Perihal endorse



Endorse sudah menjadi hal biasa di jaman sekarang. Biasanya artis hingga seleb di socmed yang memiliki banyak followers. Endorse pakai jasa artis dipatok 5 juta rupiah keatas. Kecuali pengalaman pribadi minta endorse product ke temen yang kebetulan artis. Gretong deh. Hehe. Jadi, endorse itu menjanjikan baik untuk peluang ataupun dibisnisin sekalian. Tinggal dandan cantik, spot oke, pose dengan produk yang ditawarkan. Atau datang ke suatu tempat, review sekalian marketing-in deh. 

Sekian lama ber-socmed, apalagi blog di WP. (Bagusnya) belum pernah ada yang nawarin endorse. Seperti orang2 yang awalnya ngeblog di multiply, saya pun sempat vakum ngeblog. Pelariannya, saya sering mengikuti kompetisi karya ilmiah di beberapa website. Kenapa karya ilmiah? Saat itu otak masih akademis banget, biar gak lupa juga sama ilmu yang sudah dipelajari. 

Kenapa akhirnya tawaran endorse datang ke saya? Tepatnya atas rekomendasi orang. Saya mohon maaf banget yaa. Sahabat2 saya yang naro no HP saya ke fitness center aja, saya maki2. Niat baik belum tentu selalu diterima baik, udah hukum alam. Makanya mbak2 yang nawarin saya untuk endorse, katanya telf saya gak nyambung (bagus deh). Lalu dia WA saya, tentu saya tanya, dapat no saya darimana, dll. Fatalnya, saat menjelaskan mbak itu SALAH SEBUT NAMA SAYA menjadi nama selebblog lain. Udahlah sejak awal saya males nanggepin, jadi makin ilfeel. 
Saat saya tolak, masih berani nanya lagi kenapa saya tolak tawaran dia *tepokjidat. Hadeuh. Saya biasa2 aja udah galak. Apalagi kalo ngerasa keganggu jadi judes deh. Mungkin mbak itu juga cuma menjalankan jobdesc nya, sama seperti pegawai CC nawarin via telp di tengah aktivitas kita. Cuma gimana dong, saya orangnya lumayan ‘idealis – garis – kiri”. Jadi saya anti endorse ? Enggaklah, hanya saja kalopun misaalll saya setuju endorse sesuatu. Pasti sudah saya pertimbangkan alasan menerimanya. 

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

9 thoughts on “Perihal endorse

  1. sepakat harus selektif untuk endorse-endorse-an macam ini. Selama ini belom pernah ada yang nawarin untuk endorse juga sih huehue.. istilah baruu Idealis-garis-kiri 😀

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Frany…

    Apa khabar mbak ? Didoakan sihat sejahtera.
    Terkadang manusia tidak menghormati privasi orang lain dan sukanya memaksa agar apa yang diingininya tercapai. Sudah tentu kita juga punya pilihan untuk memilih yang kita suka dan mahukan. Sikap memahami perlu ada agar komunikasinya menjadi baik, ya.

    Ini blog baru saya mbak dan memulai ilmunya dari kosong satu….
    https://lensasitifatimah.wordpress.com/

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    1. Waalaikumsalam wr.wb bu Hajjah Fatimah. Alhamdulillah kabar baik. Semoga bu Hajjah sekeluarga diberi nikmat sehat pula. Komunikasi yang professional diperlukan ketika membangun bisnis.

      Wah blog baru, pasti saya follow. Terima kasih infonya. Salam hangat dari Jakarta 😊

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Franny…..
    Alhamdulillah, blog LMGS G2 sudah kembali aktif setelah saya berurusan dengan pihak admin Worspress.com. Untuk blog baru hanya sebagai wadah sementara sahaja. Terima kasih mbak atas apresiasinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s