Menu Resepsi Favorite 

Sudah lazim rasanya, tiap weekend adaa aja undangan pernikahan dari saudara, teman, hingga kolega. Entah hanya acara akad nikah  / pemberkatan maupun resepsi. Resepsi  / kondangan (orang Betawi menyebutnya) / jagong  (orang Jawa menyebutnya) / kenduri  (orang Melayu menyebutnya) / dan istilah lainnya. Tentu sarat akan budaya dan ciri khas masing2 keluarga mempelai yang menggelar hajatan tersebut. Gak tiap ada undangan juga saya dan suami hadiri, bukannya sombong. Kalau sekedar kenal biasa tidak dekat, biasanya sih nitip amplop aja ke teman / saudara yang datang. Tapi kalau kenal baik, kenal dekat, apalagi saudara. Tentu dibela2in datang dong, esp akad nikah bahkan kalau saudara sampe resepsi. Ya iya dong, Frany! Tujuannya : membangun atau menjaga silaturahmi agar lebih erat sekaligus bisa reunian juga! 

Kondangan di Jakarta dengan menggunakan adat apapun, menu buffet hingga gubuk2an biasanya tersedia. Saat saya nikah, porsi gubuk2an sengaja lebih banyak dari buffet. Benar saja, gubuk2an menjadi favorite. Terbukti buffet banyak yang tersisa padahal tidak dilebihkan. Orang jaman sekarang sudah bosan buffet. Buffet di kondangan biasanya terdiri dari: nasi putih lalu nasi hainam / bihun  / mie goreng. Lalu satu menu sayur bisanya capcay atau cah tertentu. Dua menu lauk, bisa berupa : ikan fillet / daging / ayam / lidah sapi bumbu blabla. Sambal, acar, dan kerupuk. Seperti layaknya menu sehari – hari saja kan. Kalau saya, buffet tidak lagi menjadi pilihan kecuali menu gubuk2an sudah habis. Tapi sebenarnya buffet penyelamat juga ketika menu gubuk2an tak tersisa. 
Dari sekian menu gubuk2an yang biasa tersedia di resepsi. Saya paling suka dan langsung menjadi pilihan, antara lain :

  1. Kambing guling. Saat di resepsi saya dulu divariasi tidak kambing guling tapi domba afrika. Menu andalan vendor katering yang saya pakai. Ternyata jadi favorite para tamu yang hadir. Kok tau? Setelah acara pada kasih komentar. Kambing guling seperti menjadi menu wajib. Menurut saya pun gak ada masalah, selain halal dan cita rasa nusantara karena disajikan dengan lontong dan sambal kecap. Menu kambing pun wajib ada saat acara aqiqah. Bila anak laki2 menyembelih 2 kambing dan anak perempuan satu kambing.
  2. Zuppa Soup. Ini menu darimana sih? Enak banget. Slrrp! Saya sukaaa banget zuppa soup! Walopun di beberapa resto atau cafe menyediakan menu ini. Tapi entah kenapa saya gak tertarik pesan, lebih afdol makan saat kondangan. Hehe.
  3. Dim Sum. Saya suka dim sum. Ada juga resto yang menyediakan all you can eat menu dim sum. Tapi tetap yang di kondangan menggugah selera. Psst, tapi dim sum di salah satu hotel bintang lima di Jakarta, I guarantee you can’t resist their dim sum. OMG! Enaakkk. Hihi.

Kambing guling 

Zuppa Soup

 

Dim Sum

Tiga aja nih? Selera sih masing sih ya. Karena menurut saya hanya 3 menu ini yang saya favorite dan gak bisa kita temukan di pinggir jalan macam sate, siomay, soto, etc. Biasanya saya makan 3 menu itu aja, setelahnya selesai. Tapi kalo dessert  nya menarik ya cicip juga ;p Ini menu kondangan favorite-ku, apa menu favorite-mu?

Sumber gambar : Google

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

10 thoughts on “Menu Resepsi Favorite 

  1. Aku dulu pas kawin ga ada gubuk2an. Makanan di taruh di beberapa meja. Soalnya kawinan di halaman rumah, undangan pun hanya 100 orang tetangga, saudara dan teman2 paling dekat jadi kayak pesta kebun gitu. Kalau resepsi kawin yg di gedung gitu, biasanya pertama kudatangi justru bagian minumannya, lihat es yg disajikan apa. Dan yang pasti kucari itu es krim😅

  2. jadi lafaaarrr Fran aku pagi2 baca ginian apalagi pake fotonya pula ahahaha…jujur aku kalau kondangan gak pernah makan palingan minum kebanyakan si ngobrol2 aja abisnya gak nyaman makan dikondangan bediri2 gitu..kecuali kalau acara keluarga deket baru aku mau makan secara bisa duduk di area makan keluarga hehehe..menu fav apaan ya…apa aja si selama enak ya aku makan hihihi

  3. Apa ya…aku paling ngincer sama tahu campur ato kebab klo di resepsi. Dimsum juga. Nah aku jd pingin makan dimsum nih skrg.
    Pernah lho,aku makan tahu campur sampe 2x di satu resepsi. Krn itu lagi gandrung bgt sama tahu campur. Hahahha ketauan rakusnya nih aku

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Franny….

    Ternyata makanan dalam apa juga acara di sana sangat mengambil berat tentang makanan baik yang ringan atau yang berat (harap mbak faham ya). Kalau di tempat saya dan kebanyakan tempat menu makanannya hampir sama mbak. Kalau saya suka memilih daging masak hitam atau ayam masak merah. Enak dim sum itu mbak, saya suka sekali.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    1. Waalaikumsalam wr.wb Bu Hajjah Fatimah. Iya bu. Karena Indonesia bermacam suku dan budaya. Makanan saat hajatan pun jadi bervariasi macamnya.
      Daging masak hitam atau ayam masak merah sepertinya enak.

      Dim sum memang cocok di lidah tiap orang karena enak & sehat.

      Terima kasih Bu Hajjah, salam hangat dari Jakarta Pusat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s