Aqiqah anak bule 

Sekedar sharing pengalaman saya. Namun karena tidak izin sohibul hajat, jadi tidak saya ceritakan detil dan tidak sertakan foto2 acara. 


Seperti lazimnya bila ingin menggelar hajatan apapun itu: walimatu ursy, syukuran khitanan, haul, syukuran milad, aqiqahan, dan acara lainnya. Undangan disebar 2 minggu atau paling telat seminggu sebelum hari H. Saya pun sudah menyanggupi akan hadir dengan 2 alasan: sohibul hajat adalah ketua pengajian bulanan dan anaknya yang menggelar acara aqiqah adalah teman dari teman-teman saya juga. Ketulan anak sohibul hajat menikah dengan WNA, namun selain muallaf, segala macam acara sejak menikah dilakukan di Indonesia dengan segala tata cara muslim. Jadi ketika hadir cucu, tentu saja wajib dilakukan dengan aqiqah. 

Rasulullah SAW bersabda: “disembelih aqiqah bagi anak laki-laki 2 ekor kambing dan bagi anak perempuan seekor kambing”. (HR. Ahmad dan Tarmidzi).

Sohibul hajat turut mengundang kelompok pengajian lain yang diikutinya. Saya sebagai tamu menyesuaikan. Mengikuti shalawatannya, surat Luqman ayat 1-30, asmaul husna, dan lainnya. Acara pengajian berlangsung satu setengah jam. Di tengah acara ada 5 hal yang menarik perhatian saya:

  1. Keluarga si bule ada yang hadir 1 orang perempuan. Turut ber-kaftan brukat dan menyelempangkan pashmina di kepala. Duduk di bawah, semua orang kalau pengajian ya duduk di bawah kecuali bila sudah sepuh. Rasanya tentu ada rasa kesemutan, wajar bolak-balik ganti posisi. Saya pun begitu. Hihi.
  2. Kelompok pengajiannya cetar membahana. Dilengkapi bulu mata anti badai, bross kristal, kalung mutiara, dan tas branded. Selesai acara eksis foto2, ternyata ada artisnya juga yang turut serta. Mungkin ini dia yang disebut pengajian sosialita. Namun saya salut, qariah nya salah satu di antara mereka bacaannya mantap harokat dan tajwidnya. Shalawatannya pakai suara 1 suara 2. Hikmat elegan.
  3. Ketika acara pemberian nama (simbolis saja sih di acara), si Ayah bule bilang: “bismillahirrahmanirrahim, I give you name …” Sesuai arahan tentunya. Hanya itu saja yang terucap.
  4. Buku tasyakuran aqiqah sayang sekali telat datang, acara sudah selesai baru dibagikan, mungkin terlupa. Untung Saya anak TPA sejak kecil hingga akil baligh jadi bisa nyesuaikan *kibasjilbab
  5. Dekorasi dan lightingnya sweet shabby chic gitu deh. Sayang banget gak bisa share foto dekorasinya. Bisa jadi inspirasi acara aqiqahan. 

Buku tasyakurannya bagus, ada beberapa poin yang ingin saya kutip:

  • Rasulullah bersabda: “setiap anak digadaikan dengan aqiqahnya, ia disembelih (binatang) pada hari ke-7 dari kelahirannya, diberi nama, dan dicukur kepalanya.” (HR. Tarmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah dari Samirah) dan banyak juga manfaat lainnya seperti mempererat silaturahmi dengan tetangga, kerabat, fakir miskin, dll. 
  • Pelaksanaan aqiqah disunahkan pada hari ke-7 dari kelahirannya. Adapun kalau belum bisa, boleh hari ke-14, 21, atau kapan saja orang tua tersebut mampu. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan (QS. Al. Baqarah : 185)
  • Banyak hikmah yang terkandung dari mencukur bayi yang baru dilahirkan. Antara lain: menghilangkan penyakit karena rambut bayi mengandung kotoran yang akan membawa penyakit, menguatkan syaraf2 sang bayi, dan mempererat ikatan dengan fakir miskin dengan mensedekahkan kepadanya.

    Karena banyaknya relasi sohibul hajat, selain saudara banyak VIP yang datang. Tak heran ada saja sapaan dari sohibul hajat ke salah satu tamu, “Waalaikumsalam, selamat datang Pak Menteri”. Jangan tanya ya bapak itu menteri apa, saya jujur gak hafal mukanya. Hehe. Berhubung acara pengajian sendiri sudah satu jam lebih, selesai acara saya langsung salaman dan kasih kado ke orang tua baru sekalian pamit pulang. Sering kali kalau acara pengajian saya rasa sudah terlalu lama dan tak bawa Teona. Saya skip acara ramah tamah (baca: makan2). Karena saat berangkat saya tinggalkan Teona dan bapaknya masih tidur siang. Jadi saya mesti cepat pulang untuk mandikan dan siapkan makan Teona. Alhamdulillah saat saya sampai Teona sedang mandi, tinggal rapikan si anak dan bersiap makan. Sebenarnya rundown acara aqiqah standar, yang sedikit tak biasa buat saya ya beberapa poin di atas saja. 

    Advertisements

    Author:

    Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

    11 thoughts on “Aqiqah anak bule 

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s