Dunia majalah

Sejak ABG saya suka beli majalah. Seringnya ‘nodong’ bapak saya kalau lagi ke toko buku. Tapi sering juga menyisihkan uang jajan untuk beli majalah yang lagi saya suka. Fase saya suka majalah jauuhhh lebih panjang dibanding fase saya suka komik atau chicklit/teenlit/novel remaja lainnya. Walaupun berganti-ganti, tapi untuk majalah saya terhitung pembaca yang loyal. Ketika majalah itu saya nilai sudah gak asik karena kebanyakan iklan. Saya cari majalah lain, begitu seterusnya. Mungkin karena saya senang hal – hal baru, majalah tentu mengulas hal – hal yang sedang atau akan menjadi trend. 

Majalah juga salah satu alternatif mengusir kebosanan yang saya rasakan. Ketika di titik jenuh, dan bisa terpilih jadi finalis (abal2). Hihi. Karena saya beneran gak obsesi, sekedar mencari hal baru. Walaupun tinggi badan pas2an hanya 170 cm, muka di bawah garis batas kece, plus badan cungkring. Nothing to lose. Akhirnya malah dapat side job dan sahabat2 baru yang langgeng sampai sekarang.
Akrab dengan dunia majalah berlanjut hingga saya menikah dan hamil Teona. Tentu majalahnya berganti menjadi majalah ibu2 atau orang tua. Tanpa saya duga, dalam situasi saya sedang hamil besar, gemuk bulat, dan mual muntah full  9 bulan. Ditambah saat hamil masih bekerja dan sedang handle event di salah satu hotel bintang 5 di kawasan SCBD. Peliput warta, rela menunggu saya senggang. Untuk wawancara dan sesi foto. Siapalah saya ini?! 


Hingga detik ini, saya masih setia baca majalah. Majalah wanita dan majalah ibu2. Sensasi membalik lembaran kertas majalah, tak tergantikan. Terlebih saat saya baca majalah, iseng (lagi), dan memenangkan hadiah. Duh gusti Allah, nikmat mana lagi yang bisa saya dustakan. 

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

8 thoughts on “Dunia majalah

  1. Mbaaa 170cm dibilang pas-pasan? :’))))) *melipirrr hihi

    Btw sama aku juga suka baca majalah, tapi di usia tanggung gini masih mencari-cari majalah yang pas..

  2. Aku suka baca majalah, waktu kecil rebutan dgn kakak baca majalah bobo Dan ananda, pas SMP majalah Gadis dan Hai, trus Femina pas kuliah, udah pas kerja ga langganan majalah lg tapi mulai banyak baca buku saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s