Debat pilkada VS Ira Koesno

Sekali-sekali mau menerapkan ilmu selama kuliah. Ini analisa ecek-ecek dan buat seru-seruan aja.

Siapa yang nonton acara debat pemilihan kepala daerah (pilkada)? Saya tunjuk tangan dong pastinya. Bahkan di tengah acara bermunculan meme lucu2. Makin bikin seru, seru loh ya jangan baper. Hoho. Jadiii, pemirsa bebas menilai masing-masing pasangan calon (paslon). Saya bukan mau menilai para paslon, mendingan enggak deh, ntar jadi subyektif. Tapi keliatan kalau ada yang baru dipersiapkan untuk terjun ke dunia politik. Hal tersebut wajar, orang ada aja yang berkeinginan untuk berusaha mendapatkan tahta selain dari dirinya. Contoh di US (cari aman nih gue 😜✌) Setelah Bill Clinton, sekian periode maju Hillary Clinton. Nah kalo di kita yang digadang-gadang, anak sulungnya. Ada ‘hitung-hitungan cerdas’ di balik itu semua. Sementara paslon no urut akhir jangan salah juga, taruhannya gak main-main. Kalo incumbent yah ada ‘progress koreksi diri’ yang sudah terlihat *maafkan istilah2 ngaco saya 😐

Sumber gambar: Google dan WAgrup

Masih ada 2 kali debat lagi. Kita akan disajikan lebih lanjut kualitas paslon. But at that night, the winner is: IRA KOESNO sang moderator. Sukses banget mencuri perhatian. Saya mendadak jadi ngefans! 3 kata yang pas buat menggambarkannya: cantik, cerdas, tegas! Kerennn! Apa ya, kayaknya lama banget gak lihat sosok yang seperti itu. Tepat banget pilihan moderator nya, ‘megang’ acara banget. Maklum kadang massa paslon kalo udah fanatik, yaa gitu deh. Saya gak sabar buat nonton debat kedua dan ketiga. Sebagai calon pemilih, semoga dapet ‘wangsit’ buat pilih siapa. Hehe. Kolega saya yang seumur sama Mbak Ira Koesno pun mengakui keren nya Mbak Ira ini. Bedanya temen saya Ibu-ibu beranak 2 yang udah pada dewasa. Cantiknya ya cantik ibu2, saya ‘kesenggol’ juga nih sesama ibu2 *yaelah, sensitif banget 😜 

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

24 thoughts on “Debat pilkada VS Ira Koesno

    1. Hahaha! Duh, mas hari gini kepo itu hal paling gampang 😜 Mau membuktikan sendiri? Silakan mas Toro go public, pasti banyak oknum2 yang kepo segala hal tentang mas Toro. Sukanya makan di mana, cukur rambut di mana, dll dst. Hihi.

  1. Aku senang dengan Ira Koesno sejak dia di Liputan 6 SCTV, sekitar tahun 96 awal2 aku masuk SMA. Setelahnya ngikutin perjalanan kariernya dari dia mendirikan perusahaan sendiri (sempat ngelamar di sana 😅), jadi penyiar di TVone, alumni UI trus kuliah di Inggris (kalo ga salah), dan samar2 ingat dia pernah ikutan putri Indonesia (atau bahkan menang ya).
    Tentang debat kemaren, aku sangat menikmati cuitan yg ada di twitter. Asli menghibur banget, aku sampai ngakak2. Padahal aku ga ngikutin Live nya (padahal ada di youtube). Setelah puas dengan lucu2an ditwitter, baru deh ngikutin full nya di youtube. Aku juga ga sabar dengan debat2 selanjutnya. Ga sabar mantengin twitter haha!

      1. Hahaha karena dulu jaman2 SMA masih labil nanti kuliah antara pengen masuk ke teknik apa jurnalistik. Jiwanya ke jurnalistik tapi otaknya lebih ke teknik. Apalagi lihat Ira Koesno, Desi Anwar, Rosiana Silalahi, Valerina Daniel, tambah pengen banget belajar jurnalistik. Tapi akhirnya menyalurkan jiwa jurnalistik ke UKM di kampus.
        KTP ku ini Jakarta, makanya antusias ngikuti debat. Berasa ada ikatan dengan Jakarta, terutama kulinernya *ujung2nya tetap makanan hahaha.

      2. Mbak Deny cocok jadi jurnalis. Kalo nulis post detil, bahasa juga tertata. Aku juga antusias karena terlihat kualitas masing-masing paslon. Kuliner Indonesia memang harga mati ya. Hahaha.

  2. Ya tu seru debatnya. Moderatornya juga aku setuju ma kamu: cantik, cerdas, tegas!
    Tapi si Ira katanya ngerasa waktu itu dia kurang pitch controlnya.

    Debat semalem format debatnya yang versi KPU itu pakai gaya apa ya? Koq dari beberapa jenis debat yang kubaca, aku gak ngeliat gaya yang mana dipakai: apa semia Asian-Australian Parliamentary Debat?
    Tks

    1. Halo, terima kasih sudah mampir. Wajar meleset2 dikit, ‘lawan’ moderator massa paslon. Gaya debat sih layaknya negara dengan sistem demokrasi pada umumnya. Sudah sepatutnya Indonesia pakai gaya demokrasi seperti ini. Jadi terlihat kualitas paslon, bukan modal harta semata *CMIIW

  3. Ajahahahaha Franyyy, aku sampe gak penasaran isi debatnya karena lebih penasaran sama Ira Koesno nya. Aku ngefans sama mbak Ira jaman masih di Liputan 6. Sampe dulu juga sempet “menghilang” karena kasus. Btw aku dulu circa 2011 suka beberapa kali ketemu pas lagi ngopi di Starbucks setiabudi one.. daaaan terlihat lebih cantik dan muda sekarang loooh.. yukk cusss ke SSC lahh laser2 cantik :)))

      1. Jujur aku lupa bahhahhaha udah lama kok, kayaknya gara2 Ira koesno terlalu “mencecar” narsum gitu pas interview di TV. Tapi aku sukaaaa sama dia hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s