Persahabatan laki-laki dan perempuan

Ada yang percaya persahabatan antara laki-laki dan perempuan? Saya angkat tangan tinggi-tinggi. Saya sudah membuktikannya. Saya punya sahabat laki-laki sejak TK sampai sekarang, berarti sudah 27 tahun kami bersahabat. Kami satu sekolah: TK, SD, SMP, dan kuliah. Hanya SMA yang beda, itupun teteplah satu peer group. Sahabat perempuan yang bertemen lama pun ada banyak, tentunya karena satu komplek plus satu sekolah juga. Biasanya laki-laki naik turun bertemennya tapi sahabat laki-laki saya ini enggak loh. Ada juga sahabat laki-laki lain tapi saya paling deket sama yang sejak TK ini. Ketika saya dekat sama bapaknya Teona, sahabat laki-laki saya ini mendukung banget. Sampe sekarang malah bapaknya Teona yang sering tanya kabar sahabat saya ini. Sahabat saya ini pun tipe yang ‘senggol dikit curhat’. Semua2 tentang saya dan semua2 tentang dia kami sama2 saling tau. Udah paham banget deh kalo lagi badmood mesti ngapain.


Saya dan beberapa sahabat punya adik yang juga sebaya! Jadilah kakak2nya bertemen, adik2nya pun bertemen. I super duper loved my childhood!!! Soalnya seru, jaman tahun 90-an ketika SD – SMP, jaman tahun 2000-an ketika SMA dan kuliah. Bener2 precious memories. Kalo di film cerita sahabat antara laki-laki dan perempuan berakhir love story. Di kehidupan nyata terdekat, saya sih gak ngalamin. Temen ya temen, pasangan ya beda lagi. Karena sudah membuktikannya, saya percaya adanya persahabatan sejati antara laki-laki dan perempuan. No rules, murni curhat tanpa pake perasaan, seru2an bareng, susah senang pun bareng, keluarga saling kenal, dan percaya anaknya pada main bareng. Waktu kuliah, terakhir genk saya dua orang laki-laki. Mereka manut aja kalo saya suruh2 perintah ini itu. Haha. Sahabatan sama laki-laki atau perempuan punya keseruan masing-masing. Jadi kalo ada yang gak percaya persahabatan laki-laki dan perempuan. Mungkin Anda punya pendapat atau pengalaman sendiri. Tapi buat saya, persahabatan baik dengan laki-laki atau perempuan punya keseruan yang berbeda tapi sama-sama seru abis! :mrgreen:

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

18 thoughts on “Persahabatan laki-laki dan perempuan

  1. Saya juga percaya laki-laki dan perempuan bisa bersahabat tanpa perlu baper dll.. Sudah membuktikan.. Tapi kalo mau sukses (sebagai sahabat saja) memang kedua belah pihak harus sepemikiran dalam hal ini.. Kalo salah satu jadi baper trus satunya gak, ntar bertepuk sebelah tangan jadinya, trus diem-dieman deh..hahaha..
    Oh ya, OOT, udah lama saya pengen ngucapin terima kasih sama kamu karena dulu saya baca post kamu tentang dot botol dan pompa ASI.. Karena baca tulisanmu yg itu akhirnya saya beli pompa asi elektrik tommie tippi tapi perlengkapan dot/botolnya dari Pigeon.. Trus si Bear cocoknya cuma dot silikon peristaltic slim neck dari Pigeon itu.. tau jenis dot pun karena baca tulisanmu..😁 Jadi sekali lagi, terima kasih banyak ya🙏🏽

    1. Toss. Sama-sama sudah membuktikan. Iya ya, kedua sahabat mesti sepemikiran. Gak pake ngomong itu untungnya saling sepemikiran. Haha.
      Wahh, sama-sama, Mbak Emmy. Senang kalo post saya bisa bermanfaat untuk orang lain. Kadang pas masih segar di ingatan cepet2 ditulis, kalo kelamaan suka lupa. Hehe. Semoga Bear lancar2 minum susunya 😊

  2. Aku tipe yg baperan. Hahahaha
    *tutup muka*

    Punya sahabat laki2, ada yg berakhir pacaran tapi endingnya putus dan ga pernah bisa sahabatan lgi. Ada juga yg sahabat laki2 murni sahabatan sampe skrg sih 😆😆

  3. Beruntung mba, kalau beberapa kali sahabatan beberapa kali pasti ada salah satu yg melanggar garis naksir (asli heran padahal jaim engga dandan juga engga)..udah deh, kalau sudah demikian pasti jadi serba salah..sedih banget, eh, tapi yang langgeng juga ada, dan itu asik kalau cewe mau langgeng bersahabat dg cowo kuncinya jgn berlaku kayak princess, jangan kenes, jangan manja, be one of the guys, kalau bisa punya hobi sama bagus…tetap kalau sudah nikah suami tetap sahabat nomor satu, dong hahaha

    1. Berarti persahabatan berakhir modus ya. Sahabat laki-laki saya ini memperlakukan saya sama seperti sahabat perempuan lain di peer grup kita. Suami saya malah yang rajin tanya kabar sahabat laki-laki saya itu. Apa kabar dia? Suruh main kesini, sibuk banget ya dia? Saya nya malah suka lupa tanya kabar. Haha.

      1. jadikan BFF suami aja mba..haha analisa saya sih..yg langgeng biasanya adalah sahabat laki-laki diantara kumpulan sahabat-sahabat perempuan (jadi dia sudah biasa berteman dg perempuan2) nah yg suka modus ini kalau sahabat laki-laki diantara kumpulan laki-laki semua…hihihi tp ga tau juga ya

  4. klo aku emang bisa mbak, tapi klo aku pribadi menetapkan jarak dan batasan, kayak klo punya pacar gak perlu cerita yg heboh, klo putus juga ga usah cerita pakai drama, walaupun gak banyak tapi aku bisa nemu kok sahabat cowok, walaupun sejauh ini cm punya 2 yg bner-bner sahabatan :))

  5. Kalau aku, sesuai settingan awal ketika ketemu Frany. Jadi kalau sejak awal aku sudah merasa ga akan terjadi apa apa di tengah2 pertemanan kami, maka sampai kapanpun perasaanku akan tetap teman ke dia. Tapi kalau sejak awal kenal aku sudah merasa ada “sesuatu”, maka bisa dipastikan ditengah2 pertemanan akan berubah perasaan jadi naksir. Tapi dulu ga pernah sih aku jadian sama yang namanya teman. Soalnya sudah tau sedemikian hingga sifat2nya, jadi males kalau musti jadian. Ga seru lagi.

  6. Wah saya maunya percaya akan hal itu mbak. Kalau di kasus orang lain bisa saja begitu. Kalau di saya nya yang susah sahabatan lama dengan perempuan. Pasti tumbuh ‘benih-benih’, apalagi sampai 27 tahun wkwk. Mungkin karena belum menemukan perempuan yang sehobi sepenanggungan kali ya, makanya masih ngerasa gitu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s