Souvenir tahlilan

Tahlilan adalah aktivitas berbentuk pengajian yang umumnya dilakukan bila ada orang yang meninggal untuk mendoakan almarhum / almarhumah, biasanya dilakukan pada hari awal pasca kematian hingga hari ke-7, hari ke-40, hari ke-100, hari ke-1000, dst. Tahlilan bentuknya pengajian. Saya tidak akan membahas lebih dalam tentang hukum tahlilan dalam Islam. Saya tidak berkapasitas untuk menjelaskan lebih lanjut, soal itu bisa langsung ditanyakan ke ustadz / ustadzah Anda terdekat. Karena saya pribadi pun begitu, kalau ada keraguan, saya tanya Ayah saya dan ustadz / ustadzah terdekat Kami. Saya gak tahu apakah tahlilan juga ada di negara-negara Islam atau di timur tengah. Tahlilan sudah menjadi budaya di Indonesia. Seumur hidup, saya telah menghadiri tahlilan di beberapa daerah. Yang menarik di sini, perbedaan tahlilan di daerah dan di Jakarta. Berikut perbedaan dari hasil pengamatan pribadi saya :


Tahlilan di daerah 

Saat mengadakan acara tahlilan almarhum mbah putri di kota Klaten misalnya, saya terbentur dengan kebiasaan tahlilan masyarakat sekitar yang saya nilai kuno dan ribet *sumpah, ini pendapat pribadi ya. Pikir saya, di kota-nya aja gini gimana di desanya?! Tapi ya udahlah ya, demi menghindari konflik dan menghormati kearifan lokal. Saya nurut aja. Mulai dari mesti disajikan teh manis hangat di gelas jambu, kue2 cemilan, menu nasi kotak, hingga ‘berkat tahlilan’ *bukan ngalap berkah lho ya *itu musyrik.


Tahlilan di Jakarta 

Sebagai ibukota negara dengan beraneka ragam suku, tentulah ada akulturasi budaya dan fleksibilitas mengingat padatnya kegiatan orang. Jadi saya lebih terbiasa dengan tahlilan dengan model seperti ini *dasar aja gue males ribet. Air mineral kemasan gelas / botol, snack box, buffet / nasi kotak, hingga souvenir tahlilan.

Tentu dari sisi konsumsi berbeda, biasa begitu. Souvenir tahlilan atau yang di daerah disebut ‘berkat tahlilan’ sedikit berbeda namun intinya sama. Perbedaannya kembali lagi ke budaya dan kebiasaan masing – masing. Berkat tahlilan berbentuk sembako karena gaya hidup di daerah, sementara kalau di Jakarta souvenir yang simpel jadi pilihan contohnya buku surat yasin dan sajadah. Sama sekali bukan soal bentuk dan nilainya tapi lebih ke budaya saja. Mungkin di daerah lain pun ada perbedaan baik dari konsumsi maupun souvenir nya. Mau berbeda suku, budaya, gaya hidup, apapun itu. Selama menjalankan syariat Islam secara kafah dan tidak menyimpang tentu tetap saudara sesama muslim. Makanya saya tak terlalu ambil pusing soal hukumnya, sunah kah, bid’ah kah. Asal jangan haram saja. Cakupan lebih luasnya, orang itu beragama, menjalankan ibadah di agamanya, dan percaya Tuhan. 

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

7 thoughts on “Souvenir tahlilan

  1. Klo di ternate souvenir tahlilan biasanya di kasih kotak/dus berisi kue/jajanan pasar. Tapi banyak juga yg di tambah macem2 misalnya ada yg di kasih sejadah juga/ kain sarung

  2. Baca nasi berkat, aku jadi kangen dengan berkatan jadinya (sebutan di kotaku). Berkatan ini selalu aku dan adik2 tunggu kalau Bapak pulang selawatan atau ada kondangan atau pas tahlilan. Trus kami makan bareng2 berkatan itu. Dapatnya cuma satu berkat, makannya berame2. Duh nikmat banget. Padahal ya isinya rata2 sama : nasi, mie, sate, telor, acar atau kadang2 ada tahu tempe juga. Menu begitu tapi selalu ngangenin dan selalu ditunggu2. Plus ada kue2nya juga dan pisang.

  3. Kalo di sini gak tau budayanya gimana….hehe….

    Betul, tiap daerah pasti ada khas masing2 ya Fran dan itulah uniknya kita di Indonesia ini, budayanya banyak banget. Tapi semoga meski beda2 keyakinan, beda2 budaya, kita tetap rukun2 yaaa karena masih tetap sodara sebangsa setanah air πŸ™‚

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Frany….

    Saya setuju, memang banyak perbedaan souvenir tahlilan mengikut tempatnya. Di Malaysia juga demikian sama, mbak. Kadang kuih, kadang telur bersama pulut, atau gula-gula dan ada yang tidak ada. Ia tidak menjadi masalah kerana yang pentingnya ada kehadiran tetamu sama-sama meraikan ingatan dan doa kepada yang telah pergi. Mudahan banyak menyambung silaturahmi ya.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s