat pukul 13.30 dari kota Padang, melewati Solok, Silungkang, mungkin beberapa daerah lain *lupa. Kami berhenti makan di salah satu restoran di Solok. Yang pasti, saat mestinya bernafas lega saat melihat tulisan “Selamat datang di Sijunjung”, ponakan saya bilang : “masih satu jam lagi, te.” *te: tante. Kami sampai rumah kakak ipar pas magrib. 
Esoknya Kami explore sekitaran rumah, trus karena kakak ipar satu lagi mau berguru satu resep kampung suami kakak ipar Sutam. Jadi langsung eksekusi dengan ambil langsung dari kolam di rumah, 5 ekor ikan gurame lalu dibakar dengan tempurung kelapa.  Trus bikin kuahnya. Plis jangan tanya detil resep dan lainnya. Saya beneran bantu makan aja. Kita eksekusi di dapur kotor yang saat masak menu lainnya, kita minum kelapa muda langsung sambil ngumpulin kopi. Makan siang tiba, langsung nikmatin resep eksekusi dan menu lainnya. 



Trus lanjut explore batu bara, kebun, dan lainnya. Explore beberapa alat beat. Kebetulan kebun selain tanam sayuran, buah, dan sawit. Juga ada ternak kambing, ayam, dan ikan. Teona si anak kota langsung menjelajah semua. Pokonya gak ada matinya, semua dicoba. Gak sia – sia nonton Dora, jadi asyik diajak menjelajah. Di kebun juga ada rumah yang dijaga oleh transmigran Sunda, si mamang dan eceu menyambut Kami dengan hangat. 







Saat beranjak malam, sebelum pulang, Kami singgah di bengkel alat berat coming-soon-softopening. Juga SPBU yang masuk di area pool trucks yang mengangkut batu bara. Walaupun daerah, Sutam termasuk daerah mahal karena tambangnya. Untuk jalan, sepanjang berangkat dan pulang jalanan oke dengan beberapa pengerjaan beton di daerah Solok. Signal t3lk0msel aja yang cetar, itupun pas lewat di hutan lindung on off. Hawanya pun biasa, seperti di kota Padang. Tidak sejuk seperti Bukittinggi. Kuliner, mau cari kuliner Jawa atau Sunda tentu aja banyak. Dari Sutam lebih dekat ke Pekanbaru dibanding ke kota Padang. Kesan saya : seru! Mungkin karena bosen sama kota kali ya, main – main ke daerah ternyata menyenangkan. Sampai bertemu lagi Sungai Tambang. 

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

4 thoughts on “Sungai Tambang, Sijunjung Lebaran 2017

  1. banyak deh penjelajahannya Teona di Sungai Tambang…, seru ya liat2 kebun malah ada alat beratnya juga..
    itu ikan bakar kok menggoda banget, rasa2 tercium wanginya he.. he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s