Perpustakaan Pemprov DKI, Cikini, Jakarta Pusat (lagi)

BUKAN PESAN SPONSOR PILKADA! SEKEDAR UPDATE, SESUAI PENGALAMAN PRIBADI. 


Saya menulis (ulang) post ini bukan untuk membuat kondisi pilkada putaran final semakin panas. Sering saya bilang, kalau pilkada hasilnya bisa bikin saya bebas bayar tagihan air, listrik, dan sekolah anak. Baru itu jadi ‘sesuatu’ buat saya. Tapi kalau enggak, untuk apa dibelain sampe segitunya?! *apatis. Justru saya update post tentang ini, sebagai pembaruan dari post sebelumnya. Karena ada sedikit perubahan dan tambahan dari tahun lalu ke tahun ini.

Lokasinya tetap tidak berubah, tetap di dalam kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), persis di samping Planetarium. Kalau masuk tetap lapor security dan isi buku hadir (tulis tangan). Lanjut menukar KTP ke petugas yang berjaga untuk ditukar dengan kunci loker. Pengunjung WAJIB menaruh barang bawaan di loker, tidak diperkenankan membawa tas apalagi makanan dan minuman ke ruang perpustakaan. Sebelum taruh barang di loker, pengunjung wajib mengisi data diri baik perorangan maupun rombongan di monitor yang ada keyboard seperti di komputer. Fasilitas baru nih! Sebelumnya belum ada. Yang ngetik perwakilan satu orang saja ya tapi ngisinya sekalian sekian orang, berapa laki – laki, berapa perempuan, apa saja tingkat pendidikannya, dan lainnya. Fyi, pendidikan terendah SD dan tertinggi S3. Jadi Teona saya isi pendidikan terakhirnya SD deh *padahal SD nya masih lama. Haha. Submit. Lanjut taruh tas di loker. Oh ya, TIDAK ADA BIAYA MASUK alias FREE! 



Selain perpustakaan juga ada playground indoor yang cukup luas. KHUSUS UNTUK ANAK 5 TAHUN KEBAWAH, TINGGI MAX. 110 cm, DAN ANAK DIDAMPINGI ORTU (pengasuh / babysitter) WAJIB PAKAI KAOS KAKI. PLAYGROUND INDOOR INI BUKA : SELASA, KAMIS, SABTU, MINGGU PUKUL 10.00 – 12.00 KECUALI TANGGAL MERAH (LIBUR NASIONAL). Terakhir peraturan baru tuh seingat saya. Gak cuma ke playground berbayar seperti di mall – mall saja yang wajib pakai kaos kaki, yang gretongan juga iya. Kalau Anda tidak bawa kaos kaki, ya main di arena luar juga bisa. Soalnya pihak perpustakaan gak jualan kaos kaki macam  playground berbayar. LOL. Kenapa aturan cukup ketat? Asumsinya, usia SD (6 tahun ke atas) sudah bisa baca, atau minimal udah mudeng lihat gambar di buku. Walaupun di luar area playground juga ada mini playground untuk anak lebih besar. Jadi toddler tidak bercampur dengan anak yang lebih besar.



Kami sampai tepat jam 10 langsung ke lantai 2, pas banget playground indoor dibuka. Teona langsung beraksi dengan semua mainan full hingga pukul 12.00. Dari sepi, rame, sampe tutup. Maklum, energinya luar biasa ini anak. Haha. Di tengah lagi main, Teona ada minta minum dan laper. Jadi kami turun dulu ke lantai dasar agar Teona bisa minum dan makan roti. Trus lanjut main lagi sampai selesai. Petugas cukup ketat dan tak segan menegur pengunjung bila tak taat aturan  👍 Jam 12, kami lalu menuju musola di lantai 1 untuk sholat zuhur. Musolanya cukup bagus dan yang UTAMA: MUKENANYA BERSIH! Yang pengen tau lebih detil lagi, bisa mengunjungi perpustakaan Pemprov DKI. 

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

19 thoughts on “Perpustakaan Pemprov DKI, Cikini, Jakarta Pusat (lagi)

  1. Bagus ya perpustakaannya.. Aku pasti betah juga di situ..
    OOT: aku juga suka mikir gitu.., terserah siapa yg jadi pemerintah, kalo pendidikan dan sarana prasarana umum lainnya masih lebih banyak bayarnya daripada gratisnya, atau lebih banyak jeleknya daripada bagusnya, gak bikin jadi penting buatku..*apatis sejak lama*

    1. Di Indonesia menjadi masalah yang sensitif soal SARA, namun munculnya sosok yang seperti itu seperti ‘tamparan dan pecutan’ untuk pemimpin2 Jakarta sebelumnya, mengapa hasil kerja mereka tidak ‘nyata terasa’. Ujian juga untuk umat muslin (mayoritas), bisa gak nandingin sosok tsb *murni pandangan pribadi.

  2. Mainannya banyak ya variasinya dan lucu2. Aku aja rasanya pengen nyobain haha. Apalagi yg piano itu. Syukurlah kalau makin baik perubahannya. Pemikiranku juga sama, selama membawa kebaikan dan kemajuan dan tidak menimbulkan kerusakan fisik dan mental, siapapun pemimpinnya harusnya didukung.

    1. Betul, perpustakaanya modern dan update. Jadi pengunjung terus penasaran,apalagi ya yang baru?! Sulitnya di negara mayoritas muslim ya seperti itu. Siapapun yang terpilih nanti, sudah menjadi bagian rencana Tuhan, seperti Trump. Hoho.

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Frany….

    Alhamdulillah, kalau sebegini bagusnya fasilitas yang ada di perpustakaan, pasti anak-anak betah lama di sana dan terdedah dengan budaya ilmu yang secara tidak langsung menjadikan mereka suka berkunjung ke perpustakaan. Melihat aksi Teona, dengan permainan yang sedia ada, tentu sukar untuk mengajak pulang ya. Anak-anak memang begitu mbak, kita harus tahu seni memujuknya juga…hehehe.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. ๐Ÿ™‚

    1. Waalaikumsalam wr.wb. Alhamdulillah ada bukti nyata hasil kerja pemerintah hingga bisa buat perpustakaan yang cukup layak.

      Karena peraturan cukup ketat, maka Teona wajib taat aturan. Hehe.
      Salam hangat dari Jakarta Pusat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s