Aksi damai 4-11

Jakarta, 4 November 2016.

Saya muslim, saya tidak turun ikut demo. Bukan karena tidak mendukung gerakan muslimin Indonesia. Bukan gak mau berjihad, yang mana menurut saya jihad itu seperti: bekerja keras untuk menafkahi keluarga, menyantuni anak yatim, bila memiliki uang lebih beli tanah dan mewakafkan untuk dibangun masjid, dst dll. Saya dukung aksi bela agama sementara dugaan penistaan agama sudah diproses oleh aparat penegak hukum. Saya bukan dari aliran Islam manapun, hanya seorang hamba yang terus belajar memperbaiki diri, iman, dan akhlak. Oleh karenanya, saya belum merasa benar. Kebenaran yang hakiki hanya milik Allah swt. 

Ketidakadilan memang harus diperjuangkan, jangankan agama, kasus almarhum Munir saja masih terus menuntut keadilan. Saya pun gak lagi pengen ngomongin lebih lanjut pilkada yang akan berlangsung di Jakarta. Namun, sebagai masyarakat yang bertempat tinggal gak sampe 2 kilo dengan kawasan ring 1. Rasanya wajar kalau merasa khawatir akan keamanan dan ketertiban berkaitan dengan aksi damai. Saya apresiasi penuh semangat dan aspirasi kaum muslim. Bukan untuk menunjukkan Indonesia negara Islam tapi Indonesia dengan agama mayoritas muslim yang hidup dengan keanekaragaman suku dan agama. Telah lama membuktikan diri mampu hidup berdampingan dengan damai.  

Saya mulai merasa jengah dan gerah. Ketika melihat socmed bahkan wagrup salah satu keluarga besar, memanas karena topik aksi damai 4-11. SARA memang amat sensitif di negeri ini. Tapi socmed bukan ajang debat kusir hingga membuat saya sangat dengan berat hati meng-unfriend teman yang timeline nya menjadi tak nyaman diamati. Bijak dalam bersocmed dalam hawa sekarang ini mungkin sulit lepas dari topik2 terkini. Saya pribadi berusaha menggunakan socmed untuk seru2an tanpa sedikit pun menyinggung topik yang bikin pegel hati orang yang mengamati. Politik itu kepentingan duniawi bukan yang prinsip seperti agama. Siapapun kandidat yang bakal menang, gak akan bikin hidup kita jadi berubah drastis. Jadi untuk apa segitu fanatiknya?! Saya pribadi merasa gak ada yang sreg dengan semua pasangan calon. Tapi tetap mesti milih kan, hanya saja saya pilih santai menyimpan dalam hati tanpa mengumbar ke khalayak ramai seperti di socmed. Selamat menikmati suasana kampanye yang akan ramai dengan santai dan damai  😇
Kami siap turut mengamankan aksi damai 💪💪💪

*) Semua meme pinjam dari share di semua wagrup 😄

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

16 thoughts on “Aksi damai 4-11

  1. saya setuju, jihad banyak bentuknya. ๐Ÿ™‚ untuk apalah beramai- ramai demo lalu yang kewajiban kita jadi lalai.
    tapi.. semoga yang demo tetap damai. tetap berniat untuk membela Al Quran. bukan ditunggangi kepentingan bermacam- macam. amin

  2. Sebetulnya demo kali ini (dan dimana saja bhkan di Turkey) akar masalah lebih luas dari sekedar masalah agama. Semua adalah soal momen yg tdk semua org tau. Tapi selalu terlalu kompleks untuk membahasnya apalagi di di sosmed dan WA.. Semoga Indonesia tetap bersatu..

    1. Permisi nimbrung.. Orang umumnya melihat banyak hal sebagai “hitam atau putih”, sementara di balik itu semua sebetulnya banyak area abu-abu, terutama untuk hal terkait kekuasaan.. Just saying..

    2. Moment ini membuktikan kekuasaan memang luar bisa, menjadi sorotan publik yang mengulik segala hal, tak mudah, dan sangat rentan. Agama pun menjadi momok yang menjadi tipis benar salahnya bila dicampur adukan dengan politik. Kembali lagi karena politik itu kepentingan, sangat duniawi. Amat berbeda dengan agama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s