Pilkada putaran 2, Rabu 19 April 2017.

Seperti yang sudah diketahui bersama, saya termasuk penduduk yang skeptis dengan pilkada DKI kali ini. Tidak fanatik pada kubu mana pun, karena ya sebenernya gak ada yang sreg. Tapi sayang sama surat suara saya kalau gak dipake. Setelah drama pilkada putaran pertama kemarin, putaran kedua ini less drama. Minggu malam sudah dapat form 6 KWK 2 dari petugas. Walaupun socmed masih ramai pro dan kontra. Hingga aplikasi online pun turut memberi himbauan berujung promosi dsb. Saya mah adem ayem aja, terserah deh. Saya ngurusi hidup saya saja.

Kami menuju TPS pukul 10 pagi, saat para paslon sudah pada nyoblos. Jadi udah lihat di TV masing – masing paslon nyoblos. Kalau boleh saya membandingkan dengan pilkada putaran pertama, putaran kedua ini jauh lebih tenang dan tertib. Gak terlihat tuh pemilih yang bolak – balik karena namanya tidak terdaftar dan mesti nunjukin KTP dan KK asli plus copy. Gak terlihat pihak keamanan yang teriak2 bikin suasana makin panas seperti pilkada putaran pertama. Poin terakhir yang menurut saya penting: TIDAK TERLIHAT ANTRIAN PANJANG. Alhamdulillah putaran kedua jauh lebih tertib, meskipun di socmed gak pernah tenang. Hehe.


Lalu gimana dengan penghitungan cepat (quick count) ? Saya lihat perkembangannya di TV. Seperti saya bilang, gak pengaruh buat saya. Selesai nyoblos, saya tetap belanja bulanan seperti biasa, beli telur, buah, dan lainnya dengan harga normal. Gak jadi gratis juga *ngarep. Hanya saja, dari sisi politik menurut saya, pendukung paslon no 1 (tanpa diarahkan) bisa bulat – bulat berpindah ke paslon no 3. Plusss hasil ‘terawang’ saya dan bapaknya Teona, Ahok akan jadi menteri Bappenas. Kok kami bisa asyik berspekulasi sendiri, terlepas dari pilihan kami yang berbeda, tapi pandangan kami sebetulnya sama (ah! As always). Mas Agus pun di pemilihan 2019 saya yakin akan maju entah jadi capres atau cawapres *lama – lama beneran jadi cenayang nih. Haha. Siapapun yang menang, saya haqul yakin qadarullah. Jakarta jadi lebih baik atau lebih buruk pun sudah ditulis takdir. Harapan saya pribadi, siapapun yang menang jadi gubernur, bisa menyelesaikan masalah – masalah klasik ibukota. Seperti : sampah, banjir, dan macet. Semoga Jakarta lebih tertib dan aman *harapanrakyatjelata 

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

17 thoughts on “Pilkada putaran 2, Rabu 19 April 2017.


  1. https://polldaddy.com/js/rating/rating.jsSelamat Fran untuk Gubernur Jakarta yang baru. Sebagai pemegang KTP Jakarta, sejujurnya aku kecewa dengan hasilnya. Tapi karena aku ga bisa milih, ya jadi ga bisa ngapa2in juga haha. Tapi aku dan sahabat2ku memprediksikan yg sama kalau Pak Ahok kalah, ya dia bakalan jadi Mentri. Kami memprediksikan dia jadi Mendagri. Pak Ahok kalah jadi Gubernur, masih banyak yang membutuhkan otak Beliau. Semoga Oktober nanti saat Gubernur baru dilantik, Jakarta akan menjadi lebih dan semakin baik.

    1. Haha. Terima kasih, mbak Deny. Saya manut aja siapapun yang terpilih.

      Kalau jadi mendagri / mentri perindustrian, mentri perdagangan / mentri yang fokus di satu sektor. Kemampuan ahok lebih dari itu. Mentri Bappenas ngurusi banyak sektor, jadi penerawangan saya dan suami, pas lah dia di posisi tsb *halah. Haha.

  2. menyimak fran 🙂
    btw udah selesai kah penghitungannya?
    bener, siapapun itu asal bisa mengubah wajah ibukota jadi lebih cantik, bersih dan bersahabat dengan lingkungan.

    salam
    /kayka

  3. Hmm… semoga gubernur yang baru amanah ya Mbaa Frany.. aamiin hehe.
    Btw aku tertarik jg sama idenya mba frany dan papanya Teona, bener juga tuh jd mentri Bappenas kayaknya ciamik ihihi, berdoa saja semoga Pak Ahok juga bisa tetep berkarya dan berkontribusi dengan wadah yang lain hehe…

    1. Aamiin ya robbal alamin. Siapapun wajib didukung yang penting amanah dan tidak korup. Hehe.

      Aku dan suami seharian ini mayo asyik ngobrolin politik baik sebagai individu, muslim, sampai ke penerawangan2 kami. Haha. Minimal, dari prestasi gubernur DKI Jokowi – Ahok walaupun satu periode. Namun sejarah mencatat prestasi2 mereka. Berbeda dengan yang pada menjabat 2 periode tapi tenggelam atau lebih parahnya menebar sensasi kasus *gak sebut merk loh 😁 ✌

  4. gerak cepat udah posting aja nih ya Fran..
    semoga aja pilkada daerah lainnya nanti bisa aman dan damai..
    gerah kalau udah banyak adu jagonya masing2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s